NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Suami Kejam

Jeratan Cinta Suami Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:968
Nilai: 5
Nama Author: Siti Fatimah

"Ini apa maksudnya? Bisa jelaskan padaku ...aku mohon!"

"Hari ini akan diadakan acara pernikahanmu sayang dan Tuan 💙 lah yang akan membeli sekaligus bersedia meminangmu menjadi Istrinya. Bersiaplah! Ini demi kebaikan kamu."

Bagai diterpa badai di siang bolong. Alih-alih mendapatkan kesempatan untuk bahagia, ia malah dijerumuskan dalam lembah jurang yang sangat dalam oleh Papa kandungnya sendiri, tak percaya dan mengharapkan semua ini hanyalah mimpi namun nyatanya yang terjadi sungguhlah nyata.

"Usap air mata kamu! Kamu lupa tinggal menghitung menit ijab kabul akan segera dilaksanakan, jadi berhentilah menangis!" perintah Papanya tanpa memikirkan kehancuran sang Putri.

"Kenapa Papa setega ini sama Cantika? Kenapa Papa tidak membiarkan Cantika untuk mati daripada harus menikah dengan pria itu, dia pria yang sama sekali tidak Cantika kenal. Bahkan pria itu sudah memiliki istri! Kenapa Papa membiarkan semua ini terjadi, kenapa Pa?" tegas Cantika dengan menangis semakin menjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Fatimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 [ Hilang Kendali ]

Jika kehancuran dirasakan oleh Kean setelah mengetahui fakta kepergian sang Putri, dikediaman mewah yang ditempati Adrian, Cantika memberanikan diri menyelinap secara diam-diam ke kamar pribadi yang ditempati Monika dan Adrian.

Ia jalan secara berhati-hati dan tak ingin ada seseorang yang mengetahui kelancangannya berani masuki kamar mereka, tangannya membawa sebuah barang kamera pengintai canggih, Cantika menulusuri dan memperhatikan secara teliti tempat-tempat yang cocok untuk ia selipkan kamera kecil ini.

"Ayo cepat... Mana tempat yang cocok untuk aku letakkan kamera ini... Ayo mikir Cantika... Ayo mikir...."

"Aku dapat!"

Ada cela disamping tv yang bisa mudahnya ia tempelkan alat pengintai itu. Cantika lega, namun suara langkah sepatu hak wanita terdengar berjalan kearah sini, Cantika gelagapan ia membungkam mulutnya, wajahnya diselimuti ketakutan, ia kebingungan mana tempat yang cocok untuk bersembunyi, hingga akhirnya...

Ceklek

Tiba langkah kaki Monika menginjak lantai kamarnya, ia merebahkan diri diatas ranjang sambil melebarkan kedua tangannya, matanya memandang langit-langit dinding yang sudah ber plafon PVC mewah, raut wajah Wanita itu nampak sumringah seperti mendapatkan suatu hadiah, dan...

"Didunia ini tidak ada seorang Wanita yang hidupnya sebegitu beruntungnya sepertiku... Dicintai secara ugal-ugalan oleh suami... Dan dicintai secara ugal-ugalan pula oleh mantan, hidupmu sangatlah sempurna Monika... Kau memang paling pantas."

Senyum mengembangnya menampakan kejelasan betapa bahagianya dia saat ini, tapi sebaliknya sosok gadis dibawah ranjangnya berbanding terbalik hidupnya tidak seberuntung seperti dirinya.

"Benar, Kak. Kak Monika memang sangat sempurna dan memiliki semuanya tidak sepertiku... Aku bahkan tidak tau kenapa hidupku tidak seberuntung ini...,"batinnya yang tampak kacau, tadinya Cantika terhanyut dalam kesedihan, sontak wajahnya terkejut mendengar Monika menyebut nama Kean.

"Kean... Apa ini hanya suatu kebetulan ataukah Kean yang dimaksud Kean yang sama?"batinnya penasaran.

"Setelah 2 tahun lamanya kita tak berjumpa aku kira kamu akan melupakan aku! Tapi nyatanya tidak!! Bahkan secara terang-terangan kamu mengatakan jika mencintai Wanita yang sudah bersuami jelas pasti itu tertuju padaku kan?"

Hati Monika berbunga-bunga, ia dengan pede membanggakan diri sendiri tanpa berkaca dan mencari tau suatu kebenaran.

"Adrian... Maafkan aku jika selama membina rumah tangga ini aku masih belum bisa berterus terang. Maafkan aku hingga detik ini aku masih belum bisa jujur jika Putri aslinya bukanlah putri kandungmu... Maaf!"

Cantika terbelalak, ia membungkam mulutnya rapat-rapat rahasia yang selama bertahun-tahun dirahasiakan dengan hati-hati, detik ini terbongkar dengan sendirinya tanpa Monika ketahui seseorang dibawahnya telah mengetahui semuanya.

"Ja__jadi Putri... bukanlah Putri kandung Adrian? Selama bertahun-tahun Kak Monika merahasiakannya?"batinnya tak bisa berkata-kata lagi.

Cantika diam mematung dibawah ranjang, Monika beranjak dari ranjang dan kembali keluar kamar, buru-buru Cantika keluar biarpun ia sedikit kesusahan lantaran sedikit sempit, namun...

