NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Kaisar Agung

Kembalinya Sang Kaisar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Devourer

Devourer kembali dengan KARYA BARU setelah beberapa tahun!
...

"Dunia menyebutku sampah, tetapi langit mengenalku sebagai Kaisar Agung."

Di Sekte Pedang Giok, Qin Xiang hanyalah debu yang diinjak-injak, seorang murid magang tanpa masa depan yang hidup dalam jerat kehinaan dan penindasan.

Namun, saat segel ingatannya pecah, semua musuhnya akan dijatuhkan. Ia adalah Sang Kaisar Agung yang pernah mendikte hukum alam dan memimpin jutaan pasukan di atas langit.

Karena pengkhianatan berdarah murid kepercayaannya, ia telah kehilangan segalanya dan kini kembali bangkit untuk menagih setiap nyawa yang mengkhianatinya. Berbekal Qi Emas yang sanggup melumat baja dan pengetahuan yang melampaui nalar dunia fana, ia akan menyapu bersih setiap halangan di jalannya dan mendobrak langit untuk sekali lagi menguasainya.

GENRE: AKSI, KULTIVASI, REINKARNASI, BALAS DENDAM, HAREM.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devourer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#28: Pemurnian Berhasil!

Di luar sana, Kota Giok yang biasanya telah tenggelam dalam pelukan sunyi malam, mendadak dicekam oleh atmosfer yang tidak wajar. Rembulan yang semula menyinari dengan tenang di puncak cakrawala kini perlahan tertutup oleh selapis awan kelabu yang tebal dan berputar, seolah-olah ada tangan raksasa yang sedang mengaduk langit. Angin malam yang semula hanya berhembus sepoi, tiba-tiba berubah menjadi badai menderu yang mengoyak panji-panji toko dan membanting daun jendela yang tak terkunci.

Woosh—!

Woosh—!

Tanpa peringatan, seluruh energi spiritual alam dalam radius lima ribu kaki mendadak bergejolak hebat. Partikel-partikel Qi yang melayang di udara saling bergesekan, menciptakan percikan listrik statis yang berpijar kebiruan di kegelapan. Dalam sekejap mata, arus energi yang masif itu tersedot menuju satu titik pusat, bak aliran sungai yang terjun bebas ke dalam lubang hitam. Titik pusat itu tidak lain adalah Paviliun Seratus Herbal.

Dang—!

Dang—!

Di kedalaman ruang bawah tanah yang terbuat dari granit kokoh, getaran hebat mulai mengguncang fondasi bangunan. Suara logam tungku yang beradu dengan lantai batu menciptakan dentuman ritmis yang memekakkan telinga. Ru Tian, yang berdiri di sudut ruangan dengan wajah pucat pasi, merasa jantungnya seolah ingin melompat keluar dari dada. Ia mencengkeram jubahnya sendiri, matanya membelalak menatap debu-debu yang berjatuhan dari sela-sela langit-langit batu.

"Apa yang terjadi?! Apakah ada serangan musuh? Ataukah ada alien yang menginvasi?" batin Ru Tian panik. Sebagai alkemis, ia tahu pemurnian bisa memicu reaksi energi, tapi skala guncangan ini sudah berada di luar nalar sehatnya.

"Buka pintunya dan matikan seluruh formasi pelindung paviliun sekarang juga," suara datar Qin Xiang memecah kebisingan. Suara itu tidak keras, namun memiliki daya tembus yang aneh, seolah-olah ia sedang berbisik langsung ke dalam sukma Ru Tian.

Ru Tian tersentak, pikirannya berputar cepat. "Tapi Tuan Muda Qin, jika formasi dimatikan, pertahanan paviliun akan—"

"Lakukan saja jika kau tidak ingin tempat ini meledak berkeping-keping!" potong Qin Xiang dengan penekanan yang dingin. Sepasang pupil matanya kini memancarkan pendar emas yang redup namun sangat menekan.

Tanpa berani membantah lagi, Ru Tian segera bergerak dengan tangan gemetar. Ia menonaktifkan segel-segel energi yang selama ini melindungi ruang rahasia tersebut. Begitu formasi terakhir padam, udara di dalam ruangan itu mendadak menjadi sangat dingin dan tajam. Sesaat kemudian, arus Qi alam yang liar merangsek masuk melalui ventilasi dan celah pintu, mengalir laksana luapan air bah yang langsung menghantam tungku pemurnian peringkat Bumi di tengah ruangan.

"Ugh..." Qin Xiang mengerang tertahan. Rahangnya mengeras, dan urat-urat biru mulai menonjol di pelipisnya yang kini bersimbah peluh. Ia bisa merasakan tekanan luar biasa dari energi alam yang mencoba merobek kontrolnya. Di dalam batinnya, ia menghela napas syukur; andai Ru Tian tadi hanya memberinya tungku peringkat Tinggi biasa alih-alih peringkat Bumi, benda itu pasti sudah hancur menjadi debu dalam hitungan detik akibat tekanan ini.

"Teknik Pemurnian: Pengendalian Mutlak!"

