NovelToon NovelToon
Setelah Janda Menjadi Ibu Si Kembar

Setelah Janda Menjadi Ibu Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Janda / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:18.8k
Nilai: 5
Nama Author: Niskala NU Jiwa

Ditinggalkan ,dihina, dan dicap mandul, Azura kembali ke desa kerumah orang tuanya dengan hati hancur setelah 5 tahun pernikahan diceraikan suaminya . Namun saat hidupnya mulai bangkit, rahasia besar keluarga terungkap, ancaman, dan musuh berbahaya . Di tengah badai itu, Azura bertemu Rayyan ,duda kata dengan dua anak kembar dan luka masa lalu . Akankah Azura mempertahankan harga diri, keluarga, dan cintanya? Atau masa lalu kembali meruntuhkan segalanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niskala NU Jiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian dan Keputusan Mutlak

Malam itu, suasana di rumah pak Hadi terasa berbeda. Setelah pengusiran Dimas lagi tadi, pak Hadi meminta seluruh orang dewasa berkumpul diruang tamu setelah Isya.

Tetapi, sebelum pertemuan besar , sore itu pak Hadi melakukan pertemuan tertutup di ruang belakang bersama pak Handoko, Farhan, dan Rayyan.

Pak Hadi menatap Rayyan dengan pandangan tajam . "Rayyan, aku tahu siapa Dimas. Dia licik dan pendendam. Saya sudah kehilangan kabar Azura selam lima tahun karena dia, dan saya tidak ingin hal itu terulang. Azura mungkin terlihat kuat di luar, tapi saya bapaknya, saya tahu dia rapuh di dalam."

Pak Hadi menghela napas panjang. "Saya ingin kamu benar-benar menikahinya secara resmi satu Minggu lagi. Saya sudah mencari tahu tentangmu, Rayyan. Saya tahu kamu pria yang tepat, meski hatimu sempat membeku."

Pak Handoko mengangguk setuju, menyerahkan keputusan pada putranya. Rayyan terdiam sejenak, menatap mata pak Hadi, lalu menjawab dengan mantap, "Saya bersedia, Pak."

Seketika, wajah Farhan yang berdiri di sudut ruang berubah menyeringai. tangannya mengepal, seolah siap meremukkan tulang seseorang.

"Tidak semudah itu, Rayyan," Potong Pak Hadi.

"Kamu harus melewati ujian. Jika kamu tidak bisa melindungi dirimu sendiri, bagaimana kamu bisa melindungi putriku?"

Rayyan teringat ucapan Angga tentang syarat ke tiga. Ia melepaskan jasnya, melonggarkan dasi, dan melangkah ke tengah ruangan luas itu. Farhan maju dengan wajah serius, seolah-olah olah ia ingin membunuh pria di depannya

"Lima pukulan," tantang Farhan dingin. "Jika kamu bisa menangkis atau menghindar, kamu lulus dariku."

DUEL DIMULAI!

Farhan melesat seperti kilat. Pukulan pertama mengarah ke rahang Rayyan dengan kecepatan luar biasa. Rayyan merunduk tipis, merasakan angin pukulan itu lewat di atas kepalanya. Pukulan kedua dah ketiga datang beruntun; sebuah tendangan memutar dan sodokan tangan terbuka. Rayyan menangkis lengan bawahnya, bunyi benturan tulang terdengar keras diruangan itu.

pukulan ke empat, Farhan melakukan gerak tipu dan mendaratkan satu pukulan telak di pipi Rayyan hingga meninggalkan lebam. Tetapi, Rayyan tidak goyah. Pada pukulan kelima, Rayyan membaca gerakan bahu Farhan. Saat Farhan merengsek maju, Rayyan memutar tubuhnya, menangkap pergelangan tangan Farhan, dan dengan satu gerakan judo yang efisien, ia menjatuhkan Farhan ke lantai.

Farhan terengah, memegangi wajahnya yang memar akibat benturan. Ia bangkit dan mengagumkan tipis. "Lumayan."

