Mo Yuyan, 16 tahun—putri angkat Ketua Sekte Abadi, yang dikenal sebagai gadis lembut, patuh, dan selalu menunduk.
Namun, semuanya berubah malam itu ...
Malam ketika dia dituduh mencuri pusaka sekte, dikhianati oleh orang-orang yang dia anggap keluarga … lalu dibuang ke dalam Jurang Pemakan Jiwa untuk mati!
Akan tetapi, Takdir membuatnya kembali!
Bukan sebagai Mo Yuyan yang dulu, melainkan sebagai Mo Yuyan yang baru.
Dimana sosok jiwa asing dari masa ribuan tahun ke depan mengambil alih raganya. Sosok yang dingin, angkuh, cerdas, dan terlalu tenang untuk seorang gadis yang baru menginjak dewasa.
Jiwa itu tersenyum dan mulai menghitung semuanya.
Sekte Abadi bahkan tidak menyadarinya, jika mereka ...
Baru saja membangkitkan seorang 'Ratu Racun' berjiwa psikopat dari masa depan.
"HUTANG INI AKAN AKU TAGIH SEMUANYA! KALIAN SEMUA AKAN MUSNAH!"
"ARRRGHHHH!!!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25: Semakin Dekat ...
***
Malam berlalu tanpa banyak gangguan, namun keheningan disana terasa berbeda.
Keesokan harinya, rombongan itu sudah bersiap untuk melanjutkan perjalanan mereka, walaupun kabut tipis masih menggantung diantara puncak pepohonan.
Xiao Tianming terlihat duduk diatas sebuah batu besar, walaupun wajahnya terlihat pucat, namun tatapan matanya sudah kembali tajam seperti sebelumnya.
Mo Yuyan berdiri dihadapannya sambil menyilangkan tangannya di depan dada (bersidekap).
"Tubuhmu belum sepenuhnya pulih, tinggal saja di sini. Tempat ini sudah aman, karena sudah aku pasang formasi penyamaran lokasi," ujarnya dengan nada dingin.
"Aku akan ikut dengan kalian. Walaupun kamu sudah memasang formasi penyamaran, namun tetap tidak aman untukku sendirian disini. Sama saja dengan 'menunggu kematian di hari yang berbeda'," sahutnya sambil tersenyum tipis.
"Hmmp! Bilang saja kamu ingin berlindung dibawah sayap kami!" dengus Li Shen tidak senang.
"Jika kamu menyebutnya begitu, maka begitulah intinya ..." jawab Xiao Tianming santai, tanpa merasa tersinggung sedkitpun.
Duan Xue tertawa sambil menggelengkan kepalanya, mendengar jawaban pria itu.
"Hahahaha! Berani-beraninya kamu ingin berlindung kepada kami! Sepertinya dia paham, jika kita adalah orang-orang yang seharusnya dia dekati."
"Bagaimana menurutmu, Ratuku?" tanya Du Anxi.
Mo Yuyan menatap pemuda itu beberapa detik, seolah-olah sedang menilai 'sesuatu' yang lebih dalam dari apa yang dia katakan.
"Baiklah ... Usahakan untuk tidak menjadi 'beban' untuk kami semua, oke?" ujar Mo Yuyan memutuskan.
Xiao Tianming menganggukkan kepalanya dengan semangat.
"Aku janji, aku tidak akan menyusahkan kalian!"
"Bagus!"
"Ayo berkemas! Kita akan melanjutkan perjalanan!"
"Baik, Ratu!"
--
Setelah semuanya siap. Merekapun melanjutkan perjalanan mereka ke arah Lembah Emerald Hitam yang terkenal sangat berbahaya itu.
Mereka berjalan melalui hutan penuh dengan akar-akar besar yang menjulur keluar, layaknya seekor ular raksasa yang berbaring diatas tanah.
Kabut berwarna hijau terang mulai muncul perlahan, menandakan bahwa mereka semakin dekat dengan wilayah beracun.
Li Shen berjalan di depan sambil mengibas-ngibaskan tangannya.
"Tempat ini benar-benar berbahaya dan menyeramkan! Kenapa kita harus pergi ke Lembah sia-lan itu sih?!" gumamnya dengan wajah kesal.
