NovelToon NovelToon
Belenggu Kasih Kaisar Tirani

Belenggu Kasih Kaisar Tirani

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Sistem / Fantasi
Popularitas:31.3k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Apa jadinya jika Elena, seorang Letnan Militer jenius dari masa depan terjebak di tubuh Rania Belmont. Nona bangsawan lemah yang selalu di siksa oleh Selir Ayah nya?

Di dunia baru ini, Elena bukan hanya harus membalas dendam pada mereka yang menyiksanya, tapi juga memikul beban berat dari sebuah Sistem. Mencegah Kiamat.

Caranya? Dengan menjinakkan Aron Gild, Raja Tirani berdarah dingin yang kekuatannya bisa menghancurkan dunia jika suasana hatinya memburuk.

Bagi dunia, Aron adalah monster, tapi bagi Elena, Aron adalah bayi besar yang haus kasih Sayang.

"Dunia ini bisa hancur besok, aku tidak peduli, tapi jika kamu yang pergi, aku sendiri yang akan memastikan tidak ada satu pun manusia yang tersisa di bumi ini untuk meratapi kematianmu, kamu adalah rumahku, Rania, dan rumahku tidak boleh tergores sedikit pun," ucap Aron posesif.

"Sial! Kalau dia se manis ini, indikator kiamatnya memang turun, tapi jantungku yang malah mau meledak!" batin Rania, mengigit bibir bawah nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERJAMUAN MUSIM SEMI

"Kalian! Bawa dia keluar! Masukkan dia ke kamar ibunya, dan pastikan mereka tidak bisa keluar bahkan untuk sekadar menghirup udara luar!" Perintah Dante tegas.

Para ksatria segera menyeret Viola yang meronta-ronta dan memaki-maki nama Rania. Suaranya perlahan menghilang saat dia dibawa menjauh dari paviliun itu.

Suasana kamar kembali hening, hanya menyisakan suara isak tangis Rania yang mulai mereda karena kelelahan.

"Rania... maafkan Kakak... Kakak benar-benar bodoh karena membiarkan ular-ular itu menyakitimu," bisik Dante, dia berlutut di samping ranjang Rania dengan kepala tertunduk dalam.

Rania perlahan menurunkan bantalnya, sisi Elena di dalam dirinya mulai mengambil alih kembali kendali tubuh, dia menatap Dante dan Duke Victor dengan tatapan kosong, sebuah tatapan yang jauh lebih menyakitkan daripada kemarahan.

"Kenapa baru sekarang?" tanya Rania, pelan.

"Kenapa baru sekarang kalian benar-benar ada? Kemana kalian waktu Rania butuh perlindungan," lanjut Rania.

"Ayah...." panggil Rania lirih.

"Iya Nak, maafkan Ayah," jawab Duke Victor, dengan mata berkaca-kaca.

"Di buku dongeng yang pernah Rania baca, katanya cinta pertama anak perempuan itu adalah Ayahnya, tapi kenapa Ayah justru menjadi luka prtama Rania?" tanya Rania, mengepalkan tangannya kuat.

Deg

Duke Victor tertegun, dia tidak tahu harus menjawab apa, mata nya memerah menahan tangisnya, dia hanya bisa menatap tangannya yang tadi digunakan untuk mengusap rambut Rania, merasa tangan itu terlalu kotor untuk menyentuh putrinya yang sudah dia hancurkan.

"Rania ingin sendiri. Tolong keluar," lanjut Rania, memunggungi ayah dan kakaknya.

Tanpa banyak bicara, Duke Victor dan Dante keluar dengan langkah gontai, mereka tahu, memulihkan luka di dahi Rania mungkin mudah, tapi memulihkan hati yang sudah hancur selama delapan belas tahun adalah suatu hal yang mustahil.

Setelah pintu tertutup, Rania menyeringai di balik selimutnya.

"Meminta maaf memang gampang, tapi itu tidak bisa mengobati rasa sakit yang selama ini Rania rasakan," batin Rania, menatap dingin, pintu kamar nya yang tertutup.

