NovelToon NovelToon
DUNIA GILA,AKU IKUTAN GILA

DUNIA GILA,AKU IKUTAN GILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Komedi
Popularitas:548
Nilai: 5
Nama Author: WA_19019

Dunia ini gila? Mungkin benar. Tapi kalau sudah begini, aku mending ikutan gila saja daripada pusing sendiri. Ikuti kisah konyol Bima dan kawan-kawan yang hidupnya selalu diisi kejadian tak terduga dan kelakuan yang bikin ketawa terus!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WA_19019, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARI LEBARAN,BAJU BARU MALAH KETUKER

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Hari Lebaran! Sejak pagi buta, seluruh desa sudah terasa berbeda. Suara takbir berkumandang dari masjid dan surau, warga berjalan berombongan pakai baju rapi, dan aroma masakan khas Lebaran sudah tercium dari setiap halaman rumah.

Bima dan Ojak sudah janjian sejak seminggu lalu,kali ini mereka mau tampil beda. Sudah lama nggak beli baju baru, dan karena sibuk sepanjang bulan puasa, akhirnya mereka pesan online aja. Katanya lebih praktis, tinggal pilih ukuran, bayar, nanti tinggal tunggu diantar ke rumah.

“Pasti pas dan bagus kok, lihat gambarnya aja sudah keren,” kata Ojak dulu saat memesan, yakin banget sama pilihannya.

Pagi itu, sebelum berangkat ke masjid, mereka sepakat ketemu di rumah Bima buat mencoba sekaligus menilai penampilan masing-masing. Katanya, kalau ada yang kurang pas, masih ada waktu ganti atau disetel sedikit sebelum bertemu orang banyak.

“Masuk saja Jak, pintu nggak dikunci!” teriak Bima dari dalam rumah.

Ojak masuk sambil membawa bungkusan kertas cokelat, mukanya sudah berseri-seri. “Akhirnya sampai juga kemarin sore! Aku nggak sabar pengen cobain.”

“Kita buka bareng ya, terus langsung dicoba. Nanti saling nilai, mana yang lebih cocok,” usul Bima sambil mengeluarkan bungkusannya juga.

Mereka pun masuk ke kamar masing-masing buat ganti baju. Nggak sampai lima menit, Bima keluar lebih dulu sambil menunduk, tangannya memegang ujung baju seolah nggak percaya apa yang dia pakai.

“Gimana Jak? Menurutmu pas nggak?” tanyanya pelan, suaranya sudah agak ragu.

Ojak menoleh, terus matanya langsung melotot lebar sampai hampir keluar dari tempatnya. Dia menahan tawa sekuat tenaga sampai bahunya berguncang-guncang.

“Bim… Bim… itu baju apa yang kamu pakai? Katanya pesan baju gamis buat laki-laki model terbaru?”

Bima meluruskan badannya, lalu menatap ke bawah. Baju yang dia pakai memang panjang sampai mata kaki, bahannya lembut, warnanya krem bersih… tapi potongannya lebar banget di bagian pinggang, lengannya agak mengembang, dan lehernya terbuka agak rendah. Dilihat sekilas, bukan kayak baju pria, tapi persis kayak daster santai yang biasa dipakai emak-emak di rumah.

“Ya ampun! Ini kan bukan yang Aku pesan! Di gambar bentuknya rapi, pas di badan, dan kelihatan bagus. Kenapa jadi begini? Kalau keluar, dikira aku mau nyapu halaman bukan mau salaman di hari Lebaran!” keluh Bima sambil memutar-mutar badannya sendiri.

Belum sempat mereka membahas panjang lebar, giliran Ojak yang keluar dari kamar. Begitu dia melangkah keluar, Bima langsung ternganga, lalu tawa meledak sekuat tenaga sampai perutnya terasa sakit.

“HAHAHAHAHA! Jak… Jak! Kamu ini beneran mau berangkat salaman atau mau ikut pesta adat?”

Giliran Ojak yang sekarang menunduk malu. Dia memegang bagian pinggang bajunya yang terasa sangat sempit. Baju yang dia pakai panjangnya sampai lutut, bahannya melar, warnanya hijau muda cerah, dan potongannya rapat sekali mengikuti lekuk tubuh. Masalahnya, badan Ojak itu agak gempal, perutnya membulat, dan lengannya juga besar. Jadinya, baju itu menempel ketat di mana-mana, sampai dia nggak bisa mengangkat tangan terlalu tinggi takut jahitannya robek.

“Lihat ini Bim! Aku pesan baju koko ukuran jumbo, tapi yang datang malah kayak baju yang dipakai buat acara pesta, ketatnya minta ampun! Badan aku yang gempal dipakaikan ini, rasanya kayak lemper yang dibungkus daun pisang.bulat, padat, dan warnanya hijau pula!” seru Ojak sambil berusaha meluruskan badan tapi tetap terlihat meringis.

