NovelToon NovelToon
Saat Takdir Menautkan Hati

Saat Takdir Menautkan Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rani Ramadhani

Sejak bangku taman kanak-kanak, sekolah dasar, menengah, hingga ruang kuliah, mereka selalu dipertemukan, seolah takdir tak ingin memisahkan langkah keduanya. Namun perbedaan watak dan sifat menjadikan mereka dua kutub yang selalu berlawanan, sering berselisih paham atas hal-hal kecil, dan saling memandang dengan dingin. Kini, dua jiwa yang dulu saling menjauh dan penuh pertikaian, terpaksa disatukan dalam satu ikatan pernikahan. Di atas janji yang tertulis di atas kertas, tersembunyi sebuah tanya besar: mungkinkah benci yang lama terjalin perlahan meleleh, berubah menjadi rasa cinta yang tumbuh diam-diam di tengah perbedaan dan perselisihan yang selama ini ada di antara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertahanan yang Mulai Retak

Rasa gengsi yang dahulu setinggi gunung itu perlahan-lahan mulai menipis. Lapisan es yang selama ini membekukan hati Farzhan dan menyelimuti perasaan Vira, kini mulai mencair perlahan menjadi kehangatan yang mengalir lembut dan menenangkan.

Mereka mulai berani. Berani menunjukkan rasa sayang lewat hal-hal kecil yang sederhana, tanpa perlu banyak bicara atau kata-kata indah.

Pagi itu, cahaya matahari pagi masuk lewat jendela ruang makan, menerangi meja yang sudah tertata rapi. Tanpa diminta, Vira sudah menyiapkan teh hijau hangat dengan tanpa gula atau hambar yang diletakkan tepat di samping piring sarapan Farzhan.

"Minumlah dulu sebelum makan, baik untuk lambung," katanya santai sambil menyendokkan nasi ke piringnya sendiri.

Farzhan hanya mengangguk pelan, namun sudut bibirnya terangkat naik secara otomatis, membentuk senyum tipis yang sulit disembunyikan. Ia meminum teh itu perlahan; rasanya hangat sekali, terasa menembus sampai ke ulu hati dan membuat suasana pagi itu terasa semakin indah.

Kemudian sore harinya, saat langit berwarna jingga kemerahan Farzhan pulang bekerja. Ia tidak langsung duduk beristirahat atau berganti pakaian seperti biasa. Ia berjalan menuju dapur, mencari sosok yang selalu ia rindukan seharian itu.

"Sedang memasak apa?" tanyanya sambil bersandar santai di kusen pintu dapur, menatap punggung kecil istrinya yang sedang sibuk mengaduk isi wajan.

"Ikan goreng, Zhan. Kamu cuci tangan dulu ya, sebentar lagi makanannya matang," jawab Vira tanpa menoleh, namun nada suaranya terdengar begitu manis dan akrab.

"Baiklah." Farzhan tidak langsung pergi mencuci tangan. Ia malah mendekat dan berdiri diam di sana sejenak, menikmati pemandangan itu yang terasa begitu damai dan berharga baginya. "Hati-hati ya, minyaknya bisa memercik, nanti terkena tanganmu."

"Ah, tahu saja kamu. Sudah biasa kok," jawab Vira sambil mencubit pinggang suaminya dengan ringan, bercanda. Namun di dalam hatinya, ia merasa sangat bahagia dan berbunga-bunga menerima perhatian kecil itu.

Perhatian-perhatian sederhana seperti itu mulai menjadi makanan sehari-hari mereka. Tidak heboh, tidak berlebihan, namun terasa sangat nyata, hangat, dan menenteramkan hati.

Namun, perubahan paling drastis dan jelas justru terlihat saat Farzhan berada di kantor.

Hari itu, suasana di lantai eksekutif membuat seluruh staf dan karyawan melongo tak percaya.

Farzhan Ibrahim, sang Pemimpin Besar yang terkenal dingin, serius, dan wajahnya selalu datar seperti patung, akhir-akhir ini... sering sekali tersenyum-senyum sendiri!

Ia duduk di kursi kebesarannya, memandangi layar komputer yang menyala, namun jari-jarinya sama sekali tidak bergerak mengetik. Tangannya terangkat, menatap lekat-lekat jari manisnya sendiri seolah ada sesuatu di sana, lalu ia tersenyum tipis dan puas. Atau kadang ia mengambil bingkai foto di atas meja — foto Vira tentunya — lalu menggeleng-gelengkan kepala pelan sambil tersenyum sendiri.

"Eh... coba kalian lihat Pimpinan kita itu..." bisik salah satu staf kepada rekannya. "Ada apa dengannya? Kenapa tersenyum-senyum sambil malu-malu begitu? Apa kita tidak salah lihat?"

