NovelToon NovelToon
Bocah Cadel Itu Suami Ku

Bocah Cadel Itu Suami Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Perjodohan
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Brielle Ardelia Noor selalu hidup bak putri kerajaan—dikelilingi keluarga hangat, kakak-kakak jahil, dan Daddy yang selalu memanjakannya.

Sampai suatu malam… hidupnya berubah.

Demi menyelamatkan perusahaan keluarga, Brielle harus menerima perjodohan dengan putra keluarga rival.

Masalahnya?
Calon suaminya adalah cowok dingin, menyebalkan… dan seorang bocah cadel yang paling ingin ia hindari.

Namun, siapa sangka—di balik tutur katanya yang tak sempurna, tersembunyi cinta paling tulus yang belum pernah sebelumnya Brielle temui

•“Katanya dia cadel dan aneh…
Tapi kenapa cuma dia yang mampu bikin Princess Noor jatuh paling dalam?” ✨


•“Dijodohkan demi bisnis? Brielle siap memberontak.
Tapi semuanya berubah saat si bocah cadel itu mulai memanggilnya… ‘istri’.” 💍

" kenapa harus bocah kek lu sih, yang jadi Suami gw~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa yang harus di pilih??

Balapan malam itu dimenangkan oleh Dravin Clutch. Nevran berhasil finis pertama dengan selisih jauh dari ketua geng Venom, yang wajahnya berubah merah menahan amarah.

“Lo curang, Garendra!” teriak ketua Venom sambil melepas helm.

Nevran turun dari motor dengan tenang. Matanya dingin, tidak terpengaruh dengan tuduhan itu. “Kalah ya kalah. Jangan banyak alasan.”

Geng Venom pergi dengan muka masam. Geng Dravin Clutch bersorak kecil, tapi Nevran sudah berbalik tanpa banyak ekspresi.

“Bos, lo keren abis!” seru Derryl.

“Pulang,” ucap Nevran singkat.

---

Sesampainya di rumah, suasana masih gelap. Lampu ruang tamu menyala redup. Nevran melepas jaketnya, hendak naik ke kamar, tapi langkahnya terhenti.

Brielle tertidur di sofa.

Gadis itu meringkuk, tangan kanannya menggenggam ponsel yang masih menyala—menampilkan chat dengan Elvaro. Pesan terakhir dari Elvaro: “Aku kangen, Sayang. Besok kita ketemu ya.”

Belum dibalas.

Nevran berjalan mendekat, lalu jongkok di samping sofa. Matanya menatap wajah Brielle yang tenang. Cantik. Selalu cantik. Tapi ada yang mengganjal di dadanya.

Dia masih sayang Elvaro.

Dia masih pacaran dengan dia.

Dan gue? Gue cuma suami dalam status.

Ia menghela napas pelan. Dengan hati-hati, Nevran mengangkat tubuh Brielle—satu tangan di punggung, satu tangan di bawah lutut. Gadis itu bergumam pelan, tapi tidak terbangun.

“El...” bisik Brielle dalam tidurnya.

Nevran membeku.

Dia mimpiin Elvaro.

Rahangnya mengeras. Tangannya hampir melepaskan, tapi ia tahan. Ia tetap membawa Brielle ke kamarnya, membaringkan dengan lembut, lalu menarik selimut hingga menutupi dada gadis itu.

Ia berdiri di samping kasur, menatap Brielle yang terus bergumam tidak jelas. Dadanya sesak. Tapi ia tidak bisa marah. Ia tidak punya hak.

Gue yang maksa nikah. Gue yang maksa dia ninggalin kebebasannya. Gue yang...

Ia mengecup kening Brielle pelan. Lalu pergi menutup pintu.

---

Pagi harinya, Brielle bangun dengan posisi masih di kamarnya. Ia mengerjap bingung. Bukannya tadi gue tidur di sofa?

Ia turun dari kasur, berjalan ke dapur. Nevran sudah duduk di meja makan dengan secangkir kopi hitam. Wajahnya lebih dingin dari biasanya.

“Cadel, tadi... lo yang angkat gue?”

“Enggak.”

“Terus gue bisa pindah sendiri?”

“Hantu.”

Brielle mendelik. “CADELL!”

Tapi Nevran sudah berdiri, membawa kopinya ke ruang tamu. Meninggalkan Brielle yang bingung sekaligus kesal.

Ada apa dengan dia?

---

Jam istirahat, di depan kelas

Elvaro datang dengan senyum khasnya. Dua sahabatnya ikut di belakang, langsung menyapa beberapa teman sekelas.

“Princess,” panggil Elvaro lembut.

Brielle tersenyum. “El.”

Elvaro meraih tangan Brielle, menggenggamnya erat. “El kangen. Akhir-akhir ini lo sibuk banget.”

“Maaf, El. Belakangan ini aku—“

“Fokus belajar. Iya, lo bilang itu setiap hari.” Elvaro tersenyum, tapi matanya sedikit sayu. “El boleh percaya, kan?”

Brielle menggigit bibir. Rasa bersalah menusuk dadanya. “Iya, El. Janji.”

Di pojok ruangan, Nevran menatap pemandangan itu dengan tangan mengepal. Axel dan Haikal yang duduk di sampingnya bisa merasakan aura dingin yang keluar dari tubuh Bos mereka.

“Bos...” Haikal mencoba.

