Tiga tahun sudah Lisa menikahi kakak iparnya tanpa ikatan cinta. Berbanding terbalik dengan Galih Almarhum suaminya yang begitu tampan, humoris dan begitu perhatian. Sikap Angga justru kebalikannya. Dia lelaki yang abai, tak banyak bicara dan kaku. Lisa bak menikah dengan robot. Tak ada yang menarik dalam pernikahan kedua lisa ini. Lisa hampir gila, hingga mengajukan perceraian pada mantan kakak iparnya itu. Angga menolak, lelaki itu berubah. Akankah Lisa tetap bertahan atau kembali meminta berpisah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
"Pak hati-hati" Teriak kang ojol
Angga sama sekali tidak mendengar, dia hanya fokus pada jalan saja. Di dalam benaknya hanya ada Lisa yang tengah menunggu dia di rumah sakit.
Tak sampai lima belas menit, mereka sudah sampai di tempat tujuan. Angga membuka dompet dan menarik asal yang cash yang ada di dompetnya.
"Maaf saya buru-buru" Ucap Angga sambil melempar uang ratusan ribu itu ke pangkuannya kang ojol.
"Tidak apa-apa mas" Kekeh kang Ojol senang. Meski sikap Angga sedikit arogan, tapi siapa yang menolak uang sebanyak ini?
Kang ojol mulai menghitung uang itu, jumlahnya lebih dari sepuluh lembar.
"Ini benar-benar jackpot, semoga saja orang yang akan di jenguk orang tadi bisa segera sembuh" gumam Kang ojol.
Dia terus tersenyum sambil menghitung uang yang di berikan orang tadi.
"Dua juta? Alhamdulillah"
*****
Angga berlari ke ruang IGD, di sana dia mencari keberadaan istrinya, namun bukan Lisa yang dia temukan. Hanya ada Bik Sumi yang juga tengah terluka. Angga langsung mendekat ke arah Bik Sumi. Kondisi bik Sumi kritis, beberapa dokter masih berupaya memberikan CPR untuk bik Sumi. Berbagai alat rumah sakit sudah terpasang di seluruh tubuh Bik Sumi. Tentu hal itu membuat Angga Shok bukan main.
"Bik?" Angga mendekat dengan tangan bergetar, dia menatap sendu pelayan yang sudah merawat dirinya sejak dia masih kecil. Bik Sumi sudah seperti ibunya sendiri. Melihat Bik Sumi dalam keadaan seperti ini, tentu membuat Angga bagitu syok. Mata Angga nanar, untuk sejenak dia melupakan Lisa yang entah bagaimana keadaannya.
Angga tak kuasa menahan tangis, nafas Bik Sumi tersengal-sengal, Angga terus menggenggam tangan Bik Sumi dengan erat.
"Bapak sebaiknya jangan di sini" Ucap salah satu perawat. Perawat itu meminta Angga agar tidak menggangu penanganan yang dilakukan dokter pada pasien.
"Tapi dok?"
Perawat itu menarik lengan Angga, Angga hanya bisa menatap wajah sekarat Bik Sumi. Dia berharap Bik Sumi baik-baik saja.
"Tadi pasien masih baik-baik saja, dia terus bilang tidak dan menggelengkan kepalanya, namun setelah perawatan luka ibu itu di tangani, mendadak kondisinya kejang seperti sekarang ini, harap bapak tenang"
Angga mengagguk, saat ibunya baru sampai, barulah Angga ingat dengan Lisa.
"Mantu mama mana?"
'Deg' Angga lngsung menghubungi nomer polisi yang tadi menghubungi dirinya. Angga meminta Ibunya menemani bik Sumi di IGD. Dia akan mencari keberadaan Lisa.
Baru saja Angga keluar dari ruangan itu, dua orang polisi mendekat ke arah Angga.
"Dengan bapak Angga?" Tanya salah satu polisi itu.
"Ya saya Angga pak"
"Mari ikut kami" Ucap polisi itu.
Angga tak langsung mengiyakan, dia ingin mencari keberadaan istrinya, bukan ingin di interogasi.
"Saya ingin mencari istri saya pak"
"Kami akan mengantar anda kesana"
Meski sedikit bingung, Angga akhirnya mau mengikuti dua polisi itu. Awal perjalanan, Angga hanya diam, pandangannya kosong. Begitu polisi itu berhenti di depan sebuah ruangan, bulu kudu Angga langsung berdiri, rasa takut, was-was, gelisah, sedih semua bercampur menjadi satu saat dua polisi itu membawanya ke depan sebuah ruangan. Air mata Angga lagi-lagi tak bisa di bendung, kala membaca tag nama ruangan itu.
"Ka_ ka kamar Jenazah?"lirih Angga.
Polisi itu masuk, mereka juga mengajak Angga untuk masuk ke ruang jenazah itu.
"Kenapa anda membawa saya ke sini?" Tanya Angga. Kejadian tiga tahun yang lalu seperti kembali berputar di kepalanya. Angga masih jelas dengan kejadian itu, hari di mana dia di minta untuk mengenali jasad adik kandung nya sendiri.
Angga mundur beberapa langkah, dia menggeleng tak ingin masuk ke dalam.
"Istri saya tidak ada di sana pak" Gumam Angga menolak untuk masuk.
Pak polisi itu berbalik, mereka mendekat ke luar, berusaha meyakinkan Angga.
"Kami menemukan KTP dan barang-barang milik Nyonya Lisa di TKP, Mobil yang di kendarai istri anda tiba-tiba berbelok dari jalur dan langsung menghantam truk tronton, Mobil yang di kendarai istri anda rusak parah. Ada dua jenazah yang saat itu meninggal di tempat, mereka adalah supir pribadi anda dan yang satunya adalah istri Anda"
'Bruk'
Angga tak kuasa mendengar kabar itu, jantungnya seakan ikut berhenti berdetak, nyawanya seakan hilang dari raga.
masih di fase sad ya men temen 🤭🙏
btw smg lisa n bik sum ga kenapa2
gws ya🙏
mungkin besok tidak up dulu 🙏🙏