NovelToon NovelToon
Traitors And Revenge

Traitors And Revenge

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:627
Nilai: 5
Nama Author: moonsun_09

kiano nama nya, orang-orang seakan melihat seorang pangeran kejam dan dingin pada dirinya dan sifat nya tidak jauh melenceng dari tanggapan mereka.

ia hidup dengan banyaknya penghianat sisinya, membuat kepribadiannya berubah, apalagi masa lalu kelam yang ia rasakan.

semua yang ia lakukan selalu salah Dimata orang lain, orang bilang dendam yang kau simpan itu tidak ada gunanya, Dengan balas dendam apa akan membuat kau lega?, pertanyaan dari orang yang tidak pernah berada di sisi korban.

mereka hanya bisa berkata luka orang lain tidak ada apa-apanya dengan luka mereka, seakan mereka tau yang ia rasakan.

#bromance
#kejam
#dendam
#benci
#family
#luka
#penghianat
#no romance

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moonsun_09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. kedatangan keluarga besar deovantara

Happy reading!

______________________________________

Saat ini kendaraan roda dua yang dikendarai oleh kiano sedang melaju kencang dijalanan yang lumayan sepi.

Tujuannya adalah menuju rumah sakit terang benderang tempat dirawat nya Alvin.

Sesampainya dirumah sakit yang lumayan besar itu, kiano memarkirkan motornya lalu kaki jenjangnya berjalan dengan tegas menuju ruangan yang ditempati Alvin.

Sesampainya didepan ruang rawat Alvin,ia langsung masuk kedalam tepat ketika seorang dokter yang selesai memeriksa keadaan Alvin kembali.

"Tuan"sapa dokter tersebut dengan senyuman ramah.

"Bagaimana?"tanya kiano menatap dokter tersebut dengan wajah triplek andalan nya.

"Begini tuan, setelah diperiksa menyeluruh pasien mengalami luka yang lumayan dalam diakibatkan tusukan dari benda tajam dibahunya,dan setelah saya periksa kembali pasien akan sadar esok hari tuan"jelas dokter tersebut dengan profesional.

"Hm"balas kiano singkat lalu mendekati ranjang persakitan yang ditiduri Alvin.

Kepala yang penuh perban ditambah adanya luka tusukan dan seperti nya masih banyak lagi yang telah didapatkan oleh Alvin, sehingga membuat kiano mengeluarkan aura tidak enak.

Bagaimana dengan Alka, kenapa remaja itu tidak ada disini? jawabannya adalah, kiano menyuruh luxer untuk mengurung Alvin di apartemen nya sehabis mengantar Alvin kerumah sakit.

Remaja cerewet satu itu sangat keras kepala hingga mengamuk ingin tetap disini menemani Alvin,ketika melihat keadaan Alvin yang digendong dengan tubuh penuh luka.

Untungnya luxer termasuk golongan orang Sabar dan pintar menghadapi tingkah monyet Alka, pria itu menyuntikan sebuah cairan hingga membuat Alka tak sadarkan diri alias pingsan.

"Alka?"tanya kiano dingin, remaja itu membawa tubuh nya untuk duduk disalah satu sofa yang ada.

"Saya kurang di apartemen anda tuan"balas luxer sopan, pria itu mengikuti kiano dan berdiri disampingnya.

Kiano yang mendengar itu menatap tajam dan dingin luxer, kenapa juga bocah itu ada di apartemen nya,yang lebih penting dari mana pria itu bisa masuk ke apartemen yang ia kunci.

Seakan mengerti maksud tatapan sang tuan,luxer dengan cepat menjawab dengan gugup.

"S-saya menemukan kunci apartemen tuan berada didalam mobil"jawab luxer cepat,bisa mati dia Jika sang tuan salah paham.

Kiano terdiam mendengar itu, sepertinya ia terlalu ceroboh hingga tidak sadar jika kunci apartemen tertinggal dimobil waktu ia ditemani luxer sesuatu tempat, berarti kunci itu sudah disana lumayan lama.

"Bebaskan Alka"perintah kiano sambil memainkan handphonenya.

"Baik tuan"balas luxer hendak pergi, tapi, pertanyaan kiano membuat ia berhenti dan kembali menghadap sang tuan.

"Dia?"tanya kiano dingin dan datar,dia yang dimaksud kiano adalah tuan vion yang sudah ditahan diruang surga milik nya.

tatapan matanya seakan ingin mencabik cabik tubuh mangsanya, aura dingin dan gelap remaja itu membuat luxer menciut, sungguh menyeramkan.