Nevran berdiri. Ia berjalan keluar kelas tanpa melihat ke belakang.

---

Di belakang gedung olahraga, Nevran duduk di pagar rendah. Sepotong rokok di tangannya, tidak dihisap—hanya diputar-putar di antara jari.

Pintu besi terbuka. Brielle masuk.

“Cadel, lo dari tadi ngapain di sini? Sendirian lagi.”

Nevran tidak menjawab.

Brielle duduk di sampingnya. Tidak terlalu dekat, tidak terlalu jauh. “Lo kenapa? Dari pagi jutek banget.”

“Biasa aja.”

“Gak biasa. Lo tuh... ada apa?”

Nevran menatap Brielle. Matanya dalam, tapi ada luka di sana. “Lo masih sayang Elvaro?”

Brielle terdiam.

“Lo masih mimpiin dia. Tadi malam, pas gue angkat lo ke kamar, lo bisik-bisik nama dia.”

Brielle membeku. “Gue... gue mimpi apa?”

“Lo tahu sendiri.”

Hening. Angin sore berhembus.

“Cadel...” Brielle menggigit bibir. “Gue gak bisa bohong. Gue sayang Elvaro. Gue udah sama dia lama. Tapi...”

“Tapi apa?”

“Tapi gue juga mulai...” Brielle menghela napas. “Gue bingung, Cadel. Lo ada di sini. Lo jadi suami gue. Lo kadang dingin, kadang nyebelin, tapi lo juga... lo juga perhatian dengan cara lo sendiri.”

Nevran diam.

“Gue gak tahu harus gimana,” lanjut Brielle, suaranya bergetar. “Gue gak mau nyakitin Elvaro. Tapi gue juga... gue gak bisa pura-pura gak ngerasain apa-apa sama lo.”

Nevran mematikan rokoknya, membuang jauh-jauh.

“Gue gak maksa lo buat pilih sekarang,” ucapnya pelan. “Tapi gue cuma mau lo tahu... gue gak akan pergi. Mau lo pilih dia atau lo pilih gue... gue tetap di sini.”

Brielle menatap Nevran. Matanya berkaca-kaca.

“Cadel... lo tuh bikin gue tambah bingung.”

“Biarin.”

“Gue benci lo.”

“Iya, gue tahu.”

Brielle mendengus. Tapi tiba-tiba—ia memukul dada Nevran pelan. “Dasar cadel menyebalkan.”

Nevran tersenyum tipis. “Lo juga menyebalkan.”

Mereka duduk berdampingan dalam diam. Tidak bergandengan. Tapi bahu mereka sesekali bersentuhan. Dan untuk beberapa saat, semua kerumitan itu terasa sedikit lebih ringan.

---

Bel masuk berbunyi.

“Ayo balik,” ucap Brielle berdiri.

“Lo duluan.”

“Kenapa?”

“Nanti orang lihat kita bareng, tambah heboh.”

Brielle mendelik. “Lo tuh...”

“Apa?”

“Mikir aja kadang bener.” Brielle berjalan meninggalkan Nevran, tapi di ambang pintu, ia berhenti. “Cadel.”

“Apa?”

“Makasih... udah angkat gue semalem. Dan maaf... gue mimpiin dia.”

Nevran hanya mengangguk.

Brielle pergi. Nevran masih duduk di pagar, menatap langit sore yang mulai jingga.

Gue tunggu, Cici.

Gue tunggu sampe lo bisa liat gue.

Bukan sebagai suami paksaan.

Tapi sebagai... satu-satunya.

Bersambung

1
Arin
Itu artinya biar dirimu sadar apakah ada Cadel di hatimu? Apakah dirimu merasa kehilangan karena cadel tidak suka usil lagi...... Coba tanya hatimu Elle? Cadel pentingkah dihatimu???
SANG
Lanjutkan aksimu dek💪👍
SANG
Widih...
SANG
Asik banget💪👍
SANG
Wah.....
kikyoooo
mangat mangat ... sesama author🤭
Alia Chans: thancu dah mampir😉
total 1 replies
SANG
Aku kasih apa ya, bintang lima aja deh. Moga sampai tamat dan mendapatkan rangking.
SANG
Semangat dek👍💪
SANG: Oke dek. lanjut💪👍
total 2 replies
SANG
Lanju👍💪
SANG
Bunga untukmu dek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Jhylara_Anfi
orang2 tulisan pada rapi gini ya, ga kaya aku sih yg masih amburadul
Jhylara_Anfi: iyah pastinya💪
total 2 replies
Lucky Ferdinand Sihombing
lanjutttgt
Lucky Ferdinand Sihombing
Gak brisik gak Briellle 🤣🤣
Lucky Ferdinand Sihombing
lucu bet mereka berantam 🤣🤣
Lucky Ferdinand Sihombing
hadir 💪
jeeny sihombing
lanjut pokoknya💪
jeeny sihombing
keren
cila_aa
Haii salam kenal kak🖐


bantu support juga yaa😇
Alia Chans: Salken juga kk☺
total 1 replies
Wulandari Ayuningtyas
et si cadel bisa ae maen nyosor aja 😩
Wulandari Ayuningtyas: wkwk🤣🤣
total 2 replies
Wulandari Ayuningtyas
itu om om suruh share lok buruan thor,mau aku gampar dengan kata kata 🤣
Wulandari Ayuningtyas: iya biar sadar dia 🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!