NovelToon NovelToon
Istri Shalihah Athalla

Istri Shalihah Athalla

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Nikahmuda / Cintamanis / Suami ideal / Istri ideal / Tamat
Popularitas:10.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pasha Ayu

Seharusnya pernikahan dilangsungkan bersama pria matang yang sedari kecil digadang-gadang menjadi jodoh Khadijah.

Namun, takdir berkenan lain hingga masa lajang Khadijah harus berakhir dengan pemuda asing yang menabraknya hingga lumpuh.

Kedatangan Athalla di Kalimantan Barat untuk memenuhi panggilan balap liar, justru disambut dengan jodoh tidak terduga-duga.

Pasalnya, kecelakaan malam itu membuat calon suami Khadijah lebih memilih menikahi adik kandungnya; Nayya.

Khadijah dibuat remuk oleh pengkhianatan calon suami dan adiknya. Lantas, di waktu yang sama, Athalla menawarkan pernikahan sebagai bentuk tanggung jawabnya.

Romantis/Komedi/Sangat mendekati keseharian. Thanks buat yg sudah mampir ya💋❤️🫂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ISTALLA DUA TIGA

"Terima kasih, Suster."

Khadijah mengunci pintu kembali. Setelah barusan Suster Nelly dan Suster Linda mendorongnya masuk ke dalam kamar.

Selama ini, Khadijah selalu mandi dengan bantuan dua suster. Di awal memang risih meminta minta bantuan orang lain, tapi, setelah satu bulan berjalan, Khadijah mulai terbiasa bahkan mereka sudah seperti teman.

Lagi pula, Suster hanya dipanggil saat Khadijah mengalami kesulitan saja. Sebab ada hal yang sedikit sulit dilakukan kakinya tapi banyak juga yang memang bisa sendiri.

Athalla masih tidur menelungkup. Di pagi hari begini, mata yang baru saja terbuka disambut tubuh molek Khadijah.

Gadis itu mulai mengeringkan rambut hitam panjangnya dengan handuk kecil. Duduk di kursi roda dengan belitan handuk di setengah badannya.

Mata kantuk Athalla mendadak segar rasanya. Belahan dari dua bulat itu, paha dan betis mulus itu, Athalla termanjakan olehnya.

"Ehm--" Khadijah langsung menatap bangkitnya sang suami. Rambut basah yang dia keringkan setengah menutupi wajah.

Athalla mendatangi kursi rodanya. Lantas, menyingkap surai yang basah, sebelum mengambil alih sisir demi membantunya.

"Biar aku yang sisir."

Athalla putar kursi roda Khadijah, mulai menyisir pelan-pelan. Mata yang nakal, mencuri pandang area pundak mulus hingga dada sintal yang membulat milik Khadijah.

Khadijah merasa, perilaku ini seperti perilaku Hariman sang ayah. Sikap Athalla mengingat kan dirinya kepada kehangatan Hariman.

"Rontok." Khadijah mendengus pelan menerima helai demi helai rambut panjang yang Athalla ulurkan. "Setiap datang bulan pasti rontok begini," lirihnya.

"Nanti kita atasi ke dokter."

Khadijah sedikit menyesal dengan gerutunya barusan, dia lupa kalau dia menikahi laki-laki yang sedikit-sedikit datang ke Dokter.

"Biasanya berapa hari datang bulan?"

Khadijah menahan tawa untuk pertanyaan malas Athalla. "Lima hari selesai."

Semalam, Athalla baru saja akan memberikan sentuhan tipis-tipis, dan Khadijah bilang dengan tawa ringan, ia tengah halangan.

"Tumben, aku bangun sebelum kamu pake baju. Pasti aku kepagian."

Khadijah tertawa, bukan Athalla yang kepagian justru Khadijah yang kesiangan karena ulah nakal Athalla semalam. Athalla sempat merengek meminta bantuan agar supaya tidak khilaf menodai kesucian matras.

Khadijah sempat terkejut takut, dan drama tidak tega membuat Athalla berakhir bersolo karir. Khadijah hanya tertawa-tawa setelah itu, hingga tidur kembali dan harus terbangun kesiangan.

"Jangan dibuang rambutnya."

Khadijah meraih sisir yang Athalla pegang, Khadijah memang memiliki kebiasaan menyimpan rambut yang rontok saat haid.

"Buat apa memangnya? Mau kamu jual?"

Khadijah tertawa. "Ini kebiasaan dari kecil, jadi memang begitu kebiasaan, Dijah, menyimpan rambut dan potongan kuku di dalam toples saat haid."

