Seorang gadis cantik bernama Anggi yang menjadi korban perceraian orangtuanya karena ayahnya selingkuh dengan sahabat ibunya sendiri. Kejadian itu pun dialami oleh Anggi sendiri.
Anggi memiliki sahabat dari kecil bernama Nia. Bahkan dia sudah dianggap Nia saudara sendiri bukan lagi seperti sahabat. Nia mengkhianati Anggi dan mengambil kekasih Anggi.
Bagaimana kisah selanjutnya yuk baca cerita selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenca04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Angkasa mengepalkan tangan dan mengeratkan rahangnya menahan emosi.
"Cancel semua meeting hari ini," perintah Angkasa pada sekertaris sekaligus asistennya bernama Bimo.
"Emang mau kemana lo?" tanya Bimo. Mereka memang sudah lama bersahabat dari semenjak SMA hingga sekarang.
"Ada urusan."
"Pacaran?" tebak Bimo.
"Bukan," Angkasa langsung pergi meninggalkan Bimo.
"Dasar Angkasa," Bimo merasa kesal karena Angkasa yang meninggalkannya dengan berbagai banyak pekerjaan.
Tujuan Angkasa sekarang adalah rumah ayahnya bersama istri barunya. Dengan emosinya yang sudah memuncak tapi Angkasa masih mencoba menahannya.
saat Angkasa masuk pelataran rumah ayahnya terlihat sepi tak ada siapapun tapi Angkasa masuk dan mencoba mengetuk pintu.
Angkasa pun menekan bel dan wanita paruh baya datang membukakan pintu.
"Selamat sore," seru Angkasa ramah.
"Selamat sore, mau bertemu siapa?"
"Ibu Rasti nya ada?" tanya Angkasa ramah.
"Ada, sebentar saya panggil dulu. Silahkan masuk."
"Tidak perlu saya tunggu di sini saja."
Wanita paruh baya yang Angkasa kira itu adalah asisten rumah tangganya Rasti pun pergi ke dalam rumah untuk memanggil sang majikan.
Tak lama berselang Rasti pun datang ke luar. Rasti cukup terkejut saat melihat Angkasa yang datang ke rumahnya.
"Ada perlu apa kamu datang ke sini?" tanya Rasti ketus.
"Yakin Anda tidak tahu alasan saya ke sini apa?" Angkasa tanya balik. Aura dingin terpampang nyata di wajah Angkasa saat itu.
Rasti pun jadi gugup saat di tatap tajam Angkasa seperti itu, "I-iya mana sa-saya tahu kamu mau apa. Atau kamu mau ketemu sama ayah kamu? Mungkin sebentar lagi akan pulang."
"Saya gak punya urusan sama Pak Anggoro tapi urusan saya sama anda nyonya Rasti," Angkasa penuh penekanan.
"U-urusan a-apa ya?"
Saat Rasti merasa terintimidasi dengan pernyataan dari Angkasa, Nia datang menghampiri ibunya.
"Tamu siapa Ma?" Nia langsung terkejut saat melihat Angkasa yang datang.
"Bang A-sa," Nia yang melihat Asa pun langsung kembali masuk karena takut.
"Maksud anda menampar adik saya apa? Maksudnya apa?" bentak Angkasa.
saat Angkasa membentak Rasti, Anggoro pun datang.
"Angkasa," bentak Anggoro.
"Jadi ini didikan Anggun kepada anaknya yang tak bisa menghormati orang yang lebih tua darinya," ketus Anggoro.
"Anda jangan pernah membawa-bawa bunda soal mendidik anaknya. Justru anda yang tak bisa mendidik istrinya dengan baik. Apa itu baik seorang ibu datang menemui anaknya walaupun anak tiri, membentak dan menampar nya. Apa itu yang di namakan ibu? Apa itu juga salah satu didikan dari Anda juga," Angkasa dengan kesal.
"Maksud kamu apa?"
"Tanya sama istri tercinta anda apa yang sudah dia lakukan pada Anggie!" bentak Angkasa.
Anggoro yang tak tahu awal mula permasalahannya apa menjadi bingung.
"Sebenarnya apa yang terjadi Ma?" tanya Anggoro pada istrinya.
"Aku... Aku difitnah Mas. Aku gak pernah melakukan itu sama Anggie. Aku juga sayang sama Anggie sama seperti Nia dan Jeni," Rasti sambil menangis. Aktingnya kali ini cukup membuat Anggoro yakin.
"Gak mungkin Rasti melakukan seperti itu. Ayah yakin Rasti ibu sambung yang baik buat kalian. Abang tahu sendiri kan dari kecil juga sudah kenal sama Tante Rasti apa Abang gak liat bagaimana Tante Rasti begitu perhatian sama kalian."
