Banyak Tipo bertebaran
Mati tertabrak mobil.
Tiba-tiba bangun di rumah mewah dan memili anak tiri,yang kelak menjadi penjahat besar.
Dan suami psikopat yang belum bisa move on dari cinta lama nya.
Di bantu oleh sistem untuk meluluhkan hati kedua nya.
mampu kah Kaira meluluhkan hati, kedua orang yang sangat membenci nya itu.
"Kau bukan ibu ku, berhenti berlagak seolah kau perduli! Jangan mengatur ku!"( Kaiden Alfaro Lucifer)
"Tugas mu hanya untuk mendidik Kaiden, kau tak perlu ikut campur urusan ku dengan Dorothea, sampai kapan pun yang kucintai hanya lah Dia. kau hanya istri pajangan!" (Albert Gavriel Lucifer).
Siapa yang perduli dengan urusan percintaan mereka, yang terpenting aku jadi orang kaya, akan kubawa Kaiden bersama ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Ke Ankara
Setelah Albert dan Aylin telah sepakat, untuk berpura-pura menjadi keluarga yang utuh, demi pertumbuhan Kaiden. Hubungan mereka terlihat sangat harmonis di mata orang lain. Albert lebih banyak berinteraksi dengan Kaiden dan Aylin. berperan menjadi seolah dia adalah kepala keluarga yang bertanggung jawab.
Seperti saat ini contohnya. Mereka keluar dari pesawat dengan Albert yang menggendong Kaiden dengan tangan kirinya, sehingga menonjol kan otot-otot lengan nya yang kekar. Sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk menggandeng tangan mungil Aylin.
"Wah nona, kalian benar-benar cocok. Bagaimana jika kamu ambil kembali, misi untuk menahlukkan Albert. Seperti nya dia sudah jinak. Apakah nona ingin mengecek nilai ketertarikan Albert pada nona?" Kata Sistem dalam otak Aylin, penuh dengan bujuk rayu.
"Oh tidak bisa, dia seperti ini karena perjanjian yang telah kita sepakati. Dan aku yakin, ketika dia bertemu rubah bermuka dua itu. Aku yakin, dia akan kembali tak perduli pada ku dan juga Kaiden lagi!" jawab Aylin.
Semua orang yang melihat ke arah keluarga kecil tersebut, pasti berfikir bahwa mereka adalah keluarga Cemara. Bagaimana Albert terlihat sangat perduli dengan anak dan istri nya. Membuat iri mereka yang tidak tau.
Nyonya Gunez melihat mereka dari kejauhan. Senyum nya langsung terbit sangat terang, bagaikan matahari di siang hari. Nyonya Gunez merasa rencana nya telah berhasil. Dia sangat berharap kehidupan rumah tangga putra dan menantunya menjadi lebih naik lagi.
Nyonya Gunez melambaikan tangan ke arah mereka, Albert yang melihat sosok maminya yang telah menunggu kedatangan mereka. Dia segera mengajak Aylin untuk melangkah ke arah Nyonya Gunez.
Nyonya Gunez segera memeluk Aylin, wajah nya berseri-seri penuh kebahagiaan. Keinginan terbesar nya, hanya lah ingin melihat rumah tangga anak nya. Berjalan dengan baik seperti semestinya. "Bagaimana liburan nya di sana sayang?" Tanya Nyonya Gunez pada Aylin.
"Lumayan seru mi,mau enggak mi kapan-kapan kita kesana bersama ke sana?" Tanya Aylin, dengan senyum merekah di wajah nya.
Teramat di sayangkan, momen manis itu hancur seketika. Ketika seorang wanita yang tiba-tiba berlari ke pelukan Albert. Dengan sangat dramatis, seperti seorang istri yang di tinggal pergi suaminya saja.
"Albert, Hik.. Hik.. Sudah beberapa hari aku terus mencari mu, Aku tidak tau harus bercerita dengan siapa? Satu-satunya teman ku hanya lah kamu, hik.. Hik.." Kata Dorothea dengan dramatis, air mata nya tumpah ruah, membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa iba.
Albert segera menurunkan Kaiden dari gendongan nya, dan memusatkan semua perhatian nya pada Dorothea yang terlihat sangat menyedihkan. "Apa yang terjadi pada mu?" Tanya Albert , penuh kehawatiran terlihat di wajah tampannya.
Sedangkan nyonya Gunez yang melihat itu, sudah menahan geram. Wanita pelakor satu ini, sulit sekali di singkirkan. Dia sangat menyesal dulu pernah begitu menyayanginya.
Sedangkan untuk Aylin dia hanya memutar bola matanya karena jengah. Sudah ia prediksi dari awal. Albert memang tidak mungkin bisa lepas dari Dorothea. Untung saja dia sudah membatalkan misi untuk menahlukkan hati Albert.
