NovelToon NovelToon
Ketika Kota Bertemu Desa

Ketika Kota Bertemu Desa

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Perjodohan itu bukan untuknya. Hanya saja, dia terpaksa pergi ke desa untuk menikah dengan pria desa yang sama sekali tidak ia kenali sebelumnya. Semua gara-gara adiknya kabur karena tidak ingin dinikahkan dengan pria desa tersebut. Dan yang paling menyakitkan adalah, sang adik kabur bersama pacar yang seharusnya akan menjadi tunangan Airin dalam waktu dekat.

Akan kah kepergian Rin bisa menciptakan kebahagiaan setelah badai besar itu datang padanya? Lalu, bagaimana dengan sambutan Mbayung atas kehadiran Rin yang datang untuk menikah dengannya? Bagaimana pula kehidupan adik dan mantan pacar yang telah mengkhianati Rin selanjutnya? Ayok! Ikuti kisah mereka di KETIKA KOTA BERTEMU DESA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KKBD Part *29

Bayu meraih tangan Rin dengan penuh kasih. Merekapun beranjak meninggalkan tempat yang sudah membuat hati Rin jadi bercampur aduk dengan banyak perasaan yang datang sekaligus.

Sepanjang perjalanan menuju rumah, mereka hanya melangkah dengan tenang. Tak sepatah katapun mereka ucap. Keduanya seolah sepakat untuk tidak saling bicara hingga sampai ke depan rumah.

Sesampainya di depan teras, Bayu langsung menghentikan langkah kakinya. Dia menoleh ke arah Rin, lalu menatapnya dengan tatapan lekat.

"Bayu." Rin memanggil dengan lembut.

Bayu langsung berucap. "Maafkan aku, Rin. Aku telah membuat hidupmu jadi tidak nyaman."

Rin tidak langsung menjawab. Dia memberikan Bayu tatapan lekat selama beberapa saat.

"Bayu."

Rin malah langsung menghambur ke dalam pelukan Bayu. Memeluk erat tubuh itu dengan penuh perasaan. "Terima kasih banyak."

Beberapa saat hening. Mereka tidak berucap sepatah katapun selama beberapa saat. Akhirnya, Bayu mengajak Rin masuk agar bisa bicara dengan leluasa. Mereka sadar, kalau mereka terlalu lama di luar dengan posisi yang sedang mereka lakukan saat ini, pastinya, mereka akan mengundang banyak bibir lagi untuk bicara.

Ruang tamu sederhana adalah tempat terbaik untuk mereka saling bicara. Bayu menatap Rin lekat. Begitu pula sebaliknya. Keduanya saling tatap dengan pemikiran mereka masing-masing.

"Bayu. Terima kasih banyak karena sudah membela aku. Tapi sebenarnya, kamu tidak perlu melakukan hal itu untukku. Aku gak papa, Bay. Aku baik-baik saja."

Bayu sontak langsung meraih tangan Rin untuk ia genggam dengan lembut. "Tidak, Rin. Jangan berterima kasih padaku. Sebaliknya, aku lah yang harus minta maaf padamu. Karena aku, kamu terluka. Karena aku, kamu jadi bahan pembicaraan orang lain. Menikah dengan ku adalah mimpi buruk buat mu. Tinggal bersama dengan ku, itu adalah masalah bagi hidupmu, Rin."

Rin langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Jangan bicara sembarangan, Bayu. Tinggal bersama dengan mu adalah hal yang luar biasa buat aku. Kenal kamu, adalah anugerah. Karena saat bersama dengan mu, aku bisa merasakan perasaan dihargai. Aku bisa merasakan dilindungi. Kau menjaga diriku dengan sangat baik."

"Rin."

