(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~29.
...🔥🔥🔥🔥...
...Hari itu juga, Tristan membawa Alexa pergi meninggalkan negara A menuju negara B. Disana ia perlahan mengobati penyakit yang diderita oleh Alexa hingga sembuh, kemudian membawanya berkeliling di beberapa negara sebagai hadiah bulan madu sekaligus healing untuk Alexa, sedangkan Stevan dibuat semakin pusing mengurus urusan perusahaan dan pernikahannya dengan Emily....
*
*
*
*
...🔥🔥🔥🔥...
...Tak terasa, waktu berjalan begitu cepat, hingga tahun baru pun tiba. Tengah malam tepat jam 12:00 malam, di balkon hotel mewah Pullman Paris terlihat Tristan dan Alexa yang baru saja selesai mandi dan masih mengunakan juba mandi, berdiri terdiam sambil berpelukan menikmati meriahnya kembang api....
"Selamat tahun baru istriku," bisik Tristan menggeser rambut basah Alexa yang terurai, kemudian mencium lembut tengkuk Alexa.
"Ugh... selamat tahun baru juga suamiku..." desah Alexa memejamkan mata menikmati setiap sentuhan bibir Tristan.
...Mendengar desahan Alexa, Tristan mengerang kasar memutar tubuh Alexa menghadap ke arahnya....
"Kau memancingku? Nyonya Wade?" ucap Tristan memasukan tangannya ke dalam juba mandi yang dikenakan oleh Alexa.
"Kalau iya... apa yang akan Tuan Wade lakukan?" Alexa seolah menantang Tristan dengan membuka lebar kedua kakinya agar tangan Tristan yang dibawa sana bisa bergerak dengan leluasa.
"Aku akan membuat Nyonya Wade tidak bisa berjalan besok."
...Tristan menarik Alexa mendekat, kemudian mengangkat salah satu kakinya dan menusuk milik Alexa dalam-dalam. Di bawa terangnya bulan purnama malam ini, Tristan terus menghentakkan pinggangnya secara brutal membuat Alexa mendesah nikmat tak karuan....
...Tak puas dengan berdiri berhadapan, Tristan pun membalikan tubuh Alexa membelakanginya, kemudian kembali menusuk....
"Aakhhhh... aaahhh... sial, nikmat sekali milikmu istriku... lama-lama membuatku bisa gila," ucap Tristan kembali bergerak.
"Ugh... aaahhh... kalau kamu suka, aku pun ikut bahagia suamiku...."
"Ayo, kita pindah ke kasur."
...Tristan mengangkat tubuh Alexa berjalan masuk ke dalam kamar hotel tanpa mencabut miliknya. Disana, ia menghajar Alexa dengan beberapa ronde tanpa ampun hingga membuat Alexa kelelahan memilih tidur, saat permainan panas yang ketiga kalinya tengah berlangsung....
"Astaga... kenapa malah tidur istriku? Aku belum selesai," kelu Tristan mendengus kesal saat mendengar dengkuran halus dari bibir Alexa."Baiklah, aku akan melakukannya dengan cepat." Tristan menambah kecepatan hentakkan hingga menyemburkan larva putih memenuhi isi rahim Alexa."Aaahhh... akhirnya." Tristan tersenyum puas, membalut tubuh polos mereka, kemudian ikut memejamkan mata.
*
*
...(Keesokan harinya)...
...Setelah selesai mandi, Tristan pun keluar dari dalam kamar mandi meraih ponselnya, berjalan perlahan menuju balkon dan melakukan panggilan kepada Elian....
"Bagaimana?" tanya Tristan singkat setelah panggilan tersambung.
"Semuanya sudah siap Tuan, tinggal tunggu Tuan dan Nyonya kembali untuk diresmikan," jawab Elian dari seberang ponsel.
"Bagus, aku dan istri sebentar lagi akan berangkat ke bandara. Sudah lama aku membiarkan mereka bernafas lega, sekarang waktunya bermain," ucap Tristan tersenyum smirk penuh dendam, kemudian mematikan panggilan.
...Kemarin Tristan terpaksa menunda balas dendamnya karena melihat kondisi Alexa yang sangat memprihatinkan. Tetapi, sebelum pergi meninggalkan negara A, Tristan diam-diam memerintah Elian untuk membangun sebuah perusahaan besar mengunakan nama bekalang keluarga Wade di tengah kota. Para investor yang sudah tak asing lagi dengan nama keluarga Wade, langsung mengerumuni perusahaan yang baru saja di bangun itu....
...Singkat cerita, Tristan dan Alexa pun tiba di bandara dan terbang kembali ke negara A mengunakan pesawat pribadi....
*
*
...Sore harinya, pesawat pribadi yang mereka tumpangi mendarat dengan selamat di bandara negara A. Tristan pun dengan bahagia mengajak Alexa turun, akan tetapi......
"Suamiku, aku-"
"Jangan takut istriku, ada aku di sisi mu," potong Tristan tanpa aba-aba langsung mengendong tubuh Alexa."Aku akan mendampingi kamu melawan mereka semua, cup." Tristan mengecup sekitar bibir Alexa, kemudian membawanya turun dari pesawat.
"Benar kata Tristan," Alexa tersenyum lebar menatap wajah tampan Tristan."Aku tidak boleh takut. Melawan mereka adalah hal terbaik daripada terus bersembunyi dibalik ketakutan," batin Alexa menyandarkan kepalanya di dada bidang Tristan.
...Saat masuk ke dalam bandara, semua mata seketika tertuju kepada mereka. Suara bisik-bisikan pun terdengar jelas. Ada yang memuji hubungan mereka dan ada juga yang menghujat hubungan mereka....
"Jangan dengarkan kata mereka, suamiku," ucap Alexa paham betul apa yang dirasakan oleh Tristan saat ini.
"Cih! Selama mereka hanya berani menggonggong dibelakang, aku tidak peduli. Tapi kalau mereka berani menyentuhmu, maka akan aku patahkan tangan mereka," kata Tristan santai sambil terus berjalan menghampiri Elian yang sudah menunggu mereka di pintu utama.
"Selamat sore Tuan dan Nyonya, silahkan." Elian membuka pintu mobil mempersilahkan mereka masuk.
"Suamiku, apakah kita akan kembali ke rumah itu?" tanya Alexa ragu bercampur takut.
"Hahahaha, cup." Tristan tertawa renyah, lalu mengecup bibir Alexa."Kamu pikir, suamimu ini tidak mampu membeli rumah, hhmmm...?" balas Tristan gemas.
"Bu-bukan, bukan seperti itu. Maksudku-"
"Sudah istriku." potong Tristan melepaskan dasinya."Aku ada kejutan untukmu istriku. Sekarang tutup matamu."
...Alexa hanya bisa mengangguk patuh dan membiarkan Tristan membalut kedua matanya dengan dasi miliknya....
"Ayo jalan," perintah Tristan.
"Baik Tuan."
...(Bersambung)...