NovelToon NovelToon
KESEMPATAN KEDUA

KESEMPATAN KEDUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang wanita yang bernama Karamel, di detik-detik kematiannya, sebelum menutup mata, dia melihat sosok pria berlari menuju ke arahnya dan langsung memeluknya dari api yang berkobar.

Pria itu adalah mantan suaminya yang dia ceraikan, pria yang sudah dia sakiti. Tapi pria itu masih datang untuk menolongnya, tapi sayang sekali, Karamel sudah tidak bisa bertahan, nafasnya sudah sudah berat dan matanya sudah mulai tertutup.

Tapi, ada suatu hal yang terjadi dan sulit dimengerti. Karamel kembali hidup di masa lalu, di mana dia masih menjadi seorang Istri.

Dengan kesempatan kedua yang dia dapatkan, tentu Karamel tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Mampukah Karamel membalas semua luka yang dia dapat kan di kehidupan pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Menghilangkan Jejak

Devi saat ini sudah mau bertemu dengan teman-temannya, tapi dia belum berani untuk keluar rumah. Orang tuanya sempat khawatir dengan sikapnya yang jadi lebih pendiam.

Tubuh Devi gemetar, dia menatap Sarah dengan wajah panik. "Sar kamu ngomong apa sih?"

Sarah yang melihat reaksinya makin yakin jika apa yang dikatakan Arka itu benar, Devi bukan cukan dibegal.

Ya. Setelan berpisah dengan Arka, dia pergi menjenguk Devi, "Kamu jujur aja Dev, apalagi kamu tidak ingin kasus ini diselidiki."

Devi terdiam, dia harus apa? kejadian itu adalah aib baginya, dia tidak ingin orang lain tahu dengan kejadian yang menimpanya.

"Sar kamu jangan bilang sama orang lain. Cukup kamu saja yang tahu!" Devi akhirnya memilih untuk jujur.

Sarah tertawa puas, akhirnya dia punya orang yang bisa membantunya. "Bisa saja, asalkan ada uang tutup mulutnya!"

Devi menatap Sarah dengan tatapan tak percaya, teman sedang terkena musibah tapi dia malah mengambil untung.

Tiba-tiba dia mengingat Kara, apa mungkin Kara sudah sadar dengan sikap Sarah yang sebelumnya? Dia cuman bukan matre, tapi dia juga suka mengambil keuntungan.

"Sar! Kamu kok gitu sih? Kamu tau sendiri kan berapa uang jajanku sebulan,? Aku juga tidak kerja, beda denganmu. Kamu juga tau selama ini kita cuman ngandelin Kara!" ujar Devi dengan wajah masam.

"Ck, jangan sebut nama dia lagi. Entah apa yang merasukinya, tiba-tiba menyukai suaminya yang buta itu, padahal selama ini dia begitu jijik dengannya! Kata Sarah dengan nada kesal.

Setelah terdiam sejenak dia melanjutkan, "Kalau begitu, kamu bayarin perawatanku! Besok aku mau ke salon!"

Wajah Devi makin muram, jika tidak ingin aibnya tersebar mana mau dia keluar uang. Selama ini, Kara juga yang membayar tagihan mereka.

"Hmm baiklah.. Besok aku TF, tapi jangan mahal-mahal yaa?" Devi sangat tau paket yang Sarah gunakan.

Sarah tersenyum puas, "Tidak banyak kok, yang paket 5 juta saja!" Sarah juga tau Devi tidak punya banyak uang.

"Hmm..!. Tapi kenapa kita bisa mengalami musibah di jalan itu?" tanya Devi.

"Aku juga sudah memikirkan hal itu! Kata Arka, kita sudah menyinggung seseorang. Dan kejadian yang kita alami, sudah direncanakan oleh orang itu!" jelas Sarah.

"Brengsek..!" Umpat Devi. Dia sangat marah mendengarnya. Dia juga sudah curiga, apalagi kejadian itu di tempat yang sama.