"Siksa dia sampai kalian puas tapi jangan sampai mati"ucap kiano dengan seringaian iblisnya,yang berarti akn menjadi pertanda buruk.

"Laptop"perintah Kiano datar,ia akan menyelidiki kenapa Alvin bisa diculik.

Luxer yang mendengar itu segera menyerahkan laptop sang tuan,ia tau pasti tuannya akan membutuhkan laptop setelah ini, karena itu ia bersiaga.

"Kalau begitu saya permisi tuan"pamit luxer walaupun tak mendapat balasan dari sang tuan, tapi kaki nya tetap berjalan meninggalkan ruang rawat Alvin.

Sedangkan kiano sedang berkutat dengan laptop nya, hanya membutuhkan waktu 10 menit ia sudah mendapatkan semua yang ia inginkan terlihat dilayar laptop tersebut.

Flashback

Seluruh murid berbondong bondong keluar dari kelas setelah mendengar suara bel berbunyi, begitu juga dengan dua makhluk astral nya kiano.

Dua curut itu berjalan santai sesekali bercanda ria dan menjahili murid- murid yang mereka lewati.

"Ka liat tu cewek cantik cuy"ujar Alvin menunjuk seorang perempuan yang berdiri tak jauh dari mereka.

"Coba Lo goblin, kalau tuh cewe baper gue traktir Lo seminggu gimana"tantang Alka dengan wajah sumringah.

"Oke,liat dan belajar dari babang Alvin yang tamvan ini"balas Alvin mengangkat tinggi dagunya.

Setelah itu Alvin berjalan sok cool menuju perempuan itu diikuti Alka dibelakangnya .

"Ekhem hai cantik"sapa Alvin mengedipkan matanya sebelah genit.

Gadis itu tidak menyahut, hanya menatap heran Alvin yang sok ganteng itu.

"Sendiri aja,lagi nunggu siapa sih?"tanya Alvin genit, tangan remaja itu dengan nakalnya mengusap rambut perempuan tersebut.

"Aku bingung sekarang asal kamu tau"ujar Alvin sambil tersenyum lebar.

"Hah,Lo bingung Napa, mapel matematika?mau gue ajarin"tawar gadis itu dengan semangat.

Alvin yang mendengar itu tercengang lalu kembali menormalkan ekspresi nya, sepertinya orang yang akan menjadi mangsa nya sekarang adalah murid ambisius yang gila angka.

Alka yang diam menonton drama yang dibuat oleh Alvin kini sedang menahan tawanya.

"Maksudnya,aku tuh binggung padahal aku bukan buaya tapi kenapa ya.."ucap Alvin menjeda perkataannya.

"Kalau dekat kamu bawaannya pengen gigit manja tau"lanjut Alvin mencolek dagu gadis itu.

Gadis itu menatap jijik Alvin bagaikan kotoran yang harus dimusnahkan dimuka bumi yang bersih ini.

"Buaya sih enggak tapi buaya darat iya"balas gadis tersebut menatap julit Alvin.

"Hahahaha..."suara tawa Alka mengalihkan perhatian Alvin,remaja itu menatap sinis Alka yang tertawa sampai mengeluarkan air mata.

"Kasihan... jangan lupa traktir gue seminggu bro"ucap Alka merangkul Alvin lalu mengajak remaja itu pergi.

"CK,kok tuh cewe gak baper sih anjing"umpat Alvin misuh misuh.

"Lo masih dibawah gue bro"ejek Alka melanjutkan tawanya.

Lalu dua curut itu menaiki kendaraan masing masing dan pergi meninggalkan perkarangan sekolah.

Tapi ketika melewati jalan sepi terlihat dua mobil hitam seperti mengikuti mereka, alhasil dua curut itu melajukan motornya lebih cepat.

Mereka berdua meninggalkan motor mereka asal lalu berlari memasuki gang sempit yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

"Siapa sih mereka anjir"kesal Alka terus berlari diikuti Alvin dibelakang nya.

"Mana gue tau cok"balas Alvin tak kalah kesal nya.

"Yang penting kita lari dulu habis tu sembunyi,gak mungkin kita lari terus yang ada ketangkep"ujar Alka menjelaskan rencana mereka.

"Situ tuh"tunjuk Alvin pada tumpukan kardus disudut sudut gang.

