NovelToon NovelToon
Bocil Milik Mafia Hyper

Bocil Milik Mafia Hyper

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Cintapertama / Nikahmuda / Mafia / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Pandaimut

Aca Latasya Anesia dikenal sebagai badgirl yang tak pernah tunduk pada siapa pun. Mulutnya tajam, sikapnya liar, dan hidupnya selalu penuh masalah. Tidak ada yang berani mengusiknya sampai sebuah kecelakaan mengubah segalanya. Motor kesayangannya menabrak mobil mewah milik Aron Darios Fernandes. Bukan sekadar CEO muda yang dingin dan berkuasa, Aron adalah sosok di balik organisasi mafia paling berbahaya di kota pria yang namanya saja sudah cukup membuat orang gemetar. Mobilnya rusak. Situasi penuh ketegangan. Namun alih-alih takut, Aca justru menatapnya tajam dan melawan tanpa ragu. Di detik itulah sesuatu yang gelap dan berbahaya tumbuh dalam diri Aron sebuah obsesi. Bukan amarah bukan dendam melainkan keinginan untuk memiliki. Sejak saat itu, hidup Aca tak lagi sama. Ia menjadi target perhatian seorang pria yang tak pernah gagal mendapatkan apa pun yang diinginkannya. Dan yang lebih mengerikan Aron tidak mengenal kata menyerah “Aku tidak tertarik jadi milik siapa pun,” Aca mendesis dingin. Aron hanya tersenyum tipis, matanya penuh dominasi. “Sayangnya kamu tak lagi punya pilihan. Baby girl.” Dalam dunia yang penuh kekuasaan, bahaya, dan permainan gelap, satu hal menjadi pasti. Sekali Aron terobsesi, tidak ada jalan keluar lagi bagi Aca untuk bebas pergi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pandaimut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Basmi Pelakor

DEG!

Suasana yang sempat mencair seketika menegang. Semua kepala serempak menoleh ke arah pintu.

Seorang perempuan berdiri di sana dengan langkah mantap penuh percaya diri. Rambut panjangnya tergerai rapi, namun riasan wajahnya terlalu tebal nyaris mencolok berlebihan.

Gaun elegan yang ia kenakan terasa sangat kontras dengan atmosfer dingin di dalam markas tersebut.

Aca menyipitkan mata. Siapa perempuan ini?

Di sisi lain, Aron hanya menatap datar. Tidak ada keterkejutan, apalagi emosi.

Tatapannya tetap sedingin es, bahkan sebelum perempuan itu sempat mendekat.

“Aron…” Suara perempuan itu sengaja dilembutkan, terdengar manja di telinga. “Aku kangen banget sama kamu…”

Tangannya terulur, berniat memeluk pria itu dengan akrab.

SRET!

Dengan gerakan cepat dan tegas, Aron menarik tubuh Aca ke depan. Dalam satu tarikan, Aca sudah berdiri tepat di hadapannya menjadi tameng hidup.

Perempuan itu berhenti mendadak. Matanya melebar, tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

Aca sempat terdiam sejenak, namun kemudian bibirnya perlahan melengkung membentuk senyum tipis.

LOh jadi begini posisinya.” batin Aca. Ia melirik ke atas, menatap Aron yang tetap bergeming seolah tindakannya tadi adalah hal paling normal di dunia.

“Jangan sentuh gue,” ucap Aron datar.

Kalimat itu jatuh seperti tamparan keras.

Perempuan itu terdiam, ekspresi manjanya berubah drastis menjadi kesal.

“Apa-apaan ini?” suaranya meninggi. “Aku baru balik setelah tiga tahun, dan kamu malah sembunyi di balik… ini?”

Tatapannya turun ke arah Aca. Menilai, menghina, dan meremehkan dari ujung kepala sampai kaki. Aca membalas tatapan itu dengan santai, bahkan terkesan malas.

“Ini apaan?” ulang perempuan itu sinis.

“Mata lo buta?” jawab Aca ringan sambil tersenyum tipis.

Beberapa anak buah di ruangan itu langsung menahan napas. Mereka tahu, ini adalah awal dari ledakan besar.

“JALANG KECIL MINGGIR KAMU!” bentak perempuan itu.

Ruangan langsung hening total. Kata-kata itu seperti memutus urat kesabaran siapa pun di sana. Aca tidak langsung bereaksi.

Satu detik… dua detik… senyumnya justru semakin melebar. Pelan, namun jelas terasa berbahaya.

