NovelToon NovelToon
The Employer

The Employer

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Misteri / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: zanizen_

Bagi Laily, mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan di rumah mewah keluarga Arshawirya adalah sebuah keberuntungan—kesempatan kedua untuk mengubur masa lalu kriminalnya.

Jeffran Arshawirya adalah suami sempurna yang tampan dan penuh perhatian, sementara istrinya, Selina, tampak seperti wanita kaya yang tidak stabil dan gemar menyiksanya dengan aturan tak masuk akal.

Namun, di balik kemegahan rumah serbaputih itu, tersimpan gema masa lalu yang mengerikan. Sebuah rumor berbisik bahwa Selina pernah mencoba membunuh putrinya sendiri di bak mandi. Ketika batas profesional antara Laily dan Jeffran mulai mengabur dalam satu malam yang terlarang, Laily menyadari satu hal: di rumah ini, tidak ada yang benar-benar jujur.

Apakah Selina memang seorang psikopat yang berbahaya, ataukah ada skenario yang jauh lebih gelap yang sedang mengintai nyawa Laily? Ingat, di rumah ini, salah memilih langkah bisa berarti kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zanizen_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter dua puluh enam

Aku tidak bisa pergi menonton pertunjukan drama kelas atas itu dengan mengenakan celana jins dan kaus—itu sudah pasti. Aku sudah memeriksa secara daring, dan secara resmi memang tidak ada aturan berpakaian tertentu, tetapi rasanya tetap saja salah. Lagipula, Jeffran bilang dia akan berganti pakaian, jadi aku juga perlu mengenakan sesuatu yang bagus.

Masalahnya adalah, aku tidak memiliki satu pun pakaian yang bagus.

Atau mungkin, secara teknis aku punya. Aku memiliki kantong berisi pakaian yang diberikan Selina kepadaku. Aku sudah menggantung pakaian-pakaian itu agar tidak rusak, tetapi aku belum pernah mengenakan satu pun di antaranya. Sebagian besar adalah gaun-gaun mewah, dan aku tidak punya banyak kesempatan untuk berdandan heboh selagi membersihkan rumah keluarga Arshawirya. Aku tidak benar-benar ingin mengenakan gaun panjang hanya untuk menyedot debu.

Namun malam ini adalah kesempatan untuk berdandan. Mungkin satu-satunya kesempatan seperti ini yang akan kupunya untuk waktu yang lama.

Masalah terbesarnya adalah semua gaun itu berwarna putih yang sangat menyilaukan. Jelas sekali, itu adalah warna favorit Selina. Putih bukanlah warna favoritku. Aku bahkan tidak berpikir kalau aku punya warna favorit, apa pun asalkan bukan oranye. Namun aku tidak pernah suka mengenakan pakaian putih karena sangat mudah kotor. Aku harus ekstra hati-hati malam ini. Dan aku tidak akan mengenakan pakaian yang serbaputih, karena aku tidak punya sepatu berwarna putih. Yang kupunya hanyalah sepatu hak tinggi berwarna hitam, jadi itulah yang akan kukenakan.

Aku memeriksa gaun-gaun itu, mencoba mencari tahu mana yang paling cocok untuk malam ini. Semuanya indah, dan juga sangat seksi. Aku memilih gaun koktail pas badan yang panjangnya tepat di atas lutut dengan kerah model tali leher berenda. Aku sempat berasumsi karena Selina bertubuh jauh lebih berisi daripada aku, gaun itu akan longgar di badanku. Namun dia pasti membelinya bertahun-tahun yang lalu—gaun itu melekat begitu sempurna di tubuhku, aku bahkan tidak akan bisa menemukan sesuatu yang lebih baik jika aku membelinya khusus untuk diriku sendiri.

Aku berdandan dengan riasan yang sederhana saja. Hanya beberapa olesan lipstik, sedikit eyeliner, dan selesai. Apa pun yang terjadi malam ini, aku akan menjaga perilakuku. Hal terakhir kali yang kuinginkan, justru malah mendatangkan masalah baru.

Dan aku tidak meragukan sedikit pun bahwa jika Selina mencium aroma ketertarikan apa pun antara aku dan suaminya, dia akan menjadikannya misi pribadi untuk menghancurkanku.

Jeffran sudah berada di ruang tamu ketika aku turun tangga. Dia mengenakan jas abu-abu dengan dasi yang serasi, dan dia meluangkan waktu untuk mandi serta memperhalus rahangnya dengan mencukur rambut-rambut tipis di dagunya.

Dia terlihat... Oh Tuhan! Dia terlihat luar biasa. Sangat tampan hingga membuatku terpana. Begitu tampan, sampai-sampai aku ingin menarik kerah jasnya. Namun hal yang paling menakjubkan adalah cara matanya yang terbelalak lebar saat dia menangkap sosokku, dan dia menarik napas dalam-dalam hingga terdengar jelas.