Ceklek

Seseorang kembali datang, Cantika kebingungan waktu yang terbatas akhirnya mengarahkannya memasuki kamar mandi tanpa ia pikirkan secara matang.

"Gila! Kenapa kamu malah masuk kesini? Gimana... Apa yang harus aku lakukan?"

Cantika semakin gugup, keluarnya Monika siapa sangka detik berikutnya berganti Adrian yang masuk kekamar dan langkahnya perlahan menuju pintu kamar mandi, didalam Cantika ketakutan setengah mati berharap Lelaki itu tak akan masuk ke sini namun siapa sangka...

"Kau!" Adrian wajahnya berubah menegang, Cantika hanya membalasnya nyengir.

"Kau! Aku katakan apa yang kau lakukan di kamarku?!"

Cantika menggaruk kepalanya yang tak gatal, beruntung kamera itu sudah lebih dulu teratasi ia pasangkan ditempat yang pas, melihat tatapan mengerikan Lelaki ini, Cantika tidak tau apa yang harus ia lakukan.

"Jawab!"bentaknya yang semakin menakuti Cantika harus berbuat apa.

"A__aku."

Ia gugup setengah mati, banyak kata berkeliaran tapi Cantika kebingungan merangkai menjadi kata-kata untuk mendinginkan hati Lelaki berstatus Suaminya ini, lalu Cantika teringat saran yang ditujukan Kennan.

"Lelaki akan mudah tergoda? Apakah mungkin?"batin Cantika gugup harus berbuat apa.

"Jawab!" Bentakan lagi-lagi menyambar telinganya hingga terasa panas dan yang terjadi...

Cup

Satu kecupan manis mendarat tepat di bibir Adrian, pikiran Cantika sudah buntu ia tidak tau lagi harus berbuat apa.

Wajah Lelaki itu masih tegang, tatapan matanya seakan-akan siap menerkamnya hidup-hidup, biarpun sudah diberikan kecupan manisnya tak mengubah reaksi apapun dalam diri Lelaki itu

Namun Cantika tak menyerah. Dengan napas yang mulai memburu, ia kembali melayangkan kecupan-kecupan kecil di sudut bibir Adrian bahkan leher lelaki itu, ia seolah berusaha meruntuhkan dinding dingin yang pria itu bangun sejak dulu. Bahkan kali ini, Cantika sendiri yang memulai semuanya.

Gadis itu berubah layaknya sosok kecil penuh keberanian, menantang dan perlahan mengambil alih permainan yang biasanya dikuasai oleh seorang lelaki.

Jemarinya mencengkeram pelan kerah kemeja pria itu, sementara matanya menatap lurus penuh keberanian. Adrian menahan diri, berusaha tidak terpengaruh oleh godaan brutal Cantika yang begitu lembut namun memabukkan.

Namun setiap kecupan yang diberikan wanita itu terasa seperti api kecil yang membakar perlahan kesadarannya.

Hingga akhirnya pertahanan Adrian runtuh.

Pria itu spontan membalas lumatan Cantika dengan intensitas yang jauh lebih dalam. Kali ini dialah yang menguasai tubuh istri keduanya.

Tangannya meraih pinggang ramping Cantika, menarik tubuh gadis itu semakin dekat hingga nyaris tak menyisakan jarak di antara mereka.

Suasana mendadak berubah hangat dan penuh debaran.

Cantika dapat merasakan bagaimana Adrian yang tadinya dingin kini perlahan kehilangan kendali. Tatapan mata pria itu menggelap, dipenuhi rasa ingin menyalurkan sesuatu yang tegang.

Sementara Cantika hanya mampu memejamkan mata ketika Adrian menempelkan dahinya pelan ke miliknya, mengatur napas yang mulai tak beraturan, keringat keduanya bercucuran layaknya terjebak ditempat yang tak ber AC.

Uap hangat memenuhi kamar mandi mewah itu, memburamkan cermin besar yang menempel di dinding marmer. Suara gemericik air dari shower berpadu dengan napas berat yang saling bertabrakan di ruangan sempit penuh ketegangan tersebut.

Wanita itu menarik kerah kemeja Adrian perlahan hingga tubuh mereka nyaris tanpa jarak. Jantung keduanya berdetak cepat, menciptakan ketegangan yang terasa begitu nyata.

Lelaki itu segera memeluk pinggang Nina erat, membawa tubuh wanita itu semakin menempel padanya. Kehangatan mulai memenuhi suasana ketika kecupan demi kecupan singkat mendarat di kening, pipi, hingga ujung rahang Nina.

Air shower yang menyala perlahan membasahi tubuh mereka, menciptakan suasana lntim yang membuat Nina memejamkan mata sesaat. Tangannya melingkar di leher Adrian, sementara pria itu menatapnya seolah Nina adalah satu-satunya wanita yang ia miliki.

Saling memandang tiba-tiba terbayang-bayang suara desahan wanita, hubungan itu terjadi disaat dirinya sedang dalam kondisi mabuk, tapi firasatnya mengarah pada Cantika jika dialah Wanita pada itu.

BERSAMBUNG

1
Siti Fatimah
Maaf, bab 14 masih belum lulus review dari semalam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!