NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Ausilir Rahmi

Demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. la dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa, hingga keluarga nya enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.

Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Malam berganti pagi, Maureen sudah bersiap untuk pergi ke tempat di mana diri nya bekerja, meskipun baru magang tapi bagi nya itu sangat penting menjadi awal yang baik mengejar impian besar nya dari dulu.

Arik yang sudah rapih juga dengan tuxedo hitam, yang membuat diri nya semakin gagah terlihat sudah siap berangkat ke perusahaan nya.

Mengingat semua orang sudah menunggu di meja makan. Arik dan Maureen terpaksa harus kembali berakting sebagai pasangan suami istri yang saling mencintai.

Mereka berdua berjalan menuruni tangga, semua orang di sana terlihat sangat senang saat melihat pasangan pengantin baru.

"Arik! Maureen ayo sarapan dulu," ajak Nyonya Marisa.

"Tidak Mi, aku tidak ada waktu." Tolak Arik lalu pamit dan mengajak Maureen.

Melihat Maureen yang sudah berpenampilan rapih membuat semua orang terheran terutama sang Oma.

"Tunggu!"

Seketika langkah Arik dan Maureen terhenti, mereka kembali menoleh." Iya Oma? Oh iya. Seperti nya nanti malam kami akan pulang ke vila, jadi kalian tidak usah menunggu kami," Ucap Arik mengingatkan dengan tegas.

"Arik sebagai seorang suami nya seharus nya kamu tidak membiarkan istri mu bekerja. Maureen harus nya segera ikut program hamil dan lebih banyak di rumah," Tegur Oma Eva sedikit kesal.

Arik tersentak kaget, begitu juga dengan Maureen. Dia merasa tidak enak hati lalu berusaha menjelaskan jika sebelum menikah, Maureen sudah senang mandiri dengan bekerja di bidang hobby nya.

"Oma, jangan marah. Ini bukan salah mas Arik. Aku masih punya tanggung jawab tentang beberapa project yang harus aku tangani. Setelah semua selesai aku akan memikirkan untuk resign, tapi untuk saat ini bolehkan aku pergi untuk menyelesaikan tugas ini," pinta Maureen meminta ijin dengan tatapan nanar dan wajah manis yang memelas.

Melihat Oma-nya yang terlihat sangat tidak senang. Membuat Arik terpaksa harus turun membantu Maureen.

"Oma, tenang saja. Setelah istri ku menyelesaikan tugas nya. Aku akan melarang nya bekerja. Sekali pun dia merasa bosan akan aku suruh dia bekerja di kantor saja," ucap Arik berusaha menyakinkan sembari merangkul bahu Maureen di depan semua orang.

Maureen diam-diam menatap Arik, sungguh dia merasa senang karena lelaki yang sudah resmi menjadi suami nya mau membantu untuk menjelaskan.

"Baiklah, oma percaya pada kamu Arik. besok lusa kolega kita dari luar negeri akan berkunjung ke sini, harus kamu dan Maureen yang menyambut nya." ucap Oma Eva yg akhirnya luluh.

"Tentu saja Oma aku mengerti." ucap Arik.

Arik yang sudah tidak punya banyak waktu lagi, kini segera masuk ke dalam mobil begitu juga dengan Maureen.

Harris pun segera melajukan mobil sesuai perintah sang bos. Suasana di dalam mobil terasa hening dan canggung. Maureen yang dari tadi meremas kedua jemari nya, ia terlihat sangat ragu dan gugup.

Tapi mengingat Arik sudah membantu nya, membuat Maureen memberanikan diri. "Mas, makasih karena tadi sudah membantu aku menjelaskan pada Oma," Ungkap Maureen seraya mengulum senyum manis di wajah nya.

Sementara Arik merespon dengan senyum sinis, saat mendengar perkataan Maureen."Heh, kamu tidak usah terlalu percaya diri, aku tidak berniat membantu hanya tidak ingin waktu terbuang sia-sia," Ketus Arik.

Maureen menarik nafas dalam-dalam, lagi-lagi dia merasakan sesak yang sangat luar biasa saat kata-kata Arik begitu pedas dan menusuk hati.

Harris yang tak sengaja melihat ekspresi wajah nyonya bos nya yang tampak sedih dan malu. Membuat dia merasa tidak tega. Dan berharap jika tuan nya bisa menerima Maureen.

"Kasihan sekali Nyonya Maureen hanya karena nona Maura dia harus menanggung kebencian tuan," Batin Harris iba.

Suara pesan masuk membuat Maureen segera membuka nya, terlihat beberapa pesan dari sahabat nya Nasya. Yang menghujam beberapa pertanyaan pada nya.

Mengingat kemarin begitu ramai jadi perbincangan, saat berita pernikahan nya dengan Arik telah menjadi trending di berbagai stasiun televisi.

