NovelToon NovelToon
Bangkitnya Darah Serigala

Bangkitnya Darah Serigala

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Identitas Tersembunyi / Manusia Serigala / Romansa Fantasi / Anak Genius / Balas Dendam
Popularitas:54.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: hofi03

Kehidupan Jasmine sebagai pemimpin tunggal wilayah Alistair berubah drastis saat dia menyadari keganjilan pada pertumbuhan putra kembarnya, Lucian dan Leo. Di balik wajah mungil mereka, tersimpan kekuatan dan insting yang tidak manusiawi.

Tabir rahasia akhirnya tersingkap saat Nyonya Kimberly mengungkap jati dirinya yang sebenarnya, sebuah garis keturunan manusia serigala yang selama ini bersembunyi di balik gelar bangsawan.

Di tengah pergolakan batin Jasmine menerima kenyataan tersebut, sebuah harapan sekaligus luka baru muncul, fakta bahwa Lucas Alistair ternyata masih hidup dan tengah berada di tangan musuh.

Jasmine harus berdiri tegak di atas dua pilihan sulit, menyembunyikan rahasia darah putra-putranya dari kejaran para pemburu, atau mempertaruhkan segalanya untuk menjemput kembali sang suami.

"Darah Alistair tidak pernah benar-benar padam, dan kini sang Alpha telah terbangun untuk menuntut balas."

Akankah perjuangan ini berakhir dengan kebahagiaan abadi sebagai garis finis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERBANGUN SEUTUHNYA

Pemandangan di dalam ruangan itu benar-benar ajaib, sebuah kontradiksi yang sanggup meluluhkan hati siapa pun yang melihatnya.

Mark, sang prajurit serigala paling ditakuti karena kegarangannya di medan perang, pria yang tubuhnya penuh dengan bekas luka dan auranya se buas badai salju, kini duduk bersandar di dinding batu dengan sangat hati-hati.

Dia tidak bergerak sedikit pun, seolah-olah gerakan sekecil apa pun akan memecahkan sesuatu yang sangat rapuh.

Di pundak kanannya, Leo tertidur pulas dengan mulut sedikit terbuka, tangan kecilnya masih mencengkeram erat jubah kulit Mark, dan kepalanya bersandar nyaman di leher raksasa itu. Napasnya teratur, hangat, dan sesekali dia bergumam kecil dalam mimpinya, mungkin sedang bermimpi sedang menunggangi serigala raksasa melintasi awan.

Di pundak kirinya, Lucian juga telah menyerah pada rasa kantuk, meskipun biasanya dia adalah anak yang waspada, perlindungan yang diberikan Mark terasa begitu kokoh sehingga pertahanannya runtuh, kepalanya terkulai di pundak Mark, dan wajahnya yang biasanya tampak serius kini terlihat sangat damai, sisa air mata di sudut matanya sudah mengering.

Sementara Ketty dan Peter duduk tidak jauh dari sana, menjaga kesunyian dengan khidmat, mereka berdua menatap Mark dengan pandangan tak percaya.

"Siapa yang sangka, Mark sang Penghancur Tulang ternyata bisa menjadi kursi tidur yang empuk," bisik Peter dengan nada menggoda yang sangat pelan.

Mark hanya memberikan tatapan tajam yang menyuruh rekannya itu diam, namun matanya kembali melembut saat menoleh ke arah dua bocah di pundaknya, dia merasakan beban fisik mereka yang ringan, namun beban emosional yang mereka titipkan di pundaknya terasa begitu agung.

Tengah malam, saat semua orang dan penduduk bumi yang lain, sudah pada tidur semua, tiba-tiba Jasmine datang ke ruangan itu.

Dia belum tidur semalaman karena bekerja di ruang bawah tanah, matanya merah, dan dia datang dengan niat menjemput anak-anaknya yang semalam ada di sini.

Jasmine terpaku melihat Mark yang masih dalam posisi yang sama sejak semalam, pria raksasa itu rupanya tidak tidur demi menjaga agar posisi Lucian dan Leo tetap nyaman.

"Mark..." bisik Jasmine pelan, suaranya bergetar.

