NovelToon NovelToon
The Beginning : Ghost Detective Season 1.5

The Beginning : Ghost Detective Season 1.5

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / TKP
Popularitas:82.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Cikal Bakal Tim Divisi Kasus Dingin

Ini GD setelah GD 1 sebelum GD 2 ( Shea n the gank ). Makanya aku kasih judul Ghost Detective Season 1.5.
Isinya awal tim gabut dibentuk. Masih the o.g tim ( bang Dean, mas Rayyan, mbak Nana, mbak Tikah dan pak Jarot ). Jangan cari mbak Lilis karena belum ada tapi ada awal mula mbak Susi ikutan. Ada mbak Nita juga, ada anomali lainnya ( belum musim Saja Boys versi tuyul ). Masih ada Hoshi dan Bima. Ini masih bersama L, Nyes dan Dendeng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Klasik Amat!

"Memangnya tadi kamu ngobrol sama siapa, Wi?" tanya Iptu Nana ke Dewi Mentari.

"Tadinya sama Mbak Susi tapi tiba-tiba malah pak Longga, pak Sakera dan Meneer Jaap datang," jawab Dewi Mentari.

"Kok pada datang? Bukannya pak Longga dan pak Sakera biasanya jadi khodamnya mbak Nyes ya?" tanya Iptu Atikah.

"Katanya bosan di dunia arwah," kekeh Dewi Mentari.

Iptu Nana dan Iptu Atikah melongo. "Arwah pun bisa bosan?"

"Gitu sih katanya," jawab Dewi Mentari. Ketiganya tiba di depan lift.

Tiba-tiba mereka menoleh saat mendengar suara teriakan minta tolong. Ketiganya saling berpandangan.

"Dewi, jangan bilang ...." Iptu Atikah menoleh ke arah Dewi Mentari.

"Arwah gabut disana semua," jawab Dewi Mentari.

Suroso bergegas berlari ke kamar putranya bersamaan dengan para suster dan dokter. Sementara Edi menghampiri ketiga wanita yang hendak masuk ke dalam lift.

"Dik Nana! Dik Atikah!" panggil Edi.

"Iya Ndan Edi?" balas Iptu Nana.

"Boleh aku bicara sama kalian? Ada yang ingin aku tanyakan." Edi menatap ketiga wanita dengan aura dingin tersebut.

"Mau bicara apa Ndan?" tanya Iptu Atikah.

"Kita masuk ke dalam lift ya?"

Keempatnya pun masuk ke dalam lift. Iptu Nana dan Iptu Atikah merasakan ada yang tidak beres ini.

***

Suroso masuk ke dalam kamar Tegar yang berteriak-teriak ketakutan. Seorang dokter dan tiga orang perawat laki-laki berusaha menenangkan pemuda itu hingga akhirnya, dokter menyuntikkan obat penenang.

"Apa yang terjadi Pak Suroso?" tanya dokter itu.

"Aku tidak tahu," jawab Suroso bingung.

"Apa ada orang yang datang menjenguk?" tanya dokter lagi.

"Tidak ada yang masuk kemari. Tegar tidak mau dibesuk baik sama saudara atau keluarganya. Tidak ada yang ...." Suroso terdiam. Dia melihat ke arah pintu dimana tadi Iptu Nana meletakkan bungkusan buah dan roti.

Suroso bergegas ke dua kantong itu dan berusaha mencari sesuatu yang sekiranya berhubungan dengan klenik. Tapi tidak ada sesuatu mencurigakan disana.

"Apa ... ada sesuatu? Tapi tadi mereka datang biasa saja." Suroso tampak merinding. "Apa karena mereka divisi klenik?"

Suroso kembali ke kamar Tegar dimana para perawat sudah keluar dan tinggal dokter yang menangani. Dia melihat, Tegar sudah mulai tenang.

"Pak Suroso, ini nak Tegar sudah saya berikan penenang dan saya harap setelahnya bisa tenang. Jika masih histeris, seharusnya bapak instrospeksi, kenapa bisa begini. Bisa saja kan karena perbuatan putra bapak. Atau kelakuan bapak memberikan uang haram?" ucap dokter itu membuat Suroso mendelik.

