NovelToon NovelToon
Cinta Orang Kantoran : Part Satu

Cinta Orang Kantoran : Part Satu

Status: tamat
Genre:CEO / Janda / Duda / Romantis / Kehidupan di Kantor / Office Romance / Tamat
Popularitas:598.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Septira Wihartanti

Aku belum pernah bertemu atau pun berbicara dengan Komisaris di kantorku. Sampai kami bertemu di Pengadilan Agama, dengan posisi sedang mengurus perceraian masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Obrolan Ringan

Malam ini aku mengagumi kamar baruku yang mewah dan bergaya klasik.

Aku bagaikan Upik Abu yang menjadi Cinderella. Mama menjejalkan berbagai barang-barang brandednya untukku. Aku bahkan tak tahu harus kuapakan semua ini. Katanya Tri dan istrinya Bayu juga dikasih banyak, sampai-sampai mereka kebingungan bagaimana cara mereka pulang ke Malang dengan membawa barang sebanyak itu.

Mama sedang arisan, dan aku sedang bersiap istirahat karena besok ada meeting pagi.

Tok

Tok

Tok

Kudengar ketokan pelan di pintu kamarku.

Aku menghampiri pintu itu, dan sebuah suara terdengar dari luar.

“Nggak usah keluar, Bu Cin. Aku cuma kangen, mau ngobrol,” suara Felix.

“Memang kenapa kalau aku keluar?” tanyaku.

“Aku bisa saja lupa diri dan menubrukmu. Ini sudah malam, sih,”

Aku terkekeh mendengarnya. Lalu aku duduk di lantai dan bersandar ke pintu.

“Mau ngobrol apa calon suamiku?” tanyaku.

“Hm... apa ya? Baru kali ini aku pingin ngobrol tapi nggak tahu harus ngobrolin apa,”

“Apa saja yang tersirat di benakmu, aku coba jawab,”

“Walau pun itu membuka masa lalu pahit?”

“Bagaimanapun kamu harus tahu semuanya, kan? Aku juga harusnya begitu, tahu kamu semuanya,”

“Kamu benar...” begitu katanya.

Kami terdiam sebentar, aku menunggunya.

Lagi pula seharusnya aku yang bertanya lebih banyak mengenai dirinya, selama ini dia begitu misterius. Dia jarang muncul di hadapan kami, dan sekalinya muncul membuat kami repot. Tapi setelah itu keuntungan meningkat berkali-kali lipat karena idenya.

Sementara aku, biasa saja, sederhana. Tidak ada yang menarik. Tipikal janda tanpa anak kebanyakan, hanya menghabiskan waktu dengan bekerja untuk melupakan kesedihan. Lagi pula, borok keluargaku sudah terbuka dengan sukarela di hadapannya dalam sekejab.

“Apa kau selama ini menyukai pekerjaanmu?” tanyanya.

“Tidak,”

“Tidak?”

“Aku tertekan, untung saja Garnet Bank memberikan kenyamanan untuk karyawannya. Kau tahu, pekerjaan dengan jabatan yang sama persis dengan ku di Beaufort, walau pun gajinya lebih besar, pasti tekanannya gila-gilaan,”

“AO di Beaufort harus mendapatkan 25miliar prospek dalam sebulan, atau gaji mereka dikurangi setengahnya,”

“Kenapa jahat sih?!”

“Gaji pokok mereka dua kali lipat take home pay kamu,”

“Oh, hehe, Sorii,” desisku.

Lalu jeda lagi, aku menunggunya berpikir.

“Bu Cin, kenapa kau mau menikah lagi?”

Pertanyaan yang sulit tapi sebenarnya sederhana.

“Kamu sendiri bagaimana, kenapa kau mau menikah lagi?” aku balik bertanya karena belum ketemu jawabannya.

“Aku lebih nyaman bersama kamu dibandingkan siapa pun,” suaranya dari seberang pintu terasa lirih, “Dan aku merasa harus melindungimu selalu. Menjadi suamimu adalah jalan terbaik untukku. Kalau tidak melihatmu sehari saja rasanya aku hampir gila,”

“Hm...”

