NovelToon NovelToon
KESEMPATAN KEDUA

KESEMPATAN KEDUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang wanita yang bernama Karamel, di detik-detik kematiannya, sebelum menutup mata, dia melihat sosok pria berlari menuju ke arahnya dan langsung memeluknya dari api yang berkobar.

Pria itu adalah mantan suaminya yang dia ceraikan, pria yang sudah dia sakiti. Tapi pria itu masih datang untuk menolongnya, tapi sayang sekali, Karamel sudah tidak bisa bertahan, nafasnya sudah sudah berat dan matanya sudah mulai tertutup.

Tapi, ada suatu hal yang terjadi dan sulit dimengerti. Karamel kembali hidup di masa lalu, di mana dia masih menjadi seorang Istri.

Dengan kesempatan kedua yang dia dapatkan, tentu Karamel tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Mampukah Karamel membalas semua luka yang dia dapat kan di kehidupan pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Makanya Nikah

Dua hari berlalu, Kara dan Tama sudah bersiap untuk menuju Rumah Sakit menjenguk Tante Mira, kebetulan Tama tidak bekerja karena hari minggu.

Saat turun di lantai bawah, Kara melihat seorang pria sedang duduk di ruang tamu, dia tidak bisa melihat wajahnya, karena posisi orang itu membelakanginya.

"Ada tamu, kamu ada janji?" tanya Kara sambil jalan mendekat.

Alis Tama mengerut, dia merasa tidak pernah membuat janji dengan seseorang. Namun, saat mendengar suaranya dia langsung mengutuk Dion yang tidak memberi tahu lokasinya diubah.

"Hei brow kuu..! Akhirnya kau turun juga." serunya dengan semangat. Tapi dia langsung terdiam saat melihat Kara berdiri di belakang Tama.

Kara maju dan berdiri di samping Tama, dia sangat senang melihat sahabatnya ini "Hei Bii, kita bertemu lagi.!"

Bintang dibuat speechless, Apa mungkin yang dikatakan Tama jika Kara sudah kembali dengan Versi yang mereka kenal?

"Kamu beneran Kara kan? Karamel Dametha?" Tanya Bintang dengan suara serius. Sejak Kara membenci Tama, dia dengan Dion juga kena imbasnya, padahal mereka tidak salah apa-apa.

Mata Kara berkaca-kaca, hatinya sakit setiap kali dia mengingat kejahatan dan kesalahan yang dia perbuat di masa lalu. Karena semua sahabatnya tidak ada yang hidup dengan bahagia, dan semua masalah bermula darinya

Bintang meninggal karena kecelakaan tunggal, dia mencari orang yang telah menabrak Ibu Sisil, karena Orang itulah Ibu Sisil meninggal, dan akhirnya Sisil sangat terpukul dan bunuh diri apalagi utangnya di mana-mana.

Tapi saat mengejar orang itu dengan motor, seseorang menabraknya dari belakang, hingga dia terpental dan kepalanya terbentur dengan keras.

"Ya.!" ucap Kara sambil tersenyum. Bintang adalah sahabatnya yang paling humble, ceria, dan paling heboh.

"Boleh peluk tidak sih...?" tanyanya dengan Haru.

"TIDAK..!" Tama langsung menolak, enak saja main peluk istri orang.

Bintang menatap Tama dengan tatapan kesal. "Brow jangan pelit dong, aku kangen banget sama Kara!"

"Jangan harap, makanya nikah biar tahu rasanya dipeluk Istri..!" kata Tama dengan santai, lalu berjalan keluar lebih dulu.

Dia hanya sedang melarikan diri sebelum Bintang membalas ucapannya yang lebih parah lagi.

Bintang dan Kara saling tatap, mereka sangat syok dengan ucapan Tama yang sangat menusuk hati.

"Ckck. Brow ku ternyata lupa jika selama tiga tahun dia hanya meluk guling!" balasnya.