"Iya perhatian sampai berpaling dari bunda," cibir Angkasa.
"Ayah gak percaya sama apa yang kamu ucapkan karena Rasti gak seperti itu."
"Kalau memang Anda gak percaya silahkan lihat ini. Rekaman cctv waktu siang tadi."
Angkasa memberikan ponselnya yang menayangkan rekaman cctv saat Rasti menampar pipi Anggie lalu Anggie jatuh pingsan. "Gak mungkin," gumam Anggoro.
"Apa anda masih mau menyangkalnya?" tanya Angkasa.
Rasti dan Nia sungguh tak percaya kalau Angkasa mempunyai bukti rekaman cctv. Rasti sungguh tidak berpikir ke arah sana.
"Kalau begitu sampai bertemu di persidangan," Angkasa pun pergi meninggalkan mereka.
Anggoro yang baru datang sungguh di buat pusing dengan kelakuan istrinya yang seperti itu.
"Kenapa kamu melakukan itu sama Anggie? Apa kamu masih belum puas melihat Anggie menderita."
"Kenapa juga Anggie sampai merebut Zian dari Nia."
"Maksudnya?" tanya Anggoro bingung.
"Anggie sudah merebut Zian. Mas kan tahu kalau Nia sudah di jodohin sama Zian."
"Tapi kemarin Pak Dandi menolak rencana itu."
"Aku akan lakukan apapun demi Nia bisa berjodoh dengan Zian."
"Terserah kamu asal jangan mengganggu Anggie saja."
"Ya itu sih tergantung Anggie."
Anggoro sungguh di buat pusing hari ini setelah sibuk di kantor banyak masalah dan sekarang ia juga harus di pusingkan dengan anak dan istrinya.
***
Angkasa langsung pergi ke rumah sakit setelah dari rumah ayahnya. Angkasa masih kepikiran dengan keadaan adiknya yang kembali trauma.
Sesampainya di rumah sakit Angkasa langsung masuk ruang perawatan Anggie dan di sana sudah ada Angga dan ibunya. Sedangkan Mbok Siti karena sudah sepuh dibolehkan pulang.
"Assalamualaikum," ucap Angkasa saat masuk ruangan.
"Waalaikumsalam," jawab bersama ibu dan adiknya. Angkasa lalu mencium tangan ibunya.
" gimana keadaan adek Bun?"
"Alhamdulillah Dokter Abi tadi langsung menjadwalkan fisioterapi dan hasilnya sudah ada kemajuan. Adek mau bicara lagi walaupun singkat. Bunda takut kalau adek gak bisa bicara kayak dulu sampai satu bulan."
"Syukurlah kalau begitu Bun."
" Abang dari mana kok baru datang?"
"Abang udah melaporkan tindakan kekerasan yang sudah dilakukan sama Tante Rasti terhadap adek."
"Beneran Abang melaporkan dia?" Angkasa pun mengangguk.
"Kalau menurut bunda gimana?" tanya Angkasa.
"Bunda nyerahin sama Abang aja. Yang bunda pikirin sekarang hanya kesehatan adek."
"Bang tahu gak kalau Nia sekolah di tempat adek juga," celetuk Angga.
"Tahu dari mana?"
"Aku di kasih tahu sama Dika. Dia ngasih tahu kalau ada yang caper sama Zian dari ciri-ciri nya aku tahu dia Nia. Apa ini ada sangkut pautnya sama kejadian tadi siang Bang?" tanya Angga.
"Bunda juga pernah dengar waktu itu Rasti bilang kalau Nia mau dijodohkan sama Zian tapi Zian marah waktu nolak," kedua anaknya menyimak pernyataan yang ibunya kasih tahu.
"Berarti ini emang bener adek seperti ini pasti ada kaitannya sama mereka. Bun gimana kalau adek home schooling aja, supaya mentalnya lebih terjaga. Abang gak mau hal seperti ini terjadi lagi sama adek."
"Tentang aja Bang masih ada dokter Abi. Tapi kok Bun aku lihat dokter Abi kayak udah kenal lama ya sama bunda," seru Angga yang selalu memperhatikan interaksi mereka.
"Kita memang teman waktu masih SMA."
"Pantesan aja bunda kayak udah kenal lama sama dokter Abi."
Saat mereka sedang asik ngobrol Anggie sebenarnya dari tadi menyimak semua pembicaraan mereka. Anggie hanya diam saja masih mengingat kejadian tadi siang yang menyakitkan bagi Anggie.