"Memang ada syariatnya? Atau, aku yang kudet soal ini?"

Khadijah kembali tertawa. "Memang tidak ada. Nggak ada satu syariat-pun baik dalam al-Quran maupun hadits yang menganjurkan perempuan mengumpulkan potongan kuku sama rambut yang rontok selama haid. Ini murni kebiasaan dari kecil, sejenis petuah yang sudah mendarah daging."

"Oh." Athalla rasa, sebagai gadis yang hidup di daerah, Khadijah terlalu banyak petuah.

"Kamu pernah pesantren?"

Akhir-akhir ini, Athalla cukup penasaran dengan asal usul istrinya. Athalla baru tahu juga, kalau ternyata, Khadijah istrinya baru berusia 20 tahun, dan hanya selisih satu tahun dari usia Nayya adik iparnya.

Khadijah menghela lemas. "Sempat, tapi hanya beberapa tahun di pesantren kota, setelah itu, Nayya harus kuliah ke Jawa."

"Kamu nggak kuliah?"

Khadijah menggeleng pelan. "Rasanya nggak mungkin. Lagian sudah menikah kan? Jadi, buat apa lagi?"

"No, no, no!!" Athalla menggeleng, ia tidak setuju dengan pendapat sudah menikah dan tidak harus kuliah. "Gimana kalau kita kuliah sama-sama, mau?" tawarnya serius.

Khadijah terdiam cukup lama. Tundukan wajahnya tanda bahwa dia dilema. Antara ingin tapi tidak ingin merepotkan siapa-siapa lagi dengan kondisi kakinya yang patah.

Athalla berjongkok, serta merangkum kursi roda istrinya. "Setidaknya jadikan ini alasan untuk kamu bertahan menikah dengan ku. Mumpung aku kaya dan bisa membiayai mu. Pura-pura saja cinta mati padaku, Dijah."

Khadijah mendadak tertawa. Tapi, tatapan mata Athalla seolah sangat-sangat serius dengan ajakannya.

"Aku serius mau mendaftarkan kamu ke kampus ku. Kita belajar sama-sama. Sebentar lagi aku lanjut S2. Dan kamu S1, kamu mau?"

Khadijah mengangguk. Entahlah, haru yang kemudian menyeruak di dada Khadijah membuat gadis itu tak bisa berkata-kata.

Terkadang, Khadijah merasa, ia tidak pantas mendapatkan Athalla, tapi di lain sisi Khadijah juga sering merasa, Athalla jawaban dari sujud panjang yang dia lakukan selama ini.

Sempat Khadijah berharap, tolong, jangan ambil manusia manis ini. Bukan perkara kaya rayanya saja, tapi tindakan-tindakan tulusnya.

"Terima kasih untuk semuanya." Khadijah peluk lembut, Athalla. Sementara pria muda itu justru menghela napas panjang.

"Kamu tahu nggak apa yang lebih berat dari pada rindunya Dylan ke pacarnya?"

"Apa?"

"Saat, dadamu menyentuh dadaku. Dan, kamu bilang, kamu datang bulan." Khadijah memukul punggung Athalla yang tertawa.

..."**"--__--"**"...

      Tadinya Athalla sempat berpikir, Alessia hanya bergurau atau sekedar mencari simpati agar tidak diputuskan. Bahkan, Athalla sempat meminta bertemu lagi saat Alessia menarik informasi kehamilannya.

Alessia memberikan pesan, bilang bahwa dia hanya kalut saat mengatakan dia hamil, semua itu Alessia katakan demi membuat Om Gantara tidak memutuskan pertunangan mereka, dan yah ... Athalla sempat percaya informasi baru itu.

Namun, setelah dia selidiki lebih lanjut, dia menemukan rekam medis yang kongkrit, di mana Alessia memang pernah memeriksakan kehamilannya di Rumah Sakit Jakarta Barat.

Bukankah kasus ini menjadi blunder? Jadi, sesuai titah Pak montir, Athalla bertekad mengungkap teka teki kehamilan Alessia agar tidak ada masalah di masa depan.

Bel Athalla tekan beberapa kali. Pintu tinggi coklat kayu baru saja terbuka bersamaan dengan munculnya Alessia. "Athalla--"

Gadis itu tampak sumringah menjumpai tunangannya tiba. Gadis cantik ber-pashmina dan bergamis seperti kesehariannya.

"Akhirnya kamu datang ke sini lagi."

"Hmm." Athalla tersenyum. "Lama juga aku nggak ke sini. Dan ternyata, suasananya sudah berbeda," ujarnya.

