NovelToon NovelToon
Mencintai OM Mafia

Mencintai OM Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Roman-Angst Mafia
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Seharusnya Maximilian membiarkan gadis itu hancur. Logika mafianya berkata: jangan campuri urusan musuhmu. Namun, saat melihat Rebecca Sinclair yang nyaris kehilangan segalanya di sebuah gang gelap, Maximilian melanggar aturan emasnya sendiri.

​Satu perkelahian brutal, beberapa tulang yang retak, dan tiga nyawa yang melayang di tangannya demi seorang gadis yang tidak ia kenal. Kini, Rebecca berhutang nyawa pada pria yang jauh lebih berbahaya daripada para penyerangnya.

​Bagi Rebecca, Maximilian adalah penyelamat yang dingin dan mengerikan. Bagi Maximilian, Rebecca adalah kesalahan logika terbesar yang pernah ia buat. Namun, setelah darahnya tumpah demi gadis itu, Maximilian tidak akan pernah membiarkannya pergi.

​"Aku menyelamatkanmu bukan untuk membebaskanmu, Rebecca. Kau milikku sekarang—sampai hutang nyawa ini lunas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bara di Balik Kabut

Pagi yang kelabu di pusat kota seolah menjadi cermin dari suasana hati Rebecca yang masih mendung. Setelah sesi latihan yang menghancurkan mentalnya kemarin, Rebecca bersikeras untuk keluar dari mansion. Ia butuh udara yang tidak berbau mesiu, meskipun Vargo dan dua pengawal lainnya tetap membuntutinya dengan jarak yang sangat ketat. Ia singgah di sebuah butik perhiasan kelas atas di pusat kota untuk mengambil jam tangan milik Maximilian yang baru saja diperbaiki—sebuah tugas kecil yang ia gunakan sebagai alasan untuk melarikan diri sejenak dari tatapan posesif Max.

Namun, ketenangan itu hanyalah fatamorgana. Saat ia melangkah keluar dari butik, sebuah mobil Rolls-Royce hitam berhenti tepat di depan trotoar. Pintu terbuka, dan Bianca d'Angelo turun dengan keanggunan seorang ratu yang haus darah. Kali ini, Bianca tidak mengenakan gaun malam, melainkan setelan jas putih yang kontras dengan rambut hitamnya yang tergerai.

"Ah, lihat siapa yang sedang berkeliaran tanpa tali kekang," suara Bianca menyapa dengan nada meremehkan yang sudah sangat familiar.

Rebecca menghentikan langkahnya. Ia bisa merasakan Vargo di belakangnya sudah meletakkan tangan di balik jas, bersiap untuk konfrontasi fisik. Namun, Rebecca mengangkat tangannya sedikit—sebuah instruksi agar pengawalnya tetap tenang.

"Kau sepertinya punya bakat luar biasa untuk muncul di tempat yang tidak diinginkan, Bianca," sahut Rebecca, suaranya kini lebih stabil daripada saat di Grand Astoria.

Bianca berjalan mendekat, menatap kantong belanjaan di tangan Rebecca. "Masih menjadi pesuruh Maximilian? Mengambil jam tangan, memesan bunga, menyiapkan makan malam ... sungguh kehidupan yang menyedihkan untuk wanita seusiamu. Apakah kau tidak sadar bahwa kau hanya mengisi kekosongan sampai Max menemukan seseorang yang benar-benar bisa memberinya ahli waris yang sah?"

Ucapan itu seperti cuka yang disiramkan ke luka yang masih basah. Rebecca merasakan jantungnya berdegup kencang, namun kali ini rasa galau itu berubah menjadi amarah yang terkendali. Ia teringat memar di lengannya hasil latihan dengan Erica. Ia teringat beratnya pedang dan dinginnya air kolam.

"Keluarga Moretti tidak butuh ahli waris yang lahir dari kontrak politik yang membosankan seperti keluargamu, Bianca," balas Rebecca tajam. "Mereka butuh seseorang yang bisa berdiri tegak saat peluru melesat. Dan sejauh yang kulihat, kau hanya pandai bersolek di depan cermin."

