NovelToon NovelToon
Di Bawah Kuasa Mantan Suami

Di Bawah Kuasa Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:27.3k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13
Subscribe YT @NovelLalaaa

Tiga tahun lalu, Safira Angela memilih berpisah dari Gavin Alvaro Abraham dengan alasan palsu yaitu dia mengaku telah berselingkuh. Padahal, itu hanyalah kebohongan yang terpaksa dibuatnya agar Gavin dan keluarga besar Abraham tidak terseret dalam masalah pelik yang sedang menimpa keluarganya.

Setelah resmi bercerai, Safira pun memilih menghilang demi melindungi pria yang sangat-sangat dia cintai.

Namun, takdir berkata lain. Tiga tahun kemudian, perusahaan tempat Safira bekerja diakuisisi oleh Abraham Group.

Mengetahui keberadaan sang mantan istri, Gavin langsung memerintahkan agar Safira dimutasi ke kantor pusat.

Di sana, Safira terpaksa bekerja di bawah pengawasan langsung mantan suaminya yang kini telah berubah menjadi CEO dingin, penuh kebencian, dan menyimpan dendam mendalam akibat masa lalu.

BAGAIMANA KELANJUTAN CERITANYA????
JANGAN LUPA DI BACA YAAAAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa Kamu Tidak Menyerah Saja?

Safira menelan ludah dengan susah payah, mencoba membasahi tenggorokannya yang terasa sekering padang pasir.

"Baik, Tuan Gavin. Untuk audit integrasi data parsial, saya telah menyelesaikan konversi enkripsi manual dari lima gudang cabang lama ke dalam sistem komputasi Abraham Group. Seluruh mutasi barang retail dari tahun lalu hingga bulan berjalan sudah dibersihkan dari duplikasi input, sehingga sisa stok aktual di lapangan kini sudah sinkron seratus persen dengan angka di laporan keuangan pusat." ucap Safira mencoba untuk tetap tenang.

Gavin mendengarkan penjelasan itu sambil terus membalik lembar demi lembar berkas. Matanya yang jeli menyisir setiap baris angka, setiap rumus konversi yang disusun Safira. Dingin dan tak kenal ampun, Gavin sengaja mencari celah, sekecil apa pun, yang bisa dia gunakan untuk memojokkan Safira.

Namun, akurasi data yang disajikan wanita itu benar-benar sempurna. Otak pintar Safira tidak pernah berbohong jika menyangkut masalah administrasi keuangan.

Melihat tidak ada cela pada tugas utama, Gavin beralih ke bundel dokumen berikutnya yaitu tiga bundel laporan investigasi internal mengenai selisih penyusutan aset lima tahun lalu, tugas tambahan tidak manusiawi yang sengaja dia berikan siang tadi untuk menekan psikologis Safira.

"Dan ini?" Gavin mengetuk tumpukan kertas setebal seratus halaman itu dengan ujung telunjuknya, tatapannya kini beralih lurus menatap pas pada sepasang mata jernih Safira.

"Kamu beneran menyelesaikannya dalam waktu kurang dari lima jam?" tanya Gavin mengintimidasi Safira.

"Benar, Tuan Gavin." jawab Safira, menatap area dasi Gavin untuk menghindari kontak mata langsung yang mengintimidasi.

"Seluruh selisih penyusutan aset lima tahun lalu sudah saya lacak kembali melalui log aktivitas logistik lama. Saya menemukan adanya kesalahan dalam pembulatan depresiasi nilai alat berat di cabang Sumatra, yang menyebabkan selisih kumulatif sebesar dua puluh persen. Seluruh koreksi nilainya sudah saya ketik rapi di halaman empat puluh hingga enam puluh." jawab Safira.

Gavin terdiam sesaat. Di dalam hatinya, ada rasa kagum yang muncul melihat bagaimana wanita bertubuh ramping ini mampu menyelesaikan audit investigasi rumit yang bahkan biasanya membuat tim auditor eksternal mengeluh. Namun, ego keangkuhannya yang terlanjur dipenuhi dendam masa lalu dengan cepat mengubur rasa kagum tersebut.

