NovelToon NovelToon
The Royal Family

The Royal Family

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:231
Nilai: 5
Nama Author: Viana18

Di tengah kota mewah Seoul berdiri sebuah komplek elite bernama Royal Family Residence tempat tinggal empat keluarga sultan paling berpengaruh di Asia. Rumah mereka berdampingan, bisnis mereka mendunia, dan anak-anak mereka terkenal di sekolah elit Aexdrem High School serta Universitas Aexdrem.
Walaupun terlihat sempurna dari luar, isi rumah mereka justru penuh keributan, lawakan receh, drama keluarga, dan perang mulut tiap hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viana18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

"Diem aja kamu. Ribet banget sih dari tadi. Aku masih kuat, nggak butuh bantuan kamu. Duduk manis, liat pemandangan, atau tidur sana. Jangan ngoceh terus, pusing aku dengernya," ketus Mark, suaranya datar tanpa nada.

Haechan tersenyum kaku, menelan ludahnya susah payah untuk menahan rasa kecewa. "Iya... maaf ya Kak. Aku cuma mau nanyain aja. Aku diem kok, aku diem aja dari sekarang. Maaf ya kalau ganggu," jawabnya pelan, lalu kembali menundukkan pandangan ke bawah, berjanji dalam hati untuk tetap sabar.

Di belakang mereka, di dalam mobil yang dikendarai oleh Jeno, suasananya sangat kontras dan begitu hidup. Jeno menyetir dengan semangat, sesekali bersenandung kecil, sementara tangan kirinya tak pernah lepas menggenggam tangan Nana yang duduk di sebelahnya. Nana pun terlihat sangat bahagia, wajahnya bersinar cerah dengan senyum yang tak pernah luntur sejak tadi.

"Seneng banget kan Sayang? Lihat deh pemandangannya bagus banget ya, hijaunya sejuk banget mata ngeliatnya. Nanti sebentar lagi kita bakal nyampe deh, udah nggak sabar aku pengen liat ekspresi kamu pas pertama kali liat vila sama lautnya nanti. Pasti kamu bakal kaget banget deh saking indahnya," ucap Jeno antusias, matanya berbinar penuh kasih sayang menatap kekasihnya itu sesekali.

Nana tertawa renyah, mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Jeno. "Iya Jen! Aku seneng banget lho cuma dari liat jalanan aja. Makasih ya udah nemenin aku, makasih ya udah bawa aku jalan-jalan kayak gini. Aku bahagia banget tau."

"Eh, ngomong apa sih kamu? Makasih-makasih segala. Ini kan kewajiban aku sebagai pacar kamu, kewajiban aku sebagai cowok kamu. Tugas aku itu bikin kamu bahagia, bikin kamu senyum terus kayak gini. Senyum kamu itu harta paling mahal buat aku tau," jawab Jeno lembut, lalu kembali fokus menyetir sambil bersenandung riang.

Di mobil lain, Gualin menyetir dengan tenang dan elegan. Di sebelahnya, Renjun duduk manis sambil sesekali menunjuk pemandangan indah di pinggir jalan. Gualin selalu menjawab dengan lembut, matanya penuh kekaguman pada gadis di sampingnya itu. Begitu pun dengan Henderi dan Dejun yang tak henti bercerita dan tertawa, menikmati setiap detik perjalanan mereka dengan penuh kebahagiaan.

Perjalanan panjang itu akhirnya terbayar lunas saat pemandangan di depan mata mereka perlahan berubah. Pepohonan yang rimbun mulai menipis, digantikan dengan hamparan luas pasir putih yang berkilau terkena sinar matahari, dan di ujung sana, samudra biru yang luas dan tenang terbentang indah sepanjang mata memandang. Angin laut yang segar dan beraroma khas mulai masuk ke dalam setiap celah jendela mobil, membawa kesejukan dan kegembiraan yang luar biasa.

Dan di atas bukit kecil yang menghadap langsung ke laut lepas, berdirilah bangunan megah yang menjadi tujuan mereka: Vila Keluarga Xu. Bangunan itu besar, mewah, bergaya klasik modern dengan dinding berwarna putih bersih dan jendela-jendela besar kaca bening. Halamannya sangat luas, tertata rapi dengan rumput hijau dan bunga-bunga warna-warni, serta memiliki akses pribadi langsung turun ke pantai berpasir putih yang bersih dan sepi. Di pelabuhan kecil pribadi yang terletak tak jauh dari vila, terlihat mengambang indah sebuah kapal pesiar besar berwarna putih dan emas yang berkilauan di bawah sinar matahari, lengkap dengan tiang bendera keluarga Xu yang berkibar gagah.