Qin Xiang menghentakkan telapak tangannya ke depan. Sepuluh jarinya bergerak dengan kecepatan yang tak tertangkap mata awam, menenun jaring-jaring energi emas untuk memerangkap Qi alam yang mengamuk. Ia memeras seluruh energi itu dengan brutal, memaksanya masuk ke dalam pusaran pemurnian di dalam tungku. Namun, alam seolah menolak untuk ditaklukkan oleh seorang remaja di ranah Qi Fondasi. Energi itu memberontak, menciptakan gelombang kejut yang membuat pakaian Qin Xiang berkibar hebat dan rambut hitamnya menari liar.

"Sial... begitu sulit melakukannya dengan kekuatanku saat ini," batin Qin Xiang sembari menggertakkan gigi. Rasa panas yang membakar mulai menjalar di sepanjang meridian lengannya, mengancam untuk menghanguskan jalur energinya sendiri.

Situasi telah mencapai titik kritis. Jika ia kehilangan kendali sedikit saja, energi ini akan meledak dan meratakan seluruh paviliun di atas mereka. Dalam keputusan yang lahir dari insting ribuan tahun, Qin Xiang memejamkan mata. Ia memfokuskan kesadarannya jauh ke dalam pusat Dantiannya yang bersinar keemasan. Di sana, melayang setetes cairan emas yang sangat padat—Esensi Sejati Qi Emas.

Satu tetes... harga yang mahal, namun tak ada jalan lain.

Boom—!

Dengan satu pikiran, Qin Xiang meledakkan satu tetes esensi tersebut. Seketika, aura keemasan yang luar biasa agung menyembur dari pori-pori kulitnya, membentuk siluet naga emas samar yang melilit tubuhnya. Tekanan agung yang setara dengan praktisi ranah Inti Formasi Tahap 3 mendadak memenuhi ruangan, secara paksa membungkam kegaduhan energi alam yang liar.

"Hah..." Qin Xiang menghembuskan napas yang terasa panas bagaikan uap tungku. Meskipun ia merasa kehilangan sebagian besar cadangan energinya, stabilitas di dalam tungku akhirnya tercapai.

"Menyatulah!" gumamnya lirih, namun penuh dengan otoritas mutlak yang tak bisa dibantah.

Dengan kontrol yang sangat presisi, ia mengarahkan seluruh sisa energi alam itu untuk merasuk ke dalam inti pil yang sedang terbentuk. Ru Tian, yang kini terpaksa berlutut karena tak sanggup menahan tekanan aura Qin Xiang, hanya bisa menonton dengan napas tertahan. Ia menyaksikan sebuah keajaiban yang melampaui segala teks alkimia yang pernah ia baca; gerakan tangan Qin Xiang begitu lugas, tanpa keraguan sedikit pun, seolah-olah ia sedang memahat takdir itu sendiri di dalam api.

"Siapa sebenarnya pemuda ini? Hanya memurnikan Pil Shenghuo tapi sampai memicu fenomena langit yang menakutkan... Aku khawatir ia akan menjadi guru dari guruku di masa depan,” gumam Ru Tian dengan suara gemetar, penuh dengan kekaguman yang bercampur dengan rasa takut.

"Terima!"

Suara Qin Xiang yang kini terdengar serak mengisi kekosongan ruangan yang mendadak hening. Dengan satu lambaian tangan yang elegan, penutup tungku berdentang terbuka, melepaskan kepulan uap putih yang membawa aroma wangi luar biasa—wangi yang sanggup menjernihkan pikiran dan memperkuat jiwa hanya dengan sekali hirup. Tiga butir pil berwarna merah cemerlang melesat keluar, memancarkan pendar vitalitas yang sangat pekat.

"Lumayan," Qin Xiang tersenyum pucat, sudut bibirnya menyunggingkan kepuasan yang tipis. Tubuhnya terasa sangat lemas; seluruh ototnya bergetar hebat karena kelelahan yang ekstrem. Jika bukan karena pengorbanan Esensi Sejati tadi, ia pasti sudah gagal dan berakhir menjadi tumpukan abu di lantai ini.

"Tuan Muda Qin, apakah... berhasil?" Ru Tian mendekat dengan langkah linglung, seolah jiwanya baru saja kembali dari perjalanan jauh. Matanya tertuju pada tiga pil yang melayang di atas telapak tangan Qin Xiang. "Tiga butir? Dengan bahan seminim itu kau menghasilkan tiga butir?"

Ru Tian tertawa getir, meratapi kemampuannya sendiri yang selama ini ia banggakan sebagai jenius. Namun, tatapannya mendadak terkunci pada salah satu pil yang berada di posisi tengah. Pil itu nampak sedikit lebih besar, dan di permukaannya, terdapat pola garis halus yang meliuk-liuk dengan nuansa kuno yang misterius. Garis itu bercahaya emas redup, berdenyut seirama dengan detak jantung alam.