Wajah Bianca memerah sesaat, namun ia justru tertawa sinis. "Bicara memang mudah, Sayang. Tapi di dunia ini, keberanian dibuktikan dengan darah, bukan dengan kata-kata manis di ranjang."

Tiba-tiba, suasana berubah drastis. Dari ujung jalan, sebuah motor sport dengan dua pengendara berpakaian hitam melaju kencang ke arah mereka. Dalam hitungan detik, pengendara di kursi belakang mengeluarkan senjata otomatis.

RAT-TAT-TAT-TAT!

"Merunduk!" teriak Vargo.

Tembakan itu bukan ditujukan kepada Rebecca, melainkan kepada Bianca. Tampaknya, musuh keluarga d'Angelo telah memilih momen ini untuk melakukan pembunuhan. Pengawal Bianca yang berada di belakangnya terkapar seketika. Bianca, yang selama ini berlagak tangguh, mematung karena syok. Ia terjatuh di trotoar, wajahnya pucat pasi saat melihat moncong senjata itu kembali mengarah padanya untuk tembakan penyelesaian.

Di sinilah insting baru Rebecca mengambil alih. Ia tidak lari mencari perlindungan untuk dirinya sendiri. Sebaliknya, ia melihat ini sebagai satu-satunya cara untuk membuktikan statusnya—bukan lewat cincin, tapi lewat aksi yang melampaui keraguan.

"Vargo! Lindungi sisi kiri!" teriak Rebecca.

Tanpa ragu, Rebecca menerjang ke arah Bianca, menarik tubuh wanita itu hingga mereka berdua berguling ke balik pilar beton toko perhiasan tepat saat peluru menghujam lantai marmer tempat Bianca berdiri tadi.

"Apa yang kau lakukan?!" Bianca berteriak histeris, napasnya tersengal.

"Diam dan jangan bergerak!" gertak Rebecca.

Rebecca merogoh Glock 17 yang tersembunyi di balik blazernya. Ia tidak lagi gemetar. Bayangan latihan dengan Erica dan tatapan tajam Maximilian seolah menyatu menjadi kekuatan dingin di jemarinya. Ia mengintip dari balik pilar. Motor itu berputar arah, bersiap untuk serangan kedua.

Rebecca mengambil posisi menembak yang sempurna—lutut bertumpu pada lantai, tangan stabil.

DOR! DOR!

Dua tembakan presisi. Peluru pertama mengenai bahu si penembak, dan peluru kedua menghantam ban depan motor hingga meledak. Motor itu terpelanting, menyeret kedua pengendaranya di atas aspal.

Vargo dan pengawal lainnya segera bergerak maju untuk melumpuhkan musuh yang sudah terjatuh. Jalanan menjadi kacau, orang-orang berlarian, namun di balik pilar beton itu, suasana mendadak hening.

Rebecca berdiri, merapikan blazernya yang sedikit kotor karena debu jalanan. Ia menatap Bianca yang masih terduduk di lantai, gemetar hebat dengan mata yang membelalak tidak percaya. Wanita yang tadi menghinanya sebagai "sampah" kini tampak seperti anak kecil yang ketakutan di hadapan predator.

Rebecca mendekati Bianca, lalu berlutut di depannya. Ia menatap Bianca dengan tatapan yang sangat dingin, tatapan yang biasanya hanya dimiliki oleh Maximilian.

"Dengar baik-baik, Bianca d'Angelo," bisik Rebecca, suaranya sangat rendah namun penuh otoritas. "Hari ini, 'sampah' ini baru saja menyelamatkan nyawamu. Dan senjata yang kau bilang hanya pajangan ini, baru saja membuktikan siapa yang sebenarnya memegang kendali di jalanan ini."

Rebecca berdiri tegak, menyarungkan kembali senjatanya. "Jangan pernah lagi mempertanyakan statusku. Aku tidak butuh surat sah atau cincin untuk menunjukkan bahwa aku adalah seorang Moretti. Aku adalah Moretti karena aku sanggup melakukan apa yang tidak sanggup kau lakukan: menarik pelatuk saat maut di depan mata."

