"jangan om, aku masih perawan, "!! kata seorang gadis yang sudah berada di bawah kungkungan seorang laki laki tampan ,namun terlihat bagitu arogan.
"siapa yang menyuruhmu kesini ,"! sahut laki laki tersebut dengan suara yang terdengar paro, sambil menahan sesuatu yang sudah ingin meledak saat itu juga.
"om, jangan macam-macam atau aku tendang itu ular arab mu ya"!! ancam gadis tersebut yang masih mencoba mempertahan kan dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 24
Malam pun tiba ,di sebuah pesta yang saat ini sedang Devan hadiri,tak sedikit para kolega yang mengajak nya mengobrol tentang masalah pekerjaan dan kerja sama,
"Selamat malam tuan Devan". Sapa seorang laki aki paruh baya sambil mendekat ke arahnya dan berjabat tangan dengan Devan.
"Selamat malam tuan jakop"! Sapa Devan kepada laki laki paruh baya yang berdiri di hadapannya.
"Oh, kenal kan ini anak saya ,tuan".
Demin menghargai tuan jakop ,Devan pun mengangguk sesaat sambil menatapnya sekejap.
"Senang bertemu dengan anda tuan,saya Samantha"! Kata wanita cantik tersebut sambil mengulurkan tangannya.
Devan pun juga menerima uluran tangan tersebut.
"Devan ". Jawab nya singkat.
"Maaf boss,ada sesuatu ini sangat penting". Bisik Jo dan membuat Devan pergi dari hadapan tuan jakop.
"Pa, seperti nya aku tertarik dengan tuan Devan,apa papa bisa membuat ku dekat dengan nya". Tanya Samantha kepada sang papa.
"Itu bisa di atur,sam". Jawab tuan jakop yang sangat setuju jika anaknya sampai jatuh cinta dengan CEO kaya tersebut.
"Katakan ,Jo"! Kata Devan yang sudah berada di sudut ruangan bersama Jo.
"Lihat ini,bukankah nona Clara sedang berjabat tangan dengan tuan damar".
Deg"!!
Mata Devan seketika berubah menjadi memerah saat melihat istri kecilnya bertemu dengan sepupu yang selalu menaruh dendam kepada dirinya.
"Bagaimana bisa clara bertemu dengan damar"! Gumam Devan yang sudah ingin pulang detik itu juga.
"Kita kembali sekarang".
"Tapi boss pesawat baru berangkat 3 jam lagi".
"Sial"!! Pekik Devan semakin meradang .
"Sebaiknya kita kembali ke hotel saja boss".
Eemmm'!! Devan hanya mengangguk dan langsung melangkah meninggalkan pesta tersebut.
"Apa sesibuk itu ya,kenapa dia tidak memberiku kabar sama sekali hari ini". Gumam Clara sambil menatap layar ponselnya yang tidak menyala tersebut.
"Mungkin lebih baik jika aku tidur saja,dasar suami tidak peka"! Geruntuh Clara sambil membaringkan tubuhnya dan menarik selimut,Clara pun akhinya terlelap seketika.
Devan yang baru saja masuk ke kamar hotel,segera meraih benda pipih yang sadari tadi ketinggalan di kamar hotel tersebut.
"Bagaimana bisa dia tidak mengirimkan ku pesan atau apa,dasar istri tidak peka". Umpat Devan semakin di buat kesal akan keadaan.
Beberapa jam berlalu kini Devan sudah berada di dalam mobil menuju mansion miliknya,ya jam menunjukan pukul 3 dini hari.
Suasana mansion nampak sepi ,ya hanya ada 3 security yang berjaga di pintu gerbang,sedangkan para pelayan masih terjaga dalam tidur mereka.
"Jo tidurlah di kamar tamu,ini sudah hampir pagi". Kata Devan kepada asisten yang yang nampak begitu lelah.
"Siap boss"!
Devan pun melangkah menaiki anak tangga dengan rasa yang sudah tidak sabar ingin melihat istri kecilnya yang sudah membuatnya emosi tingkat tinggi .
Ceklek"!!
Pintu kamar pun di buka perlahan oleh Devan ,di lihatnya Clara sedang tertidur pulas di atas ranjang king size tersebut.
" Ini dia bilang keroknya"! Gumam Devan sambil menatap lekat lekat wajah cantik di hadapannya.
****
Masih di dalam kamar,.
"Bisa bisanya dia tertidur se pulas itu tanpa merasa bersalah sama sekali". Gumam Devan lirih sambil menatap lekat lekat wajah yang sedang terlelap itu.