Dan kemudian untuk beberapa saat, kami berdua hanya saling menatap.

"Astaga, Laily." Tangannya sedikit gemetar saat merapikan dasinya. "Kau terlihat..."

Dia tidak menyelesaikan kalimatnya, yang mana itu mungkin hal yang baik. Karena cara dia menatapku bukanlah cara yang seharusnya kau tunjukkan pada wanita yang bukan istrimu.

Aku membuka mulut, bertanya-tanya apakah aku harus bertanya kepadanya apakah ini ide yang buruk. Apakah mungkin sebaiknya kami membatalkan seluruh rencana ini. Namun aku tidak bisa memaksa diriku sendiri untuk mengatakannya.

Jeffran berhasil mengalihkan pandangannya dariku dan melihat ke arah jam tangannya. "Sebaiknya kita segera berangkat. Mencari tempat parkir bisa sangat merepotkan di sekitar area gedung pertunjukkan."

"Ya, tentu saja. Mari kita pergi."

Tidak ada jalan untuk kembali sekarang.

Aku merasa hampir seperti seorang selebritas saat menggeser tubuh masuk ke kursi kulit yang sejuk di mobil BMW milik Jeffran. Mobil ini sama sekali tidak seperti mobil Ayla-ku. Jeffran naik ke kursi pengemudi dan saat itulah aku menyadari rok gaunku tersingkap naik ke pahaku. Ketika aku mengenakan gaun itu, panjangnya hampir mencapai lutut, tetapi saat duduk, entah bagaimana posisinya menjadi di tengah paha. Aku menariknya ke bawah tetapi begitu aku melepaskannya, rok itu kembali tersingkap naik.

Untungnya, mata Jeffran tertuju pada jalanan saat kami keluar dari gerbang yang mengelilingi properti tersebut. Dia adalah suami yang baik dan setia. Hanya karena dia tampak seolah hampir pingsan saat melihatku mengenakan gaun ini, bukan berarti dia tidak akan bisa mengendalikan dirinya.

"Saya sangat bersemangat tentang hal ini." Komentarku saat dia melajukan mobilnya menuju jalan tol.

"Saya tidak percaya saya akan menonton Drama Showdown."

Dia mengangguk. "Aku dengar pertunjukannya luar biasa."

"Saya bahkan mendengarkan beberapa lagunya lewat ponsel saya saat sedang berdandan tadi." Aku mengaku.

Jeffran tertawa. "Kau bilang kita berada di baris keenam, kan?"

"Benar sekali." Bukan saja kami akan menyaksikan pertunjukan paling populer di Ibu Kota, tetapi jarak kami sangat dekat, hingga kami hampir bisa menyentuh para aktornya. Jika mereka melafalkan dialog dengan terlalu bersemangat, kami akan dihujani oleh air liur mereka. Dan anehnya, aku merasa bersemangat tentang hal itu.

"Tetapi, dengar..." Aku menahan ucapanku.

Dia mengangkat alisnya.

"Saya merasa tidak enak karena Anda tidak pergi bersama Selina." Aku menarik-narik ujung rokku, yang tampaknya sedang mengemban misi untuk memamerkan pakaian dalamku. "Dialah orang yang menginginkan tiket-tiket ini."

Jeffran mengibaskan tangannya. "Jangan khawatir tentang itu. Selama masa pernikahan kami, Selina sudah menonton lebih banyak pertunjukan drama daripada yang bisa kuhitung. Ini adalah hal yang istimewa bagimu. Kau akan benar-benar menikmatinya. Aku yakin dia juga ingin kau menikmatinya."

"Hmm." Aku tidak begitu yakin tentang itu.

"Percayalah padaku. Tidak apa-apa."

Dia memperlambat laju mobilnya lalu berhenti di lampu merah. Saat jari-jarinya mengetuk-ngetuk setir mobil, aku menyadari pandangannya beralih dari kaca depan. Setelah beberapa saat, aku menyadari ke mana arah pandangannya.

Dia sedang melihat ke arah kakiku.

Aku mengangkat pandanganku, dan dia menyadari bahwa dia telah tertangkap basah. Pipinya merona merah dan dia langsung memalingkan wajah.

Aku menyilangkan kaki dan mengubah posisi dudukku. Selina pasti tidak akan senang jika dia mengetahui tentang semua ini, tetapi tidak ada kemungkinan dia akan mengetahuinya. Dan lagipula, kami tidak melakukan sesuatu yang salah. Memangnya kenapa kalau Jeffran melihat ke arah kakiku? Melihat bukanlah sebuah kejahatan. Meskipun Jeffran tampak tertuju pada paha mulusku.

.

.

.

.

.

.

To be continue....

Like gaes🥰

1
Kim Borahae
hi, saya pembaca baru. ceritanya bagus. semangat ya 💪

btw, saya pun baru mula menulis novel, kalau ada masa, boleh singgah profile. terima kasih 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!