Selanjutnya, pak Hadi sendiri yang maju. Meski sudah berumur, gerakannya sangat tenang dan mematikan. Duel antara Rayyan dan pak Hadi berlangsung seimbang. Keduanya saling tukar serangan dan tangkisan. Akhirnya, pak Hadi menyudahi duel itu dengan senyum puas, meski ada memar di wajah Rayyan yang kini sama persis dengan lebam di wajah Farhan.

Kembali ke ruang tamu, semua orang sudah berkumpul. Azura duduk terdiam. Begitu melihat wajah Rayyan dan kakaknya yang lebam, ia langsung paham apa yang sudah terjadi . Ia teringat dulu pak Hadi menentang keras hubungannya dengan Dimas, tetapi akhirnya luluh karena ia memohon. Kini, ia melihat bapaknya tersenyum kepada Rayyan.

"Malam ini, Bapak umumkan," Suara pak Hadi memecah kesunyian. "Rayyan dan Azura akan menikah resmi secara hukum dan agama satu Minggu lagi."

Azura tidak membantah. Ia tahu jika bapaknya sudah memutuskan, itu adalah perlindungan terbaik baginya. Ia menatap Rayyan yang juga tengah menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

Tiba-tiba, di tengah suasana bahagia dan serius itu, terdengar teriakan protes dari sudut ruangan. Angga berdiri dengan wajah merah padam, antara bingung, itu dan tidak terima.

"Bos Rayyan! Kau curang sekali!" seru Angga dengan suara cemprengnya yang khas.

"Kenapa Bos bisa langsung dapat restu nikah Minggu depan secepat kilat begini? Padahal aku sudah belajar cara jadi imam sampai begadang, tapi Bos malah main slonong boy aja! Tolong bantu aku juga ,Bos, bagaimana caranya bisa melamar Alya dengan mudah tanpa harus jadi sasaran tinju Mas Farhan!"

Rayyan yang sedang mengusap sudut bibirnya yang pecah hanya menatap Angga dengan tatapan datar yang sangat dalam

"Apa kamu kira ini mudah?" tanya Rayyan dingin

"Coba lihat wajahku, Angga."

Angga terdiam. Ia baru benar-benar memperhatikan wajah bosnya di bawah lampu ruang tamu yang terang. Di sana ada lebam keunguan di pipi kanan, dan sudut bibir yang sedikit pecah. Ia beralih menatap Farhan yang juga memiliki memar di tulang pipi.

"Waduh .. Itu . Itu hasil ujian tadi?" gumam Angga nyalinya menciut seketika. Ia membayangkan jika wajah gantengnya yang harus menerima hantaman pak Hadi atau Farhan. Mungkin dia sudah pingsan di tempat

Melihat asisten sekaligus anak angkatnya itu tampak patah semangat, pak Handoko tertawa kecil dan menepuk bahu Angga dengan kebapak an.

"Angga, tenanglah. Jangan iri pada bosmu dulu," ucap pak Handoko menenangkan. "Selesaikan dulu urusan kita di kota. Setelah semua benang merah yang kusut ini kita putuskan, maka Papa dan Mama sendiri yang akan turun tangan langsung melamarkan alya untuk mu."

Mata Angga langsung berbinar-binar mendengar janji itu. "Benar, Pa? Papa dan mama yang maju? Bukan saya sendirian yang dikeroyok mas Farhan?"

"Iya, Angga. Kami yang akan menjamin mu di depan pak Hadi," tambah ibu Laras sambil tersenyum tulus.

Angga bersujud syukur di karpet ruang tamu, membuat semua orang tertawa terbahak-bahak, termasuk Azura yang tadinya tegang kini tak kuasa menahan tawa melihat tingkah konyol sahabatnya itu. Sedangkan Alya tersipu malu, ada rasa bahagia di hatinya.

...----------------...

Keesokkan paginya, suasana di Desa Kenanga sudah sibuk sejak fajar. Sesuai perintah Rayyan, Angga harus berangkat ke kota lebih awal untuk mengurus seluruh administrasi pernikahan Rayyan dan Azura secara diam-diam.