“Aku payah ya?” tanyanya kemudian.

“Iya,” jawabku. “Tapi lebih baik daripada dirimu yang sok hebat. Yang kau tunjukkan kalau dikantor,”

“Hehe, nyindir ya?!”

Aku menyandarkan kepalaku di pintu. Kupikir di baliknya, dia juga sedang melakukan hal yang sama.

“Aku mau menikahimu... karena kau selalu ada, sampai-sampai menyelinap ke hatiku,” desisku.  “Kamu membuatku merasa menjadi diriku sendiri tanpa harus berbuat banyak. Kau menyayangiku lebih dari diriku menyayangiku,”

Terdengar tawa pelannya dari balik pintu.

“Payah kamu,” gumamnya.

“Sama, dong?”

“Hm...”

Dan kami pun mengobrol dalam posisi begitu, sampai adzan subuh berkumandang.

**

Si Felix sialan...

Kenapa dia bisa begitu keren?!

Dia bisa menendang Speedbag yang ada di atas ketinggian 3 meter sambil berputar!!

“Oke!!” pelatihnya berteriak begitu.

Lalu Felix menghampiri pelatihnya sambil berbicara dan mengeluhkan beberapa hal. SI pelatih memeragakan cara agar tendangan lebih efektif. Dan Felix pun kembali ke ujung ruangan sambil lompat-lompat kecil merengangkan tubuhnya.

“Ready?” tanya Pak Pelatih.

Dan Felix pun sedikit berlari, melompat dan kembali menendang speedbag, kali ini tendangannya lebih keras!

Semua orang di Gym bersorak mengelu-elukannya. Felix hanya menyeringai sambil berlari. Ia memecahkan rekor tendangan lamanya. Sambil berlari ia menjabat tangan semua teman-temannya.

Lalu menghampiriku yang sedang menunggunya.

Saat itu aku memang sengaja menjemputnya. Setelah selesai kerja, aku minta ditemani makan malam restoran yang baru buka milik salah satu teman Marketingku. Aku diberinya voucher diskon, kupikir kenapa tidak kugunakan saja.

Sementara Felix hari ini ada janji dengan pelatih taekwondonya untuk  Ujian Kenaikan Sabuk dari Sabuk Merah Geup 1 ke Hitam. Ia menekuni beladiri ini sejak kuliah katanya, karena jarang sekali berlatih, naik tingkatnya pelan-pelan sekali. Apalagi sempat ditinggal ke Amerika 8 tahun. Walau pun di sana ia tetap mengolah tubuhnya di Gym tapi melewatkan semua bidang beladiri karena tidak ingin terluka atau salah urat. Hal itu dapat mengganggu pekerjaannya.

Denganku, ia bilang semalam di balik pintu, kalau ia sebenarnya lebih suka olahraga yang sifatnya dinamis daripada memakai alat yang sama terus-terusan. Tapi karena usianya tidak muda lagi, kondisi salah urat lebih besar terjadi.

Aku mengizinkannya kembali menekuni bidang yang ia sukai karena aku tidak terlalu menekannya untuk bekerja. Kupikir hartanya sudah berlimpah, dia mau tidak bekerja terus-terusan seumur hidup juga uangnya akan berbunga lagi dan lagi.

Aku malah lebih memilih hidup pas-pasan, karena setiap rupiah yang kita miliki akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

Lagi pula, saat bilang aku mungkin tertarik untuk menekuni yoga, ia juga tidak melarangku. Jadi kegiatannya mengolah adrenalin menjadi lebih positif semacam Taekwondo tidak akan kularang kecuali mengancam jiwanya dan berpotensi menelantarkanku.

Saat menghampiriku, matanya menyapu seluruh tubuhku, lalu mengernyit saat melihat rok yang kukenakan.