Lalu mereka berdua masuk kedalam kardus tersebut, jangan ditanya bagaimana mereka bisa masuk, karena tubuh mereka itu lumayan kecil untuk menyembunyikan diri dalam kardus lumayan besar itu.

Tap...tap...tap...

Suara langkah kaki membuat debaran jantung dua remaja itu memacu cepat, keringat dingin membasahi wajah dan tubuh mereka.

Duuk...

Suara benda atau entah apa itu membuat alak mengintip kecil dari dalam kardus.

Ternyata suara itu berasal dari Alvin yang oleng dan terjatuh keluar dari dalam kardus tersebut dan membuat Alka panik.

'sial'batin Alka khawatir, terlihat dua orang berbaju hitam bertopeng mendekati Alvin dan menarik paksa remaja itu.

Alvin yang tak terima ditarik mencoba melawan dan sesekali mendapat memar diwajahnya.

Alka yang melihat itu ikutan keluar untuk membantu Alvin, tidak akan ia biarkan temannya terluka oleh orang asing itu.

Brak...

Bugh..

Kreeek...

Bugh...

Suara pukulan patahan tulang menggema diseluruh gang kecil tersebut.

Alak dan Alvin yang sudah berusaha melawan tetap sia-sia karena perbedaan tubuh dan tenaga.

Orang berbaju hitam itu menarik Alvin dan Alka berdiri dengan paksa dan menyeret mereka,tapi dengan cepat Alka menyikut salah satu dari mereka dengan sikunya lalu mencoba melepaskan Alvin dari cengkeraman mereka.

"Pergi anjing"bisik Alvin sambil meringis menahan sakit.

"Gue gak mau"balas Alka lalu menendang orang itu.

Tanpa Alka sadari ada salah satu dari mereka akan mengarahkan pisau padanya,tapi Alvin yang menyadari itu dengan sigap mendorong Alka sehingga pisau tersebut mengenai bahu kirinya.

"Aghh...shh....pergi njing"lirih Alvin sambil menahan perih dibahunya.

"Tapi Lo-"ucap Alka terpotong karena bentakan dari Alvin.

"Pergi gue bilang!"bentak Alvin menatap marah Alka .

Alka yang tidak punya pilihan lainpun memilih mengikuti perkataan Alvin dan pergi.

Dari kejauhan alka melihat orang-orang itu menyeret paksa Alvin yang menahan lukanya.

Setelah video tersebut selesai kiano menutup laptop nya,aura membunuh remaja itu sudah tak terbendung lagi.

Bajingan itu sudah berani menyentuh miliknya,dan itu membuat nya marah, apalagi luka yang didapatkan oleh dua orang itu menambah kemarahan kiano.

Brak..

Suara dobrakan pintu mengalihkan perhatian kiano, disana terlihat alak yang berjalan menuju Alvin tergesa-gesa.

"Vin, maafin gue"lirih alka,ia merasa bersalah karena harus meninggalkan Alvin waktu itu.

Lalu Alka menoleh, terlihat kiano yang memandangnya datar tapi ada kesan dingin.

Alka berjalan lunglai menuju Kiano dengan air mata yang terus bercucuran, hidung remaja itu sudah memerah dengan bibir melengkung kebawah.

"Hiks...Abang...Alvin...hiks...huwaaa..."tangis Alka semakin histeris sambil memeluk kiano.

"H-harusnya...hiks...tinggal...Alvin... hiks"ucap Alka terbata-bata, sesekali tangannya membersihkan wajah nya.

Kiano mengusap kepala Alvin lembut, remaja itu dengan mudahnya mengangkat tubuh Alka kepangkuan nya.

"Sst...dia bakal bangun"ucap kiano datar walaupun begitu alka dapat merasakan dan mendengar kelembutan dari kalimat pendek kiano.

"M-maaf... hiks...Alka...bang"ucap alka mengangkat wajahnya menatap kiano.

"Bukan bukan salah Lo"balas kiano sambil menghapus air mata alka tanpa rasa jijik.

"Sekarang tidur"titah kiano lalu membaringkan tubuh Alka sofa panjang yang ada disana.

"Abang mau kemana?"tanya Alka walaupun sesekali remaja itu masih terisak.

"Pulang, nanti gue kesini lagi"balas kiano mengusap rambut Alka sebentar lalu pergi meninggalkan ruang rawat tersebut.