Seketika, pikiran Ru Tian kosong. Ia seakan ditarik masuk ke dalam labirin pola tersebut, jiwanya memasuki kondisi pencerahan yang sangat langka. Dunia di sekelilingnya memudar, digantikan oleh pemahaman tentang hukum-hukum Alkimia yang selama ini tersembunyi darinya.

Qin Xiang hanya diam melihat pemuda itu mematung. Ia menyandarkan punggungnya pada tungku yang masih panas, membiarkan tubuhnya beristirahat sejenak sambil mengamati Ru Tian yang sedang mendapatkan berkah dari karyanya. Ia tahu betapa berharganya kondisi pencerahan bagi seorang alkemis.

Setelah beberapa waktu berlalu, Ru Tian akhirnya mengerjapkan mata. Cahaya di pupilnya kini jauh lebih jernih dan dalam. Ia segera menjatuhkan lututnya ke lantai dan membungkuk dalam dengan tangan tertangkup. "Terima kasih atas kesempatan ini, Tuan Muda Qin. Aku sekarang sudah bisa melihat sekilas jalan menuju Alkemis Tingkat 4.”

Ia menatap pil berpola itu dengan rasa hormat yang mendalam. "Pantas saja alam ini memberontak. Rupanya Tuan Muda berhasil menciptakan Pil Shenghuo dengan satu Vein. Bahkan karena serapan energi alam tadi, semua pil ini telah berevolusi menjadi peringkat Misterius!"

Pikiran Ru Tian melesat membayangkan badai yang akan terjadi. Pil peringkat Misterius dengan satu Vein adalah barang legendaris yang bahkan akan memicu Master di ranah Kesengsaraan Ilahi untuk saling bunuh demi memilikinya. Dan hari ini, pil itu lahir dari tangan seorang pemuda yang dianggap sebagai murid luar Sekte Pedang Giok.

"Tuan Ru, sebaiknya simpan rasa kagummu untuk nanti. Aku rasa ada beberapa ngengat di luar sana yang sudah mencium aroma manis ini," ujar Qin Xiang memperingatkan, matanya melirik ke arah langit-langit, menembus lapisan tanah menuju permukaan Kota Giok.

Ru Tian tersadar sepenuhnya. Ia mengangguk dengan ekspresi serius. Fenomena langit dan gejolak energi sebesar tadi mustahil tidak terdeteksi oleh para kultivator kuat yang bersembunyi di kota ini.

Qin Xiang melihat kecemasan di wajah Ru Tian. Ia merasa sedikit bersalah karena telah membawa potensi masalah ke tempat ini. Dengan gerakan santai, ia menjentikkan salah satu Pil Shenghuo tanpa Vein ke arah Ru Tian.

"Ambillah. Ini kompensasi karena aku telah merusak ketenangan toko obatmu malam ini," imbuhnya.

Ru Tian menangkap pil itu dengan kedua tangan yang gemetar. Ia tahu nilainya; satu butir pil ini bernilai puluhan keping emas. Namun, ia tidak menolak, karena ia tahu Qin Xiang tidak menyukai basa-basi. Ia segera menyimpannya ke dalam kotak giok khusus yang kedap udara.

"Tuan Muda terlalu murah hati. Masalah kecil di luar sana akan diurus oleh para penjaga," balas Ru Tian dengan tekad baru di matanya. "Para penjaga Paviliun Seratus Herbal akan memastikan tidak ada tikus yang berani masuk melalui pintu depan. Mari kita pindah ke lantai atas, aku akan meminta pelayan untuk menyiapkan beberapa jamuan."

Qin Xiang menatap Ru Tian sebentar, lalu mengangguk kecil. "Baiklah, pimpin jalan."

...

Bersambung!

1
budiman_tulungagung
satu mawar 🌹
budiman_tulungagung
satu mawar 🌹 dan satu vote...
New Account
Wah bantai bantaiii/Angry//Determined/
New Account
Suka dengan cara author mengendalikan kekuatan MC agar tidak terlalu berlebihan 💪
New Account
Nah mantap nih👍
New Account
pengen dibantai ni si Gong Lai/CoolGuy/
New Account
Kalau bisa bintang 10 bakal ku kasih/CoolGuy//Grin/
New Account
Kaisar yg realistis, jika bisa curi, ngapain repot²/Facepalm//Casual/
budiman_tulungagung
satu mawar 🌹
Yang Xiu: Thanks bro, bantu vote juga dong /Scream/
total 1 replies
budiman_tulungagung
satu mawar 🌹 lagi
budiman_tulungagung
satu mawar 🌹
carat28
hai kak, mohon bantu cek inbox ya. Terima kasih 🙏
budiman_tulungagung
satu mawar 🌹
budiman_tulungagung
satu mawar 🌹 gasss
New Account
Ying Hai: Alamak gw juga korban bjir🤣
New Account
gas
Ress
Mantap, curi aj kalau gak bisa bunuh sendiri /Facepalm//Doge/
Ress
Waduh, semangat Thor walau sepi💪/Determined/
Ress
Maksudnya versi rendah yg di ch 1 itu Thor?/NosePick/
Ress
Ji Yang oh Ji Yang, masa mau bermain trik di depan Kaisar Agung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!