NovelToon NovelToon
Dalam Dekapan Istri Muda

Dalam Dekapan Istri Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: ratu_halu

Elizabeth Zamora atau yang biasa di panggil dengan Liz telah terjebak dalam pernikahan kontrak yang membawa dia pada titik terendah dalam hidupnya.

Akankah Liz bisa melalui takdir yang telah digariskan semesta untuknya ??

Happy Reading 💜
Enjoy 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24

Malam itu pengacara keluarga dari firma hukum D & P alias Darius and Partners itu datang untuk mendengar serta memberikan perlindungan hukum bagi klien loyal mereka.

Pak Darius duduk di sofa ruang tamu bersama Nenek Zalia, Tama serta Liz.

"Video ini... Kita bisa menuntut dengan pasal UU ITE," Ucap Pak Darius setelah melihat video yang masih viral sejak beberapa jam yang lalu. "Pertama-tama kita layangkan somasi terlebih dahulu kepada tergugat. Kita tuntut klarifikasi dan permintaan maaf. Video yang sudah kadung tersebar luas itu bisa jadi dasar hukum atau bukti atas pelanggaran yang mendasari tuntutan."

Nenek Zalia mengangguk-anggukan kepalanya sambil menyunggingkan senyum kecil. "Bagus. Saya rasa itu cukup untuk membuat sedikit membuat Yurike menyesal telah bermain-main dengan keluarga Baskoro."

"Tama, apa kamu ingin mempertahankan pernikahan mu dengan Yurike setelah apa yang terjadi hari ini ?" Nenek menoleh ke sisi yang lain. Di sofa panjang yang berhadapan langsung dengan Pak Darius, Tama duduk bersebelahan dengan Liz.

"Tanpa aku jawab pun, aku yakin Nenek sudah tahu apa yang akan aku lakukan!"

Nenek tersenyum lagi, namun tak ada kata yang keluar dari mulut wanita berumur lebih 60 tahun itu.

"Pak Darius, tolong urus perceraian saya dengan Yurike. Saya ingin surat cerai terbit secepatnya. Tolak mediasi apapun!"

Pak Darius menelan ludah sekaligus.

"Ini dokumen yang diperlukan! Saya sudah menyiapkan sejak setahun yang lalu." Tama meletakkan map coklat tipis berisi dokumen lengkap persyaratan untuk mengajukan gugatan di atas meja.

Nenek melihat map itu... Matanya langsung membesar.

"Apa maksudmu, Tama ? Kenapa kamu menyiapkan berkas perceraian dari setahun lalu ? Apa kamu sudah berniat untuk berpisah dari istrimu sehak lama ?"

"Ya." Jawab Tama sedingin es tanpa mengindahkan tatapan Nenek yang kaget.

Ruang tamu mendadak sunyi.

"Maaf, Tuan. Saya hanya ingin memastikan. Jadi anda telah mempersiapkan dokumen ini bahkan jauh sebelum anda bertemu dan menikah dengan Nona Elizabeth ?"

Tama mengangguk mantap.

Kemudian Pak Darius terlihat ragu beberapa detik sebelum membuka map tersebut.

"Tu-tuan... i-ini," Setelah melihat singkat bukti ditangannya, Pak Darius mendadak seperti kehilangan kemampuan bernafasnya.

Tama menarik satu sudut bibirnya, "Apa bukti itu cukup ?"

Giliran Pak Darius yang mengangguk mantap, tangannya sambil memasukkan kembali beberapa bukti yang akan sangat memberatkan Yurike dipengadilan nanti.

"Kalau begitu saya permisi," Pak Darius bangkit dari duduknya, kemudian menunduk hormat pada klien besarnya.

"Tama, bukti apa yang kamu berikan pada Pak Darius ?" Nenek mencecar Tama setelah mobil Pak Darius menghilang dari garasi.

"Besok Nenek akan tahu." sahut Tama dengan nada suara melembut.

Jangan tanyakan kenapa Liz diam saja. Dia cukup tahu diri untuk tidak menginterupsi obrolan keluarga inti.

"Yasudah, Nenek istirahat dulu. Karena masalah mu ini Nenek harus pulang dari liburan Nenek. Pokoknya setelah masalah ini selesai, kalian harus buat resepsi pernikahan besar-besaran. Lalu honeymoon keliling dunia agar Nenek disini bisa berlibur juga."

Liz terlihat salah tingkah mendengar permintaan Nenek, sementara Tama justru tersenyum tipis, namun binar matanya tidak bisa berbohong bahwa dia juga sangat menantikan hal itu.

"Kamu dengar kata Nenek ?" tanya Tama dengan kerlingan menggoda.

Liz memalingkan muka, "Tidak bisa."

"Apa yang tidak bisa ?" Tama mengerutkan dahi.

"Kontrak pernikahan kita tinggal 10 bulan lagi. Setelah itu aku akan menjadi janda." Ucap Liz sambil berlalu meninggalkan Tama yang sempat terpaku beberapa detik.