"Kamu tenang saja! Arka dan sepupunya sudah meminta bantuan dari seseorang untuk menyelidikinya, kita pasti akan tahu siapa orangnya!"

"Hmm.. Lihat saja, jika dia seorang wanita, Aku pasti membuatnya merasakan hal yang sama!" amarahnya makin menggebu.

Sarah tentu tak mau kalah, dia sangat membenci orang itu karena sudah membuat wajahnya rusak.

Setelah beberapa menit, Sarah akhirnya pulang dengan menggunakan taksi, dia tidak berani nyetir mobil sendiri.

Mobilnya yang masuk bengkel sudah dilunasi oleh Ayahnya, dia tau dari mana sang Ayah mendapat uang sebanyak itu.

...----------------...

Ke esokan harinya, Kara berada di kantor polisi untuk bertemu dengan si pencopet. Hal-hal seperti itu sering terjadi di masa lalu, dan dia baru mengetahui jika semuanya sudah diatur oleh seseorang.

Dan kali ini, Kara sangat yakin, jika pencopet itu juga melakukannya atas perintah seseorang, alias orang sewaan.

"Kamu langsung keluar hari ini, jika kamu berkata dengan jujur!" ucap Kara dengan memberinya pilihan yang sangat menggiurkan.

"Benarkah?"

"Ya..Asal kamu jujur dan menunjukkan bukti-buktinya!" pinta Kara.

Pencopet itu menatap Kara dengan heran, mendengar perkataannya saja sudah menandakan jika Kara tahu kalau dirinya diperintah oleh seseorang.

Dia tidak langsung menjawab, karena ini bukan pertama kalinya dia bekerja untuk orang itu. Dia sering menerima tawarannya, asalkan tidak sampai menghilangkan nyawa.

Pencopet itu sebenarnya mengenal Kara, karena setiap Kali Kara mengalami masalah, dialah orangnya, tapi dia hanya orang suruhan.

"Orang itu tidak akan membantumu ke luar! Sebenarnya aku bisa cari buktinya sendiri, tapi kalau aku menemukannya kamu akan dipenjara lebih lama lagi!"

"Tidak.. Aku jujur, aku katakan!" katanya dengan cepat.

Akhirnya dia mengaku kepada Kara, siapa yang menyuruhnya, dan berapa uang yang dia terima. Dia juga menyimpan bukti rekaman dan pesan dari orang itu, apalagi bukti TF juga masih ada.

Kara mengangguk puas, "Bagus! Akan ada seseorang yang mengurus kepulanganmu, kamu pulang bersamanya, dan berikan semua bukti itu!" pinta Kara sambil beranjak.

"Baik. Maaf dan terima kasih!" katanya dengan nada pelan. Dia malu dan merasa sangat bersalah, malah orang yang sudah jadi korban yang membebaskannya.

Kara meninggalkan kantor polisi, dan menuju ke suatu tempat. Dia sudah ada janji dengan seseorang.

"Kau sudah tidak sabar lagi ternyata! Kalau begitu siap-siap untuk merima balasanku!" gumamnya.

Padahal dia baru akan membalas setelah perayaan ulang tahunnya. Tapi karena mereka tidak sabar, maka Kara juga tidak tahan lagi.

...----------------...

Di kamar Rumah Sakit, terlihat Tama sedang duduk di brangkar sambil telponan dengan seseorang.

📞

Tama : "Jangan sampai ada jejak yang tertinggal."

XXX : "Baik Tuan. Bukti kami amankan dengan baik!"

Tama : "Ya. Jangan terlalu jauh, tapi juga jangan terlalu mencolok.!"

XXX : "Baik Tuan!"

Tama memutuskan panggilan, padahal dia sudah memperingati Kara untuk tidak melakukannya sendiri, karena lawannya punya bekingan orang dunia gelap.

Untuk mencari pelaku dan bukti-bukti adalah hal muda bagi mereka. Jadi Tama, hanya bisa membantu Kara membersihkan jejaknya sebelum orang itu menemukannya.