Devan segera naik ke atas ranjang dan ikut merebahkan tubuhnya yang sudah terasa lelah.
Tanganya sengaja dia lingkarkan pada perut rata Clara dan mulai memejamkan matanya dengan rasa kantuk yang tiba tiba menyeruap pada dirinya.
Pagi pun tiba.
Ugh"!! Clara menggeliatkan tubuh nya mengangkat tanganya tinggi tinggi merenggangkan otot ototnya yang terasa kaku.
Namun sesuatu terasa sangat berat di bawah sana,ya ternyata kaki Devan yang sudah menindih kakinya saat ini. Bergegas Clara menoleh ke samping dan.
Deg"!!
"Su-suami ku". Kata Clara lirih dengan kesadaran yang sudah penuh seketika.
"Mana mungkin,bagaimana bisa"!!? Gumam Clara yang masih belum percaya dengan keadaan yang ada,kembali di menatap langit langit kamar dan dan kembali menoleh ke samping dan benar suami tampanya sedang tertidur pulas di sampingnya.
"Jangan berisik,aku masih ngantuk,baby"!
Glek"!!
"Jadi benar ini suami tampanku".
Emmmm"!! Sahut Devan tak masih bisa mendengar gumaman istri nakal nya itu.
Saat Clara ingin beranjak dari tidurnya,dengan cepat Devan memeluknya kembali namun sialnya lagi lagi tanganya mendarat tepat pada gunung Clara yang aduhai itu.
Mata Devan terbuka sempurna dan entah di sengaja atau tidak tanganya kini sudah meremasnya.
"Aaaaaah"!! Kenapa memeras nya"! Pekik Clara dengan cepat menyingkir kan tangan Devan dari dadanya.
"Bisa semakin besar susu ku jika sering di remas ". Gumam Clara sambil menatap ke area dadanya.
" Tidak masalah besar, bahkan aku tambah menyukainya". Sahut Devan.
Bugh'"!!
"Mesum"! Umpat Clara lalu bergegas berlari ke kamar mandi.
Devan hanya terkekeh kecil dan kembali memejamkan matanya.
30 menit berlalu kini terlihat Clara sudah nampak cantik dan mbois dengan celana jens sobek , tengtop,dan rambut kuncir kudanya yang selalu menjadi ciri khasnya.
"Mau kemana"!?
"Mau kuliah lah". Jawab Clara sambil meraih tas punggungnya.
"Aku antar". Sahut Devan lalu berajak dari tidurnya dan melangkah begitu saja ke kamar mandi.
"Tapi"!! Belum juga Clara mengajukan banding,Devan sudah keburu masuk kedalam kamar mandi.
"Kenapa jadi Posesif banget sih,padahal kan aku bisa pergi kuliah sendiri." Gumamnya sambil mendudukan bokongnya ke atas sofa dengan wajah yang sedikit di tekuk.
Ceklek.
Pintu kamar mandi terlihat di buka oleh Devan.
"Dia mandi apa tidak sih hanya 5 menit saja,tapi jika dilihat lihat dia tetap tampan mau mandi atau tidak sama saja."
"Why"!? Tanya Devan saat melihat Clara terus memandang ke arahnya.
Dengan cepat Clara menggelengkan kepalanya.
"Ayoo"!
Akhirnya Devan dan Clara pun beriringan menuruni anak tangga.
.
Pagi itu tiada drama sarapan pagi,keduanya sarapan dengan tenang Tanpa ada obrolan sedikitpun ,namun bisa di lihat jelas wajah Devan yang mendadak datar dan dingin sekali.
"Hemmmm"!! Sahut Devan sambil beranjak dari duduknya,Clara yang bingung pun juga ikut beranjak dan berjalan mengekor di belakang suaminya.
Sesampainya di halaman depan Devan bukanya mendekat ke arah mobil hitam yang sudah terparkir di halaman ,malah langkahnya tertuju pada garasi di mana kotor Sport nya berada.
"Brum.
Brum..
Brum..
Mata Clara terbelalak saat melihat penampilan suaminya yang sudah kalah kalah Pedrosa ,sungguh gagah dan terlihat sangat tampan meskipun helm hitam kini sudah menutupi kepalanya.
" Naik,cla'".
"Hah,i-iyaa"!! Sahut Clara dengan gugupnya.
"Dia suamiku bukan ,kenapa aku deg deg kan sekali di bonceng olehnya.gumam Clara sambil menatap punggung tegap yang berada di hadapannya.
Clara masih mematung di tempat hingga kedua tanganya diraih oleh Devan dan dilingkarkan kepinggangnya.