Liz menahan tawa nya melihat ekspresi Tama.

Tama menyusul Liz ke kamar. Menarik tangan Liz dengan gerakkan cepat lalu mendorong dan mengukung tubuh Liz hingga punggungnya mendarat di pintu.

"Memang siapa yang mau menceraikan kamu, hum ?"

Liz membeku melihat wajah Tama yang sudah sedekat itu.

"D-di kontrak tertulis seperti itu," Ucap Liz dengan suara tertahan. Kedua pipinya bersemu merah ketika wajah Tama semakin maju.

"Lupakan soal kontrak sialan itu!" Suara Tama mendadak berat, tapi Liz belum selesai sampai disitu. Dia ingin tau, apa Tama benar-benar menyukainya atau hanya menjadikannya pelampiasan sesaat.

"Tidak bisa, Tama."

"Apanya yang tidak bisa ?"

Jarak wajah mereka hanya tingga seinci. Bahkan kening keduanya sudah menempel sempurna.

"Karena aku cukup tahu diri untuk tidak menginginkan lebih dari mu. Aku hanya wanita biasa, wanita miskin yang tidak sepadan dengan mu. Aku hany....emph"

Belum sempat Liz menyelesaikan kalimat terakhirnya, bibir mungilnya langsung dibungkam oleh mulut Tama.

Liz mematung dengan kedua mata yang membola sempurna. Sementara Tama terus melumat bibir Liz yang masih tertutup rapat.

Tama melepaskan bibirnya perlahan, lalu mencium kening Liz, dalam dan lama.

"Jangan bicara seperti itu lagi, aku tidak suka. Kamu milikku dan selamanya akan menjadi milikku." Ucap Tama sambil membelai lembut surai Liz yang panjang.

"Ta-tapi.. a-aku..."

Cupp!

Tama mencium leher jenjang Liz hingga Liz menggeliat geli.

"Aku menyukai mu, Liz. Entah sejak kapan, tapi aku sungguh menyukaimu."

Akhirnya kalimat yang Liz tunggu selama hampir dua bulan keluar juga dari mulut Tama.

Tama menangkup wajah Liz, diantara tulang pipi dan leher. Liz masih diam dengan wajah kaku.

Cupp

Tama kembali mencium bibir Liz, kali ini lebih menuntut.

Liz tidak bergerak sedikitpun. Tubuhnya ingin, tapi tidak tahu harus apa.

Tama memiringkan kepala Liz, menggigit kecil bibirnya hingga mulut sang istri akhirnya terbuka. Tama menyesap sambil terus membelit lidah Liz tanpa jeda hingga Liz nyaris kewalahan.

Tiba-tiba Tama mengangkat tubuh Liz, menggendongnya ala koala tanpa melepas pagutan nya.

Liz merasakan milik Tama mulai mengeras, dan ia semakin gugup.

Tama duduk diatas sofa, hingga milik Liz tepat menduduki milik nya.

Liz menggeleng sambil menahan tangan Tama ketika tangan itu hendak masuk meremas payudaranya.

Tama menatap Liz lalu melepaskan ciuman panas mereka.

"A-aku... belum siap." Liz menunduk.

Tama merapikan anak rambut yang menutupi wajah Liz.

"Tidak masalah. Aku akan menunggu sampai kamu siap." Tama memeluk Liz, mendorong bokong Liz agar semakin menempel dengan tubuhnya.

Perlahan Liz mengalungkan kedua tangannya di leher Tama. Liz memeluk Tama sambil menenggelamkan wajah di ceruk leher lelaki itu.

Tama tersenyum, bahagia, meski harus menahan diri untuk tidak melakukan itu sekarang.

Perlahan Tama mengangkat tubuh Liz, lalu membaringkannya di atas kasur.

"Tidurlah. Besok akan menjadi hari yang panjang dan melelahkan untuk kita."

1
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
Fitria Syafei
hadeh Yurike kudu diapain yaa 🤨 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
waduh kasihan Liz KK 🙄 KK cantik kereen 😘 kereen 😘
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
asyik..asyik.. mereka mau bersatu ... 🫠 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 🥰
Fitria Syafei
semoga mereka selalu bersama dan bersatu 🤲 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
nahloo Yurike...senjata makan tuan ...🙄 KK cantik mantaf 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 😍 kereen 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
kasihan kau Liz 🥺 KK cantik kereen 😘 kereen 😘
Fitria Syafei
yang sabar yaa Liz 🥺 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
waduh ngancem nya... jahat juga yaa ..kaya rentenir 😜 KK cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
mungkin kah mereka bersatu 😔 KK cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
hadeh Yurike Yee kalau ngomong nyakitin orang 😡 kk cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
aneh yaa mereka 🙄 KK cantik pinisirin 😘
Fitria Syafei
semangat KK cantik 😘 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
waduh KK mungkinkah mereka bersatu 🙄 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😘 kereen 😘 terimakasih 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!