NovelToon NovelToon
Jangan Sentuh Anak-anakku

Jangan Sentuh Anak-anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / CEO / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Biah merupakan seorang Single parent yang membesarkan ke-tujuh orang anak, dan diantaranya adalah anak dari adiknya sendiri yang meninggal dalam kecelakaan.

Hidupnya yang dulu bisa berada dirumah setiap hari kini harus berjuang seorang diri untuk membesarkan mereka.

Suaminya meninggal karena menolong seorang perempuan yang hendak diperkosa oleh beberapa orang, dia meninggal sehari sebelum adiknya meninggal dunia dan menitipkan kedua putranya kepadanya

Mampuka dia membesarkan mereka dengan segala himpitan ekonomi dan juga penghinaan orang-orang??

Novel terbaru kami yang penuh kisah inspiratif dan juga tangis

Silahkan dukung kami🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Adam yang sudah menjadi buronan akhirnya ditemukan oleh kepolisian dan juga kemiliteran, media sosial dan media massa bergerak mengawal semuanya dengan seksama bahkan kekuatan hukum yang dikerahkan tidak mampu membungkam mereka, bahkan demo besar-besaran terjadi di markas petinggi kemiliteran.

Mereka menuntut kasus Adam diselesaikan diselenggarakan oleh nasional tanpa ada batasan hukum.

Biah yang biasanya menggunakan jilbab panjang kini datang kemarkas besar kemiliteran mengenakan seragam kebanggaannya .

Setelah memastikan anak-anaknya berada ditempat yang aman dia juga sudah membalas jasa orang yang telah menyematkan anaknya itu dan parahnya dia juga salah satu korban dari ayahnya dan bersedia bersaksi.

Biah dan semua tim yang dia buat bekerja keras membawa masalah ini sehingga berita nasional hanya menampilkan semua perbuatan Adam bahkan pihak kemiliteran kalangkabut sekarang.

"Apa yang kamu lakukan ini komandan Nurbiah, jangan mencampur adukkan masalah pribadimu Dnegan instansi ini". Bentak Jendral Bram dengan penuh emosi.

Biah tetap dalam berdiri dalam pose keadaan istirahat sesuai instruksi sebelumnya.

"Saya tidak pernah mencampur adukkan masalah pribadi saya jendral, anda bisa melihat sendiri semua berita yang beredar, saya menjalankan tugas utama saya membongkar mafia hukum termasuk kita para anggota militer yang terlibat disana dan saya pastikan semuanya akan ikut terseret". Jawabnya dengan dingin.

"Saya atasanmu, jangan bicara sembarangan!!". Ucapnya dengan suara menggelegar.

Ruang ditempat ini terasa sangat panas tapi Nurbiah tidak takut apalagi mundur, dia sudah punya banyak bukti dan semuanya lebih dari cukup membuat mereka semua ikut terseret.

"Maafkan saya jendral, saya memang harus patuh tapi saya memang sumpah dan janji sebagai tentara untuk melindungi negeri apalagi saya mendapatkan mandat langsung dari presiden bahkan sekelas jendral atau siapapun tidak bisa menghalangi saya untuk melakukan tugas saya". Jawab Biah dengan sangat dingin.

"Kau". Ucapnya terbata-bata karena terkejut aksi anak buahnya itu.

"Saya punya bukti Jendral ikut dalam hilangnya nyawa ibu saya, saya juga punya catatan hitam yang anda lakukan untuk membuat semuanya lenyap tanpa sisa, aku tidak hanya menegakkan keadilan hukum tapi juga menuntut keadilan atas kepergian ibu saya yang kalian lenyapkan tanpa belas kasih". Ucapnya semakin dingin

Bram memundurkan langkahnya karena mulai ketakutan, bagaimana bisa semuanya terbongkar padahal dia sudah menghapus jejak itu.

"Jangan bicara omong kosong". Cicitnya pelan berusaha menjaga wibawanya.

walau kini wajahnya memucat dan ketakutan setengah mati.

"Kita lihat saja Jendral, aku tidak hanya melakukan ini semua untuk menuntut balas tapi menegakkan hukum untuk semua yang kalian lakukan pada orang lain, kalian semua penegak hukum yang harus melindungi rakyat tapi keserakahan kalian membunuh orang tanpa ampun dan mereka semua warga kemiliteran dan sipil dan itu melanggar kode etik berat kemiliteran".

Dia menatap sang jendral dengan mata berani dan penuh kesungguhan.

"Aku berdiri diatas kebenaran dan dukungan yang tidak bisa anda dan pra petinggi disini dapatkan hanya karena anda adalah pemimpin, anda telah merampas banyak hidup teman-teman sejawat dan juga warga sipil, anda tidak akan bisa membungkam saya dan mereka setelah ini, bahkan presiden sudah turun tangan, permisi ".

Biah keluar dari ruangan itu membuat ruangan itu dipenuhi ketakutan, para petinggi yang berada disana kini saling menatap dan mulai gusar karena mereka semua juga terlibat.

"Kita harus melenyapkannya, bagaimana menurut kalian?".

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!