🥀🥀🥀

Dimansion deovantara saat ini sedang kedatangan keluarga besar deovantara yang selama ini tinggal diluar negeri.

Mereka bilang mereka merindukan bungsu manis dan mengemaskan mereka, siapa lagi jika bukan Livia si gadis ular bermuka dua.

"Cucu Oma makin cantik aja deh"ucap

Oma Viana sambil tersenyum ramah, wanita itu memeluk erat Livi.

"Iya dong Oma, Livi selalu cantik"balas Livi riang.

"Mana anak itu?"tanya opa roem pada agaseta.

"Ha anak siapa opa?"celetuk seorang pemuda dengan Surai coklat sambil menaikkan sebelah alisnya,dia Radika lindra cassio berusia 23 tahun anak sulung dari clarissa Nevada cassio kakak sulung agaseta.

Risa adalah anak perempuan satu satu dari opa roem dan Oma Viana, setelah sukses menggapai karirnya sebagai artis, wanita itu menikah dengan anak tunggal keluarga cassio jacky cassio.

Lalu Risa dan Jack dikaruniai 3 putra,si sulung Dika dan si kembar bungsu kendrio ares cassio dan Kendrael alvas cassio,yang sekarang berumur 16 tahun.

"Siapa lagi jika bukan anak sialan itu"balas roem datar, lalu pria itu menoleh kearah anak tengah nya agaseta.

"Kenapa kau diam saja?"tanya roem menatap aneh agaseta, biasanya pria itu akan ikutan menjelekkan anak bungsu yang tak dianggap itu.

"Ada yang berbeda dengannya ayah"ucap agaseta seakan mengerti dengan tatapan sang ayah.

"Aneh bagaimana kak?"celetuk seorang pria berusia 35 Andra renno deovantara,putra bungsu roem dan Viana dan adik bungsu Risa dan agaseta.

Agaseta melirik sang adik dengan tatapan datar lalu ia mengubah mimik wajahnya lebih serius.

"Anak itu berubah, bahkan ia berani melukai ku dan membentak mommy nya sendiri"jelas agaseta menjeda perkataannya.

Semua orang yang berada diruang keluarga itu mengalihkan perhatian mereka pada agaseta.

"Bahkan sifatnya dan penampilan nya sangat berbeda,anak itu juga jarang pulang"ujar agaseta melanjutkan penjelasannya.

"Kalau dia gak pulang mau tidur dimana dia dad?"celetuk Kendra dengan julit.

Remaja itu benar-benar tidak menyukai kiano yang berstatus sebagai Abang sepupu nya.

"Entah lah"balas agaseta sambil menyandarkan tubuhnya pada sofa yang ia duduki.

"Jangan ada yang menyebutnya lagi"suara rendah nan dingin itu membuat semua perhatian mereka teralihkan.

Jean pemuda itu menatap dingin dan tajam seluruh anggota keluarga nya, kakinya yang disilangkan ditambah dagu yang terangkat tinggi membawa kesan arogan.

"Apa maksudnya sayang"tanya jenan menatap putra sulungnya lembut.

"Dia milikku mulai sekarang, tidak ada yan yang boleh melukai nya selain aku"jelas jean dengan nada datar nya.

"Umm, Abang pengen baikan dan minta maaf sama bang Ano ya?"celetukan itu berasal dari gadis ular pembawa masalah itu Livi.

"Kalaupun Abang mau minta maaf tapi dia gak mau maafin gimana?"pertanyaan kali ini berasal dari Marvel.

"Aku tak peduli mau dia memaafkan ku atau tidak"jeda jean sambil sambil tersenyum menyeramkan.

"Tapi dia tetap harus berada dibawah kendali ku bagaimana pun caranya,jika perlu akan ku patahkan kaki nya agar dia tidak berbuat macam-macam"ucap jean melanjutkan ucapannya.

"Lo gila bang"ujar marchel menggelengkan kepalanya tak habis fikir dengan perkataan sang Abang.

"Ya,aku gila,gila karena dia"balas jean dengan seringaian nya, terlihat kilatan obsesi dimata pemuda itu.

"Tapi nyatanya tidak akan ada yang bisa melakukan itu sampai sekarang "perkataan tiba-tiba itu membuat semua orang mengalihkan perhatian mereka pada sosok yang berdiri diujung sana.

Semua orang terlonjak kaget melihat remaja yang sedang menjadi topik pembicaraan mereka tadi kini sedang berdiri dihadapan mereka semua.

