Perang antara manusia dan iblis telah mencapai titik terburuk.
Kerajaan Beltrum berada di ambang kehancuran setelah kalah dari sihir suci Zetobia.
Dalam keputusasaan, mereka melakukan sesuatu yang tabu
memanggil manusia dari dunia lain.
Zeta, seorang mahasiswa biasa, tiba-tiba terseret ke dunia asing yang dipenuhi sihir dan darah.
Bukan sebagai pahlawan manusia…
melainkan harapan terakhir bagi bangsa iblis.
Namun satu pertanyaan besar muncul akankah ia menjadi penyelamat… atau justru kehancuran bagi kedua dunia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agung Noviar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24 AWAL MULA PERANG BELTRUM DAN ZETOBIA
Putri Stella berkata, "Dengarkan dulu, Zeta."
Zeta menjawab, "Iya Putri Stella, maaf. Silakan dilanjutkan."
Stella pun melanjutkan ceritanya, "Setelah 20 tahun lamanya ras manusia tertindas, mereka terus berdoa kepada dewa supaya ada yang menyelamatkan mereka. Lalu, saat memasuki tahun ke-150, ada beberapa manusia dari Zetobia yang tidak tahan dengan ancaman dari elf itu mereka mulai keluar dari kerajaan tersebut. Mereka berlari menuju Gunung Zeto yang letaknya tidak jauh dari kerajaan."
"Saat mereka tiba di sana, tiba-tiba muncul sebuah lingkaran sihir yang sangat besar. Dari lingkaran itu, muncul ras Iblis sebanyak 50 pasangan. Penampilan mereka sangat menawan, dengan kulit putih yang cerah dan mata berwarna merah."
"Melihat pemandangan itu, para manusia langsung sujud dan merasa kagum. Mereka yakin bahwa dewa akhirnya menjawab doa-doa mereka. Lalu, manusia-manusia itu menjelaskan semua penindasan yang telah terjadi kepada ras Iblis tersebut."
Zeta mendengarkan dengan serius tanpa berani menyela lagi.
"Ras Iblis itu kemudian bercerita juga bahwa mereka sebenarnya bukan berasal dari dunia ini. Sebelumnya, mereka tinggal di dunia mereka sendiri, yaitu Dunia Iblis. Namun, dunia tersebut sudah hancur karena peperangan terus-menerus sesama ras mereka sendiri. Ras Iblis itu mengaku bahwa mereka sangat berharap bisa kabur dari dunia asal mereka, hingga akhirnya mereka pun tiba di sini."
"Seiring berjalannya waktu, ras Iblis dan manusia mulai akrab. Apalagi, sejak awal tiba, para Iblis sudah memiliki elemen sihir di tubuh mereka. Mereka kemudian dibawa ke Kerajaan Zetobia untuk menemui Raja dan menjelaskan semuanya. Seluruh warga dan penghuni kerajaan bersorak gembira; mereka yakin bahwa sekarang mereka bisa membalas dendam kepada para Elf."
"Para Iblis mulai ikut bekerja dan menetap di sana. Pihak Zetobia pun membangun wilayah khusus untuk tempat tinggal ras Iblis. Di sanalah, para Iblis memberikan mana sihir mereka dan mulai mengajari manusia cara menggunakan sihir. Di situlah awal mula manusia akhirnya bisa menggunakan sihir."
"Saat memasuki tahun ke-180, jumlah ras Iblis mulai bertambah banyak. Bersama manusia, mereka mulai bergerak menyelamatkan para manusia yang masih tertawan di kerajaan-kerajaan Elf. Terkejut dengan gebrakan itu, para Elf pun mulai mengamuk."
"Inilah awal mula terjadinya perang besar-besaran: gabungan ras Iblis dan manusia melawan ras Elf. Akhirnya, ras Elf kehilangan banyak sekali pasukan dan penduduk mereka. Perang itu berlangsung selama dua tahun. Memasuki tahun ke-182, ras Elf akhirnya menyerah karena mengalami kerugian yang sangat besar."
"Momen itulah dimulainya perjanjian perdamaian. Disepakati bahwa tidak boleh ada lagi penindasan di dunia ini. Para manusia bersorak bahagia dan sangat berterima kasih atas bantuan ras Iblis."