"Iya, semuanya memang berbeda sejak Papa nikah lagi sama Mama." Alessia bergelayut di lengan, Athalla. Pria itu masih menyisir segala sudut ruangan.

Rumah yang klasik, banyak perabotan klasik, juga lampu-lampu kristal klasik. Benar-benar suasana yang berbeda dari rumah yang dulu.

"Tha ... jadi, kamu masih mau lanjut hubungan sama aku kan?"

"Hmm." Athalla mengangguk, seraya ia melepaskan rangkulan Alessia pelan-pelan.

Tampaknya, Alessia bahagia. "Aku yakin, alasan kamu nikah sama Khadijah cuma karena tanggung jawab. Aku yakin, cinta kamu masih hanya untuk aku."

Athalla menyengir. Dalam hatinya, ia merasa bersalah pada istrinya. Seharusnya, ia tidak lagi menemui mantan tunangannya dengan alasan apa pun.

"Mau minum apa?"

"Apa saja yang ada." Athalla mengikuti langkah kaki Alessia. Di depan sana Alessia berlari ke arah dapur, sementara Athalla berakhir duduk di kursi meja makan panjang.

"Om Ragil ke mana?"

Seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Alessia masih sudi tersenyum menyikapi kembalinya Athalla. "Dia masih di kantor."

Bersamaan dengan jawaban itu, mata Athalla menangkap pria tinggi bidang. Pemuda tampan yang cukup familiar di matanya. Pemuda itu berdiri di balik dinding kaca transparan. Tepatnya di lantai dua rumah klasik ini.

"Dio?" Ngomong-ngomong, untuk apa musuh besarnya berdiri di atas sana? Dan, apa hubungan Dio dengan Alessia?

"Aley." Masih menatap Dio di lantai atas, Athalla mendekati Alessia, gadis itu masih fokus dengan jus kiwi yang tengah dibuat.

"Iya?"

"Siapa cowok yang di sana?"

"Hh--" Alessia sedikit membuka mata yang seolah terkejut, ia bahkan menelan saliva setelah mengikuti arah pandangan Athalla.

Jujur, gelagat aneh Alessia membuat Athalla mencurigai-nya. Lihat, tangan di gelas tampak gemetar setelah dicecar. "Siapa, Ley?"

"A-abang ... Dia anak Mama Milia."

Alessia lantas menuang jus kiwi kesukaan Athalla ke dalam gelas tinggi. Walau sedikit tumpah karena getaran tangannya.

