NovelToon NovelToon
Algojo Dari Bukit Wengker

Algojo Dari Bukit Wengker

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Ilmu Kanuragan / Iblis
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Di sebuah wilayah terpencil di kaki Bukit Wengker, hidup seorang anak bernama Gandraka—anak dari Ki Bagaskara, penjaga ilmu lama yang nyaris dilupakan. Sejak kecil, Gandraka menunjukkan tanda-tanda yang tak biasa: ia memahami lambang-lambang kuno, mampu meredam sesuatu yang bersemayam di dasar sumur tua, dan menjalankan ritual yang bahkan orang dewasa tak berani sentuh.
Namun Wengker bukan tanah biasa.
Di balik perbukitan dan sunyinya desa, tersegel kekuatan gelap yang perlahan mulai bangkit. Sesuatu yang tak hanya membawa kegelapan… tetapi juga kehampaan yang menelan segala.
Saat segel mulai melemah, Gandraka dihadapkan pada takdir yang tak bisa ia hindari—menjadi penjaga… atau berubah menjadi algojo bagi dunia yang tak pernah benar-benar memahami dirinya.
Di tanah Majapahit yang tampak damai, bara itu diam-diam menyala.
Dan ketika waktunya tiba… tidak semua yang hidup akan tetap menjadi manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

"Apa yang sebenarnya terjadi, Ki Rangga?” tanya Ki Lurah Arjapati dengan suara yang bergetar hebat.

​“Ki Lurah... aku butuh keheningan mutlak di sini. Perintahkan semua orang meninggalkan tempat ini,” titah Rangga Jayantaka tanpa sedikit pun menoleh. Nada suaranya dingin, tak memberi ruang bagi bantahan sekecil apa pun.

Ki Lurah menelan ludah, lalu memberi isyarat kepada para prajuritnya untuk mundur. Satu per satu mereka menghilang di balik rimbun pepohonan, meninggalkan Jayantaka sendirian di tengah hutan yang kembali dilingkupi sunyi mencekam.

​Kini hanya ada dia... dan tanah yang mendekap rahasia berdarah.

​Jayantaka meraih cangkul yang telah ia siapkan. Baginya, menggali liang seperti ini bukan sekadar pekerjaan kasar, melainkan sebuah ritual penyelidikan. Setiap hantaman bilah cangkul ke tanah dilakukan dengan rasa dan perhitungan presisi.

​Duk... duk... duk...

​Lapisan demi lapisan tanah terangkat. Aroma tanah yang lebih dalam mulai menyeruak—lembap, berat, dan membawa bau samar yang tak mungkin salah: bau kematian. Semakin dalam ia menggali, bau itu semakin pekat, seolah-olah tanah tersebut sedang memuntahkan kembali memori yang dipendamnya.

​Tiba-tiba, ujung cangkulnya menghantam sesuatu yang lunak. Jayantaka berhenti seketika.

​Ia berlutut, menanggalkan cangkulnya, lalu dengan tangan kosong mulai menyingkirkan sisa-sisa tanah. Gerakannya hati-hati, seolah takut merusak sisa-sisa bukti yang terkubur. Dan di sanalah—sosok-sosok itu menampakkan diri.

​Keadaannya mengerikan. Jasad-jasad itu tidak lagi utuh; sebagian telah membusuk, sementara sisanya tampak disatukan secara paksa dalam satu liang sempit. Daging yang menghitam dan tulang yang mencuat menjadi saksi bisu dari kekerasan yang mereka alami. Meski waktu mencoba menghapusnya, bekas luka di sana tetap terbaca dengan jelas.

​Jayantaka segera menutup hidungnya dengan kain, namun matanya tetap setajam elang. Ia tidak melihat onggokan jasad itu sebagai mayat, melainkan sebagai sebuah narasi. Jemarinya bergerak, menelusuri bekas tebasan demi tebasan. Satu... dua... tiga... Ia mengamati arah luka, kedalaman sayatan, hingga sudut masuknya bilah senjata.

​Semakin ia meneliti, semakin sesuatu di dalam dirinya bergejolak. Sebuah pola muncul. Pola yang pernah ia kenal. Pola yang seharusnya sudah lama terkubur bersama puing-puing sejarah.

​“Ternyata aku salah...” gumamnya pelan, suaranya berubah menjadi bariton yang berat. “Ini bukan sekadar unit elit yang seharusnya sudah punah.”

​Tangannya terhenti pada satu sayatan yang begitu bersih—terlalu presisi untuk ukuran pertempuran membabi buta.

​“Ini jauh lebih gelap,” matanya menyempit, napasnya tertahan sesaat. “Aku tak menyangka... dua jagal dari Klan Anggrek Hitam yang melakukannya.”

​Jayantaka berdiri perlahan, namun pikirannya justru melesat jauh ke masa lalu, puluhan tahun silam. Saat itu, Klan Anggrek Hitam adalah bayangan yang paling ditakuti oleh pusat Kota Raja Trowulan.

Mereka bukan sekadar kelompok pembunuh; mereka adalah Komplotan pemberontak yang menjalar ke seluruh pelosok tanah Jawa. Ribuan anggotanya bergerak dalam senyap, mencabut nyawa tanpa jejak, dan menghilang sebelum fajar tiba.

​Tak ada yang tahu wajah mereka. Namun, sebuah pengkhianatan besar mengguncang klan tersebut. Dua wakil tertinggi mereka—dua sosok yang berada di puncak hirarki—tiba-tiba membelot tanpa alasan yang jelas.

​Dalam waktu satu minggu, dua orang itu berubah menjadi badai maut. Mereka memburu klan mereka sendiri dengan keganasan yang tak terbayangkan. Markas demi markas dihancurkan, ribuan anggota dibantai tanpa sisa.

Bahkan mereka yang bersembunyi di lubang paling dalam pun tetap ditemukan. Metodenya selalu sama: cepat, bersih, dan mutlak. Dalam tujuh hari, klan yang ditakuti itu lenyap dari muka bumi, bukan oleh pasukan kerajaan, melainkan oleh dua orang jagal dari rahim mereka sendiri.

​Kini, Jayantaka menatap kembali lubang kuburan itu. Bau busuk yang ia hirup bukan lagi sekadar sisa pembantaian biasa. Itu adalah maklumat. Bahwa dua bayangan yang hilang di telan waktu. kini telah ditemukan.

1
saniscara patriawuha.
gasssd polllll manggg otorrrr
🆓🇵🇸 Jenahara
🔥🔥🔥
🆓🇵🇸 Jenahara
semakin seru 🔥
saniscara patriawuha.
gasssdd polllll...
saniscara patriawuha.
ini Ra Kuti yang mana mang otor...
Semoli Ginon
waladalah. 👍👍👍
🆓🇵🇸 Jenahara
wah kaya pasukan es dari utara...
pendekar angin barat
patih Gajahmada mana....
saniscara patriawuha.
lama kalipun mang mada mendongolllll
🆓🇵🇸 Jenahara
mari beraksi 🔥
saniscara patriawuha.
nahhhhh iniiiii...... nihhhhh
🆓🇵🇸 Jenahara
mantap.... Up
saniscara patriawuha.
gassssd pollllll....
saniscara patriawuha.
lanjutttttkannnnn....
🆓🇵🇸 Jenahara
Up 🔥
saniscara patriawuha.
mantappppp polllllll...
👁Zigur👁: makasih b5 nya 🙏🏻
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassdddddd...
saniscara patriawuha.
lanjuttttkannnn....
saniscara patriawuha.
lanjutttttkeunnnnn...
saniscara patriawuha.
mantapppppp..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!