"Selesaikan semua urusan dalam satu hari, Angga. Jangan sampai ada kebocoran informasi ke pihak luar," tegas Rayyan sebelum Angga berangkat

Angga tidak pergi sendiri. Azura menugaskan Yoga, salah satu pengawal taktis terbaiknya, untuk mengawal Angga. Mereka tidak menggunakan mobil mewah milik rayyan, melainkan mobil operasional khusus dari markas yang tampilannya sangat biasa tetapi memiliki mesin dan sistem komunikasi tingkat tinggi agar tidak di curigai oleh anak buah Bramasta atau Clarissa di jalanan kota.

Sementara itu, di sebuah hotel mewah dipinggiran kira, Clarissa tampak mondar mandir dengan wajah pucat. Ia terus menatap ponselnya, mencoba menghubungi nomor pada penculik bayarannya, tetapi hasilnya nihil.

"Sial! Kenapa mereka semua menghilang? Sinyal mereka tidak bisa dilacak sama sekali!" geram Clarissa. Ia mulai gelisah. Jika rencana ini gagal, nyawa anak kesayangannya di luar negeri terancam karena tidak mendapatkan donor tepat waktu.

Sedangkan di kediaman keluarga Rayyan, suasana justru terasa sangat memuakkan. Si pengasuh, wanita yang selama empat tahun ini menyiksa di kembar, tampak sangat santai. Merasa Rayyan masih sedang sibuk di luar negeri, ia mulai bertingkah seperti nyonya rumah.

"Cepat bawakan sata teh hangat ke balkon! dan pastikan kamar utama sudah harum!" teriaknya pada para asisten rumah tangga.

Para ART hanya bisa menunduk patuh dengan hati dongkol. Tetapi, si pengasuh tidak sadar bahwa setiap gerakannya, bahkan setiap kata yang ia ucapkan sedang di pantau melalui perangkat penyedap dan kamera mikro oleh anak buah Azura yang sudah menyusup ke area sekitar rumah tersebut.

...----------------...

Di sisi lain, kehancuran mental mulai terlihat pada Dimas. setelah di permalukan habis-habisan di desa kenanga, ia tidak langsung pulang ke rumahnya. Dimas justru memacu mobilnya laju ke sebuah klub malam elit

Di tengah dentuman musik yang menekankan telinga, Dimas menenggak alkohol botol demi botol, mencoba menenggelamkan rasa malu dan amarahnya. "Azura .. Lihat saja, kamu akan membayar semua penghinaan ini!" rucaunya mabuk.

Di kelilingi oleh wanita-wanita sewaan untuk melampiaskan nafsunya, Dimas merasa seolah ia masih memegang kendali.

Permainan besar baru saja dimulai. Di saat para musuh terbuai dalam kesenangan dan kepanikan, jaring kehancuran mereka sedang dirajut dengan rapi.

1
Nifatul Masruro Hikari Masaru
akhirnya up juga
Gadis Pekan baru
semangat kk💪👍
Gadis Pekan baru
semangat kk/Ok/
Nifatul Masruro Hikari Masaru
up lagi dong
Nifatul Masruro Hikari Masaru
kalian salah lawan kawan
Junita Lempoi
cerita wanita tangguh aku banget,jadi suka sekali😄
Nifatul Masruro Hikari Masaru
wah. lumayan si angga dapat rejeki nomplok
Nifatul Masruro Hikari Masaru
laki2 gak tau diri. cuma bisa memanfaatkan orang saja
Darlysese
Aamiin ya Allah...
mohon maaf lahir dan batin juga 🙏
Elia Rossa
Aamiin yra...selamat lebaran juga kak mohon maaf lahir dan batin 🙏
Roos Penerut's
cerita bagia
Evi Lusiana
terharu thor,walopun slm 5 thn azzura bgi burung d dlm sangkar bgtu kluar dia ttp bs jd penerang bgi kluargany yg sdg kesusahan
Evi Lusiana
ayo zura bangkit dn lawan musuh²mu dg elegan,kau org cerdas
bilik166
💪💪💪💪💪💪
Niskala NU Jiwa: terimakasih
total 1 replies
Elia Rossa
aku suka cerita kalo wanitanya tangguh gini...👍
Niskala NU Jiwa: terimakasih kak. 😍
total 1 replies
naya siswanto
keren
Darlysese
di tunggu lanjutannya
Darlysese
semangat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!