"Memasuki tahun ke-200, ras Iblis yang jumlahnya sudah semakin banyak pun memutuskan untuk pamit dari kerajaan Zetobia. Mereka mencari benua sendiri untuk mendirikan kerajaan mereka sendiri. Lalu, terbentuklah kerajaan pertama ras Iblis, yaitu Kerajaan Beltrum, yang letaknya berada di seberang Zetobia, sedikit jauh dan berada di sekitar Lembah Nox ini."
Stella melanjutkan ceritanya dengan tatapan yang sangat sedih. "Setelah perdamaian itu, banyak kerajaan berdiri dan bersaing secara sehat, seperti adu ekonomi hingga turnamen antar ras. Namun, ada sebuah wilayah yang tidak boleh dikuasai ras mana pun, yaitu Wilayah Sela. Wilayah itu sangat bagus karena alamnya terjaga dan kaya akan sumber daya. Semua ras sudah sepakat untuk membiarkannya."
"Tahun ke-330, ayahku menjadi raja di umur yang masih sangat muda, yaitu 25 tahun. Lima tahun setelah penobatannya, pada tahun ke-335, aku lahir sebagai darah penerus kerajaan. Di umurku yang ke-10, aku banyak berteman dengan anak-anak raja lainnya, baik dari ras manusia, iblis, maupun elf."
Stella tersenyum kecut mengenang masa itu. "Contohnya Putri Elina dari kerajaan Zetobia. Dulu kami teman akrab yang sangat baik. Bersama Lytia dan Airi, kami berempat berteman sangat dekat dan sering latihan bersama. Namun, saat memasuki umur 14 tahun, kami mulai dipisahkan karena harus bersekolah di tempat yang berbeda."
“Apa Elina cewek yang aku suka di kampus mungkin hanya kebetulan sama saja namanya” Dalam Hati Zeta
"Setelah lama tidak bertemu, diadakanlah turnamen bertarung di Zetobia. Saat itu Lytia melawan Airi Dan juga Putri Elina .Di sanalah kami sadar, Airi Dan Elina benar-benar berubah, mereka bukan lagi sosok yang kita kenal dulu. Lama-kelamaan, mulai ada hal yang menjanggal. Hubungan ras manusia dan iblis mulai tidak baik, perdamaian itu terasa mulai menurun."
"Saat memasuki tahun ke-352, ras manusia bahkan sudah mampu setara dengan Elf. Mereka menciptakan banyak sihir hebat yang membuat para Elf khawatir. Lalu, ras manusia dari kerajaan Zetobia malah menjarah Wilayah Sela, padahal semua kerajaan sudah setuju wilayah itu tidak boleh diambil oleh siapa pun."
"Kerajaan Beltrum dan kerajaan Elf Elarion mencoba mencegah Zetobia. Eh, alih-alih merasa jera, mereka malah menuduh Beltrum! Mereka bilang Beltrum-lah yang duluan menjarah Wilayah Sela. Entah kenapa, Elf malah langsung setuju dengan pernyataan Zetobia yang belum tentu ada buktinya. Parahnya lagi, Zetobia mengajak kerajaan Elf Elarion untuk bekerja sama."
"Setelah itu, Beltrum tidak bisa berbuat apa-apa. Kami hanya bisa diam melihat Zetobia dan kerajaan Elarion ikut menjarah Wilayah Sela."
Stella mengepalkan tangannya dengan geram. "Lalu raja dari empat kerajaan iblis mengadakan rapat. Mereka ikut kesal karena apa yang dilakukan Zetobia benar-benar kelewatan. Mereka tidak ingat apa dulu pernah ditolong? Pernah diajarkan sihir? Tapi sekarang mereka malah mengajak ras Elf untuk sama-sama menjarah Wilayah Sela. Mereka benar-benar lupa diri!"
"Raja Beltrum yang ikut rapat itu juga membawa laporan bahwa ada penduduk ras iblis yang sedang bersekolah di kerajaan Ras manusia malah dipenjara oleh kerajaan Zetobia dan Zetavia. Raja Beltrum memberitahu kalau ada berita yang menyebutkan bahwa ras iblis adalah ras penjajah di dunia ini. Padahal, kitalah yang sudah membuat keadaan damai di dunia ini!"
Mendengar itu, empat raja iblis lainnya pun semakin marah. Mereka berkata, "Dasar ras manusia! Bahkan mereka lebih brengsek dari yang kita kira! Apa kita mulai saja perang dengan para manusia itu?!"
cerita awal lumayan good, pantas untuk like dan hadiah 👍