NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Bintang

Takdir Kaisar Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Langit Azure, kekuatan bela diri dan kedalaman Qi menentukan segalanya. Ye Chen, seorang jenius dari keluarga cabang klan Ye, dikhianati dan "Akar Roh" miliknya dicuri oleh saudara sepupunya sendiri demi ambisi klan utama. Menjadi cacat dan dibuang ke pinggiran desa, nasibnya berubah ketika sebuah meteorit hitam jatuh di dekatnya. Meteorit tersebut menyimpan warisan dari "Kaisar Kekosongan" dari era kuno, memberikannya seni kultivasi terlarang yang tidak membutuhkan Akar Roh, melainkan menyerap energi bintang. Ye Chen kini harus merangkak dari bawah, bersembunyi dari musuh-musuh kuat, dan menapaki jalan kultivasi untuk membalas dendam serta mencari kebenaran di balik hancurnya para Dewa Kuno

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Berjalan di Bawah Badai dan Kolam Petir Cair

​Su Yue berdiri mematung. Angin kencang yang membawa bau ozon menerpa wajahnya, tapi otak gadis itu rasanya berhenti bekerja.

​Di depannya, Lin Chen berjalan santai membelah Hutan Kematian Seribu Petir. Setiap kali awan hitam di atas mereka bergemuruh, seberkas petir ungu akan menyambar turun. Dan setiap kali petir itu menyambar, Lin Chen sama sekali tidak menghindar. Ia membiarkan petir itu menghantam kepalanya, bahunya, atau punggungnya.

​JDAAARRR!

Satu sambaran. Lin Chen menarik napas panjang, wajahnya terlihat segar.

​BZZZZT!

Sambaran kedua. Lin Chen meregangkan lehernya hingga berbunyi kretak.

​"Kakak Senior, kenapa kau berhenti? Ayo jalan, udara di sini sangat menyegarkan," kata Lin Chen sambil menoleh ke belakang. Di sekitar tubuhnya, busur-busur listrik kecil masih menari-nari sebelum akhirnya tersedot masuk ke dalam pusarnya.

​Su Yue mengusap wajahnya dengan kasar, mencoba menyadarkan diri bahwa ini bukan mimpi. "Menyegarkan?! Lin Chen, petir barusan itu cukup untuk membuat kultivator Inti Emas menjadi abu! Tubuhmu terbuat dari apa sebenarnya?!"

​"Aku rajin makan sayur sejak kecil," jawab Lin Chen asal, lalu kembali melangkah maju.

​Tentu saja, ia tidak perlu menjelaskan bahwa Jaring Bintang Penelan Langit di balik kulitnya bekerja seperti spons raksasa. Energi liar dari petir langit itu langsung ditarik ke dalam Dantian palsunya, dipadatkan, dan digunakan untuk mematangkan Inti Bintang Petir-nya yang masih seukuran kelereng.

​Su Yue buru-buru berlari menyusul Lin Chen. Anehnya, begitu ia berada dalam radius dua meter dari pemuda itu, hawa menindas dari badai petir langsung lenyap. Lin Chen seolah menjadi payung petir raksasa yang menyerap semua marabahaya di sekitarnya.

​Di dalam lautan kesadaran Lin Chen, Guru Lin Tian melayang dengan ekspresi puas.

​"Bagus sekali, Muridku. Petir alam ini sangat murni. Tapi, petir-petir liar ini hanya cukup untuk memadatkan cangkang luar Inti Bintangmu. Jika kau ingin menyempurnakannya dan mencapai tahap di mana kau bisa menembakkan petir sekuat naga langit, kita harus mencari sumber utamanya!"

​"Sumber utamanya?" batin Lin Chen sambil terus melangkah melewati pepohonan hitam yang hangus. "Maksud Guru, ada pusat badai di hutan ini?"

​"Tentu saja. Hutan ini tidak mungkin disambar petir terus-menerus selama ribuan tahun tanpa alasan. Pasti ada pusaka elemen petir legendaris atau sebuah Kolam Petir Cair di jantung hutan ini. Teruslah berjalan ke utara, ikuti kepadatan energinya!"

​Lin Chen mengangguk. Ia mempercepat langkahnya.

​Semakin dalam mereka masuk, pepohonan perlahan menghilang, digantikan oleh padang bebatuan karang berwarna biru keunguan yang memancarkan listrik statis.

​Tiba-tiba, telinga Lin Chen menangkap suara geraman rendah.