Mereka berdua saling pandang, lalu ketawa terbahak-bahak sampai air mata menetes. Bima yang tadi merasa aneh sendiri, sekarang malah merasa lebih baik setelah melihat penampilan temannya.

“Kalau begini ceritanya, aku nggak sendirian yang salah beli ya? Baju aku kayak daster,baju kamu kayak bungkus lemper!” kata Bima sambil masih tertawa.

Saat mereka masih asyik menertawakan nasib masing-masing, tiba-tiba ada ketukan pintu keras-keras.

“Assalamualaikum! Ada Bima dan Ojak di rumah?”

Mereka berdua kaget, buru-buru berusaha menutupi badan seadanya. Ternyata yang datang adalah Pak Kurir yang mengantar paket mereka kemarin sore. Wajahnya terlihat cemas dan agak bingung.

“Waalaikumsalam… Ada apa Pak? Ada yang ketinggalan?” tanya Bima sambil tetap berdiri agak di belakang pintu.

Pak Kurir menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu menunduk minta maaf. “Maaf banget ya, saya baru sadar ada kesalahan tadi malam. Waktu nganter paket, ternyata ada dua alamat yang berdekatan dan tulisannya mirip, jadi saya ketuker. Paket yang sampai ke rumah Bima itu sebenarnya pesanan Ojak, dan yang sampai ke Ojak itu milik Bima.”

Mendengar penjelasan itu, Bima dan Ojak langsung saling pandang, lalu berseru hampir bersamaan: “Jadi ini penyebabnya!”

“Wah, pantas saja bentuknya nggak pas sama sekali! Saya kira salah lihat gambar atau salah ukuran, ternyata ketuker dari awal!” kata Ojak sambil menepuk dahinya sendiri.

“Terima kasih udah ngasih tau Pak. Kalau nggak dikasih tahu, bisa-bisa kami berangkat ke masjid dengan penampilan yang bikin orang lain heran seharian,” tambah Bima sambil menghela napas lega sekaligus ketawa.

Mereka pun langsung bertukar baju di tempat. Ojak masuk ke kamar buat memakai baju yang tadinya dipakai Bima, dan Bima mencoba baju yang seharusnya dia terima.

Beberapa menit kemudian, keduanya keluar lagi dengan wajah yang sudah jauh lebih lega dan senyum lebar.

Nah, kali ini benar-benar pas! Baju gamis buat Bima ternyata bentuknya rapi, potongannya longgar tapi tidak lebar berlebihan, bahannya nyaman dipakai, dan warnanya krem terlihat bersih serta gagah. Sementara baju Ojak, modelnya memang agak ketat sedikit tapi tetap pas untuk ukuran badannya, warnanya hijau yang terang dan segar, dan bahannya adem.

“Nah, baru pas! Tadi kayak daster, ternyata cuma salah alamat,” kata Bima sambil memutar badan bangga.

“Dan yang dikira mirip bungkus lemper, ternyata memang baju kamu! Cuma salah badan yang memakainya saja tadi,” tambah Ojak sambil tertawa puas.

Pak Kurir hanya bisa tersenyum lega melihat mereka nggak marah-marah. “Sekali lagi minta maaf ya, janji lain kali saya lebih teliti lagi.”

“Nggak apa-apa Pak, justru jadi cerita lucu yang bisa diceritakan ke tetangga nanti. Kalau nggak ketuker, nggak bakal ada kejadian lucu begini kan?” jawab Bima santai.

Setelah beres semuanya, mereka berangkat ke masjid beriringan. Di jalan, banyak tetangga yang menyapa dan memuji baju baru mereka. Tapi di hati masing-masing, mereka masih ingat betul penampilan aneh yang baru saja terjadi beberapa menit lalu.

Selesai salat dan salaman, mereka duduk di teras masjid sambil ngobrol santai. Ojak menyenggol lengan Bima pelan.

“Untung aja ketukernya ketahuan sebelum ketemu banyak orang. Kalau udah sampai di sini, bisa-bisa aku dijuluki ‘Si Lemper Hijau’ seumur hidup, dan kamu ‘Si Emak-Emak berdaster’!”

Bima tertawa sambil mengangguk setuju. “Betul juga. Pelajaran penting nih.beli baju lewat online, harus bener-bener teliti. Dan kalau ada kesalahan, mungkin bukan bajunya yang jelek, tapi yang pakainya aja yang salah.”

Hari Lebaran tahun itu jadi yang paling berkesan buat mereka berdua. Bukan karena baju barunya yang paling mahal atau paling bagus, tapi karena ada cerita konyol yang nggak akan terlupakan dan bisa jadi bahan ledekan selama setahun ke depan.

1
Ananda Anggit
bagus ceritanya 👍
Wulandari Ayuningtyas: makasih😁
total 1 replies
tazayaa
semangat kakk💪💪
Wulandari Ayuningtyas: kakak juga semangat y
total 1 replies
tazayaa
bima udah pesimis aja ni doanya ga dikabulkan🤣🤣
Wulandari Ayuningtyas: wkwk karna pasti ada aja kejadian konyol kak🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!