Rania menyeka air matanya dengan kasar, rasa sesak di dadanya perlahan menghilang seiring dengan perginya Duke Victor dan Dante dari kamar, dia menghela napas panjang, mencoba menstabilkan detak jantungnya yang tadi sempat tak terkendali.

Tok

Tok

Tok

"Tiba-tiba pintu kamar Rania, di ketuk pelan.

"Nona? Ini Lina. Bolehkah saya masuk?" tanya Lina dari balik pintu.

"Masuklah, Lina," jawab Rania.

Ceklekk

Lina masuk dengan membawa nampan berisi bubur hangat dan teh madu.

Begitu melihat Rania yang duduk bersandar di kepala ranjang dengan wajah pucat, Lina langsung mendekat dan meletakkan nampannya di meja kecil.

"Nona... saya tadi mendengar teriakan Nona Viola dari luar. Apa Anda baik-baik saja? Apa dia menyakiti Anda lagi?" tanya Lina dengan wajah penuh kekhawatiran yang tulus.

"Dia tidak sempat menyentuhku, Lina. Ayah dan Kak Dante ada di sini saat dia mengamuk, justru itu yang aku inginkan," ucap Rania menatap pelayan setianya itu, lalu tersenyum tipis.

"Duke Victor benar-benar terlihat hancur saat keluar tadi, Nona, beliau bahkan memerintahkan sepuluh kesatria untuk berjaga di depan kamar Anda, dan tidak tidak ada yan boleh masuk tanpa izin khusus, bahkan Nyonya Diana sekalipun," ucap Lina, sambil menyuapi Rania bubur dengan hati-hati

Rania terkekeh pelan, meski kepalanya masih terasa sedikit berdenyut.

"Biarkan saja," ucap Dania, tidak perduli.

"Lalu, bagaimana dengan Perjamuan Musim Semi nanti? Dengan luka di dahi Anda, apakah Anda tetap akan pergi?" tanya Lina ragu.

"Tentu saja aku akan pergi, luka ini justru akan menjadi aksesoris terbaikku untuk menarik simpati publik," jawab Rania, menyeringai dingin.

"Tapi Nona, Nyonya Diana dan Nona Viola pasti akan merencanakan sesuatu yang lebih buruk jika mereka tahu Anda tetap berangkat," ucap Lina, khawatir.

"Biarkan saja, kita lihat saja nanti," jawab Rania, tersenyum kecil.

Tok

Tok

Tok

Tiba-tiba, pintu kamar Rania kembali di ketuk dari luar.

"Rania? Ini Kakak. Kakak membawakan sesuatu untukmu," suara Dante terdengar dari balik pintu.

Rania melirik ke arah Lina, memberi kode agar Lina membukakan pintu.

Ceklekk

Begitu pintu terbuka, Dante masuk dengan membawa sebuah kotak berwarna biru gelap, wajah pria itu masih terlihat sangat kusam, sisa-sisa rasa bersalah masih terlihat jelas di sana.

"Rania... Kakak tidak bermaksud mengganggumu, kakak hanya ingin memberikan ini," ucap Dante pelan, meletakkan kotak itu di atas ranjang.

Rania membuka kotak tersebut, di dalamnya terdapat sebuah kalung permata safir yang sangat indah.

"Ini peninggalan Ibu, Ayah yang menyimpannya selama ini, dia bilang, ini seharusnya diberikan padamu saat kamu debut sebagai Lady, tapi, dia melewatkan momen itu, dia ingin kamu memakainya di perjamuan lusa," ucap Dante, menjelaskan.

Rania menatap kalung itu, lalu beralih menatap Dante.

"Aku akan memakai nya," ucap Rania, melihat kalung milik ibunya itu.

"Baik lah, aku keluar dulu," ucap Dante sebelum akhirnya berdiri dan keluar dari kamar bersama Lina yang juga berpamitan.

Setelah mereka semua pergi, Rania memandangi kalung safir itu di bawah cahaya matahari pagi.

