NovelToon NovelToon
Sistem Rebahan Tak Terkalahkan

Sistem Rebahan Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Irzad

Lin Fan, seorang pekerja kantoran yang tewas karena kelelahan bekerja (tipes dan lembur), bereinkarnasi ke Benua Langit Azure sebagai murid rendahan di Sekte Awan Mengalir. Saat dia bersumpah untuk tidak pernah bekerja keras lagi di kehidupan keduanya, "Sistem Kemunculan Pemalas" aktif. Semakin malas dan santai dia, semakin kuat kultivasinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irzad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Babak baru dalam sejarah Sekte Awan Mengalir telah dimulai. Dapur Luar, yang selama ratusan tahun hanya dianggap sebagai tempat kotor berminyak di mana para pelayan memeras keringat, kini secara de facto telah naik pangkat menjadi "Tanah Suci Pencerahan Kosong".

Pagi itu, aroma Dapur Luar tidak lagi didominasi oleh bau bawang putih mentah atau darah babi hutan. Kepala Koki Wang Ta, yang kini merasa memikul tanggung jawab spiritual yang setara dengan seorang pendeta kuil agung, telah memerintahkan pembakaran Dupa Cendana Penenang Jiwa di setiap sudut ruangan. Asap tipis beraroma kayu manis dan embun pegunungan melayang-layang di udara, berbaur dengan uap kaldu yang mendidih pelan.

Para koki dan pelayan tidak lagi berjalan; mereka meluncur. Sepatu bot berat mereka telah diganti dengan selop kain sutra berlapis kapas tebal agar langkah mereka sama sekali tidak menghasilkan suara. Bahkan saat memotong sayuran, mereka menggunakan teknik "Pisau Mengiris Awan", sebuah metode yang mengandalkan kelembutan pergelangan tangan agar bilah pisau tidak pernah membentur talenan kayu.

Di sudut barat laut, di bawah cahaya keemasan yang turun dari "Jendela Kekosongan" di atap, Lin Fan sedang duduk di atas Kursi Goyang Energi Qi-nya.

Suasana hatinya pagi ini sangat luar biasa. Gelar "Eksistensi Kosong" yang diberikan oleh Pemimpin Sekte semalam adalah perisai pelindung terhebat yang pernah ia miliki. Tidak ada tugas, tidak ada murid yang cerewet, dan yang terpenting, ia memiliki hak istimewa untuk tidur sepanjang hari dengan dukungan penuh dari anggaran sekte.

Namun, fokus Lin Fan saat ini bukanlah pada kekayaan yang menantinya, melainkan pada sebuah benda yang terlipat rapi di atas pangkuannya. Benda itu adalah hadiah penyelesaian misi dari sistem: 'Jubah Penolak Gangguan'.

Secara fisik, jubah itu sama sekali tidak terlihat seperti pusaka dewa. Warnanya abu-abu pudar, menyerupai warna debu jalanan di musim kemarau. Kainnya terasa kasar di luar namun secara mengejutkan sangat lembut di bagian dalam, seolah-olah terbuat dari rajutan awan yang dipadatkan. Tidak ada sulaman naga berkilau, tidak ada aksara pelindung yang berpendar. Jubah ini adalah wujud paling murni dari kata 'biasa saja'.

*Mari kita lihat seberapa ampuh benda ini,* batin Lin Fan.

Dengan gerakan lambat yang sudah menjadi ciri khasnya, Lin Fan melepas jubah lamanya yang sudah penuh noda minyak dan menggantinya dengan Jubah Penolak Gangguan.

Begitu kain abu-abu itu menutupi bahunya, Lin Fan merasakan sensasi yang sangat aneh. Tidak ada ledakan energi. Tidak ada cahaya yang menyilaukan. Sebaliknya, ia merasa seolah-olah sebuah selimut keheningan baru saja diselimutkan ke atas eksistensinya. Suara detak jantungnya sendiri terasa meredam. Garis luar tubuhnya—batas antara dirinya dan udara di sekitarnya—terasa mengabur.

Lin Fan menunduk, melihat tangannya sendiri. Tangannya masih ada di sana, terlihat jelas. Namun, ada sesuatu yang "tergelincir" dari indranya. Jika ia tidak berkonsentrasi penuh untuk melihat tangannya sendiri, otaknya seakan-akan mengabaikan keberadaan tangan tersebut.

Ini bukan jubah tembus pandang biasa. Ini adalah artefak peredam karma dan eksistensi! Jubah ini memanipulasi gelombang otak dan indra spiritual siapa pun yang berada di dekatnya, mengirimkan sinyal pasif yang berbunyi: *"Di sini tidak ada apa-apa, jangan perhatikan, lanjutkan urusanmu."*

Lin Fan tersenyum lebar. Ini adalah kamuflase tingkat dewa bagi seorang pemalas.

Untuk mengujinya, Lin Fan berdeham pelan, lalu memanggil pelayan setianya. "Zhao Er."

Zhao Er sedang berdiri sekitar lima langkah dari batas tirai sutra biru, memegang sebuah nampan berisi teh herbal hangat. Mendengar panggilan itu, Zhao Er segera menyibakkan tirai dan melangkah masuk dengan kepala tertunduk hormat.