1
Sulianty Uyat
sukakkk
It's me💓💓
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
It's me💓💓
pal tarno prok prok jadi ap🤣🤣🤣
Cak Alfi
apa GK ada kelanjutannya ya thor soalnya sdah di tunggu" dari kemarin kok blm muncul"
HIATUS: Sudah tamat di KBM akak
total 1 replies
Cak Alfi
sangat bagus dan luar biasa, seakan bisa menghipnotis pembaca
Ratna Tiara
bagus bangettttttt,,,
q suka bacax ndak bertele2 ceritanya,
ada komedix juga, suka suka suka🥰🥰🥰
Eli Elieboy Eboy
𝑦𝑎 𝑎𝑙𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟 𝑠𝑎𝑦𝑛𝑔 𝑏𝑛𝑒𝑟 𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑙𝑜 𝑝𝑢𝑛𝑦𝑎 𝑏𝑎𝑏𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑢𝑙𝑒 𝑑𝑖 𝑙𝑒𝑤𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑑𝑖 𝑠𝑖𝑎2𝑘𝑎𝑛 𝑔𝑡𝑢 𝑎𝑗ℎ𝑎 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑘𝑜𝑘 𝑗𝑑 𝑖𝑘𝑙𝑎𝑛 𝑜𝑟𝑒𝑜 𝑠𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑏𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑢𝑙𝑒 𝑛𝑒 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑝𝑜𝑣 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟 : ℎ𝑎𝑚𝑖𝑙𝑖𝑛 𝑎𝑑𝑘 𝑑𝑜𝑛𝑘 𝑏𝑛𝑔 🤣🤣🤣
𝑝𝑜𝑣 𝑙𝑢𝑐𝑘𝑦 : 🤒🤒🤒
Eli Elieboy Eboy
𝑦𝑎 𝑎𝑚𝑝𝑢𝑛 𝑏𝑎𝑏𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑢𝑐𝑘𝑦 𝑦𝑔 𝑢𝑛𝑦𝑢2 𝑘𝑎𝑦𝑎𝑘 𝑚𝑎𝑟𝑚𝑢𝑡 🤣🤣🤣 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢 𝑏𝑖𝑛𝑖𝑘 𝑏𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑛𝑢𝑠𝑖𝑎 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑖𝑗𝑖2𝑎𝑛😂😂😂
Eli Elieboy Eboy
𝑎𝑤𝑎𝑙 𝑑𝑖 𝑗𝑜𝑑𝑜ℎ𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑜𝑘2𝑎𝑛 𝑛𝑜𝑙𝑎𝑘 🤣 𝑙𝑎ℎ 𝑢𝑑ℎ 𝑙𝑒𝑝𝑎𝑠 𝑛𝑖𝑘𝑎ℎ 𝑙𝑎𝑛𝑔𝑠𝑢𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑔𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑛𝑔𝑒𝑛 𝑏𝑎𝑛𝑔𝑒𝑡 𝑚𝑜𝑐ℎ𝑖 𝑘𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎𝑡 𝑦𝑎 𝑙𝑢𝑐𝑘𝑦 𝑘𝑟𝑛𝑎 𝑑𝑜𝑎 𝑚𝑢 𝑠𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑡𝑒𝑟𝑘𝑎𝑏𝑢𝑙 𝑦𝑔 𝑚𝑎𝑢 𝑛𝑖𝑘𝑎ℎ 2 𝑏𝑙𝑛 𝑙𝑔 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑦𝑎 𝑒𝑙𝑎 𝑎𝑛𝑘 𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑎𝑘 𝑚𝑜𝑛𝑡𝑖𝑟 𝑚𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑘 𝑔𝑡𝑢....
𝑑𝑖𝑗𝑎ℎ 𝑙𝑔 𝑢𝑛𝑔𝑘𝑎𝑝𝑖𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑑𝑖 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔 𝑔𝑜𝑚𝑏𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 ℎ𝑟𝑢𝑠 𝑑𝑖 𝑔𝑎𝑛𝑡𝑖 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑑𝑒𝑠𝑎ℎ 𝑝𝑢𝑙𝑎 𝑖𝑡𝑢 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑡𝑎ℎ𝑢𝑎𝑛 𝑑𝑖 𝑠𝑖𝑛𝑖 𝑠𝑖𝑎𝑝𝑎 𝑙𝑒𝑏ℎ 𝑗𝑎ℎ𝑎𝑡 𝑑𝑎𝑛 𝑏𝑢𝑠𝑢𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑛𝑔𝑎𝑖𝑛𝑦𝑎 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑦𝑔 𝑠𝑎𝑏𝑎𝑟 𝑦𝑎 𝑙𝑢𝑐𝑘𝑦 𝑠𝑜𝑎𝑙𝑛𝑦𝑎 𝑗𝑜𝑑𝑜ℎ𝑚𝑢 𝑚𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑑𝑖 𝑝𝑟𝑜𝑠𝑒𝑠 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑘𝑎𝑘 𝑜𝑡ℎ𝑜𝑟 😂
Eli Elieboy Eboy
𝑠𝑘𝑚𝑎𝑘𝑚𝑎𝑡 𝑔𝑎𝑘 𝑔𝑢 𝑘𝑎𝑡𝑎2 𝑑𝑖𝑗𝑎ℎ
Eli Elieboy Eboy
𝑝𝑒𝑚𝑢𝑑𝑎 𝑘𝑜𝑡𝑎 𝑗𝑎ℎ𝑎𝑡 🤣
𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑔𝑎𝑐𝑎 𝑤𝑜𝑦 😂
𝑔𝑎𝑘 𝑠𝑎𝑑𝑎𝑟 𝑑𝑖𝑟𝑖 𝑠𝑖 𝑎𝑛𝑑𝑟𝑒 𝑛𝑖ℎ
Eli Elieboy Eboy
𝑛𝑔𝑎𝑘𝑎𝑘 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑔𝑎𝑑𝑖𝑠 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑛𝑖𝑘𝑎ℎ 𝑘𝑜𝑘 𝑘𝑎𝑦𝑎𝑘 𝑔𝑢𝑛𝑡𝑢𝑟 𝑦𝑔 𝑡𝑖𝑏𝑎2 𝑐𝑒𝑡𝑎𝑟 𝑑𝑖 𝑙𝑎𝑛𝑔𝑖𝑡 𝑦𝑔 𝑐𝑒𝑟𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑐𝑒𝑟𝑎ℎ ℎ𝑎𝑡𝑖 𝑛𝑦𝑎 𝑘𝑎𝑘 𝑜𝑡ℎ𝑜𝑟
Sulun Luna
q sukaaaaaaaaa bangettttttzz
SNN 💠
bagus.. /Heart/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!