Gavin membalik halaman empat puluh dengan sentakan yang sedikit kasar, membaca detail analisis yang diketik Safira dengan ketelitian yang luar biasa.

Dia membaca setiap kalimat, memeriksa setiap tabel konversi, sengaja membiarkan waktu berlalu dalam keheningan yang mencekam selama hampir lima belas menit.

Selama lima belas menit itu pula, Safira merasakan siksaan fisik yang teramat hebat. Keringat dingin kini sudah menetes melewati pelipisnya.

Pandangannya mulai memunculkan bintik-bintik hitam yang berputar, dan kakinya yang terbalut sepatu pantofel mulai gemetar hebat karena menahan lemas yang luar biasa. Rasa perih di lambungnya seperti diremas oleh tangan raksasa, membuat napas Safira menjadi pendek dan terputus-putus.

Namun, dia tetap memaksakan dirinya untuk berdiri tegak, tidak sudi memperlihatkan kerapuhannya di depan pria yang kini memandangnya dengan kebencian.

Gavin, melalui sudut matanya, bisa melihat dengan sangat jelas bagaimana dada Safira naik-turun dengan ritme yang tidak teratur. Dia melihat jemari Safira yang bertautan di depan perut kini meremas satu sama lain hingga memerah, indikasi nyata bahwa wanita itu sedang menahan rasa sakit yang teramat sangat pada tubuhnya.

'Mengapa kamu begitu keras kepala, Safira?' batin Gavin bergejolak, ada kemarahan yang bercampur dengan rasa tidak tega yang tersisa di sudut hatinya.

'Kenapa kamu tidak menyerah saja? Kenapa kamu tidak mengatakan kalau kamu lelah dan butuh istirahat? Apakah meminta maaf dan memohon belas kasihan dariku begitu menurunkan harga dirimu yang palsu itu?' serunya dalam hati tidak habis pikir.

Gavin menutup map hitam itu dengan bantingan yang cukup keras, menimbulkan suara debukan yang membuat Safira sedikit tersentak dari batas kesadarannya yang mulai menipis.

"Laporan yang cukup bagus untuk seorang staf pindahan." ucap Gavin, nadanya terdengar begitu sinis dan merendahkan.

Pria itu berdiri dari kursinya, berjalan memutari meja mahoni, lalu berhenti tepat satu langkah di hadapan Safira. Dominasi tingginya kembali mengurung ruang gerak Safira.

"Tapi jangan berpikir dengan efisiensi kerja seperti ini, kamu bisa menghapus fakta mengenai siapa dirimu yang sebenarnya di mataku, Safira Angela." tegasnya dengan penuh kebencian dan rasa rindu menjadi satu.

Safira mendongak sedikit, menatap wajah tampan mantan suaminya dengan pandangan mata yang jernih namun sayu.

"Saya tidak pernah berniat menghapus apa pun, Tuan Gavin. Saya di sini hanya bekerja sebagai seorang staf administrasi yang mencoba menunaikan kewajiban saya dengan profesional." sahut Safira.

"Profesional?" Gavin terkekeh rendah, sebuah tawa yang terdengar bagai sayatan silet bagi hati Safira. Gavin mencondongkan tubuhnya, menatap lurus ke dalam manik mata jernih Safira yang sembab.

"Wanita profesional tidak akan bekerja di kelab malam berlumur dosa setelah jam kantor selesai, Safira. Ingat peringatanku tadi malam. Hari ini kamu lolos karena menyelesaikan tugas ini tepat waktu. Tapi jika besok aku mendapati kinerjamu turun satu persen saja karena kamu kelelahan akibat melayani pria-pria di tempat menjijikkan itu... aku tidak akan segan-segan melempar surat pemutusan hubungan kerja untuk seluruh manajemen lama perusahaanmu." ancam Gavin mutlak.

Ancaman kejam yang kembali dilontarkan Gavin terasa seperti pukulan telak yang menghantam sisa-sisa energi di tubuh Safira. Rasa sesak di dadanya semakin membubung, membuat pandangan matanya mendadak berubah menjadi gelap total selama satu detik penuh sebelum kembali pulih dengan buram.