"Hamba di sini, Master Lin. Apakah Anda ingin teh Anda seka—"

Ucapan Zhao Er terhenti. Ia mengangkat kepalanya dan menatap kosong ke arah kursi goyang rotan. Matanya mengerjap beberapa kali. Dahinya berkerut dalam kebingungan.

Lin Fan sedang duduk tepat di atas kursi goyang itu, menatap lurus ke arah Zhao Er. Jarak mereka tidak lebih dari tiga meter.

Namun, mata Zhao Er seolah-olah meluncur melewati tubuh Lin Fan. Pupil mata pemuda kurus itu tidak fokus pada sosok berjubah abu-abu di depannya, melainkan menembus ke arah dinding kayu di belakang kursi.

"Master Lin...?" panggil Zhao Er lagi, suaranya kini bergetar karena panik mulai merayap di dadanya. Ia memutar kepalanya ke kiri dan ke kanan, mencari ke seluruh penjuru paviliun mini tersebut. "Tuan? Anda di mana? Hamba mendengar suara Anda tadi..."

Lin Fan menahan tawanya. Ia bahkan melambaikan tangannya tepat di depan wajah Zhao Er, namun pandangan Zhao Er sama sekali tidak terganggu. Sensor spiritual dan visual Zhao Er telah sepenuhnya dibajak oleh efek pasif Jubah Penolak Gangguan. Selama Lin Fan tidak melepaskan niat membunuh atau energi Qi yang agresif, ia pada dasarnya setara dengan sepotong udara kosong.

*Sempurna,* pikir Lin Fan, menyandarkan tubuhnya kembali ke kursi dan membiarkan Zhao Er yang panik berlari keluar tirai untuk melapor kepada Wang Ta bahwa "Master Lin telah menghilang ke dalam udara tipis".

Tak lama setelah Zhao Er pergi menyebarkan kepanikan kecil di dapur, sebuah gelombang energi yang familier mendekat dari arah halaman. Udara di sekitar Dapur Luar mendadak menjadi sangat sejuk, diiringi oleh wangi bunga teratai es yang samar namun khas.

Su Qingxue tiba.

Gadis jenius dari Puncak Teratai Salju itu melangkah memasuki Dapur Luar. Penampilannya hari ini sedikit berbeda. Ia tidak mengenakan jubah sutra biru kebesarannya, melainkan jubah linen putih sederhana tanpa riasan apa pun. Rambut hitamnya dibiarkan tergerai bebas. Ia sengaja menanggalkan segala atribut kemewahannya sebagai bentuk penghormatan terhadap filosofi "Dao Kekosongan" yang dianut oleh Lin Fan.

Di tangannya, ia memegang sebuah cincin spasial berwarna perak kusam. Cincin itu berisi pengiriman pertama dari 'tiga puluh persen sumber daya tahunan sekte' yang dijanjikan oleh Pemimpin Sekte Linghu—sebuah jumlah kekayaan yang cukup untuk membeli sebuah kerajaan kecil.

Wang Ta, yang tadinya sedang kebingungan mencari Lin Fan bersama Zhao Er, segera berlutut saat melihat kedatangan Su Qingxue.

"Hormat hamba, Yang Mulia Su!" sapa Wang Ta dengan suara tertahan. Wajah gempalnya dipenuhi keringat kecemasan. "Hamba memohon ampun! Master Lin... beliau baru saja berbicara dengan Zhao Er, tapi kini beliau menghilang dari pandangan kami! Apakah beliau... apakah beliau telah naik ke alam dewa?"

Su Qingxue tersenyum tipis, sebuah senyuman yang memancarkan pemahaman kosmik yang sangat salah kaprah.

"Jangan panik, Kepala Koki Wang," ucap Su Qingxue lembut. "Master Lin adalah Eksistensi Kosong. Tubuh fisiknya sudah selaras dengan alam semesta. Menghilang dari pandangan mata fana kalian hanyalah efek samping dari kultivasinya yang sangat dalam. Izinkan aku masuk. Mata Roh Es-ku mungkin bisa melihat riak keberadaannya."

Wang Ta mengangguk dengan penuh kelegaan, segera menyingkir dan membiarkan Su Qingxue berjalan menuju tirai sutra biru.

Begitu Su Qingxue melangkah melewati tirai, ia langsung mengaktifkan teknik Mata Roh Es. Pupil matanya berubah menjadi kristal biru muda yang bersinar, mampu mendeteksi aliran Qi sekecil apa pun di udara, bahkan yang tersembunyi di balik formasi tingkat tinggi.

Ia menatap ke arah Kursi Goyang Energi Qi.

1
abyman😊😊😊
🤣🤣🤣💪
abyman😊😊😊
🤣🤣🤣🤭
Gege
idenya keren tiduran saja bisa ngalahin para ahli...epic dan apik..
Gege
temanya menarik..makin malas makin sakti...belom lagi hadiah hadiah yang diluar nalar... nabok nyilih tangan menang tanpo ngasorake sugih tanpo kerjo...🤣
ikyar
bagus lucu
rinn
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!