​Dari balik bebatuan karang, muncul belasan bayangan cepat. Itu adalah kawanan Macan Tutul Petir Ungu—Binatang Roh tingkat Inti Emas awal! Bulu mereka memancarkan listrik, dan taring mereka setajam pedang pusaka.

​Melihat mangsa manusia masuk ke wilayah mereka, kawanan macan tutul itu langsung memamerkan taring. Mata mereka menatap Su Yue yang terlihat paling lemah.

​"B-Binatang Roh tingkat tinggi!" Su Yue memucat dan langsung mengeluarkan tungku apinya.

​Namun Lin Chen hanya menghela napas bosan. "Kalian menghalangi jalanku."

​Pemimpin Macan Tutul itu melolong marah dan melompat menerjang Lin Chen, cakarnya yang dialiri petir mematikan siap merobek dada pemuda itu.

​Lin Chen tidak menggunakan gerakan rumit. Ia hanya mengangkat tangan kanannya, menyalurkan energi dari Inti Bintang di perutnya, lalu menjentikkan jarinya ke depan.

​ZRRRAAASH!

​Sebuah pilar petir perak kelam yang seratus kali lebih murni dan merusak dari petir alami di hutan itu meledak dari jari Lin Chen.

​BAM!

​Pilar petir itu menghantam dada pemimpin Macan Tutul tersebut. Tidak ada darah yang tumpah, tidak ada jeritan. Binatang buas raksasa itu menguap seketika menjadi kepulan asap hitam.

​Melihat pemimpin mereka musnah hanya dengan satu jentikan jari yang santai, sisa kawanan Macan Tutul itu mengerem mendadak hingga tersungkur di tanah. Insting binatang mereka menjerit ketakutan. Pemuda ini bukan mangsa, dia adalah perwujudan dari dewa petir itu sendiri!

​Tanpa pikir panjang, sisa kawanan itu langsung berbalik arah, lari terbirit-birit dengan ekor terselip di antara kedua kaki mereka.

​"Lihat? Mereka sangat ramah kalau kita bersikap tegas," Lin Chen menepuk tangannya yang bersih.

​Su Yue hanya bisa tersenyum kaku. Ia mulai terbiasa dengan pemandangan absurd ini. Bersama Lin Chen, tempat paling mematikan di dunia pun terasa seperti sedang jalan-jalan di taman belakang paviliun.

​Setelah berjalan selama dua jam lagi, gemuruh petir tiba-tiba mereda.

​Di depan mereka, terdapat sebuah kawah raksasa. Namun kawah itu tidak kosong. Di dalamnya, terdapat sebuah danau selebar seratus meter yang tidak berisi air, melainkan cairan kental berwarna ungu menyala yang terus-menerus meletupkan kilatan listrik.

​Itulah Kolam Petir Cair! Cairan itu adalah embun dari petir langit yang telah memadat selama ribuan tahun. Satu tetesnya cukup untuk meledakkan tubuh kultivator Inti Emas menjadi debu!

​Mata Lin Chen langsung berbinar buas. Teratai Api Inti Bumi dan Inti Bintang di perutnya bergejolak hebat, seakan kelaparan.

​Namun, sebelum Lin Chen melangkah maju mendekati kolam, ia menyipitkan matanya.

​Di tepi seberang kolam tersebut, terdapat sekelompok orang yang mendirikan tenda mewah. Ada sekitar sepuluh orang pemuda dan pemudi berpakaian sutra biru muda dengan sulaman kilat emas di dada mereka. Mereka sedang sibuk memasang pilar-pilar formasi di sekitar kolam.

​"Itu... murid-murid dari Sekte Guntur Surgawi," bisik Su Yue dengan wajah tegang. "Mereka adalah sekte bintang empat dari pinggiran Ibukota Benua Tengah! Tiga dari pemuda itu sudah berada di tahap Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul) setengah langkah!"

​Salah satu pemuda bertampang angkuh yang memegang kipas lipat menoleh saat menyadari kedatangan Lin Chen dan Su Yue. Pemuda itu adalah Li Jian, murid inti Sekte Guntur Surgawi.

​Melihat Su Yue yang cantik, mata Li Jian sedikit berbinar mesum, tapi ketika melihat kultivasinya yang hanya di tahap Pembangunan Fondasi, serta Lin Chen yang terlihat seperti pelayan tanpa Qi, ia mendengus jijik.

