NovelToon NovelToon
PEMURNIAN MUTLAK

PEMURNIAN MUTLAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Action
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Takindomaru

Lin Fan, seorang pemuda dari Clan Lin yang hampir punah, dilahirkan dengan meridian tertutup—cacat bawaan yang membuatnya dijuluki "Sampah Klan" selama 16 tahun. Dihina oleh tunangannya, dicampakkan oleh kerabat, dan dipaksa bekerja sebagai pelayan, Lin Fan hidup dalam bayang-bayang rasa malu.
Namun, nasib berubah ketika ia secara tidak sengaja menemukan sebuah Manik Giok Hitam berdarah di reruntuhan kuno keluarganya. Manik itu tidak memberinya kekuatan instan, melainkan kemampuan terlarang: "Pemurnian Mutlak". Ia bisa mengubah limbah qi menjadi esensi murni, menyempurnakan pil sampah menjadi obat dewa, dan melihat kelemahan setiap teknik musuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Takindomaru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Badai di Dalam Istana Zhao

Malam itu, hujan deras kembali mengguyur Kota Qingyun, seolah-olah langit ingin menyiram darah yang akan tumpah.

Di kediaman utama Clan Zhao, suasana mencekam. Zhao Wei, calon pewaris sementara yang arogan, sedang duduk di ruang studinya yang mewah, menikmati segelas anggur mahal. Di hadapannya, terdapat sebuah peta strategi dan beberapa surat rahasia yang baru saja ia terima dari Elder Mo melalui kurir burung.

"Clan Lin akan bangkit," gumam Zhao Wei dengan senyum licik. "Dan aku akan menjadi pahlawan yang menyelamatkan Clan Zhao dari kehancuran ekonomi dengan mengambil alih Guild Pedagang."

Tiba-tiba, pintu studi didobrak terbuka.

BOOM!

Kayu berhamburan. Zhao Wei terperanjat, gelasnya jatuh dan pecah. "Berani sekali kalian! Siapa yang—"

Kalimatnya terhenti saat ia melihat siapa yang masuk.

Sepuluh pria berbaju hitam, wajah tertutup topeng, berdiri melingkar di sekeliling ruangan. Di tangan mereka, pedang berkilau dingin. Di tengah mereka, berdiri seorang pria tua berjubah biru tua dengan aura yang menekan seperti gunung.

Zhao Tian.

"Paman..." suara Zhao Wei bergetar, wajahnya memucat. "Apa artinya ini? Mengapa kau membawa pasukan pribadi ke studiku?"

Zhao Tian tidak menjawab. Matanya yang tajam menyapu ruangan, lalu tertuju pada meja kerja Zhao Wei. Di sana, tergeletak surat-surat dengan segel lilin berbentuk bulan sabit terbelah—segel komunikasi rahasia dengan Elder Mo.

"Apa itu di mejamu, Wei?" tanya Zhao Tian, suaranya datar namun mengandung guntur.

Zhao Wei panik. Ia mencoba menutupi surat-surat itu dengan lengan bajunya. "Itu... itu hanya dokumen bisnis biasa! Paman, kau mencurigai keponakanmu sendiri?"

"Dokumen bisnis?" Zhao Tian tertawa dingin, tawa yang penuh ejekan. "Dokumen bisnis yang membahas rencana pembunuhan terhadap keponakanku, Zhao Feng? Dokumen yang mengatur pembagian kekuasaan setelah Clan Zhao dan Guild Pedagang saling menghancurkan?"

Zhao Wei mundur, kakinya menabrak kursi. "Ini fitnah! Seseorang menanamkannya di sini! Aku sumpah!"

"Cari," perintah Zhao Tian singkat.

Para penjaga hitam segera bergerak. Mereka membongkar rak buku, membuka laci, dan menggeledah setiap sudut ruangan. Tidak butuh waktu lama. Salah satu penjaga menemukan panel tersembunyi di belakang lukisan dinding. Dia menekannya, dan sebuah brankas kecil terbuka.