"Karena di sana ada sumber daya yang kita butuhkan untuk mencapai sampai tahap akhir-tingkat puncak!" jawab Du Anxi.
"Disana juga banyak barang-barang langka yang bermanfaat untuk perjalanan kita ke alam tengah nanti," tambah Duan Xue sambil menyeringai.
Mo Yuyan berjalan di bagian tengah, dimana wajahnya terlihat sangat serius dan penuh waspada.
Namun, tidak berapa lama kemudian Xiao Tianming berkata dengan suara pelan.
"Ada apa?" tanya Mo Yuyan, sambil menghentikan langkahnya.
Xiao Tianming menunjuk ke tanah yang ada di hadapan mereka.
"Itu ..."
Semua mata menatap ke arah tanah yang ditunjuk oleh pria itu.
Seekor serangga kecil berwarna hijau gelap, sedang merayap pelan diatas sebuah daun.
Du Anxi melihatnya dengan dahi berkerut dan pandangan mata yang tajam.
"Itu adalah 'Serangga Pemakan Qi', jika terinjak, maka racunnya akan menyebar melalui udara dan menghisap perlahan energi Qi kita sampai habis tak tersisa ..." ujarnya menjelaskan.
Mendengar ucapan Du Anxi, Li Shen langsung melompat mundur dengan wajah tekejut.
"Kenapa makhluk mengerikan seperti itu bisa ada di sini?!" serunya dengan wajah panik.
"Karena kamu tidak fokus melihat kebawah!" jawab Duan Xue.
"Dan kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Mo Yuyan.
"Itu karena kamu terlalu fokus melihat ke arah depan dan sekitarnya, tidak melihat apa yang ada di bawah kakimu," jawab Xiao Tianming.
Mo Yuyan melirik Xiao Tianming dengan lirikan tajam.
"Kamu terlalu banyak bicara!" ujarnya dengan nada ketus, namun dia tidak menyangkalnya.
XiaoTianming hanya bisa tersenyum samar, saat mendengar ucapan Mo Yuyan.
--
Perlanan mereka berlanjut, dengan suasana yang perlahan menjadi lebih santai.
Beberapa jam kemudian, mereka berhenti di tepi sebuah sungai kecil yang jernih untuk beristirahat.
Brugh!
Li Shen langsung menjatuhkan dirinya ke atas tanah.
"Ugh! Sangat melelahkan dan lapar ..." keluhnya pelan.
"Hahahaha! Ngeluh terus, seperti wanita saja!" cibir Duan Xue sambil tertawa.
Lang-Lang tiba sambil membawa seekor kambing hutan gemuk dimulutnya, sementara Kong Jin milik Mo Yuyan membawa beberapa pear matang untuk majikannya.
Hong-Hong dan Ryd masih bertengger malas di tubuh para pemiliknya dengan tenang.
Duan Xue dan Li Shen langsung membawa kambing hutan itu untuk dibersihkan, sementara Mo Yuyan berjalan ke tepi sungai untuk mencuci buah dan wajahnya.
Air sungai yang jernih itu memantulkan kecantikan wajahnya yang terlihat dingin dan tenang.
Tap! Tap! Tap!
Suara langkah kaki mendekat dari arah belakangnya, membuat dirinya berhenti mengagumi kecantikannya sendiri.
Xiao Tianming langsung duduk disampingnya, dengan menjaga jarak yang sopan.
"Apakah kamu selalu seperti ini, Yuyan?" tanyanya dengan nada rendah.
"Seperti apa maksudmu?" tanya Mo Yuyan balik dengan wajah datar.
"Tenang ... dingin ... seolah-olah tidak ada yang mampu membuatmu 'mencair'," jawabnya dengan nada santai.
Mo Yuyan berhenti sejenak dari kegiatannya, lalu dia melanjutkan kembali.
"Apapun yang ada pada diriku, tidak ada hubungannya denganmu! Pembawaanku memang seperti ini, jika merasa tidak nyaman, silahkan pergi!" jawabnya dengan nada ketus.
Mendengar jawaban Mo Yuyan, Xiao Tianming hanya bisa tertawa sambil menggelengkan kepalanya.
"Hahahaha! Benar juga, ya ... Tidak ada hubungannya denganku,"
Suasana menjadi sedikit canggung untuk Xiao Tianming, jadi dia hanya bisa diam sambil mengamati gadis ketus disampingnya itu.