Iya, rok-ku memang agak ketat. Bulan lalu kukenakan rok yang sama dan tidak seketat ini. Bisa jadi aku menggemuk, hehe.

Kutunggu beberapa lama ia tidak bilang apa-apa, hanya menerima handuk yang kuulurkan dan mengambil air minum yang kuletakkan di kursi tunggu di belakangku.

Lalu.

CTAKK!

Ia meslepet bokongku dengan handuk!!

Aku sampai terperangah melihat tingkahnya.

“Puas-puasin aja pakai baju ketat, bulan depan kujilbab-in,” gerutunya sambil masuk kamar mandi.

Nggak sakit sih, tapi keselnya itu loh! Untung tak ada yang lihat!

Tingkah di luar nayla-nya terjadi lagi saat kami di rumah.

Aku sedang fokus membersihkan wajahku, dan mengenakan beberapa skinker andalan. Biasa, ritual sebelum tidur. Aku mulai intens memerhatikan penampilanku setelah bercerai, karena dulu aku tak memiliki banyak waktu untuk hal-hal 'me time' semacam ini.

Dan kamarku dibuka dari luar. Tanpa mengetuk, langsung saja terbuka begitu saja.

Di sana ada Felix dengan hanya berbalut handuk, memperlihatkan otot perutnya yang membuatku menitikkan air liur, otot kering hasil olah tubuhnya bertahun-tahun. Tampak rambutnya masih basah, dan dia menyodorkan dua kemeja padaku.

“Tolong setrikain dong, besok pagi mau dipakai ketemu Pak Menteri,” desisnya.

Aku menatapnya sambil bengong. Dia punya 20 ART, kenapa harus menyuruhku?

“Aku?” tanyaku.

“Yang calon istriku, kamu kan? Atau yang lain?”

Ya benar sih, jadi kuterima saja kemeja yang sebenarnya sudah mulus itu.

Tapi aksi yang berikutnya membuatku tidak bisa tidur, “Oh iya sekalian ini taruh di mesin cuci, sudah dipakai 3 kali,” ia melempar handuk yang dipakainya ke kepalaku!!

Walau pun aku tidak bisa melihat ‘dalamnya’ tapi kan aku tahu kalau di baliknya dia tidak mengenakan apa pun!

Kulihat dari sela handuk, kakinya yang putih berjalan menjauhiku dan masuk ke kamarnya sendiri yang berada tepat di depanku.

Ini sih bukan Felix yang harus extra sabar... tapi aku!

1
Heni Umami
👍👍👍👍
Bakul Lingerie
kangen Geng Putus/Kiss/
Bakul Lingerie
Ga papa,, ribut aja di kantor.. dlu CEO kamu juga sering bikin heboh kantor . penggemarnya banyak yg dtg bikin rusuh🤣🤣🤣🤣
Bakul Lingerie
aku kesini lagi..
salah satu dari mininovel madam yg paling aku suka.. 😍
Dede Maesaroh
ikut nangis😭
Maya Ratnasari
ayat 250
sukensri hardiati
ngulang baca ah....
Risma Wati
bagus ceritanya..to the point,ga banyak drama.,sukaaaa
Reni Novitasary
so sweet
Nining Chili
😁😁😁
Ena Ariani
kerenn
Febi Chan😍
aq baca lagi di bulan Mei 2025
sesuka itu aq pada karyamu thor
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
wkwk bu cin mikir apaan sih 🤭
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
buset dah mokondo pedofil pula
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
njirr beda ye perlakuan cowok mateng ama abg tanpa babinu langsung hap
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
sekali" merakyat pak
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
dunia kerja keras say, diatas difitnah dibawah di injek, yang tau kerja keras kita cuma diri sendiri
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
goblok tom, si Rani juga gendeng banget dikibulin mau aja gusti 🤦🏼‍♀️
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
lah malah main ancem"an belom tau kebenarannya kek gitu
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
wow gini cara mainnya kek, pak artha ye di lepas semua dulu kalau kelilit tinggal di ambil lagi 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!