Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sanhu.
Di tengah hiruk pikuk kehidupan di sekitar kerajaan Tangyu, Sanhu ternyata sudah berada di wilayah Nan. Pria itu ingin mengetahui mengenai sosok wanita yang sudah menjadi isteri Feng Shiyan.
"Ternyata gadis itu masih muda." ucap Sanhu setelah melihat sosok Yu-nian.
"Kelihatannya gadis itu sangat berani, tuan." kata anak buah Sanhu.
"Kamu benar sekali Manji, dia benar-benar mempunyai aura sempurna." jawab Sanhu.
"Kelihatannya tuan tertarik dengan gadis itu." goda Manji.
"Dia lebih cocok bersamaku dari pada dengan pria itu." balas Sanhu.
sudah beberapa hari lamanya Sanhu terus mencari tahu mengenai sosok wanita yang sudah dinikahi oleh fungsian dia ingin melihat seperti apakah wanita yang menjadi teman hidup ataupun menjadi sosok yang mampu membuat pria dingin dan kejam itu menikahinya.
"Penyamaran kita sangat sempurna, bahkan mereka tidak mengenali kita." kata Manji.
"Kita harus berhati-hati, jenderal Feng adalah pria yang sangat berbahaya." jawab Sanhu.
Sebuah senyum terlihat begitu sempurna, Sanhu pergi dengan perasaan yang sangat mendebarkan. "Dia benar-benar sangat luar biasa." ucap Sanhu dalam hati.
Di kediaman jenderal, Yu-nian masih mendumel panjang lebar. Dia masih sangat kesal karena kedatangan Putri Qian man, seorang wanita tidak tahu diri yang berani datang ke tempat orang dan mengakui rumah itu menjadi rumahnya.
"Heh..," helaan nafas Feng Shiyan saat dia hendak masuk ke kamarnya.
"Ada apa jenderal?" tanya Fu Tian.
"Heh...," Feng Shiyan kembali menghela nafasnya.
"Kenapa jenderal tidak mau masuk?" tanya Ren Fen.
"Heh..," Feng Shiyan menghela nafas. "Kalian Pergilah."
Ren Fen dan Fu Tian saling menatap satu sama lain, mereka terlihat bingung dengan sikap jenderal mereka.
"Apa jenderal lagi marah?" tanya Ren Fen.
"Lebih baik kita pergi, jangan ganggu jenderal." jawab Fu Tian.
Mereka pergi dengan kebingungan dan perasaan yang tak bisa di ungkapkan. Sedangkan Feng Shiyan sendiri.. Pria itu sedang gunda karena kedatangan Putri Qian man di rumahnya.
"Heh..," Feng Shiyan kembali menghela nafasnya. "Apa yang akan aku lakukan?" guman Feng Shiyan dalam hati.
Dalam kegundahannya Feng Shiyan terus mondar mandir di depan kamarnya, dia terlihat masih takut untuk menemui isterinya. beberapa pelayan yang ada di sekitar kamar Yu-nian mereka nampak memperhatikan majikan mereka.
"Kenapa jendral tidak masuk ke kamarnya?" tanya salah satu pelayan.
"Apa mungkin Jenderal takut?" tanya balik pelayan yang lain.
"Mana mungkin Jenderal takut, itu tidak mungkin kan?" dua pelayan itu saling menatap satu sama lain, terlihat sekali kalau mereka sangat penasaran dengan majikan mereka yang nampak sangat kebingungan.
Feng Shiyan sendiri terus mondar-mandir tanpa henti, dia berjalan maju kemudian mundur lagi. Sedangkan Yu-nian yang berada di dalam kamarnya dia sudah mempunyai firasat kalau sang suami pasti sekarang ini berada di luar kamar. Yu-nian berjalan menuju pintu kamarnya, dia membuka pintu itu perlahan kemudian menatap suaminya yang sedang berjalan mondar-mandir.
"Apa yang kamu lakukan di sana?" tanya Yu-nian ketika melihat sang suami berjalan mondar-mandir seperti ayam hendak bertelur.
Feng Shiyan langsung terhenti, pria itu menoleh perlahan kemudian menatap sang istri yang berdiri di depan pintu kamar mereka. "Istriku." ucap Yu-nian melotot menatap tajam kepada suaminya sembari berkacak pinggang.