Karena orang suruhan atau sewaan Kara belum terlalu mulus melakukan tindakan yang berbahaya, masih ada celah atau kejanggalan yang bisa mereka temukan.

Seperti begal yang melecehkan Devi, Preman itu awalnya menggunakan sarung tangan lengkap, agar sidik jarinya tidak ditemukan.

Tapi dia malah melepasnya saat nano nano dengan Devi, sehingga sidik jarinya bertebaran di mana-mana. Entah bagaimana suruhan Tama menghilang jejak itu.

"Kara! Kenapa kamu tidak menungguku pulan dan meminta bantuanku? Apa kamu tidak mempercayai kemampuanku?" Tama bertanya-tanya dengan sikap Kara yang terlihat terburu-buru.

Tama kembali menelpon seseorang, kali ini terdengar suara wanita diseberang sana.

Tama : "Bagaimana? Ada yang kurang?" tanyanya dengan santai.

W. : "Kamu tenang saja! Semuanya sudah beres. Kapan kamu pulang? Agar aku bisa mengatur waktunya." balasnya dengan semangat.

Tama : "Lusa!" Tama juga tidak sabar untuk pulang, dia sudah merindukan pelukan Kara. Apalagi setiap malam, Kara menelpon dan memintanya untuk segera kembali.

W. : "Baiklah."

Panggilan terputus, Tama membuka pesan suara yang Kara kirim tadi pagi, yang mengatakan jika dirinya jadi insomnia semenjak Tama pergi.

Namun Tama menyesal telah membuka pesan itu lagi, Karena dirinya jadi ikutan insomnia.

"Sial..!"

Tama akhirnya menghubungi Kara, berharap setelah mendengar suaranya dia bisa segera tidur. Tapi bukannya tidur, matanya melek sampai subuh.

.

.

.

1
neni onet
ga sabar nunggu kecebongnya netes lah . . . 😁
Wati Ningsih
senengnya 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
neni onet
pantas rasanya kara membalas dengan perlahan tapi mematikan klo tau apa yang Sarah lakukan dimasa lalu . . .🫣
Liza Syamsu
di part ini tama sdh tdk buta ya bisa pakai laptop dan gendong kara, artinya aku dong yg ketinggalan cerita di bagian mana ya
Fii: Hai kk untuk menggunakan laptop ada penjelasan di bab-bab selanjutnya yaa..

Kalau untuk menggendong, anggap saja Tama sudah menghafal tata letak tempat tidurnya yaa🙏😁
total 1 replies
Wati Ningsih
aduhhhh siapa yg mau nampung arka tuhhhh😙😙😙😙😙😙😙
Wati Ningsih
karmaaaa😏😏😏😏😏😏
Wati Ningsih
ketahuan kamu mitaaaaa 😃😃😃😃😃
한스Hans
semangat Thor 🙏
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Wati Ningsih
kasian si Dion🥺🥺🥺🥺🥺🥺
Wati Ningsih
rasakan itu sarah
neni onet
apakah mereka sedang menikmati ketupat lebaran, sepaket sama opor ayam dan sambal goreng balado . . .
selamat idul Fitri thor, maafkan kami yang selalu minta crazy up yaa 😄
Fii: 🤣🤣🤣🙏🙏
total 2 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
neni onet
ceritanya keren, reader ikut menerka2 alur ceritanya, menebak apa kejadian dimasa lalu yang membuat seorang Kara menjadi jahat sama Tama dan berusaha membalas satu persatu kejahatan Sarah CS ...
Fii: Makasih supportnya kak😍
jangan lupa mampir di Novel yang sdah tamat😁🙏
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
neni onet
please jangan sampe kebablasan, besok udah sholat Ied lhoo, ini othor juga sambil ngetik, sambil bikin opor kan, biar jadi THR an buat reader nya . . . 😄
Fii: wkwk iya nih.
makanya UP cuman 1 bab😭🙏🙏

Aduuhh THR nya belum bisa ditarik bulan ini 😭😭
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjit
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!