"Apa maksud anda Dok! Beraninya berkata seperti itu pada saya! Saya ajudan Kapolda!" hardik Suroso.

"Saya hanya mengingatkan, tobat pak!" senyum dokter itu tanpa takut. "Permisi."

Dokter itu pun keluar dengan sedikit tersentak lalu terdiam. Dia memegang kepalanya lalu pergi keluar dari kamar Tegar.

"Buset! Badanku lemas banget!" keluh Jaap yang baru saja keluar dari tubuh dokter itu.

"Lha Meneer sih, belagu main masuk ke raga orang," kekeh pak Sakera.

"Gemas aku!" gerutu Jaap sambil duduk diatas lantai. "Sudah lama aku tidak main masuk ke tubuh manusia jadi kaget ini."

"Jangan sering-sering Jaap. Nanti kamu yang teler," ucap Longga.

"Benar."

Mbak Susi bersama Lala dan para arwah perempuan lainnya hanya menatap datar ke arwah pria yang rempong sendiri.

"Sudah? Kita jadi kerjain Suroso nggak?" tanya Mbak Susi dengan wajah malas.

"Hayuk! Apa dulu nih?" tanya pak Sakera semangat.

"Hal standar. Buat air kamar mandi mengalir." Mbak Susi tersenyum. "Dan harus ada yang jadi Sadako di dalam bak."

Giliran Longga dan pak Sakera yang memasang wajah datar. "Biasa banget sih!"

"Justru yang biasa itu yang bikin jump scares!" kekeh Mbak Susi. Dia pun mendekati Suroso dan membisikkan sesuatu di telinganya.

"Makanya kalau didik anak yang benar! Anak kamu itu pembully, bapaknya juga. Anaknya penjahat mental, bapaknya juga. Hilang kan kaki anakmu. Masih bagus tidak hilang nyawanya. Kesimpulannya apa kids, bertaubat! Minta maaf pada orang tua anak-anak yang kalian bunuh! Dan mengakui kesalahan di depan hakim. Terima hukumannya! Ini masih belum seberapa kalau kalian tidak mau tobat!"

Suroso menoleh cepat ke kiri dan ke kanan. "Si ... siapa itu! SIAPA ITU!"

Pria itu melihat sekeliling ruang rawat inap dan tidak ada apapun selain dia, Tegar dan suara mesin alat medis yang terpasang di tubuh anaknya.

"Aku itu polisi, tidak percaya soal beginian! Ini cuma perasaan aku saja." Suroso berjalan ke dalam kamar mandi untuk cuci muka.

Saat Suroso masuk ke dalam kamar mandi, betapa terkejutnya ia saat melihat ada tidak hanya satu tapi empat arwah perempuan disana. Mereka ada yang berdiri di sudut dekat shower, dua sudut lainnya dan satu di dalam bak mandi.

Wajah Surorso langsung memucat dan mulutnya megap-megap hendak berkata sesuatu. Tapi tidak ada suara keluar dari tenggorokannya.

"Suroso ... kenapa kamu tega pada aku ... Anakmu lah yang salah ...."

"HAAA ... HAAAANNNNTTTTUUUUUU!" Tak lama Suroso pun pingsan.

***

"Jadi gimana rasanya bekerja di divisi kasus dingin?" tanya Edi.

"Memang nya Ndan Edi kenapa?" tanya Iptu Atikah.

Dewi Mentari hanya menatap pria itu, begitu juga dengan Tole yang tampak curigation. Entah mengapa, kedua orang .. Eh, satu gadis dan satu arwah itu agak tidak sreg dengan AKP Edi.

"Aku pengen pindah. Bosan di Satlantas."

"Tapi tidak ada uangnya, Ndan. Bukan divisi basah!" balas Iptu Nana. "Tetap dari gaji kita hidupnya. Tidak ada macam Ndan. Ada lah dikit-dikit di jalan."

Edi tampak tersenyum. "Nyindir?"