Melihat ekspresi itu tiba-tiba saja nyali Feng Shiyan langsung menciut, dia ketakutan dengan ribuan kata yang ada di hatinya. Tak ada kata namun terasa bibirnya tidak bisa mengeluarkan suara sama sekali.
"Apa yang kamu lakukan di luar sana, jenderal? Apakah kamu ingin mengambil bantal sama selimutmu?" tanya Yu-nian dengan nada yang begitu sinis.
Seketika Feng Shiyan menggelengkan kepalanya, nyali Jenderal yang sangat kejam itu tiba-tiba seperti kucing yang sudah disiram air sekujur tubuhnya. Dua pelayan yang melihat itu mereka seolah tidak percaya, mereka saling menatap, mereka saling berpandangan dengan beberapa kalimat yang keluar dari mulut mereka.
"Masuklah Aku ingin mendengar penjelasanmu sekarang juga." kata Yu-nian dengan nada kesal.
"Ah iya." jawab Feng Shiyan yang kemudian masuk ke kamarnya.
"Aaa....," dua pelayan itu seolah tak percaya.
mereka saling menatap satu sama lain. "Jenderal nurut sekali sama nyonya." ucap mereka.
Di dalam kamar itu Yu-nian langsung memberikan tatapan mata yang sangat menakutkan, menyudutkan, bahkan tatapan mata itu seperti tatapan mata seorang pembunuh. Tak ada kata yang keluar dari mulut Feng Shiyan sama sekali, Dia hanya menghela nafas dengan begitu dalam kemudian dia tidak berani menatap istrinya. Yu-nian duduk di salah satu kursi yang ada di kamarnya, dia mencoba untuk menghela nafas dengan dalam kemudian mulai menanyakan mengenai kabar yang tadi dia dengar.
"Apakah kamu tidak ingin mengatakan sesuatu, Jenderal? yang aku dengar tadi katanya kalau wanita itu adalah calon istrimu yang sebenarnya?" tanya Yu-nian. beberapa kalimat itu langsung membuat Feng Shiyan mendongakkan kepalanya.
Deg..
rasanya jantung Feng Shiyan seperti ingin berhenti, dia baru membuka mulutnya namun buru-buru Yu-nian langsung melotot. "Jadi benar kan apa yang dikatakan oleh para pelayan kalau sebenarnya dia itu calon istrimu? jadi kamu ingin main-main sama aku?" ucap Yu-nian dengan suara sedikit berat namun sangat menyudutkan.
"Ti-tidak seperti itu istriku, dengarkan penjelasanku." jawab Feng Shiyan yang sudah mulai gelagapan. pria itu kemudian menarik tangan Yu-nian dan mulai menjelaskan mengenai perjodohan yang tidak pernah dia inginkan dan perjodohan itu sudah dia tolak.
"Jika kamu menolaknya Kenapa wanita itu masih berani datang kemari dan mengaku sebagai calon istrimu? bahkan dia berani mengatakan kalau dia itu nyonya di kediaman ini?" tanyanya kembali. Yu-nian kemudian menunjuk dada Feng Shiyan.
"Dia kalau datang kemari ketika aku tidak ada aku, jadi aku benar-benar tidak tahu, istriku." Feng Shiyan terus berusaha untuk meyakinkan Yu-nian. dia tidak mau kalau istrinya itu berpikir kalau dia hanya bermain-main dengannya.
"Jika Kaisar memberimu perintah untuk menikahi wanita itu aku yakin kamu akan meninggalkanku dan menikahinya, bukankah begitu?"
Mendengar perkataan istrinya rasanya hati Feng Shiyan sangat sakit. "Aku tidak akan mungkin melakukan hal itu, jika yang mulia Kaisar berani melakukannya maka aku akan menghabisi seluruh dinasti kerajaan ini. aku bukan pion dan aku bukanlah budak yang harus mengikuti peraturan." jawab Feng Shiyan yang kemudian menggenggam erat tangan Yu-nian. dia tidak ingin istrinya berpikir kalau dia mempermainkannya.
Yu-nian tidak mau menatap suaminya, Dia memalingkan wajahnya, dia masih kesal. emosinya benar-benar tidak labil karena kedatangan Putri Qian man, wanita yang selalu mencintai Feng Shiyan semenjak mereka masih remaja.
*bersambung*