NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Fantasi / Iblis
Popularitas:786
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Vince adalah seorang guru sekaligus pemilik saham terbesar di SMA Taruna. Awalnya ia mau untuk menjadi kepala sekolah, namun setelah kedatangan murid dengan paras yang begitu mirip dengan cinta pertamanya.
Vince mengurungkan niatnya untuk menjadi kepala sekolah.
Ternyata muridnya itu adalah anak kandung dari cinta pertamanya yang bernama Naura, Naura di paksa menikah dengan vampir.
Murid Vince yang menjadi cinta pertamanya adalah Maura, Maura tidak tahu jika dia bukanlah anak kandung dari Stela.
Maura adalah anak dari raja vampir Liam, Lian dan juga Naura.
Lian maupun Liam dulu sangat mencintai Naura, namun Naura meninggal dunia setelah beberapa hari melahirkan bayi Maura.
Naura meninggal dengan cara mengenaskan dengan menjadi tawanan raja vampir.
Lian sendiri menikah dengan Stela, namun detik detik meninggalnya Naura. Lian mengatakan hal yang menyakitkan Stela, membuat Stela menaruh dendam kesumat bahkan kebencian pada Maura, apalagi wajah Maura itu sama persis dengan ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28.

Dengan menyunggingkan seulas senyuman manis, Vince pun akhirnya masuk ke dalam mobilnya dan sebelum pergi ia membuka jendela kaca mobil sambil berkata, "Hari ini adalah penentuan untuk kemah di lokasi mana. Bapak harap kamu ikut ke acara kemah itu."

"Apa kemah?" gumam Maura dengan suara yang terdengar begitu lirih.

Hingar binar kebahagiaan agaknya sekarang ini muncul di ke dua bola matanya.

"Iya pak, nanti kalau mendapatka ijin dari ke empat orang tua ku, aku pasti ikut dalam acara kemah itu, terimakasih banyak sudah mau mengantar saya pulang dari rumah sakit," sahut Maura dengan senyuman lebar.

Setelah tadi puas menangis, sekarang Maura merasa hatinya sudah membaik. Bahkan dengan ekspresi wajah ceria. Sekarang ini Maura terlihat memencet bel rumah milik orang tua angkatnya.

Tak berselang lama, pintu pun terbuka.

"Kok ada pelayan di rumah ini!" gumam Maura dengan ekspresi terheran. Kala pintu orang tua angkatnya itu di buka oleh orang asing.

"Nyonya Cherly sedang istirahat di kamarnya? Ada perlu apa?" tanya seorang wanita dengan pakaian pelayan rapi yang menempel di tubuhnya. Wanita itu terlihat bingung dan heran, sampai sampai menatap Maura dengan tatapan aneh dari atas sampai bawah.

Maura sendiri sungguh di buat tidak nyaman dengan tatapan itu.

"Aku adalah anak angkat Mamih Cherly, dan mulai sekarang aku akan tinggal di rumah ini."

"Sebentar," sahut pelayan itu, lalu ia menutup kembali pintu rumah milik Cherly.

Maura hanya bisa melongo, melihat tingkah aneh pelayan rumah baru orang tua angkatnya.

Tak berselang lama, pintu kembali di buka.

"Ayo silahkan masuk!" titah pelayan itu dengan nada suara ramah, hal itu sungguh berbeda jika di bandingkan dengan sebelumnya.

Maura pun masuk, dan hanya membawa 2 koper.

Untuk barang barangnya yang lain, Maura tinggalkan di depan teras, karena Maura sendiri tidak sanggup untuk membawa.

Pelayan itu juga membantu membawakan beberapa koper, lalu menuntun Maura untuk masuk ke dalam kamar yang memang sudah Cherly dan juga Aron persiapkan.

"Loh, nona mau kemana?" tanya pelayan itu dengan wajah heran, kala melihat Maura yang baru saja sampai kamar, namun ingin keluar dari dalam kamar lagi.

"Aku mau mengambil beberapa koper ku yang tertinggal di luar," sahut Maura polos.

"Jangan nona, nanti saya itu di marahi sama Nyonya dan Tuan. Lebih baik sekarang Nona muda membersihkan diri dan ganti baju terlebih dahulu, habis itu segera temui Nyonya besar di dalam kamarnya," jelas pelayan itu.

"Memangnya Mamih gak bisa datang kesini?" beo Maura.

Pelayan itu menggeleng gelengkan kepalanya, "Nyonya Cherly itu sakit dan dalam keadaan yang sangat lemah. Setiap hari dia hanya berada di dalam kamarnya beristirahat."

"Apa?" Maura benar benar di buat terkejut dengan penjelasan yang baru saja di katakan oleh pelayan rumah itu.

"Kalau begitu aku harus segera menemui Mamih dan meminta maaf padanya. Karena kemarin aku itu berpikiran buruk padanya," imbuh Maura dengan suara lirih, namun masih bisa di dengar jelas oleh pelayan yang di perkirakan berumuran sama dengan ke dua orang tua angkatnya itu.

"Nona ... Tunggu, lebih baik anda ganti baju dulu!"

Maura tanpa banyak berbicara terlihat mengganti bajunya di depan pelayan itu, dengan posisi pintu belum di tutup.

Perasaan sedih menghampiri Maura, karena yang Maura tahu, selama ini orang tua angkatnya itu hanya menyewa jasa bersih bersih saja. Dan untuk urusan rumah yang lain, Mamihnya sendiri yang handle.

Jadi kalau bukan keadaan gawat darurat dan juga genting, tidak mungkin Mamihnya itu sampai membayar jasa pelayan untuk menginap. Itulah beberapa hal yang sekarang ini mengganjal pikiran Maura.

"ASTAGA!" teriak laki laki yang berdiri di tengah tengah pintu kamar Maura.

"Alan pergilah! Lebih baik kamu turun ke bawah, lalu bawa semua koper yang ada di teras kesini." Laki laki itu reflek langsung membalikkan badannya.

"Iya Mak," sahut laki laki itu pada ibunya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!