Angin lembut berhembus pelan, menerbangkan helaian rambut Mo Yuyan yang panjang.
Tanpa dia sadari, Xiao Tianming menyimpan semua detail itu ke dalam memori otaknya.
Detail sebuah keindahan alami, yang jarang dia lihat dari para gadis bangsawan di Ibukota Kekaisarannya.
"Terima kasih, karena sudah mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkanku ..." ujar Xiao Tianming, tulus.
Mendengar ucapan itu, Mo Yuyan baru menolehkan kepalanya ke arah pria itu.
Tatapan mereka bertemu ...
Dan waktu terasa berhenti diantara mereka berdua.
"Tidak perlu sungkan ... Aku hanya tidak suka melihat orang merengang nyawa dihadapanku," jawab Mo Yuyan, singkat.
"Sebuah jawaban yang sagat ... dingin," sahut Xiao Tianming.
"Walau terdengar dingin ditelingamu, namun itu adalah jawaban yang tepat untuk ucapanmu ..." balas Mo Yuyan.
"Kalau begitu, walaupun aku kemarin mati disana, aku sudah mati ditempat yang tepat ..." ujar Xiao Tianming sambil tersenyum.
"Namun nyatanya, kamu masih belum mati ..." balas Mo Yuyan.
"Ya, itu karena kamu tidak mengizinkannya ..." ujar Xiao Tianming.
Deg!
Suasana kembali canggung bagi Mo Yuyan, saat mendengar ucapan terakhir pemuda itu.
Namun, begitulah kenyataannya.
Dia memang tidak mengizinkan pemuda itu mati di depan matanya kemarin.
Tidak ada lagi yang berbicara, hanya suara aliran air yang mengalir pelan, seakan menjadi saksi perasaan kecil yang tumbuh diantara mereka.
"Woooy! Kalian berdua sudah selesai bicaranya belum?! Lama sekali berduaan dipinggir sana!"
Suara teriakan Li Shen akhirnya membuyarkan keheningan yang ada diantara mereka berdua, membuat Mo Yuyan langsung berdiri dari sana.
"Tsk! Perhatikan kata-katamu itu, Adik! Jangan sampai aku memukulmu!" ujar Mo Yuyan dengan nada ketus.
"Hahahahaha! Aku lihat, wajahmu tadi sedikit merona dan melembut saat bertatapan dengannya!" sahut Li Shen sambil tertawa.
"Diam! Dasar badjingan kecil!" bentak Mo Yuyan dengan wajah memerah, malu.
Xiao Tianming hanya bisa tersenyum tanpa daya, saat melihat kedua saudara itu bertengkar kata.
"Suasananya sangat nyaman dan hangat diantara mereka ... Andaikan aku bisa menjadi bagian dari mereka, mungkin hidupku akan sempurna ..."
--
Mereka memanggang kambing dan memakannya dalam diam, setelah merasa kenyang, mereka langsung melanjutkan perjalananya kembali.
Menjelang malam, mereka akhirnya sampai ke perbatasan wilayah Lembah Emerald Hitam.
Kabutnya berwarna hijau pekat dan tebal, pertanda bahwa wilayah itu adalah wilayah beracun tingkat tinggi, dengan banyak formasi alam yang menyesatkan.
Tanahnya berwarna hitam, dan pepohonan yang ada disana seperti mati~
Batangnya dipenuhi oleh lumut yang aneh, dan daunnya berwarna hitam legam.
"Ini dia tempatnya ... Wilayah dengan racun tingkat tinggi," ujar Du Anxi dengan suara lirih.
Gluk!
Li Shen menealan salivanya dengan gugup.
"Aku sepertinya punya firasat ... buruk."
"Jika begitu, artinya kita sudah berasa di tempat yang tepat sekarang," sahut Duan Xue, sambil tersenyum lebar.
Mo Yuyan melangkah maju, namun langkahnya sedikit goyah, saat seseorang menahan lengannya.
Saat dia melihat lengannya, ternyata yang menahannya adalah Xiao Tianming.
"Jangan langsung masuk, Yuyan! Ini adalah kabut yang tidak biasa ..." ujar Xiao Tianming.
Mo Yuyan tidak menjawabnya, dia hanya melihat lengannya yang masih dipegang erat oleh pemuda itu.