Bianca tidak bisa menjawab. Lidahnya kelu. Harga dirinya hancur berantakan di atas trotoar itu. Ia menyadari bahwa gadis di depannya bukan lagi boneka porselen, melainkan baja yang telah ditempa api.

Vargo mendekati Rebecca, wajahnya menunjukkan rasa bangga yang luar biasa. "Nona, kita harus segera pergi sebelum polisi datang. Tuan Maximilian sudah dalam perjalanan ke sini."

Rebecca mengangguk. Ia melangkah menuju mobilnya tanpa menoleh lagi ke arah Bianca.

Sepuluh menit kemudian, mobil Maximilian mengerem mendadak di dekat lokasi kejadian. Max keluar dengan wajah yang menunjukkan kemarahan sekaligus kekhawatiran yang meledak-ledak. Ia langsung menghampiri Rebecca, memegang bahunya dengan kasar namun penuh rasa sayang, memeriksa setiap inci tubuh Rebecca.

"Apa kau terluka?! Vargo bilang kau menembak mereka?! Kenapa kau tidak lari?!" cecar Maximilian, napasnya memburu.

Rebecca menatap mata Maximilian. Kegalaunnya yang tadi pagi menyiksa kini telah hilang sepenuhnya. Ia merasa utuh. Ia merasa pantas.

"Aku tidak terluka, Max," ucap Rebecca tenang. Ia menyentuh tangan Maximilian yang memegang bahunya. "Dan aku tidak lari karena aku tidak perlu lari. Aku baru saja membuktikan pada Bianca—dan pada diriku sendiri—bahwa aku bukan sekadar hiasan di ranjangmu."

Maximilian terdiam melihat ketenangan di mata Rebecca. Ia melihat Bianca di kejauhan yang sedang dibantu oleh pengawalnya, lalu kembali menatap Rebecca. Ia menyadari bahwa Rebecca telah melewati garis yang paling sulit: ia telah membuktikan keberaniannya secara mandiri, tanpa perlu berlindung di balik namanya.

"Kau gila," bisik Maximilian, lalu ia menarik Rebecca ke dalam pelukan yang sangat erat. "Kau benar-benar gila, Rebecca. Tapi kau adalah satu-satunya Moretti yang paling berani yang pernah kukenal."

Rebecca membalas pelukan itu, menyandarkan kepalanya di dada Max yang bidang. Konflik batin tentang pernikahan masih ada di sudut pikirannya, namun rasa sakitnya telah tumpul. Ia menyadari bahwa martabat tidak selalu diberikan lewat sebuah upacara; terkadang, martabat direbut lewat tindakan yang tak terbantahkan.

Malam itu, berita tentang "Nona Moretti" yang menyelamatkan putri d'Angelo dan melumpuhkan pembunuh profesional sendirian menyebar di kalangan bawah tanah seperti api liar. Status Rebecca tidak lagi dipertanyakan oleh siapa pun. Bianca d'Angelo mungkin masih hidup, namun pengaruhnya telah mati di hari itu.

Dan di dalam mansion pegunungan, Maximilian menatap Rebecca yang sedang membersihkan senjatanya di meja kerja. Ia menyadari bahwa waktunya telah tiba untuk memberikan apa yang benar-benar layak didapatkan oleh wanita yang telah menyelamatkan nyawa dan kehormatannya berkali-kali. Bukan karena ia dipaksa, tapi karena ia tidak bisa membayangkan dunia Moretti tanpa seorang Ratu di sampingnya.

