NovelToon NovelToon
Lepaskan Aku Mas, Aku Menyerah

Lepaskan Aku Mas, Aku Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / CEO / Penyesalan Suami / Romantis / Romansa / Cintapertama
Popularitas:18k
Nilai: 5
Nama Author: Itz_zara

Lima tahun menikah, Samira tak pernah dicintai.

Pernikahannya lahir dari kesalahan satu malam bukan dari cinta, melainkan kehamilan yang memaksa Samudra menikahinya.
Ia mencintai sendirian. Bertahan sendirian.

Hingga suatu hari, lelah itu tak bisa lagi ditahan.

“Lepaskan aku, Mas… aku menyerah.”

Karena pernikahan tanpa cinta hanya akan mengajarkan satu hal: kapan seseorang harus berhenti bertahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itz_zara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Liburan

Pagi itu keluarga kecil Samudra sedang sarapan bersama di meja makan. Cahaya matahari pagi masuk melalui jendela dapur, membuat ruangan terasa lebih hangat dari biasanya. Meski begitu, suasana di antara mereka masih menyisakan sedikit kekakuan tapi ini wajar saja untuk sebuah rumah tangga yang sudah berjalan lima tahun, namun baru belakangan ini mulai mencoba saling mendekat.

Binar duduk di kursinya sambil memegang sendok kecil. Sesekali gadis kecil itu mengoceh tentang kartun yang ia tonton semalam dengan penuh semangat.

“Terus monster-nya jatuh ke laut, Pa! Splash!” cerita Binar sambil menirukan suara air.

Samira tersenyum lembut mendengarkan putrinya. Sesekali ia mengangguk, sementara Samudra menanggapi dengan senyum tipis atau pertanyaan kecil agar Binar semakin semangat bercerita.

Di tengah suasana itu, Samudra tiba-tiba membuka pembicaraan.

“Btw, Mir… kamu tahu kan minggu depan Mas harus ke luar kota?”

Samira yang sedang menuangkan susu ke gelas Binar langsung menoleh.

“Iya, Mas.”

Samudra mengambil roti di piringnya, lalu berkata dengan nada santai seolah itu hal biasa.

“Gimana kalau kamu sama Binar ikut aja? Kebetulan kan weekend. Sekalian nanti kita liburan di sana.”

Sendok di tangan Samira berhenti di udara. Ia menatap suaminya beberapa detik, seolah memastikan ia tidak salah dengar.

“Aku sama Bibi ikut?” tanyanya pelan.

Samudra mengangguk.

“Iya. Biar sekalian liburan juga. Selama ini yang Mas tahu, kamu sama Bibi jarang liburan, kan?”

Samira terdiam sejenak.

Memang benar.

Selama ini ia dan Binar paling hanya pergi ke taman atau ke rumah orang tuanya. Kalau pun liburan jauh, biasanya bersama keluarga besar.

Dengan Samudra sendiri…

Hampir tidak pernah.

Pria itu terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Liburan bukanlah sesuatu yang pernah ia prioritaskan untuk keluarga kecilnya.

Karena itu, tawaran pagi ini terasa begitu berbeda.

“Tapi nanti aku sama Bibi nggak ganggu kerjaan Mas di sana kalau ikut?” tanya Samira hati-hati.

Samudra menggeleng.

“Kerjaan Mas di sana cuma satu hari.”

Ia mengambil gelas kopinya, lalu melanjutkan dengan nada lebih ringan.

“Setelah itu kita punya dua hari buat liburan.”

Samira masih terlihat ragu.

“Mas yakin?”

Samudra menatapnya sekilas.

“Justru Mas yang ngajak.”

Binar yang sejak tadi sibuk makan tiba-tiba menoleh dengan mata berbinar.

“Liburan?”

Samira tertawa kecil.

“Iya sayang… kalau Papa udah selesai sama kerjaannya.”

“Papa beneran?” tanya Binar langsung pada Samudra.

Samudra tertawa pelan melihat ekspresi putrinya yang penuh harap.

“Iya. Papa beneran.”

“Yeaaay!”

Binar langsung bersorak kecil di kursinya sampai sendoknya hampir jatuh.

“Bibi mau liburan! Mau naik pesawat! Mau main air!”