Membuat Maureen terlihat sedikit bingung, entah apa yang nanti harus dia hadapi saat orang-orang kantor bertanya tentang dia dan Arik.

"Suara ponsel mu berisik, bisakah kau senyap kan!" ucap dingin Arik.

"Ma-maaf mas, aku akan menutupnya." ujar Maureen dan segera melakukan apa yang diperintahkan.

Sebelum Maureen sampai di tempat kerjannya, Arik tidak pernah absen mengingatkan jika Maureen di larang banyak bicara tentang pernikahan mereka pada orang luar.

Karena bagi nya pernikahan ini hanyalah sementara, bahkan Arik menekan Maureen jika sampai ada yang tahu, maka Maureen harus bersiap untuk melihat ayah dan ibu nya yang menanggung rasa malu atas yang menimpa diri nya.

Maureen tanpa sungkan berjanji, jika dia tidak akan menceritakan tentang perjanjian kontrak nikah mereka yang akan berlangsung selama satu tahun saja.

"Aku pegang kata-kata mu Maureen, satu hal lagi yang kamu tidak boleh, jangan banyak bergaul dengan seorang pria. Karena itu semua akan merusak reputasi keluarga ku!" tegas Arik mengingatkan.

"Aku tahu mas, aku tidak akan membuat kesalahan yang membuat keluarga malu." ucap Maureen.

Beberapa jam kemudian, Maureen akhir nya sampai di perusahaan Fashion tempat nya bekerja. Gadis cantik itu masih mematung menatap mobil suami nya yang perlahan sudah menjauh dari pandangan.

Hati Maureen sangat sedih karena melihat sikap Arik yang sama sekali tidak peduli pada nya. Tidak ada satu patah kata pun di katakan saat menurunkan nya.

"Maureen! Cukup, kamu hanyalah seorang pengganti. Kenapa harus sedih saat mas Arik tidak menghiraukan mu," Umpat Maureen merutuki diri sendiri seraya menggelengkan kepala.

Mengingat permintaan sang ibu yang meminta dia agar bisa membuat Arik bahagia, membuat nya tidak akan menyerah. Tapi ia juga tahu butuh waktu dan perjuangan yang harus di lakukan.

"Maureen!" Panggil Nasya melambaikan tangan nya di depan pintu utama perusahaan.

Maureen yang tidak ingin orang tahu tentang apa yang sedang dia rasakan saat ini, seketika ia mengubah mimik wajah nya menjadi ceria.

Kedua sahabat itu bertemu, Nasya pun sangat senang. Karena sudah beberapa hari ini Maureen tidak masuk yang membuat nya sangat cemas.

Tak lupa juga dia menegur, karena bagaimana bisa Maureen tiba-tiba menikah dan menjadi nyonya Alarick Carlson yang menggemparkan berita di dunia Maya dan beberapa stasiun televisi.

Tak hanya Nasya saja, para rekan lain nya yang baru saja datang. Seolah ikut penasaran karena bagaimana bisa seorang Maureen tiba-tiba menikah dengan seorang pebisnis yang di kenal sangat misterius dan kejam.

"Maureen! aku ingin mengucapkan selamat. karena ternyata kamu sudah menikah. Tapi kenapa kita semua di sini tidak undang?" ucap Nasya.

Satu pertanyaan yang di lontarkan oleh beberapa karyawan dan karyawati yang masih berlalu lalang mulai memasuki pintu utama.

"Ya ampun Maureen, ternyata kamu tidak masuk kerja beberapa hari ini sedang sibuk menikah? ternyata suami mu itu putra tertua dari keluarga Carlson?"

"Oh iya, apa kamu yakin menikah dengan dia? ku dengar wajah nya dulu cacat karena akibat insiden kecelakaan, "Celetuk salah satu karyawati sembari memancarkan senyum meledek.

"Benar, Apa kamu beneran cinta pada suami mu itu? atau hanya membutuhkan uang nya saja. kalau aku sih ogah meskipun banyak uang tetap saja butuh wajah suami yang tampan,' Sambung Mona tak kalah meledek.

Kening Maureen berkerut, dia menatap ke arah kedua rekan kerja nya. Yang menurut nya sangat sulit karena sudah berani berkomentar tentang suami nya.

\*

Bersambung...................

1
Ariany Sudjana
bodoh kamu Maureen, jangan diam saja dong, lawan suami yang ga tahu diri itu
Reni Anjarwani
mending sama jevan aja mauren yg benar2 cinta , buar arik bucin sama maureen thor
Ariany Sudjana
ga kebayang gimana reaksi Oma Eva kalau tahu Arik dan Maureen hanya menikah pura-pura, dan status Maureen hanya pengganti Maura
Ariany Sudjana
Brian saja tahu kalau mereka nikah pura-pura, entah gimana reaksi Oma pas tahu kejadian yang sebenarnya
Ariany Sudjana
jangan-jangan nanti calon istrinya Brian tergoda sama Arik lagi 😂😂🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!