"Kiano sayang,kamu dari mana saja hm?"tanya jenan lalu berjalan menghampiri sang anak.

Ketika tangan nya hendak menyentuh wajah putra yang tidak pernah ia anggap tapi sang putra malah menghindar.

"Mommy kangen sayang "lirih jenan memandang sendu sang anak.

"Anjing lo-

Perkataan yang ingin diucapkan oleh marchel terhenti karena perkataan sang Abang sulungnya.

"Tapi aku bisa adiku sayang,kau tidak akan bisa membantah ku "ujar jean memandang penuh puja kiano.

"Rasa sayang dan cinta ku sangatlah besar adik, hingga tidak bisa diganti dengan apapun termasuk uang karena kau adalah segalanya''ujar jean, pemuda itu berdiri lalu berjalan mendekati kiano.

"Lo bilang sayang dan cinta segalanya tapi nyatanya uanglah dari segala nya"balas kiano memandang dingin Jean.

Ingatan kiano berputar dibeberapa tahun yang lalu tepatnya ketika ia berumur sepuluh tahun.

Waktu itu ia sedang bermain Ditaman ditemani oleh Jean yang duduk dikursi taman memperhatikan nya.

Jean beranjak dari kursinya dan mendekati sang adik yang sedang bermain.

"Kamu segalanya, Abang sayang adek ,adek gak bisa dijual ataupun disewa oleh apapun"ucap jean tiba-tiba.

Kiano yang waktu itu masih kecil tidak terlalu mengerti apa yang dimaksud oleh Abang sulungnya,anak itu hanya menganggukkan kepalanya.

"Jadi jika ada hal buruk yang datang, bagaimana pun adek harus nurut gak boleh bantah Abang paham, karena kita sedarah"ujar jean lagi.

"Hmm,oke Abang" balas kiano kecil riang.

"Ayok pulang"ajak jean menggandeng tangan sang adik.

Beberapa Minggu kemudian, entah hidayah dari mana tapi keluarga deovantara saat ini sangat baik bahkan menyayangi kiano seperti anak normal, karena biasanya mereka akan mencaci, menyiksa dan memarahi nya.

"Sayang,ayo"teriak jenan memanggil kiano kecil, wanita itu memamerkan senyum manisnya yang entah tulus atau tidak.

"Iya mom,ayo dad"balas kiano kecil bersemangat lalu menarik orang tuanya.

Mereka bilang ia akan diajak ke kebun binatang oleh sang mommy, tapi bukan nya sampai kebun binatang tapi mereka berada didepan mansion besar tapi menyeramkan.

"Mom kita ngapain disini?"tanya kiano kecil takut.

"Tenang sayang ini adalah tempat menyenangkan"balas jenan tersenyum penuh tipu daya.

Lalu mereka masuk dan terlihat seorang pria yang sepertinya sudah masuk usia kepala tiga tapi wajahnya masih sangat tampan dan tegas.

"Jadi ini anak yang ingin kau tukar kawan?"tanya pria itu tersenyum ramah.

"Apa maksud orang itu dad?"tanya kiano kecil binggung.

Agaseta memandang dingin kiano kecil lalu dengan tega nya pria itu menendang tubuh ringkih nya.

"Aghh..dad"lirih kiano kecil yang kini tersungkur didepan pria asing tadi.

"Bawa dia dan bayar say dengan perusahaan mu di Inggris dan jangan mengganggu keluarga ku lagi dan ingat hanya tiga tahun kau bawa dia lalu kembali kan"ucap agaseta datar lalu pergi begitu saja diikuti jenan dibelakangnya.

"A-abang...uhuk..."lirih kiano kecil memanggil sang Abang.

Tapi yang ia dapat hanya tatapan dingin dan datar, tidak ada tatapan khawatir dari sang Abang sedikit pun.

"Kita bertemu tiga tahun lagi adik, ketika saat itu tiba kau tidak boleh membenci ku,dan kau harus tetap menjadi anjing penurut kembali "ucap Jean datar lalu pergi meninggalkan kiano kecil menangis.

"Kau akan mendapat hal menyenangkan disini"ucap pria itu,albian Rendra namanya pria yang membuat kesepakatan dengan sang Daddy berupa ia yang akan dibawa oleh tuan bian selama tiga tahun dan terserah diperlakukan seperti apapun,mau disiksa jadi budak pun diperbolehkan.