Keduanya kembali saling tatap dalam diam. Sungguh, apa yang Rin katakan barusan adalah kenyataan. Karena untuk pertama kalinya dalam hidup si wanita, dia dilindungi dengan sangat baik. Dia merasa dihargai, di jaga tanpa harus dia minta. Bahkan, dia di bela habis-habisan tanpa diharapkan balasan. Pria itu membelanya dengan brutal tanpa mengharapkan pujian atau timbal balik apapun itu. Singkatnya, Bayu membela dengan tulus tanpa mengharapkan apapun imbalan dari Rin.

"Bayu. Aku .... "

"Hm?"

"Aku ... aku .... "

"Iya?"

"Aku cinta kamu."

Deg. Detak jantung Bayu tiba-tiba menjadi dua kali lebih cepat. Wajahnya terlihat sedikit memerah. Kata itu diucapkan secara perlahan. Sangat perlahan sehingga hampir tak terdengar oleh telinga. Tapi, katanya pasti walau terlihat halus dan malu-malu.

Jantung itu berdetak lebih cepat dari yang biasanya. Hal itu membuat bibir Bayu terasa berat untuk menjawab. Namun, matanya terlihat lebih terang dari yang sebelumnya.

Pengakuan cinta yang sederhana. Mungkin juga terkesan salah tempat dan waktu. Namun, itu semua tidak punya masalah sedikitpun. Bayu sungguh sangat bahagia karena pengakuan cinta dari Rin barusan.

"Ba-- Bayu."

Bayu langsung meraih tubuh Rin untuk dia peluk dengan erat. "Barusan, aku tidak salah dengar, bukan?"

"Apa?"

"Kata itu, aku tidak salah dengar bukan?"

Rin menggeleng dalam pelukan Bayu. "Sepertinya, tidak."

Bayu melepas pelukannya hanya untuk melihat wajah Rin. Sementara kedua tangannya masih terus memegang kedua pundak istrinya dengan lembut.

"Itu nyata?" Sekali lagi Bayu bertanya.

Pertanyaan yang dia lontarkan hanya untuk memastikan saja. Bukan karena dia tidak percaya dengan apa yang Rib ucapkan. Dia ingin memastikan dengan sangat jelas, bahwa kata cinta itu jelas, nyata, pasti, dan sangat benar.

"Aku rasa." Rin masih terlihat malu-malu.

"Rin."

"Aku juga cinta kamu. Sejujurnya, sudah sejak pandangan pertama, aku merasakan sesuatu yang berbeda di hatiku."

"Ap-- apa?"

"Hm. Iya. Aku jatuh hati sejak pertama kali bertatap mata. Gadis yang datang sambil menunduk. Gadis yang selalu membuang muka saat aku melihatnya. Dan, gadis itu juga sering menatapku secara sembunyi-sembunyi. Tapi saat dia ketahuan, dia akan segera menghindar."

Rin terdiam. Matanya kini menatap Bayu dengan tatapan lekat. "Jadi, kamu tahu kalau aku sering mencuri pandang untuk melihat kamu?"

"Tentu saja aku tahu. Tapi, mana mungkin aku mengatakan hal itu secara langsung padanya. Karena aku tidak ingin dia pergi setelah pertemuan itu."

"Tapi, kenapa kamu seolah tidak berniat untuk mempertahankan aku saat itu?"

Bayu tersenyum kecil. "Karena cinta tidak untuk mengekang, Rin. Cinta itu membiarkan kebahagiaan datang. Bukan juga memaksakan hati. Cinta tidak akan tumbuh dengan cara dipaksakan, bukan?"

Rin hanya mampu menatap Bayu lekat-lekat. Pria itu benar. Jika pria itu memaksanya untuk tinggal waktu itu, maka mungkin, cinta tidak akan mekar dengan indah di hatinya saat ini.

"Bayu. Aku sangat bersyukur telah dipertemukan dengan orang seperti kamu. Sungguh, aku sangat bahagia sekarang."

"Aku ... tidak." Bayu malah jahil.

Wajah Rin langsung terlihat kesal. "Bayu .... "

"Aku bercanda. Sungguh, aku hanya bercanda."

