NovelToon NovelToon
Petualangan Dua Bersaudara

Petualangan Dua Bersaudara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:258
Nilai: 5
Nama Author: LanLan.CNL

membalas dendam atas kematian keluarga dari seorang penghianat.

bercerita tentang Kenzie Laurent dan Reinzie Laurent yang telah menjadi yatim piatu, dua sosok saudara yang memiliki sifat yang berbanding terbalik Kenzie memiliki selera humor yang teramat konyol dan santai sedangkan Reinzie memiliki sifat normal dan sangat serius.

mereka berdua melakukan petualangan di dunia. Kaka beradik ini ingin membalas nyawa pada seorang penghianat yang telah membunuh orang tua mereka.

dan keduanya diseguhkan oleh petualangan yang mengubah takdir dari yang konyol menjadi sosok yang sangat di hargai serta di agungkan dan yang satunya akan menjadi seorang pendekar hebat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanLan.CNL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 25

...25: SEDINGIN KULKAS:...

...****************...

Setelah pertunjukan kilat yang mendebarkan itu selesai, puluhan murid biasa yang sebelumnya berkumpul di tepi halaman kediaman Master Helena perlahan mulai membubarkan diri. Mereka bergegas kembali melakukan aktivitas masing-masing dengan langkah terburu-buru. Setelah menyaksikan bagaimana seorang Murid Suci seperti Wulan Tsuyoki bisa ditumbangkan dengan begitu mudah, mental para murid tersebut terguncang hebat. Kini, mereka tidak ada yang berani lagi berlama-lama atau berada dekat-dekat dengan area bangunan milik Guru Agung tertinggi tersebut karena takut memicu kemarahan Kenzie.

Di sudut halaman, Rava, Liera, Ryujin, dan Snowy masih berdiri mematung. Di dalam benak mereka, keyakinan mereka semakin menebal seratus persen bahwa pemuda berambut perak yang tengah berdiri berdekatan dengan Wulan itu adalah monster sejati. Kenzie jelas mampu mengalahkan semua Murid Suci di Akademi Gunung Langit dengan kekuatan mutlaknya. Bahkan Wulan, yang terbilang cukup superior dan selalu meraih kesuksesan besar di kalangan elit Murid Suci, bisa ia kalahkan dengan satu sentakan jari yang teramat mudah.

Namun, fokus kekaguman mereka mendadak teralihkan ke arah koridor teras. Di sana, Master Helena tampak sedang sibuk dengan dunianya sendiri terlihat ia telah mengatur posisi nyamannya sendiri di atas kursi goyang pusaka.

Wanita anggun itu memegang sebuah buku fiksi, dan tidak lupa ditemani oleh segentong besar arak berkualitas tinggi yang diletakkan tepat di sebelah tempat duduknya.

Pemandangan tersebut begitu terasa berbeda jauh dari apa yang mereka bayangkan sebelumnya. Khususnya bagi Ryujin dan Snowy yang baru pertama kali menginjakkan kaki di gunung kediaman Helena; mereka berdua sangat terkejut sekaligus melongo melihat guru yang memiliki status mulia dan dianggap suci di akademi tersebut ternyata adalah seorang wanita pemalas yang hobi mabuk-mabukan.

Padahal, Ryujin dan Snowy awalnya mengira bahwa guru pribadi mereka ini akan menjadi sosok yang sangat kejam, dingin, dan bersifat tegas tanpa ampun saat melatih mereka nanti.

Akan tetapi, kenyataan justru berbanding terbalik. Pada saat Kenzie mengajukan permintaan konyolnya untuk melatih seluruh murid yang ada di gunung ini, mereka sempat mengira bahwa Master Agung itu akan memarahi Kenzie karena kelancangannya. Namun, Helena justru memberikan tantangan instan pada Kenzie, yang berakhir dengan kemenangan mutlak di tangan pemuda Laurent tersebut.

Sejak awal, Ryujin dan Snowy memang sudah menaruh ragu saat melihat Helena menerima permintaan Kenzie dengan begitu mudah. Kini mereka baru menyadari satu hal tak terduga: Helena sengaja melakukan semua sandiwara tantangan itu hanya demi mencari pelarian agar ada orang lain yang menggantikan dirinya memberikan ajaran dan arahan melelahkan terhadap para muridnya!

"Sungguh... aku benar-benar sulit memahami bagaimana jalan pikiran Master! Haiss...!" kata Rava sembari menggeleng-gelengkan kepalanya pasrah atas keputusan Helena yang terasa begitu konyol dan tidak bertanggung jawab.

"Kenapa? Apakah kamu sedang meragukan kemampuan diriku, Rava?.." sahut Kenzie seketika, menyahuti perkataan Rava yang letaknya beberapa meter darinya. "Apa wajah tampanku ini kelihatan seperti pria yang tidak bisa diandalkan?" sambung Kenzie bertanya kembali dengan satu alis terangkat.

Dalam sekejap mata, Rava langsung terkekeh garing dengan wajah kaku begitu mendengar Kenzie menyahuti gumamannya.

