NovelToon NovelToon
Overload: Sang Penghancur Rumah Tangga Orang

Overload: Sang Penghancur Rumah Tangga Orang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Komedi
Popularitas:424
Nilai: 5
Nama Author: HAMBALANGVERSE

⚠️ Disclaimer⚠️
Untuk yang punya humor tingkat tinggi di atas ranah Bahalil Sovereign Immortal Mythic Glory Realm yang bisa menangkap esensi dari perjalanan Slamet dan Faksi-faksi di Overlord.

━━━━━━━━━━━━━━━

⚔️ ORIGINAL HAMBALANGVERSE ⚔️

#Fantasi
#Komedi
#Petualangan
#Respawn
#SalahPahamMassal
#KalongMania62
#BukanKonspirasi
#TapiSemuaPanik


🗓️ Jadwal update:
Sampai Matahari Padam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HAMBALANGVERSE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Slamet berjalan menyusuri jalanan becek yang mulai mengeras oleh salju sore. Kaki kirinya yang telanjang menapak tanah dingin dengan langkah tidak beraturan, kadang cepat, kadang lambat, mengikuti rasa nyeri yang sesekali menusuk dari telapak kakinya.

Lukanya memang tidak parah, tetapi mulai melepuh. Ia bahkan tidak repot memeriksanya. Tidak ada gunanya. Yang lebih penting adalah tenda logistik di ujung jalan, tempat karung goni dan selimut tipis menunggunya.

Tas anyaman yang menggantung di bahunya, pemberian Neia karena kotak kayu terlalu merepotkan untuk dibawa setiap hari, berisi sisa roti makan siang yang belum habis. Rotinya sudah keras dan dingin, tetapi setidaknya masih kering.

Di sisi jalan, seorang pedagang sayur sedang menutup lapaknya dengan terpal biru usang. Dagangan yang tidak laku segera ditutupi sebelum malam tiba. Pedagang itu tidak memedulikan Slamet, dan Slamet pun tidak menoleh ke arahnya. Mereka hanya dua orang asing yang kebetulan berada di tempat yang sama pada waktu yang sama.

Di balik tumpukan peti kayu lapuk yang basah oleh air dan jamur, tersembunyi sesuatu yang lain.

Itu bukan sekadar bayangan dari atap atau pohon.

Ada kegelapan yang bergerak perlahan, menyerupai lemak yang meleleh di atas wajan panas, namun tanpa suara dan tanpa bau. Di dalam gumpalan hitam itu terdapat sepasang mata merah redup. Cahayanya terlalu lemah untuk menarik perhatian manusia, tetapi cukup terang untuk mengamati sekeliling.

Shadow Demon itu tidak bernapas. Tubuhnya yang terbuat dari kegelapan murni bergerak mengikuti arus udara, menyesuaikan bentuk setiap kali seseorang melintas. Ia menekan dirinya ke celah-celah sempit di antara peti kayu dan dinding batu hingga nyaris mustahil dibedakan dari bayangan biasa.

Misinya sederhana.

Temukan pria dengan tanda segitiga hitam di jidat.

Demiurge telah mengulang instruksi itu berkali-kali sebelum keberangkatan.

Jangan gagal. Jangan terdeteksi. Laporkan segera jika target ditemukan.

Selama berjam-jam ia telah berkeliling Holy Kingdom. Ia melewati pasar pagi yang dipenuhi pedagang dan pembeli, tenda-tenda logistik yang berbau apek, hingga barak militer yang dijaga para paladin berwajah lelah. Namun semua pencariannya hanya menghasilkan hal yang sama.

Manusia.

Rutinitas.

Kebosanan.

Sampai akhirnya ia melihat seseorang.

Sekitar tiga puluh meter dari posisinya, seorang pria berjalan dengan langkah malas. Kaos oblong lusuh berwarna abu-abu kusam, atau mungkin putih yang terlalu lama tidak dicuci. Celana pendek yang sudah usang. Kantong kanannya sedikit robek. Di kaki kanan terpasang sandal jepit, sementara kaki kirinya telanjang dan kotor, dengan jari-jari yang mulai membiru karena dingin.

Di jidat pria itu terdapat dua segitiga hitam kecil yang saling bertemu di tengah.

Shadow Demon langsung membeku.

Mata merahnya menyala sedikit lebih terang sebelum kembali redup. Bukan karena panik. Makhluk seperti dirinya tidak mengenal kepanikan. Namun sesuatu yang menyerupai ketegangan menjalari seluruh keberadaannya.

Target telah ditemukan.

Tanda segitiga hitam.

Penampilan lusuh.

Kaki telanjang.

Semuanya sesuai dengan deskripsi.

Ia segera mengaktifkan sihir komunikasi yang tertanam dalam tubuhnya. Getaran halus mulai menyebar melalui kegelapan yang membentuk dirinya, cukup kuat untuk mengirim laporan langsung ke Nazarick tanpa bisa dideteksi manusia biasa.

Pesan mulai tersusun.