1
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐩𝐢𝐧𝐭𝐞𝐫 𝐛𝐧𝐠𝐭 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐠𝐨𝐨𝐝 𝐣𝐨𝐛 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐲𝐨 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢𝐦𝐡😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐱 𝐬𝐨𝐦𝐛𝐨𝐧𝐠 𝐬𝐢𝐡 𝐤𝐦𝐮, 𝐭𝐝𝐤 𝐏𝐞𝐫𝐜𝐲 𝐟𝐞𝐞𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐦𝐚𝐱𝐱𝐱😭😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐚𝐩𝐚𝐤𝐡 𝐦𝐚𝐱 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐧𝐠𝐤𝐫𝐮𝐭?
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐢𝐲𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐠𝐰𝐞𝐧𝐝𝐞𝐧𝐠 𝐠𝐰𝐞𝐞𝐧𝐝𝐞𝐧𝐠 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐞𝐫𝐞𝐧 𝐛𝐧𝐠𝐭 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐥𝐧𝐣𝐭 🦾🦾🦾
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐝𝐢𝐧𝐠 𝐤𝐦𝐮 𝐧𝐠𝐞𝐥𝐨𝐧𝐢𝐧 𝐦𝐚𝐱 𝐝𝐞𝐜𝐡.....


𝐠𝐞𝐦𝐞𝐬 𝐚𝐪 𝐤𝐨𝐤 𝐦𝐬𝐭𝐢 𝐧𝐲𝐚𝐫𝐢 𝐦𝐮𝐬𝐮𝐡 🥺🥺🥺
EsKobok: ngelonin gak tuh🤭🤣
total 1 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙢𝙪𝙨𝙪𝙝 𝙙𝙞𝙢𝙣 𝙢𝙣 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐧𝐠𝐞𝐫𝐢 𝐛𝐧𝐠𝐭 𝐲𝐚 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐮𝐚𝐬𝐚 𝐢𝐭𝐮 😭😭🥺🥺
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙨𝙥𝙚𝙘𝙝𝙡𝙚𝙨𝙨 🥺🥺🥺
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙝𝙖𝙩𝙞2 𝙍𝙚𝙗𝙚𝙘𝙘𝙖😭😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖𝙢𝙪 𝙠𝙚𝙧𝙚𝙣 𝙩𝙝𝙤𝙧
𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙡𝙝 1 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙮𝙜 𝙘𝙚𝙧𝙙𝙖𝙨

𝙞𝙨𝙩𝙞𝙡𝙖𝙝2 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙙𝙞 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙗𝙞𝙨𝙣𝙞𝙨 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙛𝙞𝙖 𝙮𝙜 𝙩𝙖𝙙𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙦 𝙜𝙠 𝙣𝙜𝙧𝙩𝙞 𝙨𝙠𝙧𝙣𝙜 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙩𝙖𝙪

𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙩𝙚𝙧𝙪𝙨 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖 𝙤𝙩𝙝𝙤𝙧 🦾🦾🦾🦾😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝙨𝙖𝙢𝙖2 𝙠𝙖𝙠 𝙤𝙩𝙝𝙤𝙧😘😘
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙖𝙮𝙤 𝙗𝙖𝙡𝙖𝙨 𝙖𝙣𝙙𝙧𝙚𝙬 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙩𝙪𝙝2𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙘𝙘𝙖
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙗𝙖𝙗 76 𝙠𝙤𝙠 𝙙𝙞 𝙝𝙖𝙥𝙪𝙨 𝙠𝙣𝙥 𝙩𝙝𝙤𝙧 🤔🤔
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝙝𝙚𝙝𝙝𝙚𝙝𝙚𝙚 𝙗𝙠𝙣 𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙣𝙢 𝙦𝙪 𝙙𝙚𝙬𝙞 𝙠𝙤𝙠
total 6 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
😭😭😭 𝙡𝙖𝙝 𝙡𝙖𝙝 𝙡𝙖𝙝 𝙩𝙝𝙤𝙧
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙍𝙚𝙗𝙚𝙘𝙘𝙖 𝙗𝙚𝙜𝙤 𝙗𝙣𝙜𝙩 𝙨𝙞𝙝 𝙠𝙣𝙥 𝙜𝙠 𝙘𝙥𝙩2 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚𝙖𝙭 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙥𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙪𝙙𝙖𝙧𝙖 𝙗𝙚𝙙𝙖 𝙞𝙗𝙪 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!