Di selamatkan oleh iblis saat nyaris di lecehkan oleh para bandit, seorang gadis kini harus menghadapi kenyataan kelam. ia bebas dari ancaman manusia, namun kini takdirnya terikat pada penghuni neraka. kontrak telah di tandatangani, dan meski iblis itu menjadi pelindungnya, harga yang harus di bayar jauh lebih besar dari sekedar nyawa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DewaC1nta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Perang Para Dewa dan Iblis (bagian pertama)
Di sebuah tempat yang paling ditakuti oleh umat manusia—itulah Kerajaan Neraka. Tidak ada satu pun manusia yang bermimpi untuk mengakhiri perjalanannya di tempat ini. Namun, suka atau tidak, semua jiwa makhluk hidup harus disucikan di sini sebelum takdir baru ditentukan.
Zhao Yun menatap lurus ke arah sebuah jembatan panjang yang membentang membelah kabut keabadian. Jembatan Naihe, tempat penyucian untuk reinkarnasi selanjutnya. Semua makhluk hidup yang melewati jembatan ini akan melupakan segala ingatan dari kehidupan yang pernah mereka lalui sebelumnya, demi menyongsong lembaran hidup yang baru.
Namun, tempat yang dulunya agung itu kini telah hancur lebur, menyisakan puing-puing akibat pertarungan dahsyat antara kaum iblis dan para dewa lima ratus tahun yang lalu. Petaka itu bermula dari hilangnya Mahadewi Xuan Nu secara misterius. Sang Raja Neraka dituduh sebagai tersangka utama di balik hilangnya sang Mahadewi, sebuah peristiwa berdarah yang seketika mengacaukan seluruh sistem reinkarnasi tiga alam.
Sampai hari ini, keberadaan Mahadewi Xuan Nu tetap menjadi teka-teki yang tak terpecahkan. Demi menegakkan kembali tatanan, para iblis harus mengumpulkan banyak jiwa manusia untuk membebaskan Raja Neraka, yang sekarang mendekam di dalam Penjara Wujian—neraka tanpa batas, tempat paling mengerikan yang diciptakan khusus untuk menghukum para dewa. Tanpa adanya Raja Neraka, sistem reinkarnasi akan terus kacau, dan dunia manusia pun perlahan akan runtuh menuju kehancuran mutlak.
"Sepertinya, ada seseorang yang sengaja merancang seluruh kekacauan ini, Nenek Wang," ucap Zhao Yun, suaranya menggema dingin di antara jeritan jiwa-jiwa yang tersesat.
Dari balik kepekatan kabut yang menyelimuti ujung jembatan, sesosok wanita tua dengan rambut seputih perak perlahan muncul. Tangannya yang keriput memegang sebuah sendok kayu besar yang digunakan untuk mengaduk kuali sup pelupa ingatan. Namun, kuali itu kini telah pecah, dan air sup yang legendaris itu telah mengering sejak berabad-abad lalu.
Ia adalah Nenek Wang, sang penjaga gerbang reinkarnasi.
"Kau adalah harapan satu-satunya untuk menyelesaikan petaka ini, Zhao Yun. Jika Raja Neraka tidak segera kembali, tatanan kehidupan manusia akan berakhir. Para dewa pun lambat laun akan kehilangan esensi kedewaan mereka, hingga pada akhirnya, eksistensi kaum dewa dan iblis juga akan lenyap ditelan kehampaan," Nenek Wang perlahan melangkah ke samping Zhao Yun, tatapannya yang sayu tertuju pada ujung jembatan yang telah terputus itu. "Para petinggi di langit itu terlalu angkuh. Mereka bertindak tanpa pernah memikirkan akibatnya."
Zhao Yun tidak langsung menyahut. Angin kelam dari dasar neraka berembus kencang, membuat ujung jembatan yang patah mengeluarkan suara derit yang memilukan. Jiwa-jiwa yang tidak bisa menyeberang tampak melayang-layang di bawah sana, meratap pasrah dalam kegelapan abadi.
"Aku sama sekali belum menemukan petunjuk tentang keberadaan Mahadewi Xuan Nu. Namun, aku menemukan ini dalam pencarianku," Zhao Yun mengeluarkan patahan gelang giok dari balik jubahnya. "Aku menemukan gelang ini pada seorang manusia yang tampaknya memiliki leluhur dengan keterkaitan erat dalam masalah ini."
Nenek Wang melirik sekilas ke arah potongan giok hijau di telapak tangan Zhao Yun. "Kunci Gerbang Wujian?" Kalimatnya terhenti di sana. Ia segera berpaling, kembali menatap ke ujung jembatan yang putus seolah-olah gelang di tangan Zhao Yun sama sekali tidak berarti baginya. "Meskipun kau berhasil menemukan setengah bagian sisanya, Raja Neraka tetap tidak akan diizinkan kembali memimpin kerajaan ini selama Mahadewi Xuan Nu belum ditemukan."
Zhao Yun menarik napas dalam-dalam, membiarkan energi dingin neraka memenuhi dadanya. "Nenek Wang, setidaknya dengan melepaskan Raja Neraka untuk sementara waktu, kekuatan beliau mungkin bisa membantu kita melacak keberadaan Mahadewi Xuan Nu."
Nenek Wang berbalik. Ia berjalan menuju sebuah lorong panjang yang sekelilingnya dipenuhi oleh sesakan roh-roh manusia yang menjerit histeris. Tanpa sepatah kata pun, Zhao Yun melangkah mengikutinya dari belakang.
"Mereka akan terus tersiksa seperti ini sampai jembatan itu kembali berfungsi," ucap Nenek Wang tanpa menghentikan langkahnya. Suaranya terdengar datar, namun di balik kedataran itu, tersimpan rasa iba yang mendalam atas roh-roh yang terjebak di alam pemurnian.
...****************...