seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Novi tertangkap polisi!
MALAM HARI KEMUDIAN..
Malam ini David datang ke apartemen Devano ingin menyampaikan sesuatu tentang kejadian kemarin, yang membuat Alina terluka kaki nya karena Devano yakin ada sesuatu karena ngga mungkin tiba tiba ada serpihan kaca di keset itu..
"untung tuan,sudah pulang!"ucap David membuat Devano mengerutkan keningnya.
"ada informasi apa?"tanya Devano merasa penasaran.
"saya sudah cek, karena di benda itu ada sidik jari seseorang!"jawab David balas Anggukan Devano.
"orang itu adalah, yang dekat dengan anda!"ucap David membuat Devano kaget.
Devano ngga menduga itu karena ngga pernah berpikir orang terdekat nya, sampai melakukan itu karena selama ini hanya berpikir kalo Alina adalah hanya seorang karyawan ngga lebih,namun Devano sepertinya tau..
"apa itu adalah Novi?"tanya Devano membuat David ngangguk.
"anda benar tuan,nona Novi pelakunya!"jawab David membuat Devano geram.
"Aku ngga menyangka,dia sangat berani lakukan ini,"gumam Devano.
*****
Sementara itu Alina sedang di rumah Anisa karena kakak Anisa belum pulang,Alina pun temani sahabatnya itu karena Anisa takut sendirian di rumah jika tak ada siapa pun di rumahnya apalagi orang tua Anisa sedang pergi jauh keluar negeri.
"Anisa,kamu penakut ya?"tanya Alina membuat Anisa mendengus.
"ihh.. Kamu ini,aku memang takut sendirian!"jawab Anisa merasa malu...
"hihi.. Aku ngga tau,kalo kamu takut sendirian di rumah!"ledek Alina membuat Anisa menghela nafas.
Rumah Anisa berada di dekat rumah keluarga Alina yang sekarang di tempati sang bibi, padahal rumah itu milik orang tua Alina namun mereka malah menjadikan Alina seperti pelayan rumah mereka.
"kamu sudah,benar benar tak mau bertemu bibimu kah?"tanya Anisa membuat Alina ngangguk..
"iya Nis,aku sudah nggak ma!"jawab Alina membuat Anisa ngangguk.
Saat Alina sedang asyik mengobrol dengan Anisa tiba tiba,Devano menelpon nya membuat Alina terkejut melihat benda pipi itu berdering,Alina segera melihat ponselnya dengan mengerutkan keningnya.
"siapa tuh?"tanya Anisa membuat Alina menghela nafas.
"Tuan Devano!"jawab Alina membuat Anisa terkejut.
"Wahh.. Sepertinya dia,sangat perhatian dengan mu!"celetuk Anisa membuat Alina merona.
"masa sih dia, perhatian dengan ku?"gumam Alina merasa tak percaya.
***********
Setelah beberapa jam berlalu Alina kini sudah pulang karena Kakak dari sahabat nya sudah kembali kerumah,ia berharap Devano mengerti kenapa baru pulang tadi nya ingin chat untuk mengabari kalau ia berada di rumah temannya.
"habis kemana Alina?"tanya Devano membuat Alina menghela nafas.
"teman saya, bernama Anisa!"jawab Alina membuat Devano ngangguk.
"Lain kali, kalau pergi beri tau!"tegas Devano membuat Alina ngangguk.
"baiklah.. Maafkan saya tuan!"ucap Alina dengan menunduk.
****************
PAGI HARI KEMUDIAN..
Pagi ini Devano sudah berada di perusahaan nya karena Akan ada pertemuan dengan Client pagi pagi, namun tiba-tiba ada kedatangan Novi di ruangan nya padahal sudah suruh agar Novi ngga sampai masuk ke ruangannya.
"ada apa,kamu kesini?"tanya Devano menatap Novi.
"kata mamah kamu, perusahaan kita akan kerja sama!"jawab Novi membuat Devano mengerutkan keningnya.
"itu urusan orang tua ku, kenapa datang ke perusahaan ini harus nya ke perusahaan ayahku!"tegas Devano.
Devano sebenarnya sudah geram melihat Novi yang sangat jahat itu,ia masih tak menyangka kalau Novi adalah pelaku nya untung Alina luka nya ngga terlalu parah kalau sampai parah mungkin Devano akan murka pada Novi.
"Permisi.. Ini minumnya tuan!"ucap Alina membuat Devano ngangguk.