Padahal, jika boleh jujur, Kenzie pada awalnya hanya memikirkan ide konyol yang mendadak melintas di dalam kepalanya karena sifat malasnya sedang kumat. Otak Kenzie mendadak buntu dan bosan setengah mati saat membayangkan bahwa segelintir latihan resmi dari akademi nanti pasti akan membuat tubuhnya tersiksa kembali seperti dulu. Maka dari itu, demi menghindari siksaan latihan formal tersebut, muncullah pemikiran gila dan licik di otaknya. Kenzie nekat menawarkan diri untuk melatih rekan timnya sendiri agar ia terbebas dari jadwal latihan yang membosankan dari guru.

Padahal, Kenzie adalah murid baru yang baru beberapa jam lalu diterima secara sah oleh Akademi Gunung Langit. Namun, ia malah melakukan hal yang luar biasa absurd dan gila dengan menawarkan diri menjadi mentor bagi para seniornya. Dan yang lebih di luar logika adalah tanggapan Helena yang justru menerimanya dengan syarat mengalahkan Wulan, Rava, dan Liera. Tentu saja, bagi Kenzie, itu adalah keputusan ceroboh dari Helena yang justru membuat dirinya sangat bersemangat.

"Maaf Tuan Kenzie... Eh, maksud saya Kakak Senior!" seru Rava buru-buru meralat panggilannya dengan wajah panik. "Karena Kak Wulan sudah kalah dan mengakui Anda sebagai senior, maka saya juga akan menganggap Anda sebagai Kakak Senior mulai sekarang..."

*Ahh sialan... Kenapa aku salah memungut orang? Dan kini yang aku bawa pulang adalah seorang monster gila ini?!* batin Rava berteriak meratapi nasibnya sendiri, menangis bombay di dalam hati atas kesalahannya membawa Kenzie masuk ke akademi.

"Saya tidak memiliki maksud buruk apa-apa, Kakak Senior Kenzie. Saya hanya merasa sedikit aneh dengan keputusan Master Helena yang mendadak itu!" kata Rava kembali memberikan penjelasan panjang lebar. Karena takut akan memicu kemarahan atau hantaman energi dari Kenzie, ia langsung melakukan klarifikasi dua langkah atas ucapannya.

Mendengar klarifikasi ketakutan dari Rava, Kenzie tersenyum puas. Di dalam kepalanya yang jenius, rencana untuk memberikan pelatihan kepada teman-temannya sudah mulai terbayang-bayang dengan sangat jelas. Segelintir khayalan tentang metode latihan brutal, sadis, dan tidak manusiawi mulai ia susun di dalam otaknya untuk dikerahkan kepada rekan-rekannya nanti.

Tentu saja, khusus untuk Wulan Tsuyoki, perlakuan Kenzie akan dibuat berbeda. Kenzie telah memikirkan cara yang lebih halus dan taktis untuk membantu meningkatkan kekuatan dasar gadis merah muda itu. Namun, siksaan yang pedih dan neraka dunia akan murni didapatkan oleh Liera, Snowy, terutama Ryujin yang selalu membuat kepala Kenzie puyeng dengan ocehan menyebalkannya, serta Rava yang wajahnya selalu dipenuhi keluhan. Kenzie benar-benar tidak akan melunak sedikit pun kepada Ryujin dan Rava.

Dari kejauhan, di atas kursi goyangnya, Helena yang sedang bersantai menikmati kehangatan matahari sore melirik sekilas ke arah kerumunan muridnya. Entah mengapa, hatinya yang tadi tenang mendadak mulai diselimuti oleh secercah rasa bersalah karena telah menyerahkan kendali pengajaran sepenuhnya kepada murid baru yang baru ia terima di podium tadi.

"Apakah aku telah melakukan kesalahan besar karena membiarkan bocah berambut perak itu mengambil alih tugas pengajaran?..." gumam Helena lirih, ada sedikit kegelisahan yang melintas di pikirannya saat melihat senyuman licik Kenzie dari kejauhan. Namun, ego pemalasnya segera mengambil alih. "Ahh... sudahlah, biarkan saja. Jika nanti dalam beberapa minggu bocah itu tidak memberikan perkembangan apa-apa pada teman-temannya, baru aku sendiri yang akan mengambil alih kembali," lanjutnya sembari meneguk segelas besar arak manis miliknya.

"Tapi... melihat kemampuan dasar bocah itu yang begitu sangat luar biasa mengerikan, aku yakin dia pasti bisa memberikan perubahan besar pada teman-temannya," pungkas Helena memberi penilaian objektif terhadap kejeniusan Kenzie.

Pada saat ini, Kenzie benar-benar sudah tidak sabar untuk memulai waktu latihan tersebut. Ia berniat membagikan seluruh pengalaman mimpi buruk yang ia lalui di bawah asuhan brutal pak tua Arvendel selama delapan tahun di Gunung Celestara. Mengingat kembali bagaimana tubuhnya dulu tersiksa, terkoyak-koyak, dan dipukuli habis-habisan oleh Arvendel demi menguasai energi, membuat bulu kuduk Kenzie sendiri merinding ngeri.