Samira tak bisa menahan tawanya melihat tingkah putrinya.

Namun di balik senyum itu, masih ada sedikit rasa tidak percaya yang bersembunyi di hatinya.

Benarkah Samudra ingin menghabiskan waktu bersama mereka?

Setelah lima tahun…

Baru kali ini pria itu yang mengajaknya terlebih dahulu.

Samudra yang menyadari tatapan Samira akhirnya bertanya,

“Kenapa kamu lihat Mas begitu?”

Samira sedikit gugup.

“Enggak apa-apa.”

“Kaget ya?”

Samudra menyandarkan punggungnya di kursi.

“Kaget karena Mas ngajak liburan?”

Samira mengangguk kecil.

“Iya.”

Samudra terdiam sejenak. Tangannya yang memegang gelas kopi berhenti di udara.

Lalu dengan suara yang lebih pelan ia berkata,

“Mas cuma merasa… selama ini Mas terlalu sibuk.”

Samira menatapnya.

“Mas jarang ada waktu buat kamu sama Binar.”

Kalimat itu membuat Samira benar-benar terkejut. Samudra hampir tidak pernah mengakui hal seperti ini sebelumnya.

“Jadi sekarang Mas pengen coba memperbaiki,” lanjutnya.

“Apa masih boleh?”

Beberapa detik Samira tidak menjawab.

Ia hanya menatap wajah pria yang selama lima tahun menjadi suaminya itu.

Lalu perlahan sebuah senyum hangat muncul di wajahnya.

“Selama Mas mau mencoba… tentu masih boleh.”

Jawaban itu membuat dada Samudra terasa jauh lebih ringan.

Sementara Binar sudah kembali bersorak kegirangan.

“Bibi mau ke pantai!”

“Bibi mau main pasir!”

Samudra dan Samira saling berpandangan sebelum akhirnya sama-sama tertawa kecil.

Entah kenapa…

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Samudra benar-benar menantikan perjalanan ini.

Bukan karena pekerjaan.

Tapi karena ia akan pergi bersama dua orang yang selama ini diam-diam sudah menjadi bagian paling penting dalam hidupnya.

Dan mungkin…

Perjalanan itu bukan hanya sekadar liburan.

Melainkan awal dari sesuatu yang baru dalam pernikahan mereka.

@@@

Malam itu rumah terasa lebih sibuk dari biasanya. Koper sudah hampir semuanya tertutup rapi dan diletakkan di dekat pintu kamar. Samira baru saja selesai memeriksa kembali barang-barang yang akan mereka bawa.

Ia menutup resleting koper terakhir lalu menghela napas pelan.

“Sepertinya sudah lengkap,” gumamnya.

Di ruang tengah, suara televisi terdengar pelan. Binar masih terjaga dan sedang menonton kartun kesukaannya sambil memeluk boneka kelinci yang tadi ia masukkan ke koper lalu diambil lagi karena ingin tidur dengannya malam ini.

Samudra duduk di sofa, menemani putrinya. Sesekali ia menatap layar televisi, sesekali matanya justru memperhatikan Binar yang terlihat sangat bahagia sejak tahu mereka akan liburan.

“Papa…”

“Iya?”

“Besok kita benar-benar pergi kan?” tanya Binar memastikan.

Samudra tersenyum kecil.

“Iya, benar-benar.”

“Janji?”

“Janji.”

Binar akhirnya tersenyum puas lalu kembali fokus ke televisi.

Tak lama kemudian Samira keluar dari kamar sambil membawa tas kecil.

“Bibi, sudah malam. Besok kita harus bangun pagi,” ucapnya lembut.

Binar menguap kecil, tanda ia memang sudah mulai mengantuk.

Samudra lalu mengangkat tubuh kecil putrinya.

“Ayo, Papa antar tidur.”

“Papa yang temenin?” tanya Binar setengah mengantuk.

Samudra mengangguk.

“Iya.”

Samira memperhatikan itu dengan perasaan hangat yang sulit dijelaskan. Lima tahun pernikahan mereka tidak selalu diisi momen seperti ini. Bahkan dulu Samudra sering pulang larut malam ketika Binar sudah tertidur.

