(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~28.
...🔥🔥🔥🔥...
...Hari ini, sudah memasuki satu bulan Tristan dan Alexa berada di rumah sakit. Dan pagi ini, setelah dokter memeriksa keadaan Tristan, ia pun diperbolehkan untuk pulang, walaupun harus duduk sementara di kursi roda....
...Sepanjang perjalanan, Tristan terus menempel kepada Alexa layaknya prangko, sambil terus merengek meminta jatah yang sudah sebulan tidak ia dapatkan....
"Sayang, kau tidak menyayangiku lagi ya..." kelu Tristan sambil memainkan rambut Alexa.
"Bu-bukan begitu suamiku, tetapi-" Alexa terdiam. Pikirannya melayang jauh ke kejadian dimana para penculik itu menyentuh dirinya secara paksa, hingga menyebabkan mentalnya tidak stabil.
...Paham dengan apa yang sedangkan dirasakan oleh Alexa, Tristan pun menarik Alexa masuk ke dalam pelukannya, mencoba menjadi tempat teraman untuk Alexa....
"Kalian, kalian tidak akan kubiarkan begitu saja setelah melakukan hal ini kepada istriku," batin Tristan penuh amarah sambil membelai dan mencium kepala Alexa penuh cinta.
*
*
...(Di kediaman keluarga Raven)...
...Tak terasa, akhirnya mereka pun tiba di mansion, dan di sambut oleh Tuan Josep, Nyonya Eta, Stevan dan Emily dengan tatapan tak suka....
...Melihat ekspresi mereka semua, Alexa yang masih berada di dalam mobil seketika merasa sesuatu yang aneh terjadi pada tubuhnya, karena tiba-tiba saja jantungnya berdebar cepat, napasnya pendek naik turun, seluruh ototnya tegang dan disertai mual. Pertanda gangguan kecemasan yang kemarin ia alami kembali kambuh....
"Sayang? Kamu kenapa?" Tristan menjadi panik sendiri melihat kondisi yang dialami oleh Alexa.
...Alexa tak menjawab. Tubuhnya terus mengeluarkan keringat deras, sedangkan bibirnya terus bergumam kecil tak karuan....
"Elian! Apa yang terjadi kepada istriku?!" pekik Tristan.
"Lapor Tuan. Kemarin Nyonya sempat di tangani oleh dokter psikolog akibat mengalami gangguan kecemasan. Dan...."
...Elian menghentikan ucapannya, mencoba menutupi kejadian pemaksaan tanda tangan surat cerai itu dari Tristan, ia takut di situasi seperti ini, amarah Tristan bisa meledak kapan saja. Tetapi saat ia baru saja menghela nafas lega sambil mengusap keringan di keningnya, tak sengaja tatapannya bertemu tatapan dingin Tristan melalui kaca spion mobil....
"Mampus aku... Kalau aku tidak mengatakan yang sebenarnya, maka nasibku akan sama seperti mereka," batin Elian terdiam mematung di tempat seolah tatapannya terkunci oleh tatapan Tristan.
...Sambil terus menelan ludah dengan susah payah, Elian meremas setir mobil sekuat tenaga hingga buku-buku jarinya memutih. Saat tatapan Tristan semakin lama, semakin tajam....
"Akan aku katakan Tuan," selah Elian menyerah."Kemarin, Saat Tuan masih dalam keadaan koma, dokter melaporkan kepadaku, kalau Nyonya besar, Tuan Stevan dan Nyonya muda Emily sempat ke rumah sakit. Mereka semua dengan kasar memaksa Nyonya Alexa untuk menanda tangani surat cerai setelah mereka berhasil menyebarkan video milik Nyonya," jawab Elian dalam sekali nafas.
"Apa?" Tangan Tristan terkepal kuat."Akan aku bunuh mereka semua!" raung Tristan penuh amarah.
...Dan suara raungan penuh amarah itu pun berhasil menakuti Alexa. Ia bergegas turun dari kursi duduk dan duduk meringkuk di sudut mobil sambil terus menangis ketakutan sambil memeluk kedua lututnya....
"Tuan, jika Nyonya melihat kejadian seperti kemarin terjadi lagi, maka Tuan akan kehilangannya," sela Elian memperingati Tristan.
...Tristan mengusap wajahnya dengan frustasi mencoba meredakan amarahnya, kemudian perlahan menoleh ke arah Alexa. Tak sadar, air matanya pun jatuh membasahi rahan kokoknya saat melihat wanita yang sangat ia cintai menangis ketakutan tak berdaya....
"Maafkan aku sayang..." lirih Tristan perlahan mendekat ke arah Alexa dan mencium kepala Alexa."Ayo kita pergi dari sini," bisiknya meraih tubuh Alexa dan memangkunya.
"Tuan Luka Anda, nanti-"
"Sstttsss..." potong Tristan menaruh jari telunjuknya di atas bibirnya menatap Elian dengan tatapan dingin."Luka ku ini tidak sesakit seperti kehormatan istriku yang diinjak-injak oleh mereka. Bawa kami pergi dari sini, kita ke bandara," perintah Tristan.
"Baik, Tuan."
...Diluar mobil, mereka semua nampak kebingungan saat melihat pintu mobil yang di tumpangi oleh Tristan dan Alexa tak kunjung terbuka....
"Buat apa sih mereka di dalam mobil?" gerutu Emily kesal."Kakiku sudah mati rasa akibat terlalu lama berdiri."
"Pa, coba ketuk," desak Nyonya Eta ikut kesal.
...Tuan Josep pun menghela nafas kasar hendak melangkah mendekat, tetapi tiba-tiba saja mobil yang di tumpangi oleh Alexa dan Tristan berjalan pergi begitu saja....
"Pa. Lihat tingkah anak itu?! Kurang ajar sekali," omel Nyonya Eta menatap kepergian mobil mereka.
"Iya Calon ayah mertua. Masa udah menyebabkan masalah bukannya menyelesaikan, malah pergi begitu saja. Itu namanya tidak sopan," timpal Emily ikut memanasi situasi.
...Tak tahan lagi mendengar omelan mereka, akhirnya Tuan Josep pun merogoh saku jasnya dan mengeluarkan ponselnya, kemudian melakukan panggilan....
Tut... tut....
"Halo," jawab Tristan dari seberang ponsel.
"Cepat bawa wanita itu kembali dan ceraikan dia!" bentak Tuan Josep.
"Tidak." Tolak Tristan singkat.
"Tristan! Papa akan memberimu dua pilihan. Ceraikan wanita itu lalu perbaiki kerusakan yang dia timbulkan? Atau, Papa akan mencoret namamu dari surat ahli waris dan cabut gelar mu sebagai CEO?!" pekik Tuan Josep marah.
"Yang kedua. Lagian aku kembali bukan untuk keluarga Raven, tetapi untuk Alexa," kata Tristan penuh tegas."Kalau kalian memusuhi wanitaku, maka selamat. Mulai sekarang kalian juga akan menjadi musuhku." Tristan mematikan panggil tanpa menunggu jawaban dari Tuan Josep, lalu segera memblokir nomor Tuan Josep.
...(Bersambung)...