Anehnya, pada detik yang sama ketika pikiran buruk Kenzie sedang kumat, Rava dan Ryujin yang berdiri di depannya mendadak merasakan hawa dingin yang menusuk mengalir di sepanjang tulang belakang mereka. Bulu kuduk kedua pemuda itu berdiri tegak secara ngeri tanpa alasan yang jelas saat pandangan mereka berbenturan dengan mata merah padam Kenzie.

Rava dan Ryujin saling menatap satu sama lain dengan wajah pucat, seolah-olah ikatan batin mereka membenarkan bahwa ada petaka besar yang akan segera menimpa hidup mereka sore nanti. Sementara di dalam benaknya, Kenzie sudah tertawa terbahak-bahak menyaksikan ketakutan kedua temannya tersebut.

"Baiklah! Karena Master Helena sudah setuju memberikan tanggung jawab penuh padaku untuk melatih kalian, maka persiapkan diri kalian dengan baik. Sore ini, tepat saat matahari mulai turun, kita akan memulai latihan pertama di area belakang kediaman Master," kata Kenzie, menegakkan punggungnya dan memperlihatkan wibawa pemimpin yang sengaja dibuat-buat.

"Karena waktu saat ini sudah memasuki siang hari, aku akan pergi terlebih dahulu untuk mempersiapkan alat-alat latihan khusus untuk kalian berlima... Siapkan diri dan mental kalian ya, para Nona Muda, karena latihan sore nanti akan sangat menguras seluruh tenaga kalian," sambung Kenzie, tak lupa memberikan kedipan menggoda kepada tiga wanita di kelompoknya.

"Cih... Dasar pria sok pamer dan menyebalkan," keluh Wulan berbisik lirih. Walau mulutnya berkata demikian, ia sama sekali tidak menaruh rasa benci pada Kenzie, karena ia tahu Kenzie memiliki kekuatan nyata yang sangat layak untuk dihargai.

"Oh iya, aku hampir lupa... Selama di gunung ini, aku, Ryujin, dan Snowy akan tinggal di mana?" tanya Kenzie menyadari satu hal penting yang belum diatur.

Wulan yang sudah malas meladeni narsisme Kenzie hanya menunjuk ke arah deretan bangunan di sisi kiri halaman dengan dagunya. "Silakan kalian bertiga memilih kamar kalian sendiri. Kalian lihat tiga bangunan rumah di sebelah sana itu?" ujar Wulan menjelaskan. "Rumah-rumah itu adalah milikku, milik Liera, dan milik Rava. Itu adalah tempat tinggal pribadi kami. Sisanya ada beberapa bangunan kosong yang bebas kalian pilih untuk tempat tinggal kalian."

"Baik, terima kasih banyak atas arahannya, nona wulan yang cantik jelita," ucap Kenzie dengan nada menggoda yang khas. "Kalau begitu, mari kita pilih tempat tinggal kita!" ajak Kenzie sembari melambaikan tangan kepada Ryujin dan Snowy.

Ryujin yang sedari tadi hanya diam membisu, segera melangkah mengikuti Kenzie. Pemuda berambut merah itu rupanya belum sepenuhnya sadar dari lamunannya sejak pertarungan Kenzie melawan Wulan tadi. Otak Ryujin benar-benar terpukau dan terpaku dalam pujian mendalam, mengagumi betapa keren, jantan, dan berwibawanya sosok Kenzie di matanya. Ryujin benar-benar kehabisan kata-kata, hingga untuk pertama kalinya dalam sejarah, ia tidak mengoceh ke sana kemari dengan celetukan menyebalkan seperti biasanya.

Dengan segera ryujin berjalan mengekor di belakang "Kakak Angkatnya" dengan kepatuhan penuh.

Sementara wanita berwajah sedingin kulkas, Snowy berjalan dengan wajah datarnya yang tampak tidak begitu terbebani oleh situasi.

...****************...

1
LanLan.CNL
Tolong dong setelah membaca novelnya berikan tanggapan kalian agar aku sebagai author bisa menjadi lebih semangat lagi updatenya🙏🙏

setiap bab yang kalian baca berikan tanggapan kalian agar author tau apa yang kurang dari novelnya /Grievance//Whimper//Whimper/
Ibar, {iba'rat Askar}
Dari sini kita tahu bahwa kebaikan seseorang bisa jadi adalah?...
Ibar, {iba'rat Askar}: @Abdul Halim @💕NEKO DES!🐈 @Mystorios _ Writer @Yedija Agung@أسوين سي @knovitriana @Yedija Agung @nia♡ @zichani @Gaizra
total 1 replies
LanLan.CNL
berbagi pengalaman itu adalah kebaikan.. jadi sering seringlah menerima kebaikan Kenzie ya🤣🤣
Ibar, {iba'rat Askar}
gue komentar pertama disini..
jadi ingat untuk memberi like yaa😄..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!