Yang pertama perusahaan tuan bian yang ada di inggis diambil alih oleh keluarga deovantara.

Yang kedua tuan bian dan para pengikutnya dilarang mencari masalah dengan deovantara dan harus membantu jika keluarga deovantara mendapatkan masalah.

Dan yang terakhir kiano yang ditawan selama tiga tahun akan dikembalikan kedeovantara kembali, entah apa alasannya.

Dan selama Kiano kecil di tahan disana anak itu terus saja mendapatkan siksaan fisik maupun mental.

Ia sudah harus melihat penyiksaan kejam didepan mata diusia segitu.

Tubuhnya sering dijadikan objek penelitian oleh ilmuwan gila disana.

Ia juga mendapatkan cambukan, sayatan,tendangan,pukulan dan siksaan kejam lainnya.

Dan disana ia hanya mendapat makan sekali sehari dan itupun hanya roti kering yang tak layak dimakan lagi.

Sementara keluarga deovantara sedang bersenang-senang diatas penderitaan nya, mungkin mereka sekarang lupa jika masih memiliki saudara yang sedang berusaha bertahan dari kejamnya dunia.

Kembali kemasa sekarang kiano memandang tajam jean yang sedang berdiri didepan nya.

Aura membunuh nya menguar dimana-mana, membuat mereka yang ada disana merinding.

"Ya Abang tau sayang, Abang bersalah padamu karena itu Abang minta maaf"ucap jean memandang sendu sang adik.

"Tapi jika kau tak memaafkan Abang , Abang juga tak peduli Ano, karena kau tidak bisa menjauh dan lari dari pengawasan ku "ucap jean tersenyum.

Heh, mengawasi katanya,bahkan ketika ia menangkap tikus kecil saja pemuda itu tidak sadar sama sekali,itu yang ia bilang mengawasi.

"Gue bukan anjing Lo yang penurut lagi sialan"balas kiano dingin,ia semakin menekan aura nya hingga membuat semua orang tercekat.

"Apa perlu aku patahkan kaki mu agar kau kembali menjadi anjing penurut lagi ?"tanya Jean lalu berjalan mendekat, Tanpa aba-aba pemuda itu dengan mudahnya mengendong kiano seperti karung beras.

Tapi karena kiano bukanlah orang yang bisa dikendalikan, dengan enteng nya kaki jenjangnya menendang perut sang Abang hingga mereka berdua terjatuh dilantai.

Lalu tanpa belas kasihan kiano menendang kuat perut Jean hingga menabrak dinding mansion.

Lalu kiano mendekati jendela yang terkapar dan kembali menendang pemuda itu lagi tapi kali ini ia menendang kuat kepada Jean hingga terbentur didinding dan mengeluarkan banyak darah.

"Jean!!"teriak histeris jenan melihat putra sulungnya dibuat babak belur oleh anak bungsu nya hanya dengan dua kali tendangan.

"Sialan,kau membuat cucu ku terluka bajingan!"teriak murka roem.

Semua yang berada disana dengan cepat mendekati Jean yang terkapar lemah dilantai.

"Bang,ayo bangun"ucap Dika membantu memapah Jean keruang kesehatan pribadi mansion dan sedang menunggu dokter datang.

"Gue ingatkan lagi!,kita hanya sebatas hubungan darah tak lebih,jadi Jangan ada yang ikut campur urusan gue dan mencoba memerintah gue lagi"ucap lantang kiano memandang dingin.

Bersambung.....

1
Niwang Horee
lanjut kak
Niwang Horee
lanjut lagi, kak. jangan lama lagi pliss 🙏🙏
Niwang Horee
kak, ayo lanjut lagi. udah lama gak lanjut
Niwang Horee
lanjut kak, semangat semangat 🔥🔥
Niwang Horee
lanjut lanjut. SEMANGAT KAK🔥🔥🔥
Niwang Horee
semangat kak
Niwang Horee
lanjut lanjut semangat 💪
Niwang Horee
semangat kak. lanjut lagi yok!!
salsabillaaa 0506_
lanjut kaka cantikk semangattt terus yaa😍💪
Niwang Horee
lanjut kakk, semangat terus 💪💪💪💪
Niwang Horee
lanjut terus, kak. semangat 💪💪
salsabillaaa 0506_
kaka semangat terus ya 💪🏻🙂‍↕️
Niwang Horee
kak, jangan suka ngilang ya sekarang 🙏🙏 semangat...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!