NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Alya terbangun di tubuh Sabrina—seorang wanita hamil yang dibenci suaminya sendiri. Dalam novel yang pernah ia baca, Sabrina akan mati tragis setelah melahirkan.

Kini hidup sebagai Sabrina, Alya berusaha mengubah takdirnya dan menjauh dari Leon, suami dingin yang tak pernah mencintainya. Namun semakin ia mencoba pergi, semakin Leon mulai memperhatikannya.

Di balik kebencian, perlahan tumbuh rasa yang tak seharusnya ada. Tapi apakah cinta bisa lahir dari hubungan yang sejak awal dipenuhi luka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 — Kehidupan Baru

Tiga tahun berlalu begitu cepat.

Nama Leon Ardian kini semakin dikenal di dunia bisnis internasional. Di usia muda, pria itu berhasil membawa perusahaan Ardian Group berkembang pesat hingga membuka cabang di berbagai negara Eropa.

Majalah bisnis terus menempatkannya di posisi teratas.

Sempurna.

Kaya.

Berkuasa.

Dan dingin seperti biasa.

“Tuan Leon, proposal kerja sama dari Milan sudah disetujui.”

Leon mengangguk singkat tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya.

“Meeting besok pindah ke Roma.”

“Baik, Tuan.”

Setelah asistennya keluar, ruangan kembali sunyi.

Leon menyandarkan tubuhnya perlahan di kursi kerja. Dari jendela apartemen penthouse-nya terlihat gemerlap kota malam yang mewah.

Namun entah sejak kapan…

Semua keberhasilan itu terasa kosong.

Sudah tiga tahun sejak Sabrina pergi.

Dan sampai hari ini, Leon masih belum menemukan jejak pasti tentang wanita itu maupun anak mereka.

Awalnya ia berpikir waktu akan membuatnya terbiasa.

Ternyata tidak.

Rumah tetap terasa sepi.

Hidupnya tetap terasa hampa.

Kadang tanpa sadar Leon masih pulang terlalu cepat hanya karena berpikir akan ada seseorang menunggunya di rumah.

Padahal tidak ada siapa-siapa.

Tatapannya jatuh pada sebuah foto kecil di dalam laci meja.

Foto USG terakhir Sabrina.

Satu-satunya benda yang masih ia simpan selama tiga tahun terakhir.

Leon mengusap wajahnya lelah.

“Apa kamu masih hidup dengan baik…” gumamnya lirih.

---

Sementara itu di pinggiran kota Roma, Italia…

Aroma bunga segar memenuhi sebuah toko kecil bernama Liora Florist.

Toko itu sederhana tetapi hangat, dipenuhi bunga mawar, lily, dan lavender yang tertata cantik di berbagai sudut ruangan.

Di balik meja kasir, Alya sedang sibuk merangkai bunga sambil sesekali tertawa kecil.

“Mamaaaa!”

Suara kecil menggemaskan terdengar dari belakang toko.

Tak lama kemudian seorang anak perempuan kecil berlari dengan langkah pendek sambil memeluk boneka kelinci.

Pipi anak itu bulat menggemaskan.

Rambutnya hitam sedikit bergelombang.

Dan matanya…

Sangat mirip Leon.

“Pelan-pelan, sayang!” ujar Alya cepat.

Namun anak kecil itu malah tertawa lalu memeluk kaki Alya erat.

“Mama lihat Lio gambar bunga!”

Alya langsung tersenyum lembut.

“Nah sini Mama lihat.”

Liora Alessa.

Putrinya yang kini sudah berusia tiga tahun.

Seorang gadis kecil gembul yang sangat aktif dan cerewet.

Dan menjadi alasan terbesar Alya bertahan sejauh ini.

Alya jongkok perlahan lalu melihat kertas gambar penuh coretan warna-warni di tangan putrinya.

“Ini bunga?”

“Iya!” Liora tersenyum bangga. “Ini Mama, ini Om Ares, ini Tante Maya!”

“Papa mana?”

Pertanyaan itu keluar begitu saja dari Alya sebelum langsung menyesal.

Namun Liora justru berpikir serius sambil menggigit crayon.

“Papa di bulan?”

Alya langsung tertawa kecil meski dadanya terasa sedikit sesak.

Selama ini Liora memang belum pernah bertanya banyak soal ayahnya. Alya hanya mengatakan papa Liora sedang berada sangat jauh.

Dan anak kecil itu mempercayainya begitu saja.

Tiga tahun lalu setelah melahirkan di Belanda, Alya dan keluarganya langsung pindah ke Italia.

Semua itu karena Om Ares mendapat kabar bahwa detektif Leon mulai menemukan jejak mereka di Belanda.

Karena itulah mereka pergi lagi.

Lebih jauh.

Lebih tersembunyi.

Dan Roma menjadi tempat baru mereka memulai hidup.

“Mama nangis?”

Suara kecil Liora membuyarkan lamunan Alya.

Wanita itu langsung tersenyum cepat.

“Nggak kok.”

Liora memegang wajah Alya dengan tangan kecilnya.

“Kalau sedih, Lio peluk.”

Deg.

Hati Alya langsung terasa hangat.

Ia memeluk putrinya erat sambil mencium pipi gembulnya berkali-kali hingga Liora tertawa geli.

“Kamu kenapa lucu banget sih…”

“Mama juga!”

Toko bunga kecil itu kembali dipenuhi tawa hangat.

Dan untuk pertama kalinya dalam hidup Sabrina…

Ia benar-benar merasakan arti keluarga.

---

Malam hari setelah toko tutup, Alya duduk di balkon apartemen kecil mereka sambil memandangi langit Roma yang tenang.

Liora sudah tertidur pulas setelah kelelahan bermain seharian.

Alya tersenyum kecil saat melihat putrinya tidur sambil memeluk boneka kelinci.

Sangat damai.

Sangat hangat.

Namun entah kenapa malam ini hatinya terasa sedikit gelisah.

Seolah sesuatu perlahan mendekat.

Jauh di kota yang sama…

Leon Ardian baru saja turun dari mobil hitamnya di depan hotel mewah pusat Roma.

Takdir perlahan mulai membawa mereka kembali ke kota yang sama—

Tanpa keduanya sadari.

1
wulaniii
gais komen like dan kasih gift dong biar tambah semangat 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!