NovelToon NovelToon
Randy Sang Tabib Tampan

Randy Sang Tabib Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Harem / Dokter Ajaib
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: jeffc

Randy, mahasiswa Teknik Mesin semester dua, punya segalanya: tinggi menjulang, senyum manis, motor Kawasaki Ninja yang gagah, dan kamera DSLR yang setia menemaninya berburu foto di sudut-sudut kota. Tapi di balik pesona itu, Randy tetap jomblo—lebih suka memotret penjual cilok atau suasana kumuh daripada nongkrong romantis. Cewek-cewek kampus gemas, tapi Randy selalu jaim, seolah menutup pintu hatinya.

Suatu malam, hidupnya berubah. Dalam mimpi yang terasa terlalu nyata, ia bertemu Ki Suromenggolo—kakek buyut tabib sakti yang mewariskan ilmu penyembuhan legendaris. Randy bangun dengan dada hangat dan perasaan aneh, seakan membawa kekuatan baru.

Di tengah hiruk-pikuk kota, persahabatan, godaan cinta, dan bahaya yang mengintai, Randy akan belajar bahwa menjadi “tabib tampan” bukan sekadar gelar. Ini adalah perjalanan tentang keberanian, tanggung jawab, dan hati yang selalu diuji oleh banyak perempuan yang diam-diam jatuh hati padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jeffc, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Demi Utang

“Good job, kita harus bikin skenario jadi kesempatan ini nggak hilang lagi,” balas pesan dari Rody.

“Siap, Rod, gua akan support elu,” tulis Suwanto yang mendukung Rody habis-habisan supaya bisa jadian sama adiknya dan hutangnya lunas.

“Nanti sore ajak Mulan dan papa mama lu ke seafood restaurant Crab & Chill di Petak Enam, gua pura-pura ada di sana, nggak sengaja ketemu kalian, dan gua gabung,” balas Rody dalam pesan WhatsApp-nya.

“Ah, resto itu kan mahal, mana gua mampu?” protes Suwanto.

“Tenang aja, gua yang bayar, cari alasan ke keluarga lu hari ini lu, misalnya lu lagi dapet dapat rezeki atau apa,” tutup Rody.

“Lu memang jenius, Rod. See you jam 7 nanti malam, ya,” tulis Suwanto yang dibalas dengan emotikon jempol oleh Rody.

Kemudian Suwanto diam sejenak sebelum dia keluar kamar.

“Lan, Ma, nanti Suwanto ajak makan malam ya, ajak Papa sekalian di seafood Crab & Chill di Petak Enam,” kata Suwanto kepada mamanya. “Suwanto barusan dapat rezeki.”

“Nggak usah, Wan, simpan aja, sayang-sayang,” kata Mama Suwanto bijak. “Lagian kan restoran itu terkenal mahal.”

“Sekali-sekali nggak apa-apa, Ma, ayolah,” jawab Suwanto.

“Tumben, kok Suwanto nraktir kita,” celetuk Mulan dengan senyum gembira. “Ngimpi apa semalam?”

“Yang jelas bukan ngimpiin elu, Lan,” jawab Suwanto tangkas. “Pastinya ada orang lain yang ngimpiin elu.”

“Ya nanti kalau papamu pulang, tanya dulu dia,” kata Mama Suwanto. “Mau ikut nggak. Kalau papa lu nggak mau ikut, biar lu sama Mulan aja.”

“Bagus, kalau cuma Mulan yang ikut, makin mudah buat Rody pendekatannya ke Mulan,” kata Suwanto dalam hati dan tersenyum penuh kemenangan.

Tapi senyum itu cuma bertahan sebentar dan segera memudar saat Suwanto melihat mamanya yang masih nampak galau sambil melipat baju di ruang tamu. Napas Suwanto tiba-tiba terasa sesak. Dia terngiang kata mama yang selalu bilang, “kalau ada rezeki, jangan foya-foya sembarangan, Wan. Tabung kalau ada yang lebih penting.”

“Ma, serius, Ma. Sekali ini aja,” kata Suwanto meminta mamanya ikut, kali ini dengan suara agak pelan. “Suwanto lagi happy hari ini.”

Mama menatap Suwanto lama. “Mama penasaran, kamu dapat rezeki dari mana sebenarnya? Jangan-jangan hasil main ya.”