"Nggak nyindir Ndan. Kenyataannya kan memang begitu?" ujar Iptu Nana.

"Memang kamu terkenal dengan polwan judes ya dik Nana," kekeh Edi.

"Ini sudah watak aku Ndan. Tapi kalau mau coba, ya silahkan. Ada percobaannya juga karena Bang Dean sangat ketat." Iptu Atikah berusaha mencari jalan tengah karena memang tidak mau ada keributan.

"Jadi aku harus menghadap Dean?" tanya Edi.

"Iya Ndan. Dia kan kepala divisi kasus dingin." Iptu Atikah sampai harus mencubit tangan Iptu Nana agar tidak membuka mulut untuk bicara aneh-aneh.

"Aku nggak percaya seratus persen, mbak Matahari," ucap Tole. "Kalau mau masuk itu ada syaratnya."

Dewi Mentari tersenyum. "Kasih paham Le," bisiknya.

"Tentu saja!" Tole menggosok-gosokkan kedua tangannya.

"Ya sudah, aku nanti ijin ketemu Dean. Mencoba suasana yang baru," ucap Edi.

Iptu Nana dan Iptu Atikah saling berpandangan. Palingan dia cuma tahan tiga bulan kan ya?

***

Yuhuuu up Siang yaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Akhirnya ga ada 1 pun yang bisa dijadikan tumbal sama Dokter Arlo🫣
Elsa Fanie
aaaa seneng sekali kalo kek gini🤔🤔🤔,kira kira siapa y yg datang 🤔🤔🤔
Sayem Sayem
selesai sudah karir dokter Arlo sampai disini saja...Westin udh selesai tinggal Arlo ni ..selamat masuk bui atau d dor ?
Meeta Baggio
Kan, akhirnya terungkap juga semua, bukan hanya Terror dr para korban tp hukuman pun menanti
Noey Aprilia
Mngkn abs ni,dktr arlo bkl bnrn gila...trs nysul bestienya yg udh dluan pndah alam.....
tp nkmti dlu teror dr krban kjhtannya,atw mngkn pra arwah dr dvisi gabut mau ikutan jg????🤣🤣🤣
Marsiyah Minardi
Hayo lho Dok Arlo ,bagaimana rasanya di gentayangi dosa dosa sendiri ?
Belum lagi nanti teror para anomali ...
amilia amel
hayooo lhoooo
kuapokmu kapannnnn 🤣🤣🤣
mama_im
teror dari yg nyata dan bukan 🤣🤣🤣🤣
awesome moment
hyooo...hantunya dok westin bukan eastin?😄😄😄
Ratiwi Panduwaty
seruuuuu
Hana Reeves: mamaciih 🙏🙏🙏
total 1 replies
Ita Xiaomi
Mesranya 😁
Andriani Rahmi
so sweet... romantis ala cewek arab n muka cewek...
Sayem Sayem
muka cewek & cewek arab ICONIC banget panggilan sayang 🖤🖤🖤🖤sudah saat end y Arlo jgn serakah njih dosa u sudah banyak ckp sudah cerita u sampe sini wae
Ninik Rochaini
iiihhsss syukurin tuh...🤪
Elsa Fanie
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 akhirnya kena batu jg aaa senang ny hati ini 😁,udah y pak macan inget umur bener kata Bu Rina itu takut encok kecetit jg 😁😁
Noey Aprilia
Syang bgt y krna yg onoh udh end dluan,pdhl kl d ksih siksaan dlu d dnia pst bkin seru....mnimal dia bkln trsiksa lh....tp msih ada partnernya sih,mga dia yg kna hkum krma....
Ga nyangka y opa boncabe bkln brjdoh sm oma rina,scra dr zmn dlu kl ktmu rbut mulu...sling ledek,taunya jth cintrong.....😁😁😁
amilia amel
syukurin... hayoo lo tinggal kamu yang belum dapat hukuman
Yuli Budi
sukurin Lo ...
This Is Me
Ah...Muka Cewe & Cewe Arab memang selalu sweet 😍😍
awesome moment
kotak pandora mulai terbuka 1/1. good...g sabar nunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!