NovelToon NovelToon
Obsesi Papa Mertua

Obsesi Papa Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Dark Romance / Cinta Terlarang
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

Dua minggu pernikahan menjadi neraka bagi Freya Arunika. Ia baru menyadari dirinya hanya dijadikan tumbal saat memergoki perselingkuhan suaminya, Sean Ravindra, dengan Bianca—adik tirinya sendiri. Sejak rahasia itu terbongkar, hidup Freya sepenuhnya terkekang.
Namun, takdir berputar liar ketika Ravael, ayah kandung Sean sekaligus sosok penolong masa lalu Freya, kembali dari luar negeri. Jatuh cinta pada pandangan pertama tanpa tahu identitas Freya, obsesi Ravael justru semakin membara setelah mendapati wanita itu adalah menantunya.
Kini, Freya terjebak di antara dua pria sedarah: suami kejam yang membencinya, dan papa mertua berkuasa yang terobsesi memilikinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23.

Tidak.!

Freya mencengkeram ponselnya erat-erat hingga buku-buku jarinya memutih. Sambil terisak, akal sehatnya mencoba berontak. Dia tidak akan pernah meminta bantuan kepada Rafael.

Cukup kesucian dan harga dirinya yang direnggut semalam, dia tidak mau terlibat lebih jauh atau menyerahkan seluruh sisa hidupnya untuk hutang Budi pada papa mertua yang manipulatif itu.

​Tiba-tiba, sebuah nama terlintas di kepalanya: Sean. Bagaimanapun juga, Sean adalah suaminya. Pria itu harus bertanggung jawab atas apa yang menimpa keluarga istrinya. Dengan harapan tipis yang tersisa, Freya mencari kontak Sean dan menghubunginya.

​Panggilan itu tersambung, dan suara ketus Sean terdengar di seberang sana. "Ada apa lagi, Freya?! Bukankah sudah kukatakan jangan menggangguku?!"

​"Sean... hiks... aku mohon bantu aku," tangis Freya pecah. "Ayah masuk rumah sakit. Kondisinya kritis dan harus segera dioperasi, tapi asuransinya tidak mencover. Biayanya ratusan juta, Sean... Aku mohon, pinjamkan aku uang..."

​Bukannya simpati, suara tawa meremehkan justru terdengar dari seberang telepon, disusul suara Sean yang membentak kasar. "Uang? Ratusan juta?! Kau pikir aku pohon uang?! Urus saja sendiri ayahmu yang penyakitan itu! Jangan mengacaukan liburanku dengan Bianca. Aku sama sekali tidak peduli denganmu ataupun ayahmu! Jangan telepon lagi!"

​Klik.

​Panggilan diputus kasar. Freya terpaku, dadanya terasa sesak seolah dihantam batu besar. Suaminya benar-benar tidak peduli. Air matanya mengalir deras, namun dia menolak untuk larut dalam kesedihan lebih lama lagi. Nyawa ayahnya sedang dipertaruhkan.

​Freya bergegas bangkit walau bagian intinya masih terasa sangat sakit dan perih. Dia melangkah menuju lemari, mengenakan pakaian yang sangat tertutup dengan kerah tinggi, lalu memoleskan riasan tipis pada wajah pucatnya untuk menutupi tanda kemerahan yang ditinggalkan Rafael semalam.

​Saat melangkah turun ke lantai bawah, ternyata Rafael belum berangkat kerja. Pria paruh baya itu sedang duduk di ruang makan dengan wibawa dinginnya yang mutlak. Begitu melihat Freya yang berpakaian rapi dan tampak hendak pergi, Rafael menghentikan aktivitasnya.

​"Mau ke mana kau, Freya? Bukankah sudah kukatakan untuk sarapan bersamaku?" tanya Rafael, sepasang mata elangnya menatap tajam ke arah leher tertutup Freya.

​Freya menghentikan langkahnya sejenak. Alih-alih takut seperti biasanya, ingatan akan kejadian semalam membuat hatinya mengeras. Dia menatap lurus ke depan, enggan menatap mata pria yang telah menodainya itu. "Aku ada urusan penting," jawab Freya dengan suara yang teramat dingin dan datar.

​Tanpa menunggu respons dari Rafael, Freya melanjutkan langkahnya dengan sedikit pincang, mengabaikan tatapan tajam papa mertuanya yang mulai menggelap karena diabaikan. Dia segera keluar dari mansion dan menyetop taksi.

​Di dalam taksi, sebelum menuju rumah sakit, Freya meminta sopir untuk mampir ke sebuah apotek. Dengan langkah tertatih, dia masuk dan membeli pil kontrasepsi darurat. Begitu kembali ke dalam taksi, dia langsung meminum pil itu dengan air mineral yang dibelinya. Dia mengepalkan tangan, berbisik dalam hati,

'Aku tidak ingin menimbulkan masalah baru di rahimku. Aku tidak sudi mengandung anak dari pria itu.'