Di dalamnya, terdapat tumpukan Batu Spirit Tingkat Tinggi, sebuah cincin penyimpanan, dan yang paling penting: Buku Catatan Transaksi Asli antara Zhao Wei dan Elder Mo, serta beberapa botol racun langka yang sama dengan yang digunakan untuk meracuni Bai Yun.

Zhao Tian mengambil buku catatan itu. Membukanya. Membaca isinya. Wajahnya semakin gelap, aura membunuhnya meledak, membuat udara di ruangan menjadi berat dan sulit bernapas.

"Kau..." geram Zhao Tian, melempar buku itu ke wajah Zhao Wei. "Kau pengkhianat! Kau menjual klanmu demi ambisi pribadi! Kau membunuh saudaramu sendiri!"

Zhao Wei gemetar hebat. Keringat dingin bercampur dengan air mata ketakutan. "Paman, dengarkan aku! Elder Mo menjanjikan kita kekuasaan mutlak! Clan Lin lemah, tapi dengan bantuannya, kita bisa menguasai seluruh kota! Zhao Feng terlalu lunak, dia tidak cocok memimpin! Aku melakukan ini demi kebaikan Clan Zhao!"

"Demi kebaikan?" Zhao Tian menampar Zhao Wei keras hingga pemuda itu terjatuh, darah mengalir dari sudut mulutnya. "Kau merusak reputasi klan! Kau memicu perang sipil! Dan kau bekerja sama dengan musuh bebuyutan kita, Clan Lin? Kau bukan hanya pengkhianat, kau bodoh!"

Zhao Wei menyadari bahwa tidak ada jalan keluar. Matanya yang ketakutan berubah menjadi liar. Dengan teriakan histeris, ia meraih pisau belati tersembunyi di bawah meja dan menerjang Zhao Tian.

"Mati saja kau, tua bangka!"

Zhao Tian bahkan tidak bergerak. Dia hanya mengangkat satu jari.

Jlebb!

Jari itu menusuk tepat di titik akupuntur di dada Zhao Wei. Pemuda itu terhenti mendadak, matanya membelalak, lalu tubuhnya lemas dan jatuh ke lantai, lumpuh total. Napasnya masih ada, tapi dia tidak bisa bergerak atau berbicara.

"Ikat dia," perintah Zhao Tian. "Bawa ke Ruang Hukuman Keluarga. Jangan biarkan dia bunuh diri. Besok pagi, kita akan mengadakan sidang klan terbuka. Semua elder dan tetua harus hadir. Kita akan membersihkan sampah ini dari klan kita."

"Ya, Tuan!" jawab para penjaga serempak.

Sementara kekacauan terjadi di dalam kediaman Zhao, di luar tembok kota, di sebuah gua kecil di Hutan Terlarang, Lin Fan dan Bai Yun menunggu dengan tegang.

Api unggun kecil menyala di hadapan mereka. Lin Fan sedang bermeditasi, memadatkan Level 7-nya, sementara Bai Yun mondar-mandir dengan cemas.

"Sudah dua jam," kata Bai Yun gugup. "Bagaimana jika mereka tidak menemukan buktinya? Bagaimana jika Zhao Wei sudah memindahkannya?"

Lin Fan membuka matanya. "Jika Zhao Wei secerdas itu, dia tidak akan meninggalkan bukti fisik di rumahnya. Tapi dia arogan. Orang arogan selalu meremehkan risiko. Dan dia pasti berpikir bahwa karena dialah yang mengendalikan situasi, tidak ada orang yang berani menggeledah rumahnya tanpa izin."

"Tapi..."

"Tenanglah," potong Lin Fan. "Jika operasinya gagal, Zhao Tian tidak akan mengirim utusan. Dia akan mengirim pembunuh untuk membungkam kita. Fakta bahwa kita masih hidup berarti operasinya berjalan lancar, atau setidaknya, Zhao Tian masih mempertimbangkan kita."

Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar di luar gua.

Bai Yun langsung menarik pedangnya, siap bertarung. Lin Fan tetap tenang, tangannya bersiap di samping Manik Giok.

Seorang sosok muncul di pintu masuk gua. Bukan pembunuh. Itu adalah seorang pelayan tua Clan Zhao, mengenakan jubah sederhana, membawa sebuah kotak kayu kecil.