Saat konvoi kendaraan itu memasuki gerbang besar vila, semua orang serentak bersorak kagum dan takjub.

"Wah... INDAH BANGET SIH! BAGUS BANGET!" seru Nana tak bisa menutup rasa kagumnya, matanya terbelalak melihat kemegahan tempat itu.

Mama Xu yang turun dari mobil pertama tersenyum bangga namun tetap rendah hati menyambut mereka semua. "Selamat datang semuanya di rumah liburan kita. Anggap aja rumah sendiri ya, bebas mau ke mana aja, mau ngapain aja. Semuanya udah siap dan bersih buat kita pakai."

Mereka semua pun turun dari kendaraan satu per satu. Para pelayan yang sudah menunggu dengan rapi segera sigap mengambilkan barang bawaan dan koper-koper besar mereka.

Jeno langsung berlari ke arah Nana, merentangkan tangannya lebar-lebar. "Gimana Sayang? Bagus banget kan? Udah aku bilang juga apa, pasti indah banget tempatnya. Ayo sini aku gendong, biar kamu nggak capek jalan di pasir!" canda Jeno riang, membuat Nana tertawa sambil memukul pelan lengan kekasihnya itu.

Gualin berdiri tenang di samping Renjun, menunjuk ke arah kapal pesiar yang megah itu. "Nanti sore kita keliling naik kapal ya, Njun. Aku pengen liat senjamu dari tengah laut, katanya pemandangannya paling indah di sini."

Renjun mengangguk bahagia, tersenyum manis. "Iya, aku udah nggak sabar banget."

Di sisi lain, Mark berdiri diam mematung di dekat mobilnya, matanya tidak tertuju pada keindahan vila maupun laut itu. Pandangannya terkunci tajam hanya pada satu sosok: Nana. Di dalam hatinya, rencananya makin matang. "Ini tempatnya... tempat yang pas banget buat aku beraksi. Di sini luas, banyak sudut sepi, banyak kesempatan. Aku bakal manfaatin semuanya. Jeno mungkin seneng sekarang, tapi liat aja nanti... perlahan tapi pasti, Nana bakal jadi milikku," batin Mark dengan penuh ambisi.

Sementara itu, Haechan yang berdiri tak jauh dari sana memperhatikan Mark dengan seksama. Ia melihat kilatan mata cowok itu, ia tahu persis ke mana arah pandangan Mark. Rasa sakit itu kembali menusuk, tapi Haechan segera menguatkan dirinya. Ia berjalan mendekat dengan senyum paling manis, berusaha menarik perhatian Mark.

"Kak Mark... lihat deh, tempatnya bagus banget kan? Anginnya seger banget ya. Nanti aku temenin keliling ya? Aku bantuin bawa barang juga ya, biar Kak Mark nggak capek. Aku udah siap banget bantu-bantu apa aja deh di sini," ucap Haechan ceria, berusaha sebaik mungkin menjadi sosok yang ada dan berguna bagi Mark.

Namun, Mark hanya meliriknya sekilas dengan tatapan malas, lalu berjalan melewati Haechan begitu saja menuju ke dalam vila. "Urusi sendiri aja barang kamu. Aku masuk dulu. Berisik tau kamu, ganggu konsentrasi aku aja," jawabnya ketus tanpa menoleh sedikit pun.

Haechan diam sejenak, menatap punggung Mark yang menjauh. Ia menghela napas panjang, lalu tersenyum lagi. "Nggak apa-apa... masih panjang waktu kita di sini. Aku bakal terus berjuang, aku bakal terus ada. Suatu saat nanti, Kak Mark pasti sadar. Aku bakal bikin dia ngerti kalau aku lebih berharga dari apa pun," janjinya dalam hati, lalu segera menyusul masuk ke dalam vila dengan semangat baru.

Malam itu, suasana di ruang makan besar vila terasa begitu hangat dan meriah. Meja panjang besar terisi penuh dengan makanan-makanan lezat hasil masakan koki pribadi keluarga Xu. Semua orang berkumpul, makan, tertawa, dan bercerita dengan gembira. Para ibu asyik membahas rencana kegiatan besok, para ayah membicarakan hal-hal seru, sementara anak-anak muda itu saling bertukar pandang penuh kasih sayang dan harapan.

Namun, di balik kebahagiaan yang tampak indah itu, ada dua hati yang sedang berjuang dengan caranya masing-masing. Mark diam-diam merencanakan taktiknya untuk mendekati Nana di setiap kesempatan, sementara Haechan bertekad memenangkan hati Mark dengan kesabaran dan ketulusan yang tak bertepi. Di tempat yang indah dan penuh kemewahan ini, kisah mereka baru saja memasuki babak yang paling menegangkan dan penuh kejutan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!