Mark mendongak, memberikan isyarat dengan jarinya di depan bibir agar Jasmine tidak berisik.

"Mereka baru benar-benar nyenyak dua jam yang lalu, Yang Mulia," Mark dengan suara serak.

"Mereka sangat merindukan ayahnya," lanjut Mark.

Jasmine mendekat, lututnya terasa lemas, dia melihat betapa kecilnya anak-anaknya dibandingkan dengan tubuh besar Mark, dengan hati-hati Jasmine menyentuh pipi Leo yang hangat, lalu beralih ke Lucian.

"Terima kasih, Mark, kamu tidak tahu apa yang sudah kamu berikan pada mereka malam ini," ucap Jasmine dengan air mata yang kembali mengalir, namun kali ini adalah air mata haru.

Jasmine memang bisa saja menghancur ribuan pasukan dengan senjata peledak yang dia rakit, tapi satu kelemahannya, yaitu anak-anak nya.

"Saya tidak memberikan apa-apa, Yang Mulia," jawab Mark rendah.

"Merekalah yang memberikan saya alasan untuk merasa menjadi ksatria lagi, bukan sekadar monster yang bersembunyi di hutan," lanjut Mark, melirik Leo dan Lucian yang masih terlelap.

"Terimakasih, kamu bisa turunkan mereka, karena kamu juga butuh istirahat," ucap Jasmine, pelan.

"Saya tidak merasa keberatan, walaupun harus menggendong mereka seharian," jawab Mark, menggeleng kan kepala nya.

"Tidak, kamu harus istirahat sebelum latihan tiba Mark," ucap Jasmine, tegas.

Akhirnya, perlahan, Jasmine dan Mark bekerja sama memindahkan kedua bocah itu ke tempat tidur yang lebih layak.

Saat tubuh Leo diangkat dari pundak Mark, bocah itu sempat merengek kecil, mencari-cari kehangatan gunung tempatnya bersandar tadi, namun Jasmine segera memeluknya erat.

Jasmine membawa kedua anak nya kembali ke kamar nya.

Mark sudah menawarkan diri untuk membantu membawa mereka, tapi Jasmine menolak nya dengan halus, karena tidak ingin merepotkan pria raksasa itu lagi, lagi pula jarak antara kamar tamu dan kamar nya, tidak terlalu jauh, Jasmine masih untuk menggendong mereka berdua.

Setelah anak-anak tertidur di kamar nya, Jasmine berdiri di balkon, menatap matahari gelap nya langit, membiarkan kulit nya di terpa dinginnya angin malam.

Kekuatannya kini telah kembali sepenuhnya, dia tidak lagi merasa sendirian, dia punya Nyonya Kimberly, Ethan, para ksatria, dan kini, klan serigala liar yang telah memberikan hati mereka untuk anak-anaknya.

"Waktu kita tinggal sedikit, Lucas," gumam Jasmine, menatap ke arah utara.

"Pasukanmu sudah siap, dan mereka memiliki alasan paling kuat di dunia untuk menghancurkan musuhmu, yaitu Cinta dari anak-anak yang menunggumu pulang," lanjut Jasmine, memejamkan mata nya, seolah sedang merasakan dimana keberadaan suaminya.

Setelah cukup lama berdiri di sana, Jasmine kembali masuk ke dalam kamar nya, dan ikut merebahkan tubuhnya di samping anak-anak nya.

Cup

Cup

"Bertahan sedikit lagi, Sayang," gumam Jasmine, mencium Leo dan Lucian.

Jasmine ikut terlelap dengan memeluk kedua anak nya, membiarkan angin malam membungkus rindu mereka untuk seorang pria yang jauh di sana.

"Jasmine..."

Suara berat itu hanya berupa bisikan yang tertahan di tenggorokan, namun gema namanya di dalam pikiran Lucas terasa seperti ledakan energi.

Di dalam sel bawah tanah yang lembap dan dingin milik musuh, Lucas duduk bersila.

Rantai perak yang melilit pergelangan tangan dan lehernya mengeluarkan bunyi gemerincing halus setiap kali dia bernapas.

