NovelToon NovelToon
BUKAN CINTA SESAAT

BUKAN CINTA SESAAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Konflik etika / Romansa
Popularitas:801
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Butuh waktu mengenal dan butuh perjuangan untuk mempertahankan sebuah perasaan . Jika sudah ada kesepakatan maka ikatan akan membuat sebuah hubungan menjadi sakral .

"Cintaku bukan cinta sesaat dan bukan sekedar kata kiasan ," bisik hati yang memendam perasaan .

Apakah cinta itu akan berlanjut atau hanya sementara waktu ?

ikuti kisahnya hanya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 28. BCS

Angin dini hari terasa dingin sampai ke tulang, Prasasti terjaga dari tidurnya ditemani Albi suaminya. Mereka memikirkan kejadian demi kejadian yang menimpa mereka berdua.

“Kamu masih sakit lebih baik istirahat dulu, jangan berpikir macam-macam, supaya cepat sembuh," perintah Albi.

Prasasti kembali mencoba memejamkan mata agar pikirannya tenang. Sedangkan Albi tidak bisa tidur pikirannya sedang melayang memikirkan cara menemui orang yang membuat dirinya dan istri celaka.

Albi menelpon seseorang. Terdengar suara kesal dari seberang mengumpat. “Apa tidak lihat masih malam kenapa menelpon. Tidak tahu sopan santun,"

"Aku butuh bantuan mu," kata Albi dengan suara datar. Kemudian mematikan panggilan telepon sepihak.

Pagi menjelang matahari bersinar sangat cerah, Prasasti berdiri di dekat jendela melihat keluar sambil menghirup udara segar. Albi masuk membawa beberapa buah meletakkan dimeja lalu menghampiri istrinya memeluk dari belakang.

"Selamat pagi, Sayang," sapanya mencium kepala istrinya.

Prasasti tersenyum senang mendapat sambutan hangat dari suaminya. " Selamat pagi juga, Sayang,"

Prasasti membalikkan tubuhnya menatap wajah tampan Albi dari dekat. “Bagaiamana hari ini?"

Albi tersenyum bahagia melihat istrinya sudah sembuh dan terlihat segar. Mencium bibirnya dengan lembut, ciuman itu berlangsung lama.

“Sepertinya kita datang di waktu tidak tepat," kata Bisma bersama teman-temannya masuk tanpa mengetuk pintu.

Albi melepaskan ciumannya melirik ke arah pintu dengan wajah kesal lalu mengajak mereka duduk sedangkan dirinya dan istrinya duduk di ranjang pasien.

"Jadi dia yang menelponmu tadi malam, sungguh terlalu," sahut Dasa.

"Kalian mau tidak membantuku?" Albi dengan wajah dingin.

Teman-temannya menatap Albi heran. Albi menceritakan kejadian yang menimpa dirinya dan juga istrinya. Setelah ditelusuri ternyata memang ada yang sengaja membuatnya celaka dan ingin melenyapkannya juga keluarganya.

Prasasti memberitahu ketika ia sedang berselancar merasa ada yang tidak beres saat berselancar tiba-tiba jatuh terhempas ombak tinggi. Saat itu ia melihat seseorang menariknya ke arah tengah laut dan menenggelamkannya.

Semua yang mendengar sangat terkejut begitu juga dengan Albi. “Sayang, kenapa kamu tidak memberitahuku semalam?"

Albi merasa bodoh didepan teman-temannya, mendecak kesal sambil mengusap wajahnya. Prasasti menarik napas dalam lalu menghembuskan keluar.

"Aku hanya mencari waktu yang pas untuk membicarakan masalah ini, lagi pula aku belum yakin apa itu nyata atau hanya perasaanku saja," jelas Prasasti.

"Setidaknya kamu cerita sedikit sama aku, suami kamu," Albi menekan kata-katanya.

“Maaf," hanya itu yang diucapkan Prasasti sambil menunduk merasa bersalah.

"Lalu apa rencanamu sekarang?" tanya Abas.

"Aku ingin kalian menangkap mereka ditempat berbeda dan disekap ditempat berbeda lalu kita habisi mereka dalam satu tempat dengan cara tragis," Albi menjelaskan rencananya.

“Tidak semudah itu, Kawan. Kita masih butuh pasukan untuk menangkapnya karena mereka tidak sendirian," kata Dasa.

"Siapa kemarin yang mengatakan kalau dia bersama dua teman laki-lakinya?" tanya Albi menatap satu per satu teman-temannya.

"Itu aku, tidak usah dijelaskan. Aku sudah curiga dari awal kalau si Ros ini cukup licik orangnya. Persembunyiannya sulit dijangkau karena punya banyak anak buahnya," jelas Abas.

"Aku punya ide," Albi memberi arahan kepada teman-temannya.