*

​Sesampainya di rumah sakit, Freya bergegas menuju koridor ICU. Namun, begitu dia sampai, Leticia—ibu tirinya—langsung berdiri dan membentaknya tanpa memedulikan pandangan orang-orang di sekitar.

​"Lama sekali kau! Ke mana saja?!" bentak Leticia kasar. "Mana uangnya?! Rumah sakit ini terus menagih uang muka!"

​Freya memelas, matanya berkaca-kaca menatap Leticia. "Mama... aku tidak punya uang sebanyak itu. Sean menolak membantuku. Aku tidak punya apa-apa lagi sekarang, Ma..."

​Leticia mendengus sinis, wajahnya penuh rasa jijik dan tidak peduli lagi dengan nasib suaminya, Dirga. "Tidak punya uang? Ck! Kau itu punya wajah cantik dan tubuh yang bagus, Freya! Kalau suamimu tidak mau memberi uang, jual saja dirimu pada pria hidung belang di luar sana untuk mendapat uang pengobatan ayahmu! Aku sudah tidak peduli!"

​Setelah mengucapkan kalimat keji itu, Leticia menyambar tasnya dan pergi begitu saja meninggalkan Freya yang mematung dengan hati yang hancur berkeping-keping.

​Freya menarik napas dalam-dalam, menghapus air matanya, dan menolak untuk menyerah. Dia melangkah ke ruang administrasi rumah sakit dengan tubuh yang gemetar. Di depan petugas, Freya mengeluarkan seluruh sisa tabungan pribadinya yang selama ini dia simpan dengan susah payah.

​"Sus... ini semua uang yang saya miliki saat ini. Saya mohon, jadikan ini sebagai jaminan awal," ucap Freya memelas, menyodorkan seluruh uang tabungannya yang bahkan tidak sampai setengah dari biaya yang diminta. "Saya berjanji akan melunasinya sesegera mungkin. Tolong selamatkan ayah saya..."

​Melihat ketulusan dan kondisi Freya yang tampak begitu tertekan, pihak rumah sakit tampaknya tersentuh dan berbaik hati. Setelah memeriksa berkas, petugas itu tersenyum tipis. "Baik, Nyonya. Kami akan menerima ini sebagai jaminan awal. Kami berikan waktu bagi Anda untuk melunasinya nanti. Dokter akan menjadwalkan operasi ayah Anda malam ini juga."

​Mendengar hal itu, Freya akhirnya bisa bernapas lega. Beban berat di pundaknya sedikit terangkat. "Terima kasih banyak, Sus... Terima kasih..."

*

Malam kian larut, menyisakan keheningan yang mencekam di koridor rumah sakit. Freya terduduk sendiri di kursi panjang, menekuk lututnya sembari menatap nanar ke arah pintu kaca di mana ayahnya terbaring lemah. Di ambang rasa lelah yang luar biasa, tiba-tiba sebuah bayangan tinggi besar jatuh menutupi tubuhnya. Aroma parfum maskulin yang sangat ia kenali seketika menyeruak masuk ke indra penciumannya.

​"Freya."

​Suara bariton yang berat dan penuh wibawa itu memanggil namanya. Freya seketika membeku. Detak jantungnya berpacu cepat didorong oleh rasa terkejut sekaligus ngeri. Ia mendongak perlahan dan mendapati sesosok pria bertubuh tegap dalam setelan jas hitam mahal berdiri di hadapannya.

​Rafael Ravindra. Pria itu ada di sini.

​"P-Papa...?" bisik Freya, suaranya tercekat di tenggorokan. "Bagaimana bisa..."

​Bagaimana tidak, Rafael sudah terobsesi sepenuhnya pada Freya. Sikap dingin dan tatapan penuh kebencian yang ditunjukkan menantunya sebelum pergi dari mansion pagi tadi terus mengganjal di benak sang Tuan Besar.

Merasa ada yang tidak beres, Rafael sengaja memerintahkan beberapa pengawal pribadinya untuk membuntuti kemana pun taksi Freya pergi. Begitu mendapat laporan bahwa Freya berada di rumah sakit karena kondisi ayahnya yang kritis, Rafael langsung membatalkan semua jadwal rapatnya dan melesat ke sana.

​Tanpa meminta izin, Rafael melangkah maju lalu mengambil posisi duduk tepat di samping Freya. Kehadirannya yang intimidatif seketika membuat atmosfer koridor yang sunyi terasa semakin sempit.

​"Kau tidak perlu khawatir lagi," ujar Rafael tenang, matanya menatap lurus ke depan, seolah kekuasaannya bisa membeli apa saja di dunia ini. "Aku sudah memerintahkan Dimas untuk mengurus segalanya. Aku yang akan mengcover seluruh biaya pengobatan ayahmu di rumah sakit ini, dari operasi malam ini hingga dia benar-benar sembuh total."

