NovelToon NovelToon
Tante Sasa

Tante Sasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Tante / Fantasi
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Seorang pria muda, yang menyukai wanita lebih tua darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

Waktu terus berlalu. Arif tengah berbaring di atas ranjang, telepon genggamnya tergeletak di dekatnya tiba-tiba berdering.

Kring, kring, kring.

"Eummm, siapa sih?" bisik Arif pelan, perlahan duduk. lalu dia meraih ponsel tersebut.

Di layar telepon genggam itu, terlihat panggilan masuk ke dari Felix. lalu dia pun menerima panggilan itu.

"Halo, Fel," ucapnya sambil menggerakan telepon genggam itu ke telinga,

"Rif, lo di mana?" Suara Felix terdengar dari telepon genggamnya.

"Gue lagi di rumah. ada apa?"

"Gue butuh lo, Rif."

"Lo ada masalah?"

"Gue ditantang Kiky buat duel."

"Terus, gue bantu apa?"

"Lo kan tahu mobil gue masih di bengkel. Makanya gue mau minta bantuan lo."

"Yaudah, oke. Gue paham, gue pinjemin. Share lokasi lo,"

"Oke, nanti gue chat."

Arif mematikan sambungan telepon. Tak lama, notifikasi pesan masuk.

~Felix: [Tautan Lokasi]

Arif mengeklik tautan lokasi itu, lalu memperhatikan peta yang muncul. Saat dia memperbesar tampilannya, lokasi itu berada di restoran.

"bukannya restoran ini punya Sasa? Kok bisa dia di sana? dia Sama siapa?" bisiknya pelan sambil menatap layar telepon genggam itu.

Notifikasi kembali muncul. Arif langsung membaca pesan baru itu.

~Felix: Gue tunggu. Gue lagi sama Gea.

~Arif: Otw.

Setelah membalas pesan, Arif mematikan telepon genggamnya dan kembali meletakkannya. dia bergeser ke pinggir ranjang, berdiri, lalu mulai bersiap-siap untuk pergi.

***

Sementara itu, Felix dan Gea sedang duduk menikmati makanan yang telah dipesan sebelumnya. Mereka duduk saling berhadapan.

Gea menatap Felix yang baru saja meletakkan ponsel di atas meja. "Gimana?" tanya Gea.

"arif lagi di jalan ke sini," jawab Felix.

"Jadi, tantangan Kiky gimana?"

"Jadi. Tapi kalau gue kalah, gue bakal jadi bagian dari mereka." Felix menghela napas. dia memegang sendoknya kembali. "tapi Gue pastiin gue bakal menang," ucapnya

"Walaupun lo kalah, tolong jangan menghindar dari kita." Gea menatap Felix, hati nya merasa takut Felix kalah,

"Gue kalau masuk ke kelompok mereka juga nggak bakal kenapa-kenapa. Emang apa yang lo pikirin?"

Gea menghela napas lagi. "Gue takut aja mereka merencanakan sesuatu," ucapnya.

"Tenang saja, gue yakin nggak bakal kalah dari Kiky," Felix sambil tersenyum menatap Gea.

Mereka kembali melanjutkan makan, meski Gea merasa tidak tenang memikirkan tantangan dari kiky,

***

sedangkan Arif, dia sedang mengemudikan kendaraannya memasuki area parkir di dekat restoran. Setelah mobil terhenti, dia turun, mengunci pintu, lalu menatap bangunan di depannya.

"semoga nggak ada Sasa," gunamnya dalam hati.

Arif melangkah menuju pintu masuk restoran. Saat mendorong pintu, pandangannya mengarah seisi ruangan, hingga dia menemukan Gea dan Felix di salah satu meja.

dia langsung melangkah menuju meja itu, di depan mereka dia menarik kursi, lalu duduk. "Halo, Bre. Jir, berduaan nih. Ada hubungan apa sih?" Arif bertanya sambil tersenyum ke arah Felix lalu beralih ke Gea

"Mana ada, bjir. Lo kan tahu sendiri gue sama Felix nggak ada hubungan apa-apa," jawab Gea sambil menatap Arif.

"udah, udah. Daripada bahas yang enggak-enggak, mending lo kasih tahu fitur di mobil lo, Rif. Biar gue nggak salah pakai," Felix tersenyum menatap Arif.

"tenang ajah. Lo pasti paham. Emang kapan mulainya?" tanya Arif.

"Dia bilang jam sembilan malam di jalan tol," ucap Felix serius.

"Masih lama." Arif kemudian mengalihkan tatapnya ke bekas makanan di atas meja. lalu kembali berbicara. "Kalian sudah selesai makan?"

"udah sih. Lagian lo lama, Rif," jawab Gea sambil tersenyum tipis.

"Parah, nggak nungguin dulu. udahlah, gue mau pesan makan dulu." Arif berdiri dan melangkah menuju kasir.