“Oh…” gumam Aca santai. “Berani juga lo, ya.”

Aron sedikit menoleh, ada kilatan samar di matanya.

Ia tahu itu adalah tanda masalah besar. Dan benar saja dalam satu gerakan cepat, Aca berbalik dan langsung memeluk erat tubuh Aron.

CUP!

Aca mencium bibir Aron. Langsung, tanpa ragu, dan tanpa aba-aba. Udara seolah berhenti bergerak. Bara yang berdiri di sudut ruangan sampai membelalak.

“ANJ….” Ia buru-buru membekap mulutnya sendiri.

Sementara Aron membeku untuk pertama kalinya. Namun perlahan, tangannya naik mencengkeram pinggang Aca. Ia tidak menolak, justru membalas dengan caranya sendiri yang posesif.

Aca akhirnya melepaskan ciumannya dan menoleh ke arah perempuan tadi dengan tatapan penuh kemenangan. “Kenapa?” tanyanya tengil.

Wajah perempuan itu merah padam. “KAMU….!” Tangannya terangkat tinggi, siap melayangkan tamparan.

BUK!

Aca lebih cepat. Kakinya melayang menghantam perut perempuan itu tanpa ampun hingga ia terdorong mundur beberapa langkah.

“Duh Nenek, maafin Aca, ya,” ucap Aca ringan dengan tangan masuk ke saku jaket. “Salah sendiri dandanannya menor banget. Kirain tadi orang panti jompo nyasar.”

Beberapa anak buah menunduk, bahu mereka bergetar hebat menahan tawa.

Perempuan itu adalah Sandra Dewi, mantan teman kuliah Aron yang sejak dulu terobsesi mengejarnya meski selalu ditolak.

“ARON! Kamu diam saja lihat aku diperlakukan seperti ini?!” teriak Sandra frustrasi.

“Lo mulai duluan yang mulai.” jawab Aron singkat tanpa rasa bersalah sedikit pun. Ia justru menarik Aca lebih dekat ke pelukannya. Sebuah jawaban tanpa kata yang jauh lebih menyakitkan bagi Sandra.

“Dia siapa, sih?! Cewek murahan yang baru lo pungut?!”

Seketika, atmosfer ruangan turun drastis. Aron melangkah maju, berdiri di depan Aca dengan tatapan mematikan. “Jaga mulut lo. Dia milik gue. Dan gue nggak suka milik gue dihina.”

Jantung Aca berdetak lebih cepat. Milik gue aneh, tapi rasanya sangat benar.

“Milik lo? Sejak kapan kamu serius sama cewek, Aron?” Sandra tertawa pahit.

Aca melangkah maju, menggenggam tangan Aron lebih erat. “Sejak dia ketemu gue. Dan lo telat tiga tahun, Nek.”

“Ini belum selesai tunggu pembalasan gue cewek murahan!”

Sandra mengepalkan tangan, harga dirinya hancur berkeping-keping hari ini. Ia menatap Aca penuh dendam sebelum akhirnya berbalik dan membanting pintu dengan keras.

BRAK!

Sunyi kembali menyelimuti ruangan. Aca menghela napas panjang dan menoleh ke arah Aron. “Ganggu banget, ya.”

“Kamu yang mulai,” sahut Aron sambil mendekat dan memegang dagu Aca.

“Kenapa? Gak suka?” Aca menantang balik.

Aron mendekatkan wajahnya, membisikkan sesuatu dengan suara rendah yang berbahaya. “Siapa bilang? Tapi Aca kalau kamu yang mulai, aku nggak janji bisa berhenti.”

Aca justru menarik kerah kemeja Aron lebih kuat. “Siapa takut?”

Di luar sana, badai dendam Sandra mungkin sedang terbentuk, tapi di dalam ruangan itu, hubungan mereka baru saja naik ke level yang jauh lebih intens.

“Hey jauh jauh jangan deketan gini belum muhrim kalian ya!”

1
Wahyu Ningtyas
eh Sandra dewi udah sama Harvey mois aja dah biar aron sama aca
Pandaimut: Ngakak aku🤣🙏
total 1 replies
Wahyu Ningtyas
bisa bisanya ya ron🤣🤣
Pandaimut: Kasih paham kak🤣🤣
total 1 replies
Elis yulianti
cerita nya menarik ka,, aku suka
Pandaimut: Trimakasih kak semoga makin suka ya🥰🙏
total 1 replies
Elis yulianti
lanjut ya ka
Pandaimut: Siap kakak🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!