​Mendengar penuturan itu, alih-alih merasa lega, darah Freya justru berdesir panas. Rasa amarah yang sejak semalam ia pendam kini membakar dadanya kembali. Ia menoleh ragu, menatap tajam ke arah papa mertuanya dengan mata yang berkilat penuh kebencian.

​"Tidak perlu, Papa. Ambil kembali uangmu. Aku tidak sudi menerimanya," tolak Freya dengan suara yang bergetar namun terdengar sangat tegas. "Aku tidak mau berutang budi apa pun lagi pada pria sepertimu!"

​Rafael menoleh, menatap Freya dengan kening berkerut dalam. "Jangan keras kepala, Freya. Ini masalah nyawa ayahmu. Kau pikir sisa tabungan kecilmu itu cukup untuk melunasi biaya pemasangan ring jantungnya? Kau tidak punya siapa-siapa lagi yang bisa kau mintai tolong."

​"Biarpun aku harus mengemis di jalanan atau meminjam uang ke bank sampai mati, aku akan mengusahakannya sendiri!" potong Freya cepat, matanya membelalak basah oleh sisa air mata. "Aku tahu taktikmu, Paa. Kau ingin menjebakku dengan uang itu agar aku selamanya terikat dan tunduk di bawah kakimu, kan? Jawab aku!"

​Perdebatan sengit bernada rendah itu tidak berlangsung lama. Sebelum Rafael sempat membalas ucapan tajam menantunya, pintu ruang ICU tiba-tiba terbuka. Seorang perawat keluar dengan membawa beberapa berkas medis di tangannya.

​"Permisi, Nyonya Freya? Kami akan segera melakukan persiapan untuk memindahkan Tuan Dirga ke ruang operasi. Mohon Anda ikut saya sebentar ke ruang depan untuk menandatangani dokumen persetujuan tindakan," ujar perawat itu dengan sopan.

​"Ah, baik, Sus. Saya segera ke sana," jawab Freya, mengalihkan seluruh fokusnya dari Rafael.

​Sebelum Freya melangkah pergi meninggalkan Rafael yang masih duduk mematung di kursi koridor, ia menghentikan langkahnya sejenak. Tanpa berbalik penuh, Freya menolehkan kepalanya sedikit, memberikan tatapan paling dingin yang pernah ia miliki kepada pria paruh baya itu.

​"Satu hal lagi yang harus Papa tahu," ucap Freya dengan nada yang sangat tegas, menusuk langsung ke ego tertinggi Rafael. "Begitu Sean pulang dari liburannya, aku akan meminta dia untuk menceraikanku. Aku akan pergi sejauh mungkin dari keluarga berengsek ini. Dan anggap saja... apa yang terjadi di ranjangmu semalam tidak pernah terjadi seumur hidupmu."

​Setelah melontarkan kalimat pembawa garis tegas itu, Freya melangkah lebar mengikuti sang perawat, meninggalkan Rafael sendirian dalam keremangan koridor dengan rahang yang mengeras rapat dan tangan yang mengepal kuat di dalam saku celananya.

*

*

*

1
MissSHalalalal
sesuai tema ya kak.. dark romance. tapi tenang saja. pasti akan ada kebahagiaan yang tak terduga untuk si Freya.
Mita Paramita
siksaan Mulu yang Freya alami... kasian Thor 😭😭😭
Reni Anjarwani
freya kamu jadi wanita kok bodoh bgt sfh tau dihianati dan disiksa kok masih dibela mati2 an 🤭🤭
ina
buatlah freya rafael happy end
MissSHalalalal
mau doubel up gak nih ... hehehe
+1: mau! tripel juga boleh!
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
+1
uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu 🌚🌚🌚 gelap malamku
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
bongkar kebusukan ibu & adik tiri Freya. . udah sabar bgt nih Freya di bully dan diselingkuhi tinggal cerai aja 🔥🔥🔥
ina
kak plss bikin freya cinta sama rafael saling mencintai
ina: semangat bikin freya rafael bucin 🤭
total 2 replies
Kamsia
kasian freya hdp sendiri dan udh hncr.bnt kak thor buat freya bisa jatuh cinta sama rafael
MissSHalalalal: sudah terlalu sakit hati kak.
total 1 replies
MissSHalalalal
siap, di tunggu ya 🙏😍
ina
up
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Norahsikin Ismail
lanjutkan lg🙏🙏👍
ina
bikin freya cinta sama rafael min
Fifi Afifah
👍
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
semoga aja Freya Nerima Rafael setelah dicerai sean
Mita Paramita
tragisnya nasib Freya terjebak diantara ayah dan anak yang bikin hidup nya kacau
Mita Paramita
Freya di terkam mertua nya🤣🤣🤣 gimana reaksi Sean kalo ketahuan 🤨 Thor novel nya ganti judul ya .
MissSHalalalal: iya nih. 🙏 yang kemaren kepanjangan 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
Freya istri lemah ngapain belain suami laknat begitu 🤨jadi gemes liatnya. lanjut Thor 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!