"Aku kesal .... "

"Jangan. Ku mohon, maafkan aku. Aku bercanda."

"Tidak mau."

"Rin."

"Nggak."

"Ayolah."

"Nggak mau."

Keduanya malah bercanda. Bayu dengan wajah penuh harap memohon agar Rin memaafkannya. Sedangkan Rin, sebisa mungkin, wajah kesal dia perlihatkan di depan Bayu.

Tentu saja semua itu hanya candaan. Mereka berdua tidak benar-benar bermasalah hanya karena kata-kata yang sebelumnya Bayu ucapkan.

Pada akhirnya, Bayu malah menggelitik perut Rin. Keduanya malah bermain kejar-kejaran beberapa saat lamanya. Hingga akhirnya, kedua anak manusia itu sama-sama berbaring di kamar setelah mengakhiri candaan yang telah mereka lakukan beberapa saat yang lalu.

Terkadang, masalah itu datang hanya untuk menguji. Karena bahagia, perlu menempuh cobaan terlebih dahulu sebelum dia di datangkan. Itu supaya kita bisa merasakan, betapa indahnya kebahagiaan setelah perihnya luka yang diberikan.

Di sisi lain, tepatnya di tengah kota tempat Rin tinggal dulu. Hubungan adik dam mantan pacarnya semakin memburuk.

"Kak Marvel dari mana saja? Kenapa menghilang selama satu hari penuh tanpa kabar?"

"Bukan urusan kamu." Marvel menjawab dengan raut kesal.

"Apa? Bukan urusan aku? Kamu itu suami aku. Aku ini istri kamu. Kenapa tidak ada hubungannya aku dengan kamu yang keluyuran seenaknya kamu?"

Tatapan lelah Marvel berubah marah. Matanya menatap tajam ke arah Yara. "Cukup ya! Aku lelah. Apa kamu gak bisa diam sesaat saja?"

"Apa? Aku hanya bertanya kamu dari mana? Kamu yang coba mencari masalah dengan tidak menjawabnya."

"Ke mana aku pergi, itu urusan aku. Kenapa aku harus bicara sama kamu, ha? Aku pergi ke tempat yang aku inginkan. Dan kamu tidak perlu tahu ke mana aku pergi."

1
Patrick Khan
akusuka😍😍😍
Patrick Khan
trimakasih ceritanya kak😍.. q tunggu cerita baru nya😍😍
Patrick Khan: lope lope juga😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
total 2 replies
Dew666
🪻💐💐
Neng Saripah
mungkin bayu takut rin jatuh lalu keguguran lagi
Dia takut kehilangan lagi
Dew666
🪻🪻🪻
Patrick Khan
kan benar Rin hamil lagi
Patrick Khan
tanda tanda kah🤔
Dew666
👄👄👄
tehNci
Rin hamil lagi, semoga.....
Dew666
🌼🌼🌼
Dew666
💜💜
Liswati Angelina
habis ini rin pasti bisa hamil lagi dan diganti dengan bayi kembar....
tehNci
Naaah kalo begini kan bagus/Good/
Patrick Khan
Marvel ribet bgt sih😂
Dew666
💐💐💐
Rani: yuhu ... 🫰🫰🫰🫶
total 1 replies
Patrick Khan
kasian rin😭😭
Rani: hiks🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Patrick Khan
ehhh knp LG Rin.. malah jatuh😭😭
Rani: hiks, aiya ... itulah. kasihan kan yah
total 1 replies
Patrick Khan
Yara km ribet bgt sih😂😂😂
Rani: jangan di kata lagi. ini manusia satu emang paling ribet dah
total 1 replies
Dew666
🪻🪻🪻🪻🪻
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
Iis Herawati
memang penyesalan itu datang di akhir kalau di awal namanya pendaptaran .....🤣
Rani: wkwkwkwkwk .... bener
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!