“Anu, Wanto ada proyek kecil-kecilan sama teman, sebagian buat ditabung, dan sebagian untuk nraktir Papa, Mama, dan Mulan,” jawab Suwanto gelagapan karena harus mengarang cerita.

Tak lama kemudian, tiba-tiba pintu depan terbuka. Papa Suwanto dan Mulan pulang dengan wajah lelah. “Jualan sepi hari ini.”

“Sabar, Pa. Nanti malam kita makan di Crab & Chill yuk sambil refreshing,” kata Suwanto langsung to the point mengajak papanya sebelum bicara yang lain.

Papa mengerutkan keningnya. “Restoran seafood Crab & Chill? Yang di Petak Enam itu? Kan mahal, lu lagi dapat duit?”

“Suwanto barusan dapat rezeki sedikit, Pa,” jawab Suwanto dengan cepat. “Sekali-sekali ajak Papa, Mama, dan Mulan, biar kita bisa kumpul keluarga.”

Papa memandang istrinya sebentar, lalu mengalihkan pandangan ke Mulan yang tersenyum ceria. “Tumben-tumbenan lu, Wan. Biasanya kalau dapat rezeki sedikit langsung dipakai buat motor atau nraktir teman-temennya.”

Senyum Mulan seketika berubah. “Iya nih, Pa, tumben-tumbenan banget. Mungkin koh Suwanto lagi jatuh cinta.”

“Jangan bikin gosip yang enggak-enggak, dong, Lan,” ujar Suwanto dengan nada agak kesal. Di pikirannya terbersit, semakin banyak yang membahas ini, akan semakin dalam dia berbohong.

Akhirnya, setelah terjadi perdebatan kecil selama hampir sepuluh menit, Papa Suwanto memutuskan mau ikut. “Baiklah, Wan, nanti Papa mandi dulu, tapi jangan sering-sering ya, sesekali boleh.”

Jam 7 kurang, Suwanto, Mulan, Papa, dan Mamanya berjalan ke restoran seafood Crab & Chill yang hanya kurang dari 5 menit jalan kaki dari rumah mereka. Tepat jam 7 mereka sudah sampai di restoran yang sudah ramai itu.

Bau amis dari ikan-ikan dan cumi yang ada di restoran itu segera menyeruak, beradu dengan aroma harum dari asap seafood yang sedang dibakar. Restoran yang sebenarnya besar itu terasa sempit karena banyaknya orang yang makan di situ. Restoran bercat biru itu bergaya seolah di laut dengan bangku-bangku dari kayu, serasa di pantai dengan alunan lagu slow dengan efek suara ombak dari beberapa speaker.

Belum lama duduk dan belum sempat memesan makanan, tiba-tiba Suwanto dikejutkan oleh seseorang yang menepuknya dari belakang dan memanggil namanya dengan suara yang sangat familiar.

“Eh, Suwanto? Lagi ngapain lu di sini?” tegur Rody sambil menepuk pundak Suwanto. Rody nampak tersenyum lebar dengan memakai kemeja Versace dan jam tangan Rolex yang berkesan glamor. Tangannya memegang kunci mobil yang sengaja dipamerkan biar tampak semakin mewah.

Suwanto menggunakan bakatnya dalam berakting dengan pura-pura kaget melihat Rody. “Rod? Eh, lu juga di sini? Sendirian? Gabung aja sama kita di sini.”

Rody hanya mengangguk kecil dan langsung menarik kursi di sebelah Mulan tanpa diminta. “Tadi nungguin customer, janjian makan malam di sini, tapi dianya batal karena suatu urusan. Permisi ya, Om, Tante.”

Mama Suwanto tersenyum ramah dan mempersilakan Rody bergabung dengan mereka.

Namun feeling Mulan tajam. Dia merasa agak aneh dengan kemunculan Rody yang tiba-tiba duduk di sampingnya, padahal kursi di sebelah Suwanto kosong. Lalu dia menggeser kursinya sedikit ke kanan agar nggak terlalu mepet dengan Rody.

Rody tertawa keras, dan terdengar norak. “Ada untungnya makan malam dengan customer batal, jadi bisa gabung makan dengan Suwanto.” Suwanto yang merasa akting Rody berlebihan segera menendang kaki Rody dari bawah meja, seraya memberikan kode agar jangan banyak omong.

