NovelToon NovelToon
Ternyata Dia Masih Ada

Ternyata Dia Masih Ada

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:179
Nilai: 5
Nama Author: Auliya Wulandari

Duan Melahirkan di usia 16 tahun, selama 7 tahun ini ia selalu percaya jika putra yang ia lahirkan dengan mempertaruhkan nyawa malah meninggal di hari kelahirannya, namun siapa yang menyangka saat dirinya kembali ke ibu kota muncul seorang bocah laki laki yang sangat menyebalkan namun Yan Fei merasa dirinya tak bisa membiarkan bocah itu jauh darinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak yang Penuh Trik

Anak ini terlihat jelas penuh tipu daya. Ia mengaku dirinya hanyalah rumput liar yang tak diinginkan siapa pun, seolah tak memiliki tempat berpijak di dunia ini. Namun, apakah Yanfei begitu buta hingga bisa dibodohi dengan mudah? Bocah itu baru berusia lima tahun, namun tatapan dan sikapnya terasa jauh lebih dewasa dari usianya. Jelas-jelas ia hanyalah anak nakal yang kabur dari rumahnya sendiri. Entah apa kesalahan atau perbuatannya hingga, meski sudah menghilang selama satu malam penuh, tidak ada satu pun orang yang datang mencarinya atau menanyakan keberadaannya ke pihak berwenang.

“Makanlah dengan tenang dan jangan banyak berpikir. Setelah kau selesai makan dan membersihkan diri, seorang tabib akan datang untuk memeriksa kembali lukamu dan memastikan kondisimu sudah benar-benar aman,” kata Yanfei dengan nada datar namun tetap lembut. Ia tidak ingin menuntut kebenaran saat ini juga; biarlah waktu yang menjawab siapa sebenarnya anak itu.

Setelah berbicara demikian, ia melangkah menuju ruang kecil di sebelah kamar untuk bersiap-siap membersihkan diri dan berganti pakaian. Di sana, Li Xia sudah menyiapkan air hangat serta peralatan mandi dan hiasan yang dibawa dari kediaman. Dengan gerakan terampil dan penuh kehati-hatian, pelayan setianya itu membantu sang nona menyisir rambut panjangnya, merapikan tatanan rambut, serta mengenakan gaun sutra baru yang indah dan berwarna keemasan lembut.

Sementara itu, di kamar utama, Gu Xian yang mendengar suara langkah kaki menjauh hanya mengangguk pelan. Ia menunggu hingga suasana di ruang sebelah menjadi sunyi sepi, baru kemudian turun perlahan dari atas ranjang. Matanya melirik sekeliling ruangan, lalu terhenti sesaat ke arah pintu tempat Yanfei pergi. Dalam hatinya, ia bergumam: “Kediaman keluarga Duan… dan juga kediaman Wei Ya.”

Gadis itu memang sering berkata-kata tegas dan terdengar kejam, namun hatinya sangat lembut dan mudah tergerak oleh rasa iba. Selama bertahun-tahun ia berusaha mencari seseorang yang memiliki latar belakang kuat namun tetap memiliki hati yang tulus, seseorang yang bisa menjadi tempat berlindung dan melindunginya dari bahaya yang terus mengintai. Dan kini, setelah sekian lama berusaha dan mencoba berbagai cara, ia akhirnya bertemu dengan orang yang tepat.

Tak lama kemudian, Li Xia kembali ke kamar untuk memeriksa keadaan anak itu. Ia melangkah masuk dengan niat membawakan air bersih, namun matanya langsung terkejut melihat tempat tidur yang sudah kosong.

“Nona,” panggil Li Xia sambil melangkah cepat menuju ruang sebelah. “Bocah itu… ia sudah tidak ada di kamar. Sepertinya ia sudah pergi meninggalkan penginapan ini.”

Yanfei yang sedang dihias hanya membuka matanya sebentar, lalu mengangguk pelan seolah sudah menduga hal itu akan terjadi. “Hm… baiklah, biarkan saja jika memang itu keinginannya. Tidak perlu mencarinya atau memikirkannya lagi untuk saat ini. Sekarang, cukup kenakan beberapa perhiasan sederhana saja, jangan terlalu mencolok.”

Li Xia mengangguk patuh dan melanjutkan pekerjaannya dengan hati-hati. Ia memasangkan anting-anting mutiara halus, kalung dari batu giok bening, serta jepit rambut yang sederhana namun terlihat elegan. Dalam waktu singkat, penampilan Yanfei sudah rapi dan siap untuk menghadiri acara resmi.

Keduanya pun melangkah keluar dari kamar menuju halaman depan penginapan. Di sana, kereta kuda yang sudah dipesan sejak pagi hari sudah siap menunggu dengan kusir yang sudah bersiap di tempatnya.

“Nona, silakan naik,” ujar kusir dengan sopan sambil membuka pintu kereta.