Tama sudah mengambil keputusan yang tepat untuk keluar lebih dulu, jika dia mendengar ucapan Bintang, mungkin saat ini dia sangat marah dan malu.

Bintang baru sadar masih ada Kara di ruangan itu. "Ehh Kar,, aku tidak bermaksud. Kamu tidak marah kan?" jangan sampai Kara malah membencinya lagi.

Kara tertawa kecil, sikap Bintang masih seperti dulu, tidak berubah sama sekali. "Kenapa harus marah? Kan fakta,!"

Mata Bintang berbinar, dulu Kara selalu membelanya, meski dia lebih dekat dengan Tama. Ternyata sekarang Kara masih juga seperti itu.

Kara mendekat dan memegang tangan Bintang, dan meletakkan di atas kepalanya. "Begini cukupkan?"

Bintang tersenyum lalu mengusap kepala Kara dengan pelan. "Kar terima kasih sudah kembali. Semoga rumah tangga kalian bahagia selalu!"

"Ya. Jangan dibahas lagi! Nanti aku jadi nangis. Kita mau ke rumah sakit!" balas Kara sambil jalan ke luar.

Bintang menyusul dan bertanya. "Kalian ke Rumah Sakit buat apa? Padahal kami sudah janjian loh mau kumpul di sini."

Kara tidak tahu hal itu. "Nanti aku ceritakan di mobil. Kau naik motor?"

"Ya, aku masih setia dengannya! Hanya dia yang selalu menemaniku di saat aku sendiri." ucapnya dengan dramatis.

Tama yang sudah menunggu di samping mobil langsung berdecak kesal. Karena Bintang selalu mengatakan itu jika bertemu dengannya.

"Maaf membuatmu menunggu!" kata Kata sambil merangkul Tama dan memintanya untuk naik ke mobil.

Bintang yang tidak tahu apa-apa ikut naik, dan duduk disamping sopir. Dia masih terkejut melihat Kara benar-benar berubah.

"Siapa yang sakit?" tanya Bintang.

"Dion tidak memberi tahumu jika kita kumpulnya di Rumah Sakit?" Tama bertanya balik.

"Sial si Dion, dia tidak pernah kasih info!" gerutu Bintang sambil merogoh ponselnya, siapa tau ada pesan atau panggilan yang terlewatkan.

"Nanti kita jelasin kalau sudah sampai!" Kata Kara, jika sudah berkumpul lebih menghemat tenaga.

"Haahh baiklaaah...!"

...----------------...

Di Rumah Sakit, Sisil sedang menyuapi Ibunya, dia sangat bahagia melihat sang Ibu pulih dengan baik. Selama itu, Kara hampir setiap hari mengirim makanan untuknya, dan kebutuhan lainnya.

Dia juga hampir setiap hari bertemu dengan Dion, karena dia yang bertanggung jawab setelah mengambil alih operasi tersebut.

Sisil beranjak saat mendengar ketukan pintu, dia sangat terkejut melihat siapa yang datang, rasanya dia ingin menangis saat itu juga, tapi dia berusaha menahannya, takut sang Ibu khawatir.

"Ayo masuk!" ajaknya dan memberi mereka jalan.

Ya. Keempat orang sampai itu sudah sampai, termasuk Dion. Dia segera masuk kamar dan mengecek kondisi Tante Mira.

Sedangkan Sisil sedikit gugup bertemu dengan mereka semua. "Kenapa tidak bilang kalau mereka datang?" bisiknya pada Kara.

"Hmm, aku juga baru tau tadi sebelum berangkat.! Balas Kara sambil meletakkan makanan yang dia bawa.

Bintang sejak pertama kali masuk sangat syok melihat Sisil berada di ruang rawat dengan kondisi tubuh yang sangat berbeda dengan terakhir kali dia bertemu.

"Sil apa yang terjadi?" Bintang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya.