Perak itu membakar kulitnya, dirancang khusus untuk menekan insting hewan di dalam dirinya.

Jauh di dalam kesadarannya, seekor serigala raksasa dengan mata sebiru es yang selama ini ia kunci rapat-rapat, mulai mengerang.

Dulu, Lucas takut akan kegelapan ini, dia takut jika dia membiarkan sisi monster itu mengambil alih, dia tidak akan bisa lagi menyentuh pipi Jasmine dengan lembut.

Namun sekarang, rasa takut itu terbakar habis oleh kerinduan.

Lucas memejamkan mata nya, memfokuskan seluruh sisa kekuatan nya, dia tidak lagi melihat kegelapan sel, melainkan bayangan samar Jasmine yang sedang tidur memeluk kedua putra mereka.

"Tunggu aku..." bisik Lucas, berdesis.

Otot-otot di punggungnya mulai berdenyut, luka-luka di tubuhnya yang semula sulit sembuh karena racun perak, perlahan menutup, dan sel-sel tubuhnya mulai berevolusi, dipicu oleh tekad murni untuk kembali pulang.

"Kau salah jika mengira cinta adalah kelemahanku," gumam Lucas dengan suara yang kini terdengar lebih dalam, lebih bergema.

"Cinta adalah alasan kenapa aku akan meratakan tempat ini," geram Lucas, dengan lolongan yang tertahan

Di saat yang sama, di kediaman Alistair, Mark yang baru saja hendak memejamkan matanya tiba-tiba tersentak bangun.

Bulu kuduk pria raksasa itu berdiri, sebagai seorang serigala, dia merasakan sebuah panggilan.

Mark berjalan menuju jendela, menatap ke arah utara dengan tatapan tajam nya, dia bisa merasakan aura yang sangat kuat, sebuah otoritas yang hanya dimiliki oleh pemimpin tertinggi.

"Darah Murni," bisik Mark, mengepalkan tangannya di atas dada.

"Dia sudah bangun seutuhnya."

1
Wulan Sari
ia ayo jangan buat nerves semua yg baca Thor itu pasti bs di buka semangat 💪
Ulufi Dewi
kukirim vote biar smangat nulisnya dan dobel up.....
Wulan Sari
semangat lanjuuuut bacaaa❤️
Kavina
Deg²an gw baca nya njirr 🥺
Ulufi Dewi
apakah lucas berubah menjadi srigala manusia seperti mark❓
Wulan Sari
semoga semuanya bisa teratasi dan mendapat kemenangan sampai serius bacanya eh episodenya habis, ayo Thor lanjut lg seru2 nih semangat
Rahma Sari
sangat sangat bagus....lanjut tour...
kaylla salsabella
semoga berhasil
Tiara Bella
Daebak semoga Lucas berhasil ya dan berkumpul dngn keluarga nya kembali amiin....
kaylla salsabella
ya Alloh ikut deg" an
kaylla salsabella
Lucian, Steven, mark
kaylla salsabella
ayo Lucian kau pasti bisa
Tiara Bella
berasa lg nnton film gk sh....campur degdegan.....
renjani
lucas hayo berjuang😍😍 cinta dan mutiaramu menunggumu..hayo lucas semangat💪💪💪
renjani
Thor jgn buat was2 donk..lucas pasti bebaskan..mine hayu semangat..💪
renjani
ga bisa berhenti baca..lanjut thor👍💪
Chika Aulia
semoga kalian bisa bersatu/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
renjani
tegang..seru..luar biasa..👍👍 seakan ikut hanyut dalam cerita..👍👍 tks thor👍
Leni Ani
lanjut💪💪💪💪💪👍
Ayu Oktaviani
sungguh 😭😭 semoga aja Lucas bisa mengatasinya tanpa ada yg kurang,semoga bisa berkumpul, twins ayo bantu ayahmu dgn darah murni kalian. di tunggu up selanjutnya thor. makasih udah up banyak ,tp aplh dy driku in ttp merasa kurang🤭🙏 soal nya lagi seru² nya di gantung😭 hrs nggu bsk lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!