"Perhiasan yang indah, tapi perhiasan ini tidak sebanding dengan nyawa Rania yang sudah hilang dalam kesepian," gumam Rania dingin

*****

Hari yang ditunggu-tunggu oleh semua orang akhirnya tiba, Perjamuan musim semi di istana kekaisaran Gild.

Rania berdiri di depan cermin besar, menatap bayangannya yang kini terbalut gaun berwarna biru safir pekat dengan aksen perak di bagian pinggang, warna kebesaran mendiang ibunya.

Kalung safir pemberian Duke Victor melingkar indah di leher jenjangnya, di dahinya, dia tidak menggunakan perban putih biasa, melainkan hiasan kepala berupa drop jewelry berbentuk bulan sabit yang sengaja menutupi bekas luka itu dengan sangat elegan.

"Nona... Anda benar-benar cantik, anda terlihat persis seperti mendiang Duchess Eleanor," bisik Lina dengan mata berkaca-kaca saat merapikan jubah luar Rania.

"Cantik saja tidak cukup, Lina, malam ini, aku harus menjadi tak terlupakan," jawab Rania menyeringai tipis.

"Aku akan pergi sekarang, seperti nya semua orang sudah menunggu ku," ucap Rania, beranjak dan berjalan ke arah kereta kuda.

Perjalanan dari kediaman keluarga Belmont ke istana tidak terlalu jauh, hanya menempuh waktu dua puluh menit.

Kereta kuda keluarga Belmont yang paling mewah berhenti di depan gerbang Istana.

Saat pintu kereta terbuka, Duke Victor turun terlebih dahulu, diikuti oleh Dante, keduanya berdiri tegak, mengenakan pakaian dengan warna yang senada dengan gaun Rania.

Begitu Rania melangkah turun, kebisingan di depan aula istana mendadak sunyi, para bangsawan yang sedang berbincang langsung menoleh.

Mereka yang biasanya melihat Rania sebagai gadis lusuh yang menunduk, kini terperangah melihat sosok yang berjalan dengan dagu terangkat dan tatapan setajam elang.

"Itu... Rania Belmont? Sampah keluarga itu?" bisik seorang Lady dari balik kipasnya.

"Bagaimana mungkin? Dia terlihat lebih agung dari putri raja manapun," timpal yang lain.

1
°RhaiKen™
aaaa....so sweet deh.. bucin sudah pda waktunya nieee..🤣🤣
renjani
sistem sableng kayaknya dibuat sama leluhur Aron nih biar dia cepet nikah🤭🤣
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍😍
Milah Milah
Waah Kaisar Aron sudah menandai kepemilikannya, dan memanggilnya my Queen. Jadi meleleh thor... 🤭
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 rania malu malu meong🤭🤭
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Astiana 💕
baru kali ini sistem menyuruh tuan nya ke jurang kemesuman🤣🤣
beybi T.Halim
sistem nya romantis sekali😁 dikit2 peluk dikit2 cium wahhhh ,terbaik lah💝
kaylla salsabella
lanjut
Milah Milah
Sistem buatan othor emang keren abiz👍
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Pa Muhsid
ciee mak comblang sukses 😍😍😍
Yue Li MZy
lah udah selesai aja, perasaan baru baca.smgtt up nya KA uthor cntikk💪🥰🥰🥰 udah ku kasih vote
guest1053527528
asyeekk Thor resmi kan mereka Thor dengan bumbu2 cinta
Yue Li MZy
kayak akal akalan sistem biar ketahuan 🤭🤭
Yue Li MZy
mau ditaruh mukanya kemana ya kalo gini
Lyvia
padahal udah up byak tp masih aj kurang 😃
suwun thor crazy upnya, matrehat thor
Tri Yoga Pratiwi
menang banyak Aaron 🤭
IG : hofi03_skrniii: kesenangan si kaisar 😅
total 1 replies
Lyvia
pincuk anmu mantep rania 😃😃😃
miss blue 💙💙💙
sistem nya di buat sama cupid kayak nya 🤣🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙: kok malah nafsuan sistwm nya ya 🤔🤔😭😭🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!