Xiao Tianming mengikuti tatapan mata gadis itu, dan dia langsung melepaskan lengan gadis itu dengan canggung.
"Maafkan kelancanganku ..."
Mo Yuyan mengacuhkan pemuda itu, namun dia mengikuti keinginan pemuda itu untuk tidak melangkah maju.
"Anxi ..." panggil Mo Yuyan.
Du Anxi langsung maju, sambil mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan.
Dia membuka botol itu, lalu meneteskan isinya sedikit ke atas tanah.
Cesss!
Tanah itu langsung mengeluarkan asap tipis.
"Racunnya cukup ... kuat, Ratuku ..." lapor Du Anxi.
"Bagus sekali!" sahut Mo Yuyan sambil menyeringai.
Ini adalah asupan yang baik untuk dantian miliknya yang rakus sekarang.
Li Shen membeliakkan matanya ke arah Mo Yuyan.
"Apanya yang bagus, Kak?! Bagus darimananya coba?!" protes Li Shen.
"Apa kamu lupa asupan dantianku, adik sepupu?? Lagipula, semakin berbahaya tempat itu, maka semakin tinggi nilai barang-barang yang ada di dalamnya!" jawab Mo Yuyan dengan nada bersemangat.
Xiao Tianming menatapnya dengan ekspresi penuh tanda-tanya.
"Apakah kamu benar-benar tidak memiliki rasa takut sedikitpun, Yuyan?" tanya Xiao Tianming.
Mo Yuyan meliriknya dengan wajah dingin.
"Aku adalah 'Ratu Racun', apa yang harus aku takutkan terhadap asupan berhargaku?" jawab Mo Yuyan.
"Lagipula, apakah dengan merasa takut, itu akan memperpanjang hidup kita? Tidak, kan?!" lanjutnya sambil mengusap kepala Ryd.
Pemuda itu merasa takjub dengan jawaban Mo Yuyan.
"Jika begitu, maka aku akan memastikan kamu tetap hidup," ujar Xiao Tianming sambil tersenyum.
Mo Yuyan mengangkat alisnya, dia merasa lucu, saat mendengar ucapan pemuda itu.
"Kamu ingin menjagaku? Dengan kondisimu yang masih belum stabil itu?" tanya Mo Yuyan.
"Ya, dan ... kamu sepertinya terlalu meremehkanku, ya? Hahahaha," jawab Xiao Tianming sambil tertawa.
Mo Yuyan tidak menjawabnya, namun sudut bibirnya terangkat sedikit.
--
Mereka mulai berjalan memasuki lembah itu, sambil memecahkan segel-segel alami disepanjang jalannya.
Semakin mereka melangkah jauh, langkah mereka terasa lebih berat.
Kabut racun itu ternyata mengikis energi spiritual mereka secara perlahan.
"Si-al! Udara racun ini ternyata mengikis energi spiritual kita secara perlahan!" rutuk Li Shen sambil terengah.
"Bergerak saja, jangan banyak mengeluh!" peringat Duan Xue dengan nada tegas.
Akan tetapi, ditengah perjalanan mereka yang berbahaya itu ... ada sesautu yang berubah.
Yaitu, kedekatan antara Xiao Tianming terhadap Mo Yuyan.
Dia selalu berada disamping Mo Yuyan, kadang setengah langkah di depan, membuatnya terlihat seolah-olah sedang melindungi Mo Yuyan tanpa sadar.
Untuk pertama kali dalam kehidupannya, Mo Yuyan tidak menolak perlindungan dari pria asing yang baru dia kenal selama beberapa hari itu.
Di dalam kegelapan Lembah Emerald Hitam yang berbahaya, hubungan mereka pun mulai berubah.
Perlahan dan tanpa ... mereka sadari.
Seperti racun yang menyebar diam-diam~
Bukan untuk menghancurkan ... melainkan untuk mengikat mereka masuk ke dalam 'Takdir' masa depan yang belum terlihat.
☣☣☣
Note Penting!!!!
Pembaca setia cerita ini, untuk jam update kisah ini berubah menjadi jam 19.30 malam, ya.
Bersamaan dengan cerita Author yang 'MUA Modern di Zaman Kuno' itu. Biar Author agak santai dalam menulis ceritanya.
Terima kasih.