Yanfei melangkah masuk dan duduk dengan tenang, lalu kereta itu pun segera melaju meninggalkan kawasan penginapan, menuju ke arah kediaman keluarga Wei yang terletak di bagian utara kota, tempat di mana jamuan makan malam keluarga besar itu akan diselenggarakan.

Setelah sekitar satu jam perjalanan, kereta akhirnya berhenti di depan gerbang megah yang dijaga ketat oleh pengawal. Begitu pintu kereta terbuka dan Yanfei turun, sebuah suara yang sangat dikenalnya langsung menyambutnya dengan gembira.

“Fei Fei, akhirnya kau sampai juga! Aku sudah menunggumu cukup lama,” seru Yan Xumin yang berdiri di sana dengan senyum lebar tak pernah lepas dari wajahnya. Ia segera melangkah mendekat dan menyambut kedatangan sahabatnya itu.

Yanfei tersenyum melihat kehadiran sahabatnya, lalu mengeluh sedikit sambil melangkah mendekat. “A Min, udara sore ini terasa sangat dingin dan anginnya cukup kencang. Mengapa kau berdiri di luar begitu lama dan tidak masuk ke dalam saja?”

Yan Xumin menggeleng sambil merangkul lengan Yanfei dan membawanya melangkah masuk ke dalam halaman. “Aku sudah sempat berkunjung ke kediamanmu tadi siang. Ibumu berkata bahwa kau menginap di luar semalam, namun tidak menyebutkan tempatnya dan juga tidak menjelaskan alasannya. Sungguh membuat orang merasa cemas dan tidak tenang seharian ini.”

Yanfei tertawa kecil mendengar keluhan itu. “Maafkan aku. Tadi malam aku pulang terlalu larut dan merasa sudah terlalu lelah, jadi aku memutuskan untuk menginap sebentar di tempat terdekat saja daripada harus melaju pulang dalam keadaan gelap dan dingin.”

“Dasar kau ini! Di mana ada seorang wanita muda dari keluarga terhormat yang bertindak sembarangan seperti itu?” ujar Yan Xumin sambil menggelengkan kepala, bercampur rasa kesal dan sayang.

Yanfei hanya tersenyum lebar dan menjawab dengan nada bercanda, “Orang seperti itu ada di sini, tepat di hadapanmu ini.”

Mendengar jawaban itu, Yan Xumin hanya bisa menghela napas panjang sambil menggeleng kepala tak habis pikir. Benar-benar sulit untuk mengubah kebiasaan sahabatnya ini. Apakah setelah terpisah selama enam tahun dan melalui berbagai kejadian pahit, ia masih belum belajar untuk lebih berhati-hati dan menjaga nama baik dirinya? Bermalam di luar kediaman tanpa pendampingan keluarga adalah hal yang sangat berisiko dan bisa menimbulkan banyak gosip tidak baik di tengah masyarakat.

“Sudahlah, aku benar-benar tidak sanggup melarang atau melawan keinginanmu. Ayo kita masuk ke dalam, tamu lain sudah mulai berdatangan,” kata Yan Xumin akhirnya, memutuskan untuk tidak membahas hal itu lebih lanjut agar tidak merusak suasana.

Karena kedatangan mereka bersamaan, keduanya berjalan berdampingan memasuki halaman yang luas. Sesampainya di depan aula utama, seorang pelayan segera mendekat dan membimbing mereka ke arah taman bunga plum yang sudah dihias sedemikian rupa. Di sana, sudah berkumpul banyak wanita muda dari berbagai keluarga bangsawan yang datang menghadiri undangan.

Begitu melihat kedatangan mereka, terutama melihat pakaian dan tanda kebesaran yang dipakai Yan Xumin, para wanita muda itu segera berdiri dan memberi penghormatan dengan nada hormat.

“Kami menyapa Putri Qingyan.”

“Selamat datang, Putri Qingyan dan Nona Duan.”

Saat itulah suasana berubah menjadi lebih khidmat namun tetap riuh. Para wanita muda itu saling menyapa, berbasa-basi, mengobrol tentang mode terbaru, kabar di istana, hingga memuji pakaian dan perhiasan yang dikenakan satu sama lain. Namun di balik senyum dan kata-kata manis itu, terasa jelas suasana persaingan yang halus—saling memuji sekaligus berusaha menjilat untuk mendapatkan perhatian dan kedekatan dengan mereka yang memiliki kedudukan lebih tinggi.

Yanfei hanya mengamati semua itu dengan tatapan tenang. Ia sudah terbiasa melihat suasana seperti ini sejak kecil, namun tetap merasa agak bosan mendengar kata-kata yang terasa dipaksakan dan tidak tulus. Ia hanya berharap acara ini segera berakhir agar ia bisa kembali ke kediaman dan beristirahat dengan tenang..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!