Dan untuk Kaiden dia memandang tajam kedua orang yang sedang berpelukan itu. Pasangan selingkuh yang terang-terangan bermesraan di depan umum, tanpa tau malu. kedua tangan nya terkepal erat. Matanya menatap mereka setajam elang.
Setelah percakapan yang penuh drama dari kedua orang tersebut. Albert segera mengajak Dorothea pergi dari sana. Karena masalah Dorothea yang ia anggap sangat serius. Dan Albert merasa saat ini Dorothea sangat membutuhkan nya.
Nyonya Gunez mencekal tangan Albert yang hendak pergi. "Kau mau kemana? Baru datang langsung pergi dengan wanita Lain di depan istri mu! Di mana otak mu berada Albert !!" Bentak Nyonya Gunez penuh amarah.
Albert segera menyuruh Dorothea untuk pergi ke mobil terlebih dahulu. Dorothea dengan patuh segera berbalik dan melangkah menjauh. Senyuman nya langsung terbit begitu dia tidak lagi menghadap ke arah Albert. Ternyata tidak sia-sia usaha nya, untuk membuntuti Nyonya Gunez sepanjang hari.
"Mami, apa harus pergi, Dorothea bukan orang lain, dia bagian dari kita mi. Dorothea sedang membutuhkan ku!" Seru Albert , kekeh tidak mau mendengarkan perkataan sang mami. Dan tetap saja pergi begitu saja, meninggalkan keluarga nya demi Dorothea.
*
*
*
"Ailyn!" Sapa seseorang yang menghampiri meja makan Aylin.
Aylin yang sedang asyik makan pun langsung menoleh, begitu namanya di sebut. mata nya menyipit, mencoba mengingat laki-laki yang menyapa nya barusan.
Orang tersebut kini sudah berada di depan meja Aylin. "Kau sarapan sendirian?" Tanya pria itu, dengan basa basi.
Aylin tersenyum simpul. "Ya, seperti yang kamu lihat aku sedang sendiri. Emm... Oh aku ingat sekarang, kau ayah nya Edward bukan?"
Pria itu pun terkekeh pelan. "Ya, tapi kau bisa memanggilku Levent. Itu lebih enak di dengar dari yang sebelumnya. Boleh aku duduk di sini?" tanya nya.
Aylin tersenyum lembut. "Silahkan saja, kursi ini masih kosong."
Tanpa ragu Levent duduk di depan Aylin. Dan segera memanggil waiters untuk memesan makanan. "Kenapa kau tak sarapan di rumah bersama Albert?" Tanya Levent.
Aylin tersenyum lagi. "Kurasa kau sudah tau jawabannya, Albert mana sudi berada satu meja dengan ku." kata Aylin , tersenyum masam.
Levent tak bertanya lebih. Dia hanya memakan makanan pesan nya, setelah waiters mengantar nya di meja mereka. Dia tak ingin Aylin merasa tak nyaman dengan nya.
Selesai makan Aylin bergegas ingin membayar makanan nya, tapi Levent langsung menahan nya. Dia segera mengeluarkan kartu hitam nya, dan menyerahkan pada kasir. "Sangat aneh jika kau makan bersama ku, tetapi kau membayar nya sendiri. Jika orang lain melihat nya, maka mereka akan menganggap ku pelit." Canda Levent.
Aylin tertawa renyah dengan candaan Levent. "Baiklah, terimakasih atas traktiran nya."
Levent mengangguk pelan. "Aylin boleh aku minta tolong pada mu?" tanya Levent dengan ragu.
Aylin tersenyum. "Ya, mau minta tolong apa?" Tanya Aylin.
Levent sedikit ragu untuk mengatakan nya. "Emm, besok ada acara pertemuan para pebisnis di sebuah acara penyambutan seorang pengusaha baru. Dan aku membutuhkan seorang wanita untuk menemaniku. Bisakah kau datang untuk menemaniku ke pesta itu?"
Aylin mengeryit dalam. "Kenapa harus aku? Kita tak saling akrab. Kau bisa mengajak orang lain, atau menyewa seseorang untuk menemani mu." Tolak Aylin dengan halus.
Wajah Levent langsung masam, tapi dia berusaha untuk tetap terlihat biasa saja. "Yah, sayang nya aku tidak terlalu suka jika dekat dengan orang asing. kurasa kau orang yang tepat untuk menemani ku, jadi aku berfikir untuk mengajak mu saja."
buat si serbet dapur kapok sama si Dorothea busuk
padahal cuma novel tapi kok aku takut ya?
Albert & Aylin