​"Hei, orang udik!" teriak Li Jian dari seberang. "Tempat ini sudah disegel oleh Sekte Guntur Surgawi! Kami sedang menyiapkan formasi untuk mengambil sebotol Air Petir Cair ini. Jika kalian tidak ingin mati tersambar petir atau kubunuh, cepat enyah dari pandanganku!"

​Murid-murid lain di belakang Li Jian ikut tertawa merendahkan.

​"Berani sekali gadis lemah dan pelayan fana masuk ke hutan ini. Mereka pasti hanya tersesat dan beruntung tidak dimakan monster."

​Mendengar hinaan itu, Su Yue menggigit bibirnya dan menarik lengan Lin Chen. "Lin Chen, jangan cari masalah dengan mereka. Sekte bintang empat memiliki banyak master tingkat tinggi. Kita pergi saja, cari jalan memutar."

​Lin Chen tidak bergerak. Ia menatap Li Jian di seberang, lalu menatap Kolam Petir Cair yang berkilauan di depannya.

​"Pergi? Kakak Senior, air mandi yang sudah disiapkan alam ini terlalu sayang untuk dilewatkan," ucap Lin Chen datar.

​Tanpa mempedulikan teriakan peringatan dari murid-murid Sekte Guntur Surgawi, Lin Chen berjalan santai menuruni lereng kawah. Ia melepaskan jubah luar hitamnya, menyisakan celana kainnya saja, memperlihatkan otot punggungnya yang padat seperti patung dewa perang.

​Li Jian melotot marah melihat pelayan itu mengabaikannya. "Beraninya kau maju?! Berhenti di sana, dasar sampah gila! Kolam itu berisi Air Petir murni! Kalau kau menyentuhnya sedikit saja, kau akan hangus sampai ke tulang!"

​Li Jian bersiap melontarkan serangan pedang untuk membunuh Lin Chen, tapi ia terlambat.

​Lin Chen sudah sampai di tepi kolam. Tanpa ragu, tanpa mengaktifkan pelindung energi apa pun, Lin Chen melompat langsung ke tengah-tengah danau petir yang mendidih itu.

​BYUURRR!

​Cairan petir ungu memercik tinggi ke udara.

​Li Jian dan seluruh murid Sekte Guntur Surgawi ternganga lebar. Kipas di tangan Li Jian jatuh ke tanah. Mereka semua menunggu pemuda gila itu menjerit kesakitan dan berubah menjadi abu. Mengambil sebotol saja butuh formasi rumit, apalagi melompat masuk untuk berenang?!

​Namun, detik demi detik berlalu.

​Permukaan cairan ungu itu beriak pelan. Sosok Lin Chen muncul dari dalam kolam. Ia menyapu rambutnya yang basah ke belakang, bersandar santai di tepi karang di tengah kolam, lalu menatap Li Jian yang mematung di seberang dengan tatapan dingin dan meremehkan.

​"Airnya lumayan hangat," kata Lin Chen santai, suaranya menggema di seluruh kawah yang sunyi senyap. "Jadi, siapa tadi yang menyuruhku enyah?"

1
nanonano
kapan gelutnya nih
Arinto Ario Triharyanto
joss gandozzz 💪
Gege
mantabb...💪👍
Gege
hancurkan lawan, sita harta rampasan, pergi...💪🤣
Gege
biar nambah kosakatanya "dan tak lupa cincin ruang penyimpanan segera diamankan" lumayan buat genapin 10k kata Thor...🤣
Arinto Ario Triharyanto
mantaappp... ga usah malu-malu, yg pamer sok kuat sok keras, tenggelam kan saja, ga pake lama 😎
Arinto Ario Triharyanto
Yoi joss gandozzz💪
Arinto Ario Triharyanto
joosss Thor 💪👍
Arinto Ario Triharyanto
bagus 👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
lanjut ya Thor, jangan berhenti di tengah jalan 😎
Arinto Ario Triharyanto
bagus bagus, sekalian biji nya di cabut 🤭
Arinto Ario Triharyanto
cabut aje, ambil lagi
Arinto Ario Triharyanto
bantai... kagak usah basa-basi
Gege
mantap Thor... gass teroos 10k kata tiap update
Nanik S
Keren sekali Tor👍👍👍
Nanik S
Bijih Api Surgawi
Nanik S
Akhirnya naik menjadi penunggu Api
Nanik S
Lin Chen.... menarik sekali dengan kekuatan Fisiknya
Nanik S
Shiiiiiip
Nanik S
Masuk Sekte pedang awan walau sebagai murid Luar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!