NovelToon NovelToon
Aku Tak Sempurna

Aku Tak Sempurna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Kesempurnaan seorang wanita adalah ketika bisa hamil dan melahirkan. Tapi, bagaimana jika bagian terpentingnya harus di relakan karena sebuah takdir. Apa yang harus kita lakukan? Sementara hidup terus berjalan.

Berdamai dengan sebuah takdir dan menjalani kehidupan seperti biasa adalah hal yang harus di lakukan. Itulah yang di lakukan seorang gadis belia yang harus menyerah pada takdir yang di miliknya.

"Kenapa Tuhan takdirkan aku seperti ini? Apa salah aku?".....

......

Cerita ini hanya hayalan penulis ya... Jadi, maaf jika ada kesamaan karakter atau apapun...

Semoga suka dengan cerita baru nya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa Lalu Pak Hadi

Setelah pertemuannya dengan Ibu Rani, Feri pun langsung bersemangat. Sampai di rumah Feri segera menemui sang ibu untuk meminta restu seperti yang di minta Ibu Rani padanya. Ibu Fatimah terkejut sekaligus bangga ketika Putra sulungnya mengatakan akan menikahi Dita. Namun, ada jeda hening ketika Feri mengatakan jika Dita istimewa.

"Kamu yakin Nak?" Tanya Ibu Fatimah.

"Kenapa Ma?" Feri.

"Dita istimewa sebelum kamu hadir dia begitu kuat dan tangguh. Apa kamu bisa tetap membuatnya kuat? Bukan hal mudah memilih menikah dengan nya." Ibu Fatimah.

"Abang tau Mah. Abang sudah memikirkan ini dengan baik." Feri.

"Kalo Mama mendukung saja. Toh kamu juga udah ada Nathan dan Mima. Tapi, apa ngga jadi bahan omongan buat Dita Bang?" Ibu Fatimah.

"Abang ngga perduliin itu Ma. Abang hanya perlu menjaga hati Dita untuk tidak terlalu mendengarkan omongan orang lain." Feri.

"Bagaimana dengan Papa nak? Papa selalu meminta kamu membuka hati kembali dan menikah dengan wanita pilihannya." Ibu Fatimah.

"Jika Papa tetap memaksa seperti saat Abang menikahi Amel dulu. Maka, jangan salahkan Abang jika Abang benar-benar pergi." Feri.

"Bang,,,"

"Abang sekarang bukan sekedar butuh pendamping hidup Ma. Tapi ibu untuk Nathan dan Mima. Kalo dulu Papa jodohkan abang karena Abang yang memilih karir sendiri, bagaimana jika abang lepaskan karir abang? Apa Papa masih akan tetap memaksa?" Feri.

Feri merupakan anak pertama kebanggaan pasangan Hadi dan Fatimah. Namun sayang Feri memilih menjadi polisi dari pada meneruskan usaha orang tuanya. Farhan adik kandung Feri menjadi korban pelampiasan Hadi untuk menjadikannya sebagai pemimpin menggantikannya.

Tanpa Hadi tau di belakang Farhan ada Feri yang selalu membantunya dalam mengelola perusahaan hanya saja Feri tak ingin namanya di sebut. Dan bukan karena ingin juga Feri masuk kepolisian. Sebenarnya ini hanya pelampiasannya saja karena Farhan selalu di pandang sebelah mata oleh Papa nya Hadi.

Feri ingin Farhan maju dan di lihat oleh Hadi. Itu mengapa Feri selalu membantu Farhan. Tanpa Hadi tau Feri memiliki usaha sendiri tanpa campur tangan nama besar Hadi.

"Mama setuju dengan pilihan kamu nak. Tapi, kami tetap harus berbicara dengan Papa mu." Ibu Fatimah.

Tak ingin mengulur waktu Feri berbicara dengan Pak Hadi ketika mengantarkan Ibu Fatimah pulang. Feri meminta tinggal di rumah sendiri bersama kedua Putra dan putrinya. Sesuai dugaan Pak Hadi bersikeras tak ingin menyetujui Feri dan Dita. Apalagi Dita perempuan istimewa.

"Pokoknya Papa tidak setuju. Sebaiknya kamu menikah saja dengan sinta putri dari rekan bisnis Papa." Pak Hadi.

"Pa, abang bukan patung yang bisa Ayah atur. Abang dan Farhan manusia yang Ayah ciptakan untuk hadir bersama Mama. Aki tidak pernah memaksakan kehendak Aki pada Papa tapi kenapa Papa selalu bersikeras menginginkan kami Putra Papa menjadi seperti yang Papa mau." Ucap Feri.

"Tau apa kamu?" Pak Hadi.

"Pa, Aki selalu mendoakan yang terbaik untuk Papa hingga akhir hidupnya."

"Cukup!"

"Kalo Papa bisa meninggalkan Aki kenapa Abang tidak? Abang ingin bahagia dengan pilihan abang sendiri Pa." Feri.

"Dengan wanita mandul.."

"Cukup!" Ucap Feri tegas ketika Pak Hadi mengatakan jika Dita mandul.

"Dita tak pernah menginginkan kehilangan rahimnya Pa."

"Apa! Maksud kamu dia tanpa rahim?" Pak Hadi.

"Iya Pa. Dita pejuang kanker dan harus kehilangan rahimnya. Dita terkena kanker langka yang mengharuskan rahimnya di angkat. Keluarganya sudah membawanya berobat kemana-mana tapi itu yang terbaik dari pada mereka harus kehilangan putri mereka. Dan dia istimewa Pa." Feri.

Pak Hadi terdiam. Dirinya mengingat kejadian beberapa tahun silam dimana adik perempuan Pak Hadi juga harus kehilangan rahimnya karena kanker di rahim. Hanya saja setelah pengangkatan rahim adik perempuan Pak Hadi menjadi murung dan menarik diri karena kurang dukungan dari keluarga.

Ayah dan Ibu Pak Hadi keduanya sibuk dengan pekerjaan mereka dan Pak Hadi sendiri masih berkuliah. Hingga adiknya Pak Hadi b**** d*** tak ada yang mengetahuinya hingga setelah beberapa hari di temukan oleh Pak Hadi yang baru saja pulang dari kampus. Dari situlah awal mula Pak Hadi marah dengan kedua orang tuanya dan meninggalkannya.

"Apapun keputusan Papa. Feri tetap akan berjuang mendapatkan Dita." Feri.

"Kejar dia... Jangan pernah sakiti dia..." Tiba-tiba saja Pak Hadi mengatakan hal itu yang membuat Feri dan Ibu Fatimah saling tatap tak percaya.

Pak Hadi meninggalkan Feri dan Ibu Fatimah dengan diam masuk ke dalam kamarnya.

"Ma.."

"Biar Mama yang bicara sama Papa. Kamu berjuang saja untuk Dita." Ibu Fatimah.

Feri pun kembali ke rumah nya dengan sejuta pertanyaan. Mengapa Papa nya tiba-tiba menyetujui dirinya berjuang untuk Dita setelah tau bahwa Dita kehilangan rahimnya karena kanker. Feri tak pernah tau cerita tentang adik dari Pak Hadi. Semua keluarga menutupnya rapat-rapat.

1
farah
baru awal cerita sdh bikin penasaran, ada apa dgn dhita?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!