Sampai di depan meja kasir, xia langsung menyapa pelayan. "Mas, bisa lihat menunya?" tanyanya

"Sebentar, Mas," jawab pelayan itu sambil meletakkan buku menu di atas meja kaca.

Arif membuka lembaran menu satu per satu. Pandangannya tertuju pada satu menu yang tampak asing dan belum pernah dia coba. "Mas, saya pesan ini satu, sama jus beri," ucapnya.

"Baik, Mas."

"Bisa bayar pakai QRIS ga?" Arif mengeluarkan ponsel dan membuka aplikasi perbankannya.

"Bisa, Mas. Silakan di-scan." Pelayan itu menyodorkan kode QR.

Arif memindai kode tersebut dan menyelesaikan transaksi. "udah ya, Mas," ucapnya setelah menunjukkan bukti berhasil.

"Terima kasih," pelayan itu dengan senyuman.

Arif mengangguk, lalu kembali ke meja untuk duduk bersama Gea dan Felix.

"udah, Bre. Eh, kunci mobil lo mana? Gue mau belajar dulu," ucap Felix menatap ke Arif yang duduk.

"Oke." Arif mengambil kunci di saku, lalu memberikan kepada Felix.

Felix menerima kunci itu lalu berdiri. Saat dia akan melangkah, Gea berbicara, "Gue ikut ya." ucapnya

"terus Arif gimana?" tanya Felix ragu.

"Tenang, gue sendirian juga nggak masalah," jawab Arif menatap Felix,

"Yaudah, ayo," Felix menaikan halisnya dengan tatapan ke Gea,

Gea berdiri. "Bye, Arif," ucapnya, lalu melangkah menyusul Felix.

Gea berjalan terburu-buru mengejar Felix. Namun, langkahnya terhenti di ambang pintu karena seorang wanita baru saja masuk. Wanita itu adalah Sasa.

Langkah Sasa terhenti sejenak menatap Gea, beberapa saat mereka berdiri saling berhadapan, Gea lalu melangkah pergi keluar restoran.

Sasa yang menatap kepergian Gea, kini dia melangkah tanpa memperhatikan sekeliling, dia langsung menuju kasir. "Nanti malam tolong siapkan ruangan di lantai dua. Saya akan bertemu tamu," ucap Sasa kepada pelayan.

"Baik, Mbak Sasa," jawab pelayan itu sopan.

Sasa mengeluarkan telepon genggamnya, membuka aplikasi pesan, lewat aplikasi itu dia mengirim pesan dengan wajah tersenyum,

~Sasa: Sayang, aku lagi nggak sibuk nih. Kita bisa ketemu ga?, aku kangen kamu,

Sementara itu, Arif sedang duduk dihampiri pelayan yang mengantarkan pesanannya. Tiba-tiba telepon genggamnya berbunyi.

Ting.

Arif membuka notifikasi pesan dari Sasa. dia langsung membaca dan membalasnya.

~Arif: Aku juga lagi nggak sibuk. Mau ketemu di mana, Sayang?

Sasa kini duduk di salah satu meja kosong melihat notifikasi masuk. lalu dia membalas pesan itu,

~Sasa: Kamu ke sini ya, di Paxel Resto.

~Sasa: Aku tunggu, Sayang.

Arif melihat pesan tersebut namun tidak langsung membalas. dia mengalihkan pandangannya ke sekitar ruangan. Saat menoleh ke belakang, dia melihat seorang wanita sedang duduk membelakanginya. Firasatnya mengatakan itu adalah Sasa.

Arif berdiri, lalu melangkah perlahan ke arah wanita itu sambil tetap memegang ponselnya. dia mengirim satu pesan terakhir.

~Arif: Oke, Sayang. Otw.

Begitu pesan terkirim, Arif menyentuh bahu Sasa. Saat Sasa menoleh, Arif menaikkan alisnya sambil berbicara. "Maaf ya Sayang, lama nungguin," ucapnya.

"Ish. Kok cepat banget?" tanya Sasa heran.

"Lagian aku teleportasi ke sini," Arif sambil tersenyum. lalu berbicara kembali. "Bentar, Sayang."

Arif kembali ke mejanya untuk mengambil makanan dan minumannya, lalu membawanya ke meja Sasa.

"Aku tahu sekarang, kamu udah dari tadi di sini, ya?" tanya Sasa sambil tersenyum melihat Arif duduk di hadapannya.

"Hehe," Arif tertawa, karena merasa malu dengan apa yang di bilang Sasa,

1
Haikal Nto
suka,,,jadi penisirin
sitanggang
sahabatnya me inggal malah pergi kencan dan hak ada mellow2nya, ini jalan ceritanya kok jelek bgt yaa🤣🤣🤣👎👎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!