Sekarang melihat pria itu menggendong putrinya menuju kamar terasa seperti sesuatu yang baru.

Beberapa menit kemudian Samudra keluar dari kamar Binar dengan langkah pelan.

Samira yang sedang merapikan meja ruang tengah menoleh.

“Sudah tidur?”

Samudra mengangguk.

“Iya. Cepat banget tidurnya.”

“Dari tadi dia memang sudah ngantuk.”

Samudra duduk di sofa, lalu menatap koper yang sudah berjejer di dekat pintu.

“Kamu kelihatan serius banget dari tadi.”

Samira tertawa kecil.

“Namanya juga mau pergi, Mas. Takut ada yang ketinggalan.”

“Kalau ada yang ketinggalan kita beli saja di sana.”

Samira menggeleng.

“Mas gampang banget ngomongnya.”

Samudra hanya tersenyum tipis.

Beberapa detik mereka terdiam.

Suasana rumah menjadi lebih tenang sekarang.

Samudra lalu tiba-tiba bertanya,

“Mir.”

“Iya?”

“Kamu senang?”

Samira menatapnya sedikit bingung.

“Senang apa?”

“Mau liburan.”

Pertanyaan itu membuat Samira diam sejenak.

Ia lalu tersenyum kecil.

“Senang.”

Samudra memperhatikannya.

“Beneran?”

Samira mengangguk.

“Iya.”

Lalu ia menambahkan dengan nada pelan,

“Karena jarang terjadi.”

Kalimat itu membuat Samudra sedikit terdiam.

Ia tahu maksud ucapan Samira.

Selama ini ia memang terlalu sibuk.

Terlalu fokus pada pekerjaan sampai sering lupa bahwa ia memiliki keluarga yang juga membutuhkan waktunya.

@@@

Pagi hari tiba lebih cepat dari biasanya.

Samira sudah bangun sejak subuh untuk menyiapkan beberapa hal terakhir. Ketika ia keluar dari kamar mandi, Samudra sudah duduk di tepi tempat tidur sambil melihat ponselnya.

“Kita berangkat jam berapa, Mas?” tanya Samira.

“Jam tujuh.”

Samira mengangguk.

“Bibi sudah bangun?”

“Belum.”

Samira lalu berjalan ke kamar putrinya.

Beberapa menit kemudian terdengar suara kecil Binar.

“Bunda… kita jadi liburan?”

Samira tertawa kecil.

“Iya, sayang. Ayo bangun.”

Tak butuh waktu lama sampai rumah kembali ramai.

Binar yang sudah siap bahkan terlihat paling semangat.

Ia berlari kecil keluar rumah sambil menarik koper kecilnya.

“Papa ayo!”

Samudra yang sedang memasukkan koper besar ke bagasi mobil hanya bisa tertawa melihat tingkah putrinya.

“Iya, iya… sabar.”

Samira berdiri di dekat pintu rumah, memperhatikan dua orang yang paling penting dalam hidupnya itu.

Angin pagi berhembus lembut.

Ia tidak tahu bagaimana perjalanan ini nantinya.

Tapi untuk pertama kalinya…

Ia benar-benar berharap perjalanan ini akan menjadi sesuatu yang berbeda.

Sesuatu yang bisa membuat rumah tangga mereka menjadi lebih hangat dari sebelumnya.

“Mir.”

Samira menoleh ketika Samudra memanggilnya.

“Ayo.”

Ia tersenyum kecil lalu berjalan mendekat.

Beberapa menit kemudian mobil mereka perlahan meninggalkan halaman rumah.

Binar yang duduk di kursi belakang terus mengoceh tentang berbagai hal yang ingin ia lakukan saat liburan.

Samira sesekali menoleh ke arah Samudra yang sedang menyetir.

Pria itu terlihat lebih santai dari biasanya.

Dan tanpa ia sadari…

Samudra juga sesekali melirik ke arahnya.

Perjalanan mereka baru saja dimulai.

Dan tanpa mereka tahu…

Liburan itu tidak hanya akan membawa kebahagiaan kecil bagi Binar.

Tetapi juga akan menguji perasaan yang selama ini diam-diam mulai tumbuh di antara Samudra dan Samira.