"Baik, Tuan Gavin... Saya mengerti," jawab Safira, suaranya kini terdengar sangat pelan, hampir berupa bisikan yang lemah.

"Apakah... apakah ada hal lain yang perlu saya laporkan? Jika tidak ada, saya... saya mohon izin untuk mengundurkan diri dari ruangan Anda." pamit Safira sudah tidak kuat lagi dengan tubuhnya.

Gavin menatap wajah Safira yang kini sudah benar-benar kehilangan warna kulitnya, bibir lembut wanita itu tampak pecah-pecah dan membiru karena menahan rasa sakit.

Ada dorongan kuat di dalam diri Gavin untuk meraih pergelangan tangan Safira, menahannya, dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada kondisi fisiknya. Namun, egonya sebagai seorang penguasa Abraham Group yang pernah dicampakkan dengan kejam kembali berteriak, melarangnya untuk menunjukkan kelemahan di depan wanita yang telah menghancurkan hatinya.

Gavin membalikkan badannya, berjalan kembali menuju kursi kebesarannya dengan keangkuhan yang kokoh.

"Pergi dari ruanganku. Dan pastikan besok pagi jam delapan, rencana kerja untuk minggu depan sudah ada di meja sekretariatku." ujarnya dengan dingin.

"Baik, Tuan. Selamat sore," ucap Safira lirih, dia hanya bisa pasrah karena yang terpenting sekarang adalah dia keluar dari ruangan ini.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Lusi Hariyani
ya ampun safira yg kuat ya...tp sekuat2 y perempuan pasti akn tumbang jg
Rahma Inayah
gregetan ..bcnya knp Fira km GK jujur aja toh skrg km SDH ceria juga akn lbh baik jujur biar Gavin GK slh fatham klu dia TDK percaya y SDH biar Gavin cr tau sendri kebenarnya .
Asni Mariati
lanjuttt
Fitra Sari
lanjutttttt
imel
bilang aja khawatir 🤭
Lusi Hariyani
yahhh kecewa pembaca dech...gavin blm blh disadarkan ternyata ntar klo safira dh diambang kematian br disadarkan gavin y
imel
terkadang hati yang sudah tertutup kebencian tidak akan pernah bisa melihat apapun di depannya bahkan jika itu adalah kebenaran
Oma Gavin
kupikir Gavin sadar lihat safira hampir mati ternyata dendam nya sudah mendarah daging sehingga ego nya lebih memilih untuk balas dendam
Eliermswati
thor kpn gavin sdr nya kahn fira hrs menderita sendiri😭😭 cerita nya menguras esmosi aj thor soalnya ceo nya terlalu angkuh g mau nyari bukti dlu
Asni Mariati
sedihhhh kali kak
kasian ny safira😭😭😭😭
irma hidayat
kamu kejam gavin
Sastri Dalila
🙄🙄
Eliermswati
ayo loh gavin tanggung jawab smpe bkn fira menderita, cb km telusuri knp fira menceraikan mu cri tau biar g mkn nyesel km gavin😂😭smngt thor up nya
Oma Gavin
semoga kamu ngga nyesel gavin setelah tau kebenarannya dan lepaskan safira biarkan dia hidup tanpa tekanan
𝐈𝐬𝐭𝐲
ceritanya sangat menarik dan bikin nagih, semangat thor... 😍💪🏻
Lala_Syalala: Terima kasih Kak sudah baca ceritanya,, semoga selalu suka dan support terus author yaaa🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
segera cari tahu tentang Safira, Gavin.... sebelum semuanya terlambat dan kamu akan menyesalinya.
Rahma Inayah
klu km tau alasan knp Safira sampai menceraikan mu km akan tmbh menyesal .ayo Gavin selidiki apa yg terjadi 3 THN lalu biar km tau dan puas SDH menyiksa bathin safira
Lusi Hariyani
cari tahu ttg safira dong vin
Yuliana Tunru
gmn gavin sedih kan lihat tubuh x yg bisa kau lihat bahwa hudup safira benar2 menyedihkan cari tau 😭
Fitra Sari
lanjutt lagi thorr doubel upp donkk🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!