Sisil menatap Bintang dengan tatapan bersalah. "Bi jangan sekarang!" Sarah tidak ingin sang Ibu mendengar obrolan mereka.

Bintang mengangguk paham, "Kalian berdua sudah tahu sejak kapan?" Tanya Bintang lagi.

"Kami sudah tahu seminggu yang lalu!" jawab Tama. "Dion tidak memberi tahumu?" lanjut Tama dengan bertanya.

Karena Tama sudah meminta Dion untuk mengabari Bintang, agar sekalian mereka bertemu di Rumah Sakit saja, karena sebelumnya mereka sepakat untuk bertemu di rumahnya.

"Sori Bi. Aku tidak sempat, aku benar-benar sibuk seminggu ini, aku bahkan tidak pernah pulang ke rumah!" sela Dion yang baru keluar dan mendengar obrolan mereka.

Bintang terdiam, dia hanya sedikit kecewa, karena dia baru mengetahui seminggu setelahnya, jika sehari atau dua hari mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi ini, dia merasa tidak enak hati dengan Sisil.

"Sil maaf yaa, aku baru taunya sekarang!" Kata Bintang dengan sedih, melihat Sisil yang sekarang.

"Jangan minta maaf dan saling menyalahkan! Aku tidak memberi kabar karena aku tidak ingin merepotkan kalian semua, tapi ternyata sesulit itu untuk berjuang sendiri! Akhirnya aku menyerah dan pergi menemui Kara!" jelas Sisil dengan suara serak.

Kara langsung memeluknya, dan bertanya kepada Dion apakah Tante Mira sudah tidur? Jangan membuat orang sakit banyak pikiran.

"Sudah!"

.

.

.

1
neni onet
ga sabar nunggu kecebongnya netes lah . . . 😁
Wati Ningsih
senengnya 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
neni onet
pantas rasanya kara membalas dengan perlahan tapi mematikan klo tau apa yang Sarah lakukan dimasa lalu . . .🫣
Liza Syamsu
di part ini tama sdh tdk buta ya bisa pakai laptop dan gendong kara, artinya aku dong yg ketinggalan cerita di bagian mana ya
Fii: Hai kk untuk menggunakan laptop ada penjelasan di bab-bab selanjutnya yaa..

Kalau untuk menggendong, anggap saja Tama sudah menghafal tata letak tempat tidurnya yaa🙏😁
total 1 replies
Wati Ningsih
aduhhhh siapa yg mau nampung arka tuhhhh😙😙😙😙😙😙😙
Wati Ningsih
karmaaaa😏😏😏😏😏😏
Wati Ningsih
ketahuan kamu mitaaaaa 😃😃😃😃😃
한스Hans
semangat Thor 🙏
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Wati Ningsih
kasian si Dion🥺🥺🥺🥺🥺🥺
Wati Ningsih
rasakan itu sarah
neni onet
apakah mereka sedang menikmati ketupat lebaran, sepaket sama opor ayam dan sambal goreng balado . . .
selamat idul Fitri thor, maafkan kami yang selalu minta crazy up yaa 😄
Fii: 🤣🤣🤣🙏🙏
total 2 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
neni onet
ceritanya keren, reader ikut menerka2 alur ceritanya, menebak apa kejadian dimasa lalu yang membuat seorang Kara menjadi jahat sama Tama dan berusaha membalas satu persatu kejahatan Sarah CS ...
Fii: Makasih supportnya kak😍
jangan lupa mampir di Novel yang sdah tamat😁🙏
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
neni onet
please jangan sampe kebablasan, besok udah sholat Ied lhoo, ini othor juga sambil ngetik, sambil bikin opor kan, biar jadi THR an buat reader nya . . . 😄
Fii: wkwk iya nih.
makanya UP cuman 1 bab😭🙏🙏

Aduuhh THR nya belum bisa ditarik bulan ini 😭😭
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjit
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!