Alina melangkah masuk ke ruangan Devano,mengantar cemilan dan minum untuk Devano lalu letakkan di meja Devano lalu Devano genggam tangan Alina membuat Alina menoleh, karena merasa kaget tiba tiba di cegah Devano untuk pergi.
"Ada apa tuan?"tanya Alina membuat Devano menatap Alina.
"Alina, wanita ini telah membuat mu terluka!"jawab Devano membuat Alina kaget.
"jangan asal nuduh,aku ngga begitu!"elak Novi sedikit merasa gugup.
Novi pun pergi meninggalkan ruangan Devano,namun di cegah Devano dengan tatapan tajam ia sudah muak dengan drama Novi apalagi sampai lakukan ini di apartemen nya itu sungguh perbuatan yang sangat jahat mungkin ini kecil namun pasti kedepannya akan lebih berani lakukan ini.
"sepertinya.. Kamu mau,berada di hotel besi?"tanya Devano membuat Novi gugup.
"Tentu saja tidak!"jawab Novi.
"Baiklah.. sekarang jawab jujur!"tegas Devano menatap Novi dengan sinis.
Novi benar benar tak punya pilihan untuk jujur pada Devano tentang rencana nya itu, karena sungguh takut jika sampai di penjara oleh Devano,Novi ngga mau jadi mantan napi yang akan merusak namanya.
"Baiklah.. Memang aku, pelakunya Devano!"ucap Novi dengan memejamkan matanya.
"apa alasannya nya,dan apa salahku?"tanya Alina merasa penasaran.
"karena kamu,sudah merebut Devano dariku!"jawab Novi merasa kesal.
Namun tiba-tiba ada yang masuk ke ruangan Devano membuat Novi kaget, karena ada polisi yang memborgol tangannya padahal Devano bilang ngga akan di penjara tapi ini kenapa justru di tangkap polisi?
"kamu ingkar janji Devano!"kesal Novi membuat Devano menatap.
"adakah saya, bicara tentang janji pada Novi?"tanya Devano membuat Novi geram.
"memang tidak!"jawab Novi.
"tapi kamu,sudah menjebak diriku si4lan!"geram Novi merasa kesal.
"ssut.. Berisik Novi, polisi bawa saja wanita ini!"tegas Devano.
Novi kini di tangkap polisi dan itu membuat karyawan kaget melihat Novi di tangkap, mereka ngga tau kenapa Novi di tangkap polisi karena Devano tak pernah bicara apapun tentang masalah ini.
"Tuan Devano, apakah ngga kasihan?"tanya Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"ngga kasihan, karena dia pasti akan berbuat nekat kali!"jawab Devano membuat Alina ngangguk.
"terimakasih.. Sudah menolong saya!"ucap Alina membuat Devano ngangguk.
Alina pun kembali ke dapur masih kepikiran tentang Novi,ia merasa takut kalau Novi akan dendam padanya jika sudah bebas nanti mungkin saja akan dendam juga pada Devano karena sudah memenjarakan nya.
"kenapa tuh,dia di tangkap polisi?"tanya Laras membuat Alina menghela nafas.
"dia sudah,jadi penyebab diriku terluka kak!"jawab Alina membuat Laras kaget.
"dimana kejadiannya?"tanya Laras membuat Alina gugup.
Alina merasa bingung karena ngga mungkin bicara jujur kalo ia, tinggal di apartemen Devano bisa bisa masuk media karena Laras ngga bisa jaga rahasia,jika jujur pasti semua akan tau kalau Devano dan dirinya tinggal di tempat yang sama.
"Ehmm.. Di sepatu ku, waktu kemarin kak!"jawab Alina membuat Laras mengerutkan keningnya.
"kenapa suaramu, seperti ngga meyakinkan?"tanya Laras lagi.
"aku ngga berbohong kak!"jawab Alina balas Anggukan Laras.
Alina menghela nafas lega ia terpaksa berbohong pada Laras, untung saja Laras percaya dengan nya walaupun itu bukan sebenarnya yang terjadi,namun kalau ngga di jawab akan terus di tanya oleh Laras.
"Syukurlah.. Alina,bisa berbohong pada Laras namun pasti perlahan ketahuan,jika Alina tinggal bersama ku,"gumam Devano merasa begitu takut.
"sepertinya.. Aku memang, harus menikah dengan nya,"gumam Devano.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"