"BRUZZLY" sebuah agen rahasia pembasmi kejahatan siapa sangka di pimpin oleh seorang wanita cantik, tomboy dan dingin yang terkenal dengan nama MESLY.
RADITYA ANGGARA seorang pengusaha muda yang sukses dan berhati dingin karena di tinggal kekasihnya demi pria lain.
apakah MESLY dan Raditya berjodoh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 24
Mesly tiba di Italia, gadis itu segera menuju kemarkas Tigerlong yang berada di sana untuk mengumpulkan jejak keberadaan sepupunya itu.
Melihat dari sinyal yang di dapat melalui giwang dan cincin Melisa Mesly bisa melacak keberadaan sepupunya itu namun gadis itu tidak mau gegabah dalam menjalankan tugasnya dan mencari tau seberapa bahayanya Melisa saat ini.
Berbeda dengan apa yang di lakukan Raditya, pria itu segera meluncur ke sinyal yang dia dapatkan melalui sepatu para bodyguardnya itu, hingga Radit dan anak buahnya sampai di sebuah hutan yang cukup lebat dan berhasil menemukan semua sepatu dan pakaian yang pernah di gunakan ke 7 bodyguardnya.
"Ternyata mereka sudah membuang pakaian dan perlengkapan anak buahku, tetapi dimana keberadaan Melisa?" kata Raditya dalam hati.
Richo terus menelusuri hutan itu mencari jejak atau petunjuk dan pria itu menemukan bercak darah yang tercecer di sana dan langsung memberikan penemuannya kepada Raditya.
"Boss ada bercak darah!" kata Richo
Raditya segera menelusuri jejak itu dan mengarah pada sebuah lubang mereka menemukan ketujuh mayat para bodyguardnya dan sebuah gantungan berlogo naga di sana.
"Untuk saat ini kita balik ke apartemen sekalian menyelidiki logo itu semoga nanti dapat petunjuk keberadaan Melisa" perintah Radit kepada semua anak buahnya.
Raditya dan anak buahnya memberhentikan pencarian untuk sesaat dan kembali ke apartemennya di negara itu, Richo mencari tau tentang gantungan kunci yang dia temukan di dekat mayat para bodyguard itu dan mendapatkan sebuah petunjuk yang mengarah ada organisasi besar yang bernama Morse.
"Logo ini milik sekelompok mafia besar yang bernama Morse boss!" kata Richo.
"Morse... apa yang terjadi dengan Melisa, kenapa bisa berhubungan dengan Morse?" kata Raditya.
Raditya teringat dengan BRUZZLY dan segera menghubungi email organisasi itu untuk meminta pertolongan.
Mesly masih terus melacak sistem yang ada di sekitar Melisa, tiba-tiba ada pesan email masuk dan gadis itu membacanya.
"Bisakah menolongku untuk menyelamatkan seseorang, dia dokter yang bekerja di rumah sakit milikku sekarang sedang di sandera seorang mafia bernama Morse" kata Raditya.
"Siapa nama dokter itu apa bernama Dr Melisa?" tanya BRUZZLY
"Iya namanya dr Melisa, dia izin mau kerumah calon mertuanya aku sudah memberi pengawalan kepada dia tetapi aku menemukan semua pengawalku mati dan sebuah petunjuk berupa gantungan kunci lambang dari Morse" jawab Raditya.
Mendengar penuturan Raditya Mesly segera memberitahukan kepada sang ayah yang masih terus meninjau keberadaan Melisa berada.
"Jadi saat ini Melisa di bawah kekuasaan William, Mesly tidak boleh ikut menyerang aku takut anakku jadi korban aku tau bagaimana karakter William" kata Franz dalam hati.
Franz segera mengatur siasat untuk melawan Morse, dan memberi perintah kepada putrinya untuk membantu dari jarak jauh saja dan melarang keras turun tangan langsung dengan alasan keselamatan.
"Papa yang akan pergi menyelamatkan sepupumu Melisa kamu cukup bantu papa merusak sistem yang ada di rumah itu nak, ingat pesan papa jangan bergerak sendiri karena Morse sangat berbahaya" kata Franz kepada putrinya itu.