"Tidak tahu... memang sudah aneh sejak kemarin. Dulu dia sangat galak dan tegas, sekarang kalau ada kesalahan sedikit saja dia hanya berkata, 'Perbaiki ya', lalu tersenyum. Sungguh aneh ya, kadang melihat Bos tersenyum terus justru terasa lebih menakutkan daripada saat dia marah."

Zikri yang melihat pemandangan itu dari jauh hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum jahil dan penuh arti.

Wah... pertahananmu sudah hancur lebur rupanya, Bro. Kamu benar-benar jatuh cinta sejatuh-jatuhnya.

Tak lama kemudian, Zikri masuk ke ruangan kerja atasannya itu membawa berkas.

"Pak, ini laporan keuangan untuk proyek film yang Bapak minta kemarin..."

Belum selesai Zikri berbicara, Farzhan sudah menyela dengan nada bicara yang sangat santai, lembut, dan... penuh kebahagiaan.

"Zik... aku ingin bertanya sesuatu padamu."

"Iya, Pak? Apa yang ingin ditanyakan?"

"Menurutmu... wanita yang bisa menyimpan barang-barang milikku yang sudah aku buang atau aku anggap sampah belasan tahun lalu, lalu ia merawat dan menjaganya dengan sangat baik... itu tandanya apa?" tanya Farzhan, matanya berbinar penuh harap dan keingintahuan.

Zikri menghentikan langkahnya sejenak. Ia sangat paham ke mana arah pembicaraan ini.

"Oh... itu tandanya dia sangat menyayangi Bapak. Sangat, sangat menyayangi. Sampai hal-hal kecil yang berhubungan dengan Bapak saja dia anggap sebagai harta karun yang paling berharga," jawab Zikri dengan tegas dan mantap.

Farzhan menghela napas panjang, lalu menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi empuk itu. Ia menatap langit-langit ruangan dengan senyum lebar yang sama sekali tidak bisa lagi ia sembunyikan.

"Benar juga... aku juga berpikir begitu," gumam Farzhan pelan, wajahnya sedikit memerah karena rasa bahagia.

"Gila ya... selama ini aku mengira dia hanya mau menumpang hidup, atau menjalani pernikahan ini dengan terpaksa karena suatu hal. Tapi ternyata... sejak dulu dia sudah menyimpan segala hal tentangku. Gelang manik-manik buatan tangan waktu SD, buku tulis SMP yang sudah rusak, sampai pulpen yang sudah tidak berfungsi pun dia simpan rapi."

Farzhan terkekeh pelan, suara tawanya terdengar renyah dan bahagia, sesuatu yang sangat jarang terdengar di ruangan itu.

"Dasar wanita yang aneh... tapi... kelakuannya itu manis juga ya. Membuat rasanya aku ingin terbang melayang karena bahagia."

Melihat bosnya yang berubah menjadi sosok yang begitu romantis dan sangat menyayangi istrinya, Zikri semakin yakin akan satu hal.

Benteng pertahanan Farzhan Ibrahim yang dahulu setinggi langit, yang dingin, yang keras, dan yang memiliki rasa gengsi luar biasa tinggi... semuanya sudah mulai runtuh. Retak di sana-sini. Dan sekarang, hampir hancur lebur sepenuhnya, digantikan oleh rasa cinta yang begitu besar dan mendalam.

Farzhan tidak lagi menyembunyikan perasaannya. Ia sadar dan mengakui sepenuhnya: ia memang sangat menyayangi Vira. Ia memang jatuh cinta pada wanita yang menjadi istrinya sendiri.

"Zik..." panggil Farzhan lagi, nadanya serius namun lembut.

"Iya, Pak?"

"Malam ini aku ingin pulang lebih awal. Aku ingin membelikan Vira makan malam yang enak dan istimewa. Dan... ada sesuatu yang ingin aku katakan kepadanya," kata Farzhan dengan tatapan tegas namun penuh kelembutan.

"Siap, Pak! Langsung berangkat saja! Jangan ditunda-tunda lagi! Hati-hati di jalan ya, Pemimpin yang sedang jatuh cinta!"

Farzhan tertawa lepas. Beban berat yang selama ini ada di pundaknya lenyap sudah. Yang tersisa sekarang hanyalah rasa bahagia yang meluap-luap dan rasa ingin segera pulang, melihat wajah wanita yang berhasil meruntuhkan tembok dingin di hatinya itu.

1
Pich
kenapa ga di cium sekalian haeh🥱
Rocean: masih kicik🤣
total 1 replies
Sheer
asikkk ada yg cemburu🤣🤭
Sheer
boleh juga vira . diam diam 🤭
Rocean: diam diam menghanyutkan ya
total 1 replies
Sheer
demen bnget kalo cerita yang sangai gini.
Rosella
lucu bangets yaampun🤣
Pich
ihh gemas deh sama mereka🤭
Pich
dia pikir mau ngapain🤣
Rocean: 🤣🤣🤣🤣
entahlah
total 1 replies
Seai
🥴
Rosella
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!