Pesanan lalu mulai datang: kepiting saus Singapore, udang goreng mentega, cumi asin, dan ikan bakar. Rody langsung mengambil peran sebagai tuan rumah, lalu memesan tambahan berupa lobster.

“Lan, kamu cobain deh kepitingnya. Ini spesial di restoran ini, katanya langsung beli dari nelayan yang barusan dari pantai,” kata Rody sambil mengambil sepotong kepiting lalu menaruhnya ke piring Mulan.

Mulan hanya tersenyum, tapi matanya nampak semakin curiga. “Makasih, Rod. Tapi nggak usah repot-repot, aku bisa ambil sendiri.”

Suasana meja jadi sedikit canggung. Papa Suwanto diam saja sambil makan, tapi matanya sesekali melirik Rody dengan tatapan penuh rasa curiga. Mama Suwanto justru kelihatan senang. “Kamu kerja di mana, Rod?”

“Bisnis lah, Tante. Import-export,” jawab Rody membual, padahal Suwanto tahu persis bahwa bisnis Rody di bidang usaha seperti panti pijat dan sebagainya.

“Tadi naik apa ke sini?” tanya Rody basa-basi.

“Jalan aja rame-rame, cuma lima menit kok dari sini,” jawab Mama Suwanto.

“Aduh, lain kali tinggal telepon Rody aja,” kata Rody dengan gaya omong besarnya. “Ada beberapa mobil di rumah yang nganggur, tinggal bilang aja.”

Mulan tampak nggak nyaman dengan gaya Rody yang omong besar itu, lalu menyalakan ponselnya dan mengirim pesan WhatsApp kepada Suwanto, “Ko, sengaja ya ngajak aku ke sini biar ketemu Rody?”

Suwanto tampak pucat dan hampir tersedak membaca pesan dari Mulan, lalu segera membalas, “Nggak kok, Lan, beneran ketemu nggak sengaja aja.”

Suwanto kemudian memandang adiknya itu yang tampak tidak nyaman duduk di sebelah Rody, dan dia mulai merasa bersalah karena telah menjebak Mulan dalam situasi tidak nyaman ini. Kebalikan dengan Mama Suwanto dan Mulan yang percaya dengan segala kebetulan ini, Cu Niang merasa ada yang tidak beres sejak awal Suwanto tiba-tiba mentraktir makan, sesuatu yang tidak pernah dilakukannya. Tapi dia diam saja.

Sementara itu Rody semakin membual saat Mama mulai bertanya-tanya tentang bisnisnya. Dia membual ada proyek besar dengan customernya yang batal makan malam ini, tentang ekspor batu bara ke beberapa negara. Sesekali Rody melirik ke arah Mulan yang duduk di sampingnya dengan pandangan yang menyebalkan dan membuat Mulan risih, dan rasanya Suwanto ingin meninju muka Rody yang menyebalkan itu.

“Maafin kokomu ini, Lan,” kata Suwanto dalam hati. “Gua terpaksa melakukan ini karena nggak ada jalan lain untuk menutupi utang terhadap Rody.”

Suwanto tidak menyadari bahwa di tempat lain, seseorang sedang merencanakan sesuatu yang jauh lebih besar, sesuatu yang bakal menyeret hidupnya lebih dalam lagi.

Di kantornya di daerah Petojo, Pak Cokro memanggil tangan kanannya yang sangat loyal padanya, Pak Handoko, yang berpenampilan tak kalah perlente dengan dia. Dengan nada pelan Pak Cokro berkata kepada Pak Handoko, “Han, aku rela keluar berapa pun, asal Randy mau bergabung dengan perusahaan kita.”

Pak Handoko mengangguk dengan sopan. “Siap, Pak.”

“Han, kerahkan anak buahmu untuk mengawasi pergerakan Randy selama 24 jam, dan kasih laporannya ke aku.”

1
Anonymous
semangat kak
Anonymous
semsngst kak
sitanggang
gak ada gregetnya ,masih polos monoton gitu2 saja
jc: ada masukan, biar greget?
total 1 replies
sitanggang
mcnya kok lemah yaa, parah siih ini🤦
jc: lemahnya dimananya ya?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!