@@@

Hai Semuanya!

Selamat Datang Di Cerita Baru Aku!!!

Mohon maaf kalau alurnya terasa lambat. Aku memang sengaja membuatnya bergaya slow burn supaya setiap detail dan emosi dalam cerita nya bisa lebih terasa.

Jangan lupa like, comment, follow, dan share cerita ini ya!!!

Terima Kasih!

1
Yunita Sophi
thor jgn di kasih bom dong... petasan aja bikin kaget dan takut..😂 semoga mereka kuat menghadapi cobaan yg akan merusak hubungan mereka yg mulai manis...
Itz_zara: Hmm gimana yakk🤔
total 1 replies
cinta semu
awal baca biasa aja tapi makin lama ..bikin nagih tuk lanjut baca😂😂titip samudera sm Samira ya Thor ...bikin bahagia sampai tamat
Itz_zara: Aww makaasih🥰
total 1 replies
cinta semu
nah kan meluk istri sambil tidur bikin ketagihan kan ...lama2 u akan kecanduan samudera 😂😂😂😂
Itz_zara: Nagih banget🤭
total 1 replies
Uthie
Masih penasaran soal Judulnya.. apakah jadi terealisasi kan.. atau.. malah sdh berubah gak jadi pisah 😁👍
Itz_zara: eitss jangan senang dulu🤭 ada boom nanti🤫
total 1 replies
Ma Em
Akhirnya Samudra sdh baik dan menerima Samira sebagai istrinya bahkan sdh dikenalkan sama teman2 nya , semoga rumah tangga Samira dgn Samudra langgeng , selalu rukun dan bahagia .
Itz_zara: Aminn, doain ya lancar terus rumah tangganya😆
total 1 replies
Fina Silaban Tio II
ceritanya aku suka
Itz_zara: Thank u 🥰
total 1 replies
Si Memeh
bagus banget cerita nya
Yunita Sophi
Samira kok gak jadi cemburu sih... cemburu dong 😄😄😄
Itz_zara: Selalu positif thinking dia🤭 jadi gak gampang cemburu🤭
total 1 replies
Uthie
Sukkkkaaa BANGETTT ceritanya... terdiri dari beberapa part cerita.. jadi berasa banyak dan Puasssss bacanya 👍😘🤗
Itz_zara: Awww makasih ya😆🥰
total 1 replies
Yunita Sophi
thor semangat 💪💪💪 kopi pagi ☕️🍞
Itz_zara: Thank u ya masih nungguin cerita ini🥰
total 1 replies
Yunita Sophi
klo udah ada cemburu berarti udah ada cinta ya Sam 😍😄
Itz_zara: Kayaknya🤭🤫
total 1 replies
Yunita Sophi
aq cubit jantung Samudra klo tergoda sama pelakor... kan dia yg ninggalin kamu Sam masa mau tergoda sih...
Itz_zara: Waduh mau di cubit jantungnya🤭
total 1 replies
Yunita Sophi
ahh makin suka liat yg bahagia...😍
Itz_zara: Awww makasih🥰
total 1 replies
Yunita Sophi
nah gitu dong Sam qta kan jadi ketularan bahagia🤭😄😄😍
Itz_zara: Samudra memang susah ditebak🤫
total 1 replies
Yunita Sophi
semoga kalian bahagia mulai dari saat ini..😍
Itz_zara: Aminnn🥰
total 1 replies
Yunita Sophi
seharusnya kamu bahagia Samudra mendapatkan istri yg sll ada walau kamu tdk mencintai nya...
Itz_zara: Orang yang punya gengsi gedhe kak🤭
total 1 replies
Uthie
Nexxxttt 💞💞
Itz_zara: Siap😆 Maap ya balasnya telat😆
total 1 replies
Yunita Sophi
jangan sampai ulet keket mengganggu kebahagiaan mereka
Itz_zara: hahaha ulet keket gak tuh🤭
total 1 replies
Yunita Sophi
nah gitu dong Sam... so cool bikin gemes aja tau
Itz_zara: Samudra si cowok cool🥶
total 1 replies
Yunita Sophi
aq yakin othor nya baik sama Samira...
Itz_zara: Baik banget ini🤫🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!