Pelayan itu membungkuk hormat kepada Lin Fan.

"Tuan Muda Lin," kata pelayan itu dengan suara sopan. "Tuan Zhao Tian mengirimkan ini untuk Anda."

Ia meletakkan kotak itu di tanah, lalu mundur. "Tuan Zhao mengatakan bahwa bukti telah ditemukan. Zhao Wei telah ditangkap. Nama Anda akan dibersihkan secara resmi dalam sidang klan besok pagi. Sebagai tanda terima kasih, Tuan Zhao mengirimkan hadiah ini."

Pelayan itu berbalik dan pergi, menghilang ke dalam kegelapan hutan.

Lin Fan dan Bai Yun saling pandang. Lega menyebar di wajah Bai Yun.

Lin Fan membuka kotak kayu itu.

Di dalamnya, terdapat tiga benda:

Sebuah Token Perunggu Clan Zhao (Level Emas), yang memberikan akses bebas ke wilayah Clan Zhao dan perlindungan hukum.

Sepucuk Surat Resmi yang menyatakan ketidakbersalahan Lin Fan atas kematian Zhao Feng, dan menyalahkan Zhao Wei sebagai dalang tunggal.

Sebuah Gulungan Jade berisi teknik kultivasi tingkat Huang Grade Atas: Teknik Langkah Bayangan, yang memungkinkan pengguna bergerak dengan kecepatan tinggi dan meninggalkan jejak bayangan.

Lin Fan tersenyum. Ini lebih dari yang ia harapkan. Token itu berarti dia bisa kembali ke kota tanpa takut ditangkap oleh penjaga biasa. Surat itu membersihkannya dari tuduhan publik. Dan teknik baru itu akan meningkatkan mobilitasnya secara drastis.

"Kita berhasil," bisik Bai Yun, hampir tidak percaya. "Elder Mo kalah langkah kali ini."

"Belum sepenuhnya," kata Lin Fan, menyimpan token dan gulungan jade itu. "Elder Mo masih berkuasa di Clan Lin. Dan dia pasti marah besar ketika tahu rencananya gagal. Dia akan mencoba sesuatu yang lebih ekstrem."

Lin Fan berdiri, menatap ke arah Kota Qingyun yang terlihat samar di kejauhan. Cahaya lentera di kediaman Clan Zhao tampak lebih terang dari biasanya, tanda adanya kegiatan besar.

"Bai Yun," kata Lin Fan. "Aku akan kembali ke kota besok pagi. Aku perlu menghadiri sidang klan Zhao untuk memastikan posisiku aman. Setelah itu, aku punya urusan lain yang harus diselesaikan."

"Apa itu?" tanya Bai Yun.

Lin Fan matanya menyipit, dingin dan tajam.

"Aku perlu mengunjungi Perpustakaan Rahasia Clan Zhao. Dan setelah itu... aku akan menemui Elder Mo. Secara pribadi."

Bai Yun menelan ludah. "Kau berencana menghabisinya?"

"Tidak," jawab Lin Fan. "Aku berencana membuatnya menyesal telah lahir ke dunia ini."

Malam itu, Lin Fan tidak tidur. Ia mempelajari Teknik Langkah Bayangan dari gulungan jade. Teknik ini rumit, membutuhkan kontrol Qi yang presisi di kaki. Tapi dengan bantuan Manik Giok yang bisa memurnikan aliran energi, Lin Fan berhasil memahami dasarnya dalam semalam.

Fajar mulai menyingsing. Lin Fan bangkit, mengenakan jubah barunya yang diberikan oleh pelayan Zhao, dan melangkah keluar dari gua.

Hari ini, Kota Qingyun akan menyaksikan kembalinya hantu yang mereka kira sudah mati.

1
Femi Lestari
Bagus! Aku suka
Femi Lestari
seru! ceritanya ga langsung buat mc overpower, justru lebih pakai otaknya dibanding ototnya.
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
✅️
Daryus Effendi
masih lai bosan baca nya jarna mulai bab ini mulai bertele tele.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!