Setelah selesai semua berpamitan keluar dengan membawa rencana masing-masing. "Ingat jangan sampai ketahuan,"

Teriakan Albi membuat ketiga temannya geleng-geleng kepala. Prasasti tertawa melihat tingkah Albi terlalu berlebihan. "Kenapa kamu tidak ikut mereka saja, dan membasmi ketiga orang itu,"

Albi mencium bibir Prasasti dengan rakus. Sudah lama ia tidak mencium benda kenyal dan menggairahkan itu yang membuatnya tidak bisa menahannya. Prasasti mendorong tubuh Albi karena merasa sulit bernapas. Albi terlalu lama saat mencium bibirnya.

"Kenapa?" tanya Albi dengan suara berat.

"Aku tidak bisa bernapas, kamu terlalu lama," jawab Prasasti kesal.

Albi tertawa mendengarnya. “Jadi pengen yang itu,"

Albi menunjuk pada tubuh istrinya dengan senyum jahil lalu memeluknya dengan erat. Keduanya tertawa merasa lucu. Bahagia itu sederhana bukan karena mendapatkan sesuatu memang tidak nyata hanya bisa dirasakan.

____________

Seorang perempuan cantik berjalan di koridor rumah sakit seorang diri dengan elegan menggunakan kacamata hitam. Ia menuju ruangan Prasasti dan masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu.

Saat melihat ruangan kosong perempuan itu merasa sangat kesal dan merutuki diri sendiri. “Sial aku terlambat kemari, apakah dia sendirian?"

Perempuan itu melihat ke arah jendela dan menoleh ke bawah ternyata tidak ada yang membuatnya curiga. Saat berbalik ia terkejut melihat seorang suster sedang menatapnya curiga.

“Siapa anda, beraninya masuk tanpa sepengetahuan kami?" tanya suster tersebut memperhatikan perempuan dari atas sampai bawah.

“Bukan urusanmu, minggir," usirnya sambil berlalu meninggalkan ruangan dengan perasaan kesal dan marah.

Suster tersebut memberitahu Prasasti melalui ponselnya. "Baru saja ada seorang perempuan masuk ke kamar anda, orang itu cantik memakai kacamata hitam sekarang sudah pergi,“

Prasasti baru selesai menjalani pemeriksaan rontgen pada tulangnya. Ia terkejut mendengar penjelasan dari suster tentang kedatangan seorang perempuan. Prasasti merasa tidak mengenal perempuan itu, segera memberitahu suaminya Albi.

“Iya, Sayang. Ada apa?“ tanya Albi sesuai meeting.

“Baru saja suster Tita menelponku ada seorang perempuan masuk ke dalam ruanganku, ia memakai kacamata hitam lalu pergi," kata Prasasti menjelaskannya.

Albi mengerutkan alisnya penasaran sosok perempuan tersebut. “Bagaimana dengan wajahnya buruk atau cantik?"

Prasasti merasa aneh dengan pertanyaan Albi, kesal langsung menutup ponselnya sepihak membuat Albi heran. Seorang dokter melihat Prasasti tersenyum jahil.

“Cie, ngambek nih ceritanya. Kenapa ?“ tanya Dokter Silvi.

"Albi tanya perempuan yang masuk ke ruanganku buruk atau cantik," jawab Prasasti dengan wajah cemberut.

"Memangnya apa yang salah, cuma tanya bukan bermaksud lain. Kenapa kamu cemberut gitu?“ Dokter Silvi melihatnya heran sambil geleng-geleng kepala.

"Sudah selesai kan rontgennya?" Prasasti mengalihkan pembicaraan.

“Sudah," jawab Dokter Silvi.

Prasasti meninggalkan ruangan sambil menggerutu sepanjang jalan. Dari jauh ia melihat seorang perempuan berkaca mata mirip dengan apa yang dikatakan suster Tita, ia bersembunyi di balik dinding pembatas ruangan.

Perempuan itu berjalan berlawanan arah dengan Prasasti tapi kemudian belok di tikungan. Prasasti merasa lega tidak bertemu dengannya, ia berjalan menuju ruangannya dengan berjalan santai.

Sampai di ruangan Prasasti melihat tempat tidurnya sudah rapih segera berkemas untuk pulang. Khasanah masuk ke ruangan tersenyum melihat menantunya sudah siap untuk pulang menghampirinya.

“Sudah sembuh?" tanya Khasanah membantu mengemasi barang-barang dan membawanya keluar.

“Biar aku saja yang bawa, Ma," Prasasti merasa sungkan, meraih tas di tangan Khasanah.

"Tidak apa-apa, kamu kan baru sembuh, jangan membawa beban terlalu berat, takutnya tulangnya patah," kata Khasanah diiringi tawa keduanya.

“Terimakasih ya, Ma," sahut Prasasti.

1
sakura
.....
Anyue: kenapa titik-titik
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!