"Ainz-sama. Target ditemukan di..."

Kalimat itu tidak pernah selesai.

Slamet terus berjalan mendekat.

Sepuluh meter.

Lima meter.

Tiga meter.

Ia sama sekali tidak menyadari keberadaan makhluk yang mengawasinya dari balik peti kayu lapuk. Pandangannya tetap lurus menuju tenda logistik yang mulai terlihat di ujung jalan.

Shadow Demon mengawasinya.

Lalu sesuatu yang aneh terjadi.

Inderanya mendadak kacau.

Bukan karena serangan.

Bukan karena sihir.

Melainkan karena keberadaan pria itu sendiri.

Keberadaan yang tidak dapat diproses oleh sistem dunia.

Terlalu dekat.

Terlalu dekat hingga melampaui batas yang mampu dipahami oleh tubuh demon yang terbentuk dari kegelapan murni.

Apa yang dilihatnya tidak lagi sesuai dengan apa yang dirasakannya.

Matanya melihat seorang pria dengan tanda segitiga hitam.

Namun nalurinya menangkap sesuatu yang sama sekali berbeda. Sesuatu yang tidak bisa dijelaskan, tidak bisa dipahami, bahkan tidak bisa diubah menjadi laporan.

Tumpukan sampah.

Peti kayu lapuk.

Kain bekas.

Sisa makanan yang membusuk.

Itulah yang terlihat olehnya.

Atau mungkin itulah yang ingin ia lihat.

Atau mungkin sistem dunia memaksanya melihat hal itu karena tidak ada alternatif lain yang dapat digunakan untuk memahami keberadaan di depannya.

Shadow Demon mencoba mengaktifkan sihir komunikasi sekali lagi.

Gagal.

Ia mencoba untuk kedua kalinya.

Tetap gagal.

Tubuhnya mulai bergetar. Bukan karena rasa takut, melainkan karena eksistensinya sendiri mulai kehilangan kestabilan. Kegelapan di ujung tubuhnya perlahan memudar menjadi abu-abu tipis yang tidak berarti.

"Lap..."

Tidak ada pesan yang terkirim.

Slamet tetap berjalan tanpa menoleh sedikit pun.

Suara sandal jepitnya terdengar pelan di jalan yang membeku.

Plak.

Plok.

Plak.

Plok.

Beberapa langkah kemudian, bayangan di balik peti kayu mulai lenyap.

Bukan karena memilih pergi.

Ia sedang terurai.

Tubuh Shadow Demon tidak lagi mampu mempertahankan bentuknya. Informasi yang seharusnya dikirim ke Nazarick menghilang bersama sisa-sisa kegelapan yang membentuk dirinya.

Beberapa detik kemudian, tidak ada apa pun yang tersisa di sana.

Hanya bayangan biasa dari atap pasar yang bocor.

Diam.

Tak bergerak.

Tanpa mata merah.

Tanpa kehidupan.

Sekadar bayangan.

Di tenda logistik, Slamet merebahkan diri di atas tumpukan karung goni. Selimut tipis pemberian Neia ditarik hingga menutupi perut dan kaki kirinya.

Kaki itu terasa panas.

Bukan sakit, melainkan seperti ada sesuatu yang merayap di bawah kulit, bergerak dari telapak hingga betis.

Mungkin karena terlalu lama berjalan di salju.

Mungkin karena lukanya mulai membusuk.

Ia tidak tahu.

Dan tidak terlalu peduli.

Slamet menggaruk kakinya dengan malas sebelum memejamkan mata. Di luar tenda, angin bertiup semakin kencang. Salju tipis menempel pada kain tenda yang kendur dan menimbulkan suara desir lembut yang naik turun mengikuti hembusan angin.

Besok antar paket lagi.

Mungkin ke pos barat.

Atau timur.

Dia sudah lupa.

Yang penting masih dapat makan.

Tentang kakinya...

Ah, sudahlah.

Pikirannya berhenti sampai di sana.

Tak lama kemudian dengkur pelan mulai terdengar, semakin berat seiring tubuhnya yang lelah akhirnya menyerah pada rasa kantuk.

Grrrkkkhhh...

Hufff...

Grrrkkkhhh...

Di Ruang Takhta Nazarick, Ainz menatap peta yang terbentang di hadapannya.

Jari-jari tulangnya mengetuk permukaan meja dengan irama pelan. Tidak ada laporan dari Holy Kingdom. Mata-mata yang dikirim sudah beberapa hari tidak memberikan kabar.

Mungkin mereka masih menyelidiki.

Mungkin mereka belum menemukan apa pun.

Atau mungkin ada alasan lain.

Sesuatu yang membuat mereka tidak bisa mengirim laporan.

Atau bahkan membuat mereka tidak lagi mampu mengirim apa pun.

Cahaya hijau berdenyut pelan di rongga dadanya.

Ainz mengembuskan napas panjang.

"Sial," gumamnya.

Suaranya bergema pelan di ruangan yang kosong.

1
🏵YI FENG🐲
Anjay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!