Mesly merasa kesal karena tidak boleh turun langsung tetapi gadis menuruti perintah ayahnya dan terus berusaha merusak sistem yang ada di rumah besar itu.
William merasakan ada pergerakan yang ingin menyerangnya, pria itu berfikir siapa yang berani membobol sistem keamanannya dan merusak semua sinyal yang ada di rumah tersebut.
"Siapa yang berani bermain-main dengan Morse? selama ini tidak ada yang dapat mengalahkan kita kecuali Tigerlong" katanya kepada anak buahnya.
"Tetapi kita tidak sudah lama tidak membuat masalah dengan organisasi itu boss! apa ini ada sangkut pautnya sama ketujuh bodyguard yang kita bunuh itu?" kata salah satu anak buahnya.
William merasa perkataan anak buahnya ada benarnya, pria itu berfikir apa Melisa salah satu target dia untuk membebaskannya apa ada unsur lain.
"Melisa hanya seorang dokter biasa, pasti Tigerlong datang karena ingin memancing emosi kita" jawab William.
"perintahkan semua anak buah kita untuk berjaga-jaga di pintu depan dan kamu bawa Richard kekamarnya dan kunci dia biar musuh kita tidak tau kalau ada penyekapan di sini" perintah William kepada anak buahnya.
Richard yang masih mencoba menyelamatkan kekasihnya di bawa paksa oleh anak buah papanya dan dimasukkan kekamarnya.
"Lepaskan saya dan kekasih saya, kalian semua gak punya hati" kata pria itu yang terus berontak
Melisa yang mendengar Richard di bawa pergi hanya bisa menangis sambil bersandar di pintu kamar itu.
Di luar rumah pasukan Tigerlong mulai menyerang rumah itu, dan berhasil menerobos masuk kedalam rumah mencari keberadaan Melisa, William menyambut kedatangan Tigerlong di dalam rumah itu.
"Hallo Franz apa kabar, apa yang membawamu datang ke rumahku dan membuat kegaduhan" kata William.
"Bebaskan wanita yang sudah kau sekap di rumah ini dan aku akan menarik semua anak buahku pergi dari sini!" kata Franz tegas.
"Apa kau melihat rumah ini seperti tempat menyembunyikan tawanan?" kata William lagi.
"Jangan banyak tanya! aku tau siapa dan bagaimana watakmu yang berambisi cepat bebaskan wanita itu" kata Franz.
William tertawa terbahak-bahak mendengar perintah Franz, pria itu seolah-olah tidak mengerti apa yang di maksud William tetapi Frans malah memerintahkan semua anak buahnya untuk memeriksa seluruh kamar yang ada di rumah itu.
Melihat semua anak buah Tigerlong ingin mengeledah seisi rumah membuat William geram dan mulai melakukan penyerangan dan terjadilah peperangan antara 2 kelompok organisasi besar itu.
Melihat keduanya sama-sama kuat dan sebagian anak buahnya banyak yang terluka membuat Franz memerintahkan mengunakan senjata rahasia Tigerlong dengan siulannya.
Mendengar boss mereka bersiul membuat salah satu anak buahnya melemparkan sebuah benda berbentuk bulat dan mengeluarkan asap beracun dan semua anggota Tigerlong sudah mengunakan alat yang di sembunyikan di hidung mereka supaya tidak menghirup asap dari benda tersebut.
Satu persatu anak buah William tumbang, dan William pergi menyelamatkan diri dari udara beracun tersebut dan kesempatan itu di lakukan anak buah Franz untuk membuka semua kamar yang ada di rumah itu.
Semua kamar yang di buka dalam keadaan kosong dan ada beberapa pelayang yang ikut menjadi korban karena menghirup udara beracun tersebut dan langsung di beri alat untuk menyelamatkan mereka dari kematian.
"Ada dua kamar yang terkunci boss, yang satu ada di atas dan yang satu lagi ada di belakang bangunan ini" kata salah satu anak buah Franz.
"Buka kamar itu! lakukan segera tanpa ada korban!" perintah Franz kepada anak buahnya.
Semua anak buah Franz segera melakukan tugasnya dan mencoba membuka kamar yang terkunci dengan sistem otomatis itu.
jangan marah ya mesly... radit begitu karena takut kamu di ambil orang... jadi sudah sembuh langsung gas..